Aluna My Little Wife

Aluna My Little Wife
Chapter 37


__ADS_3

"Sayang lain kali siapin makanan lagi ya"ucap regan setelah ia menghabiskan semua makan siang yang di buatkan Aluna, Aluna dengan senang menganggukkan kepalanya


"Kalo begitu ini Luna juga buatin cake buat kakak"Ucap Luna dengan membuka kotak makan satunya yang berisi cake buatannya


"Maaf ya kalo cakenya gak sesuai selera kak Regan"ucap Aluna, namun Regan mengeleng dan langsung memakan cake buatan Luna yang lagi lagi membuat ia terkejut karena cake buatan Aluna sangat enak


"Ini enak banget sayang"


"Benarkah?"


"Hmm, bahkan cake ini mengalahkan cake buatan toko yang sering kakak kunjungi untuk membeli cake"


"Syukurlah"ucap Luna tersenyum karena ternyata Regan menyukai masakannya dan juga cake buatannya


"Setiap hari buatin cake ya sayang"


"Nggak mau"


"Lah kok nggak mau si?"cemberut Regan


"Cake itu makanan manis, gak sehat buat tubuh kak kalo mau biar satu Minggu satu kali Luna bakal buatin ya"


"Nggak mau pokoknya setiap hari"Rengek Regan tanpa sadar


"Loh kok kakak gitu sih?"melihat tatapan Aluna yang lucu Regan malah semakin senang. Tak lama setelah itu Regan membasuh tangannya setelah menghabiskan cake itu


"Besok buatin lagi ya?"ucap regan


"nggak mau"


"nggak boleh nolak loh, kalo nggak kakak hukum"


"kok makin hari kakak mainnya hukum hukuman terus sih?"


"Ya gak papa toh kamu malah nikmatin" ucap Regan yang langsung membuat pipi Aluna memerah malu karena mengerti ucapan Regan


Regan tersenyum penuh arti saat melihat wajah Aluna yang merona malu, ia mengangkat tubuh Aluna untuk di dudukan di pangkuannya


"Kk-kakak mau ngapain?"


"Menurut kamu?"ucap Regan memandang Aluna penuh arti


"jj-jangan di sini kak"


"Nggak sayang, sepertinya melakukan hal itu di sini jauh lebih nikmat"


"ng-nggak kak lepasin"Luna hendak berdiri dari pangkuan Regan namun, Regan segera menahannya


"kita coba di sini ya"


"nggak mau kak, nanti kalo ada orang dengar gimana?"


"gak bakal sayang, mau ya"bujuk Regan.


Melihat tatapan Regan yang memang seperti menginginkannya ia perlahan menganggukkan kepalanya, Regan tersenyum puas ia segera mendaratkan ciumannya di bibir Cherry Aluna dan memanggilnya dengan lembut


Ciuman yang awalnya lembut berubah menjadi panas, dan perlahan lahan semakin turun ke leher Aluna tapa sadar Regan sudah membuka pakaian Aluna hingga wanita hamil itu sudah full neked, perlahan lahan Regan membaringkan tubuh Aluna di sofa yang berada di ruang kerjanya dan ia segera melepaskan pakaiannya sendiri namun hanya membuka semua kancing kemejanya.


Sebelum memulai Regan meminta izin kepada anaknya dan setelah itu terjadilah hal yang seharusnya terjadi di dalam ruangan Regan yang kedap suara. Keduanya sama sama menjeritkan nama masing-masing membuat Glora yang sudah terbakar menjadi semakin panas


Regan yang notabenenya adalah laki laki dewasa yang haus akan kehangatan dan Aluna yang tak pernah menolak Regan berbuat hal apapun terhadap tubuhnya.


Setelah pertempuran panas itu Aluna tertidur di ruangan rahasia Regan yang lebih tepatnya kamar dalam ruangan Regan, Aluna tertidur karena kelelahan akibat Regan yang meminta mengulanginya lagi dan lagi


Regan segera membersihkan tubuhnya dan bersiap karena sebentar lagi ia harus kembali meeting


"Aku pergi dulu ya sebentar"


Cup


bisik Regan tepat di telinga Aluna


"Enghhh"lenguh Luna saat Regan mengecup keningnya

__ADS_1


"Aku meeting dulu ya, kamu jangan kemana mana nanti kita pulang bareng, kamu istirahat saja ya"ucap Regan yang hanya di angguki Aluna


Setelah itu Aluna kembali tertidur dan Regan pergi untuk meeting


Sore hari Regan baru kembali ke ruangannya setelah meeting itu selesai, ia langsung membuka pintu kamar pribadinya yang ternyata Aluna sudah kembali fresh dengan pakaian yang sebelumnya Regan siapkan


"Udah selesai kak?"


