
Sesampainya di rumah sakit tempat Aluna di bawa Regan segera berlari kembali menuju ruangan yang tengah menangani Aluna di dalam
sampainya di sana ia melihat supir dan anak buahnya yang menunggu kedatangannya
tanpa kata Regan melampiaskan kemarahannya dengan menghajar supir dan anak buahnya yang di tugaskan untuk menjaga Aluna
"Berengsek kalian! mengapa lalai menjaga istriku hah!" marah Regan, namun mereka hanya diam saja menerima amukan Regan karena memang salah mereka yang tidak cepat tanggap menolong nonanya
"PERGI KALIAN DARI SINI CEPATTT DAN CARI ORANG YANG SUDAH MENABRAK ISTRIKU!!"teriak Regan karena ia bisa saja membunuh orang suruhannya itu di rumah sakit ini jika mereka tidak segera pergi
seorang dokter keluar ia langsung di suguhi pertanyaan dari Regan
"tuan Regan?"
"Bagaimana kondisi istri saya dan kandungannya dok?"tanya Regan bak orang kesetanan
"tuan sabar dulu, ada hal yang harus saya bicarakan tuan mengenai kondisi istri anda"dokter itu mengajak Regan ke ruangannya
"KATAKAN TIDAK PERLU BERTELE TELE!!"
"Tuan harus memiliki menyelamatkan bayi kalian atau nona Aluna?"
"Apa maksudmu berkata seperti itu hah?!"Regan menarik kerah sang dokter itu dengan tatapan mata tajamnya yang marah
"Selamatkan dua duanya! mereka duniaku!!"
"Maaf tuan, tuan harus mengambil keputusan ini karena luka yang di alami nona sangat parah"
Regan mundur kebelakang, dadanya sangat sesak mendengar jika ia harus memilih, ia tidak bisa memilih untuk kali ini tapi Aluna nyawanya namun bagaimana bisa Regan mengikhlaskan bayinya
dadanya sangat sesak, dokter yang masih berada di tempat itu masih terkejut jika tuan Regan yang selama ini sangat di hormati dan penuh wibawa dan terkenal kejam namun bisa menangis hanya karena istrinya
"tolong beri keputusan segera mungkin tuan"
"selamatkan istriku..."katanya lirih
"Maafkan aku sayang, aku lebih mencintaimu tapi bukan berarti aku tidak mencintai anak kita"kata Regan dalam hatinya, dokter itupun mengangguk dan segera melakukan operasi
Regan berjalan dengan lemah setelah menandatangani hal yang membuat dia kecewa dengan diri sendiri, mungkin jika Aluna bangun istrinya akan marah karena anak dalam kandungannya sudah tidak ada
ia duduk sambil menunggu operasi yang sedang di lakukan oleh para dokter
nafas Regan memburu, ia kembali menangis memikirkan kondisi Aluna, namun pintu rumah operasi masih belum berwarna hijau yang artinya Aluna masih dalam penanganan
"ya tuhan cukup sudah membuat istriku menderita sejak kecil, tolong selamatkan dia dan anak kami ya tuhan hiks"doa Regan tak berapa lama mommynya datang bersama sang Daddy yang juga ikut panik
__ADS_1
mommynya sudah menangis sejak mendengar jika Aluna mengalami kecelakaan
"mommy hiks istri dan anak Regan mom"
"kamu sabar ya nak, kita berdoa semoga menantu mommy dan cucu mommy baik baik saja"
tuan Ronaldo hanya bisa mengusap punggung anaknya yang tengah menangis di pelukan sang mommy
setelah 2 jam menunggu operasi yang di lakukan Aluna selesai Regan mendengar suara tangisan bayi, yang berarti bayinya dan Aluna telah lahir di dunia ini namun setelah beberapa detik ia tak lagi mendengar teriakan bayinya membuat ia menangis kembali
"itu bayi Regan mom dad, itu bayi Regan hiks"seketika regan bahagia karena ternyata anaknya selamat
"sabar nak"
tak berapa lama dokter keluar, Regan segera mengintrogasi dokter itu
"Bagaimana keadaan istri dan anak saya dok?!"
