Aluna My Little Wife

Aluna My Little Wife
Chapter 50


__ADS_3

Kepulangan Alea menjadi kesedihan paling mendalam yang di alami keluarga Mahesa setelah tuan besar yaitu kakek Mahesa dan nenek Mahesa meningalkan mereka beberapa tahun lalu


kala itu Aluna masih kecil, ia baru menginjakkan kaki di usia lima tahun, namun kejadian tak terduga malah membuat ia kehilangan neneknya yang sangat menyayangi Aluna kala itu dan di susul oleh kakeknya


"Cucuku jangan lari lari nak, nanti kau jatuh awas ada tangga"Teriak nenek Mahesa kala itu saat melihat Aluna kecil berlari lari di lantai dua mansion


Tidak ada yang peduli dengan Aluna kecil selain nenek kakek Mahesa yang benar benar menyayangi Aluna


"Sayang ayo sebentar lagi waktunya tidur siang nenek temenin ya"


"Nggak mau nenek, alun mau main ya boleh"ucap gadis kecil itu dengan suara khas cadelnya


"Tapi ini sudah waktunya tidur siang nanti baru main lagi ya"


"Nggak mau nenek alun mau main"


"Yaudah kalo gitu alun main tapi kalo cape bilang sama nenek ya"


"Iya nenek"senyum gadis kecil itu kembali ceria setelah mendapatkan izin dari neneknya


Nenek Mahesa hanya tersenyum melihat keaktifan Aluna, ya Aluna kecil memang sangat aktif berbeda dengan Alea yang memang sedang dalam pengobatan karena penyakit yang di deritanya itu


Tanpa mereka sadari seorang gadis lain berumur empat tahun lebih muda dari Aluna sedang menatap Aluna dan neneknya dengan tatapan sendu


"Kenapa nenek tidak pernah sekhawatir itu denganku?"Gumam gadis itu yang tak lain Alea kecil


Rasa iri dengan Aluna memang ada karena nenek kakeknya dari sang papa sangat menyayangi Aluna bahkan sejak Aluna baru lahir, namun Alea sadar Aluna adalah adiknya ia tak mungkin iri dengan adiknya itu


"Kakak mau main?" Alea kaget karena tiba-tiba Aluna berdiri di depannya


"Ah Aluna, tidak nenek pasti tidak mengizinkan aku bermain"


"Ayo main sama Aluna kak"


"Gak apa apa kakak liat kamu di sini saja ya"


"Tapi alun mau main sama kakak"


Bukan tanpa alasan nenek Mahesa melarang Aluna bermain dengan kakaknya karena jika terjadi sesuatu pada alea Aluna lah yang akan di salahkan oleh tuan Agra dan Clara


Nenek Mahesa yang melihat Aluna menarik tangan Alea berjalan mendekat


"Aluna jangan tarik tarik tangan kakak ya, kak Alea sedang sakit. Kamu main sama nenek aja ya kak aleanya biar istirahat saja"


"Tapi alun mau main sama kakak, nenek"


"Iya nanti sekarang alun mainnya sama nenek saja ya"Gadis kecil itu menurut ia melepaskan tangan kakaknya

__ADS_1


Alea menunduk setelah mendengar ucapan neneknya, ia salah mengartikan larangan neneknya untuk bermain dengan Aluna yang jelas jelas neneknya sangat khawatir dengan kondisi yang semakin hari semakin menurun


"Kenapa nenek selalu melarangku bermain dengan Aluna apa nenek takut Aluna juga sama penyakitan sepertiku"


"Nak kenapa kamu berbicara seperti itu? nenek bukan melarang kamu bermain dengan Aluna tapi kondisi Alea sedang sakit takut Alea cape gimana?"ucap nenek Mahesa itu lembut


"Tapi aku juga ingin bermain dengan Aluna nenek, apa tidak boleh?"


"Tidak Alea mamamu akan marah"


"Kenapa mama harus marah nenek?! apa karena alea penyakitan kalian semua tidak menyayangi Ale?!"


"Nak bukan seperti itu"


"Nenek jahat!"


Alea yang langsung berlari ke arah tangga membuat sang nenek khawatir


"Tunggu nak, jangan lari lari nanti jatuh!"Teriak nenek Mahesa saat melihat Alea berlari kencang


Karena lantai yang licin Alea hendak terjatuh namun belum sempat itu nenek Mahesalah yang menarik Alea hingga tanpa diduga kecelakaan terjadi nenek Mahesa yang terpeleset sehingga membuat ia terjatuh dari tangga dan terguling ke bawah dengan darah mengalir akibat benturan kepala dengan anak tangga


Alea syok sendiri melihat neneknya terguling karena menyelamatkannyaa, karena panik ia tak bisa melakukan hal apapun kecuali kembali ke kamar dengan tubuh gemetar takut


Berbarengan dengan itu Aluna datang saat mendengar teriakan sang nenek namun gadis kecil itu sama sama syok saat sudah melihat tubuh sang nenek tergeletak di lantai dengan bersimpuh darah


tidak ada yang melihat kejadian tak terduga tersebut, karena semua pelayan sedang melakukan tugasnya masing masing di area, belakang


Berbarengan dengan hal itu ternyata Nyonya Clara yang baru pulang dari luar melihat sang ibu mertua sudah tergeletak dengan darah


"Mama!"teriak Clara saat melihat ibu mertuanya tergeletak


Karena dalam posisi itu hanya ada Aluna yang berasal di sana membuat Clara yakin jika itu perbuatan Aluna melihat gadis kecil itu hanya berdiri di ujung tangga atas dengan mata membulat karena terkejut


...✨✨✨...