"Udah sayang, yuk kita pulang" Aluna mengangguk


dengan mengandeng Aluna Regan keluar dari ruangannya, sekretaris Mein yang masih berada di sana terkejut saat ia sadar wanita yang di bawa asisten Rey tadi berganti pakaian dan rambutnya yang basah


"astaga siapa sebenarnya wanita kecil itu? apa kekasih tuan Regan?"Batin Mein namun ia hanya bisa bertanya tanya dalam batinnya


"Mei besok laporan yang tadi harus ada di mejaku besok pagi mengerti?"ucap Regan sebelum melangkahkan kakinya


"Baik tuan"ucap Mein, Regan kembali berjalan dengan mengandeng tangan Aluna


...✨✨✨...


Dua hari kemudian...


"Kak siang nanti alun izin pergi ke supermarket sebentar ya"ucap aluna saat regan akan pergi ke perusahaannya


"Iya gak apa apa tapi minta di antar bibi Laras ya"


"Gakpp kak aluna bisa sendiri ya"


"Nggak sayang gak boleh, kamu harus di antar bibi laras ya"


"Yasudah kak kalo itu mau kakak"


"Gitu dong, istri kecilku pintar banget sih"Ucap Regan yang mengacak acak rambut Aluna


"Kalo begitu kakak pergi ya, kamu hati hati. Jaga babby kita"pesan Regan yang tak lupa mengecup kening Aluna dan perut Aluna


"hati hati kak" Regan mengangguk dan ia segera menaiki mobilnya


...✨✨✨...


Aluna kini tengah berhadapan langsung dengan nyonya clara keduanya tengah berada di sebuah cafe dengan nuansa eropa yang cukup terkenal. Aluna terus tersenyum memandang wajah mamanya, wajah cantik yang amat dia rindukan. Sedangkan mamanga, wanita itu hanya terdiam memandangi perut perempuan dihadapannya.


"Harusnya dia tak mengandung anak haram itu dan ia segera menyelamatkan nyawa alea." batinnya kesal dan kecewa.


Wanita bernama lengkap Clara Mahesa itu terus menatap wajah Aileen dengan tatapan setengah sinis dan juga nanar dalam suatu waktu yang bersamaan.


"Mama" Nyonya Clara tersadar dari lamunannya begitu mendengar panggilan Aluna, wanita paruh baya itu dengan spontan memanggil salah satu pelayan cafe untuk memesan kopi lagi, sontak hal itu dicegah Aluna karena kopi tidak baik untuk kesehatan jantung karena mamanya juga ada riwayat penyakit jantung


"Kenapa kamu suruh dia pergi?" tanya Nyonya Clara dengan nada sedikit kesal.


"Jangan minum kopi terlalu banyak mah, jantung mama per-"


"Kenapa? Kamu takut aku mati? Bukannya malah seneng karena kamu bisa bebas dari tuntutan aku buat nyelamatin anakku alea?!" sergah mamanga sinis. Aluna sudah biasa dengan sikap mamanya yang ketus


"Mah, bukan gitu.." Aluna berujar dengan nada sedikit memohon agar mamanga tidak salah paham.


"Terus, apa? Ohh aku tahu, kamu sengaja kan ngelakuin ini biar aku cepet mati dan tak ada lagi tuh yang maksa maksa kamu, ngaku aja deh dasar perempuan murahan!" Lagi-lagi nyonya Clara berbicara ketus. Alun tidak menyangka, wanita yang di anggap mamanya itu menatap dirinya dengan tatapan miris.


"Kenapa mama bicara gitu, apa salah alun mah"


Nyonya Clara terkekeh sinis


"Kamu pikir setelah apa yang kamu lakukan aku bisa maafin kamu Alun? Nggak!" ujar Clara penuh tekanan di akhir kalimatnya.


"Maaf mah, tapi itu sebenarnya hanya kecelakaan mah, maafin Aluna mah"


Clara bangkit, "Aku gak peduli Alun, mau apapun itu yang salah tetap kamu!" Ujarnya sinis. Clara melangkah keluar dan Alum mengejarnya berharap mamanya itu mengerti betapa bingungnya dia sekarang.


Setelah meninggalkan dua lembar uang berwarna merah di meja Alun segera menyusul Clara yang rupanya memang masih berada di halaman cafe.


"Tunggu!!" alun berhenti, berbalik badan lalu menatap anak bungsunya itu tidak suka. Alun sekarang begitu cantik, tidak kumal seperti dulu saat masih di rumah.


Clara harus berbuat sesuatu karena ia takut alun tidak lagi menginginkan untuk mendonorkan tubuhnya untuk Alea.

__ADS_1


Clara tidak peduli, dia akan melakukan apapun agar Alea sembuh.


Jika kalian berfikir nyonya Clara berubah, maka kalian salah besar. Inilah sifat yang sebenarnya, egois dan ambisius, bahkan sangking cintanya terhadap Alea wanita itu terobsesi untuk lekas membunuh Aluna Semua rencananya itu dia tarik kembali ketika mengingat bahwa hidup anak kesayangannya, kesempurnaannya ada pasa Aluna.