"tuan tenang dulu"
"saya tidak bisa tenang! cepat katakan bagaimana kondisi istri dan anak saya"
"Anak tuan Regan selamat namun karena bayi kalian lahir sebelum waktunya, membuat kondisi bayi anda sangat lemah membuat dia harus masuk kedalam inkubator bayi"
"Namun maaf sebelumnya tuan jika saya mengatakan ini, nona Aluna tidak dapat kami selamatkan walaupun kami berusaha menyelamatkan ibunya terlebih dahulu karena benturan keras di kepalanya dan juga dia kehilangan banyak darah belum lagi nona Aluna memiliki riwayat yang membuat kami tidak bisa menyelamatkan nona"ucap sang dokter
bak di sambar petir di siang bolong tubuh Regan menjadi kaku, kakinya seperti tak bertulang. Dadanya bergemuruh hebat mendengar perkataan dokter
"PASTI KAU BOHONG KAN HAH!! BUKAN KAH AKU SUDAH BILANG SELAMATKAN ISTRIKU!! LALU KENAPA KAU MENGATAKAN JIKA ISTRIKU TIDAK ADA HAH!!?"Teriak Regan murka sambil menarik kerah sang dokter yang hanya bisa terdiam
"Regan sabar nak hiks"
"NGGA MOM ALUNA MASIH HIDUP!!"
"Regan sabar lah boy!"
Tuan dan nyonya Eva terkejut melihat Regan murka, dan menangis. Mereka baru kali ini melihat Regan seperti ini dan itu karena istrinya Aluna
Tanpa kata Regan masuk kedalam ruangan itu, ia melihat tubuh Aluna yang berbaring
"SAYANG HIKS BANGUN SAYANG!"
"BANGUN ALUNA BANGUN!!"
"hiksss Arkhhhhh! bangunn sayangg"
__ADS_1
"Bukannya kamu janji bakal rawat anak kita bersama sayang, sayang bangunn aku mohon hiks Aluna! jangan tinggalkan aku pergi"
"Kamu janji sama kakak kita akan hidup bahagia, rawat anak anak kita"
"Hiks Aluna bangun sayang!"
tak berapa lama perawat datang membawa bayi Aluna dan Regan setelah di bersihkan, bayi mereka baru berusia 34 Minggu namun beruntungnya ia kuat namun tetap harus masuk kedalam inkubator bayi karena kelahiran yang terlalu cepat
"Maaf tuan, apakah kau ingin menggendongnya sebentar? sebelum bayi anda berada di inkubator?"
Melihat bayinya Regan lagi lagi meneteskan air matanya, Regan menggendongnya dengan hati hati
"Lihatlah sayang apa kau tidak ingin melihat dia, dia sangat tampan hidung dan bibirnya mirip seperti kamu"Setelah itu Regan meletakkan bayinya di atas dada Aluna dengan hati hati, walaupun ia tau Aluna sudah tidak lagi bernafas namun ia harap dengan ini Aluna akan kembali hidup walaupun itu mustahil
"Sayang ini mommy kamu, mommy hebat yang sudah rela mempertaruhkan nyawanya demi kamu boy, kamu coba katakan sama mommy untuk bangun kembali. Daddy tidak bisa hidup tanpa mommymu boy"ucap Regan menyayat hati, suster disana yang menyaksikan itu tak kuasa menahan air matanya melihat perlakuan Regan yang mencoba membangunkan Aluna
lima menit, sepuluh menit sampai tiga puluh menit kemudian sebuah keajaiban datang, jari tangan Aluna tiba tiba bergerak membuat perawat di sana terkejut melihat pemandangan itu
"Dokter tangan nona Aluna kembali bergerak!"
Hal itu membuat Regan segera membopong anaknya dan membiarkan dokter kembali menangani istrinya
"Selamatkan istriku dok"
"Tuan maaf putra anda harus segera masuk kedalam inkubator"
Regan mengangguk, ia tersenyum dengan bayinya
cup
"Terimakasih boy"
Setelah itu ia keluar dari ruangan itu dengan sejuta harapan lagi, berharap istrinya bisa di selamatkan
"Ya tuhan hamba memang seorang pendosa, tolong selamatkanlah istriku ya tuhan"
Tuan Ronaldo dan nyonya Eva sedikit lega mendengar jika tangan menantunya bergerak, yang artinya jantung Aluna kembali berfungsi
.......
.......
.......
...TBC...
__ADS_1
...note: Maafkan author yang menulis di luar nalar kalian hehe, kalo ada salah tolong koreksinya gaes🙏...