Tidak ada yang mau mencari kebenarannya setelah beberapa jam nenek Mahesa dinyatakan meninggal dunia akibat kecelakaan tak terduga tersebut


Hal itu menjadi hal paling menyakitkan untuk tuan besar Mahesa karena ditinggalkan oleh sang istri tercinta


Ia tak menyalahkan Aluna namun berbeda dengan yang lain termasuk tuan Agra sendiri yang malah menyalahkan Aluna atas kejadian itu


Rasa sedih yang amat dalam setelah kepergian sang istri membuat beberapa bulan berikutnya tuan Mahesa menyusul sang istri karena sering sakit-sakitan.


Sejak saat itu semua nampak berubah, tak ada lagi orang yang menyanyangi Aluna melainkan sebaliknya semua orang menganggap Aluna adalah Mala petaka terbesar untuk keluarga Mahesa dan sejak saat itu juga tuan Agra yang awalnya sedikit menyayangi Aluna dan menerimanya malah berbalik membenci gadis kecil yang sebenarnya tidak tahu apa apa.


...✨✨✨...

__ADS_1


Kanapa kamu harus lahir di dunia ini jika hanya membawa Mala petaka untuk keluarga kami hah!"bentak seorang wanita yang kala itu masih muda


"Belum cukupkah membunuh nenek kakeknya hah! apa belum cukup Aluna!"


"Ingat satu hal, jika saja tubuhmu tidak dibutuhkan oleh putriku akan ku bunuh sejak kau lahir didunia ini!"teriaknya murka pada gadis kecil kecil yang hanya tertunduk diam dengan Isak tangis


"Hiks hiks ampun mama, una gak lagi nakal!"


"Diam kamu! jangan terus menangis! lebih baik kamu masuk kamar atau akan kupukul kau!"Dengan langkah kaki bergetar, gadis cantik itu melangkah menuju kamarnya


Gadis kecil yang masih menginjakan usia lima tahun itu sudah tak asing lagi dengan bentakan cacian serta pukulan semenjak nenek kakek yang satu satunya menyayanginya meningal dunia


Back on


Aluna duduk termenung setelah mengingat kejadian masa kecilnya dulu, ia tak menginat semuanya namun beberapa potelan kejadian demi kejadian saat neneknya meningal dengan di susul kakeknya masih ada dalam benaknya saat ini


"Kenapa melamun hmm?"ucap Regan saat melihat istri kecilnya diam melamun menatap luar jendela kamarnya


"Eh kakak"


"Kenapa melamun sayang? Masih memikirkan kakak kamu?"tanya Regan dengan membelai surai Aluna lembut. Aluna mengangguk


"Apa benar Aluna hanya beban bagi semua orang kak? andai saja Aluna bisa menolong kak Alea mungkin kak Alea tidak akan pernah meninggal dan mama papa pasti bahagia melihat kak Alea kembali sembuh"


Kaget dengan ucapan Aluna namun Regan tetap mengandaikan dirinya untuk tidak terpancing emosi akibat Aluna yang selalu menyalah dirinya sendiri yang kadang Regan bingung terbuat dari apa hati istri kecilnya itu


"Jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri Aluna kumohon, kamu bukan beban kamu malaikat sayang. Jangan pernah berbicara seperti itu lagi apa aku harus mengatakan jika sejujurnya aku lega jika kakak perempuanmu itu meninggal?"ucap Regan, Aluna sontak menatap Regan


"Kenapa kakak berbicara seperti itu? bagaimanapun juga kak Alea kakakku"


"Sakit kan?"


"Itu juga yang kakak rasakan saat kamu terus menerus menyalahkan dirimu sendiri Aluna, kakak tau mungkin ini terdengar jahat tapi kakak tidak akan pernah ikhlas jika kamu yang menjadi korban disini"


Aluna diam menunduk. Dengan lembut Regan duduk di samping Aluna, memeluk wanita hamil itu


"Jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri sayang, kamu lupa jika sekarang kamu punya aku dan babby kita. Biarkan kejadian masa lalu menjadi kenangan paling menyakitkan dan kakak janji kakak akan selalu ada buat kamu meskipun kamu meminta kakak pergi"


"Hikss, maafin Aluna kak"


"Kamu harus janji sama kakak, kalo kamu gak boleh nyalahin diri kamu sendiri lagi, okeyy?"


Aluna semakin memeluk tubuh Regan dengan erat dengan air mata yang lagi lagi terjatuh


"Jangan pernah menangis, jika keluargamu tidak menerimamu kakak yang menjadi keluarga untukmu Aluna"


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2