"Apa lagi sih!" kesalnya setengah membentak.


"Mau mama apa?" Clara tersenyum sinis, mendekat ke arah Aluna dan berbisik disana.


"Aku mau kamu merelakan tubuhmu untuk Alea" bisik Ny.Clara tidak tahu malu.


Aluna memejamkan mata, entah kenapa perutnya malah terasa kencang. Mungkin bayi dalam perutnya itu kesal mendengar ucapan nenek yang sama sekali tak menganggapnya juga


"Mama tahu alun tengah hamil"lirih Aluna


"Aku tak mau tahu, gugurkan saja kandunganmu"


Deg


"Mama sadar sama apa yang mama ucapin? mama sadar kalau mama itu kelewatan? Dan apakah mama sadar atas ucapan mama yang meminta seorang ibu mengugurkan kandungannya, apa mam Setega itu terhadap cucu mama sendiri?"


Clara memandang wajah Aluna tajam, dia pernah tidak menyangka Alun berani menjawab.


Setahunya Alun ini paling mudah ditindas, salah satu gadis lemah yang akan menangis jika di gertak, tapi apa ini?


"Kam-"


"Stop buat berfikir kalau Alun bodoh, selama ini Alun sabar mah, Stop buat ngelakuin hal buruk sama alun mah, apa mama pernah bayangin ada di posisi Alun, yang hidupnya harus diserahkan kepada orang lain? Nggak kan?"


"Mama hanya memikirkan kak Alea Alea dan Alea!!"


"Apa mama pernah berfikir tentang alun mah?!"


""Alun menderita, Alum sakit, Alun terluka!! Pernah membayangkan sakitnya dipukuli dan dicaci? Dibenci oleh keluarga sendiri dan dianggap mati? Alunn tahu jawabannya tidak, kakak hidup penuh dengan lautan cinta, kasih sayang mama dan papa juga kak Aldo dan kak Lea hidup penuh kelembutan dari kalian, Sedangkan Alunn, Alun hidup seperti di neraka mah"


Titik demi titik air mata meluncur bebas dari pelupuk mata wanita hamil tersebut, segala unek-unek yang dia simpan seorang diri kini sudah termuntahkan, dia mengatur napasnya yang terengah-engah karena berbicara penuh emosi tadi. Sedangkan Ny.clara , wanita paruh baya itu hanya diam menatap Alum dengan tatapan kosong.


"Selama hampir 19 tahun alun sendirian mah berjuang sendiri, bertahan hidup atau mati akhirnya Alum tetap sendiri. Alu-"


Plak!


Tamparan itu mendarat di wajah cantik Aluna


"Kamu memang harusnya mati, gugurkan saja anakmu dan berikan organmu pada alea." sela Nyonya Clara dingin


Sakit ketika menjadi Aluna


"Mama!"tiba tiba Seseorang yang tak lain adalah Alea datang saat melihat mamanya menampar adiknya


"Apa yang mama lakuin?!"


"Aluna apa kamu tidak apa apa?"tanya Alea dan hendak membantu Aluna, namun Aluna menepisnya kasar


"Aluna.. kamu baik baik aja?"tanya alea


"Kakak gak perlu peduli padaku! aku mati atau hidup itu tidak ada artinya buat kakak dan mama papa"


"Alea jangan dekati dia!"ucap nyonya Clara karena melihat Aluna yang tiba tiba terlihat aneh


"Aluna kenapa kamu ngomong gitu?"Alea hendak memeluk Aluna namun Aluna tanpa sadar mendorong tubuh Alea keras hingga membuat Alea terjatuh


DUGH!


Karena kemurkaan Aluna tanpa sadar ia mendorong kakaknya agak kasar


"PERGI! KALIAN PERGI!!"Teriak Aluna


(Ingat sikis Aluna terganggu karena siksaan batin)


Alun marah, wanita itu tidak tanggung- tanggung melayangkan Mendorong mama dan kaknya. Rasanya kasih sayang, hormat dan cinta Aluna pada mama kakaknya sudah menghilang, perempuan yang selama ini ku pandang sebagai malaikat rupanya lebih BURUK dari IBLIS. NYATANYA MAMA DAN KAKAKNYA SAMA SAJA BIADAB!!!"


"KALIAN HANYA MENGINGINKAN NYAWA ALUNA!"


Tanpa sadar alea dan mamanya pingsan, gadis itu memang tidak bisa mendapatkan bentakan karena jantungnya lemah, sedangkan nyonya Clara terkejut sehingga ia pingsan. Dan barusan Alun tidak sadar telah mengeluarkan sisi bertaringnya, sisi yang tidak punya belas kasihan. Tapi pada akhirnya Alun terduduk di sebelah Alea dan mamanya meraih kepala gadis itu untuk di pangku. Alun menangis, sedih dengan hidupnya dan juga khawatir akan keadaan alea dan mamanya

__ADS_1


...TBC...


__ADS_2