
Setelah lama Aldo duduk di taman itu ia langsung beranjak dari taman itu untuk kembali ke ruangan Alea, namun tiba tiba
Buk!
Aldo menabrak seseorang wanita yang membuat tubuhnya menindihi tubuh wanita itu, dan pandangan keduanya terkunci
Al menatap dalam bila mata wanita itu sampai wanita itu tiba tiba mendorong kuat tubuh Al
"Minggir tuan"sentak gadis itu, Al langsung tersadar dan ia langsung buru buru bangun
"Kalo jalan itu pake mata! coba lihat sikuku jadi terluka kan!"ketus gadis yang di tabrak Al
Mendengar nada ketus gadis itu membuat Aldo langsung berwajah dingin
"Seharusnya anda yang berjalan dengan benar nona, jangan malah menyalahkan orang lain"ucap Al dingin
"Yee gak tau diri banget, situ yang salah malah nyalahin orang lain! dasar muka kaku tua lagi!"ucap gadis itu lantang
mendengar makian dari gadis itu Al menghentikan langkahnya dan menatap tajam gadis itu, ia membalikan badannya namun yang ia dapatkan hanya tindakan menantang gadis itu
"APA LO! Bukannya minta maaf kek apa kek malah nyalahin orang dasar!"ucapnya ketus
Al yang tak mau ribut langsung meninggalkan gadis itu dan kembali berjalan menuju ruangan adiknya
"DASAR OM OM KURANG AJAR! AWAS LO KALO GUE KETEMU LO LAGI! DASAR MUKA TUA!"Teriak gadis itu lantang namun Al tak mendengarkan makian gadis itu, ia terus berjalan kedepan
"Cik gadis aneh!"Decihnya pelan
...***...
"Ka Bian aku ingin bertemu Aluna..."ucap seorang wanita yang terbaring lemah di atas brangkar rumah sakit, dia adalah Alea kakak kandung Aluna
"Iya Lea kakak akan bawa Luna kesini, tapi kamu janji sembuh dulu"ucap bian yang sejak tadi menemani Alea serta tangannya yang tak pernah melepaskan genggamannya
"Kakak janji?"
"Kakak janji sayang, yang jelas kamu sembuh dulu ya"ucap bian lembut dengan mengusap kepala Alea, Alea menganggukkan kepalanya dengan tersenyum manis
"Gimana keadaan kamu apa kepalanya masih pusing?"tanya bian, dan di jawab gelengan oleh Alea
"Kalo gitu kamu istirahat ya, kakak ada urusan sebentar"ucap bian
"Iya kak, jangan lama lama"Bian mengangguk dan langsung mendaratkan ciumannya di atas kening alea
Cup
"Mama papa kamu sebentar lagi akan datang"ucapnya yang di angguki Alea, setelah itu Bian langsung meninggalkan ruangan rawat Alea, namun saat di depan pintu ia berpapasan dengan Aldo
"Al gue pamit sebentar ada urusan"ucap bian yang di angguki Al
"Gimana keadaan Lea?"tanya Al
"Dia sudah lebih baik dari dari tadi pagi"
"Syukurlah kalau begitu"
"Yasudah kalo gitu gue pamit sebentar"ucap bian yang di angguki lagi oleh Al
Bian langsung melangkahkan kakinya keluar sedangkan Aldo langsung masuk ke dalam ruangan Alea
"Gimana kondisimu sayang? udah mendingan hmm?"ucap Aldo lembut
alea yang hendak memjamkan matanya mengurungkan niatnya ia menatap malas kakaknya yang dari dulu sangat memanjakannya
"Mendingan kak, Lea pengen istirahat "ucap Lea yang terkesan acuh tak acuh
"Yasudah kamu istirahat lagi, kakak bakal jagain kamu"ucap Aldo yang langsung duduk di salah satu sofa dekat Alea
Hufhhhh
"sejak hari itu Alea sangat ketus padaku"ucap batin Aldo seraya mendudukan tubuhnya di sofa
...***...
"Hallo rey"ucap bian setelah panggilan tersambung
"Ya tuan Bian, apa ada yang perlu saya bantu"
"Begini Rey apa Regan bersamamu? teleponnya tak pernah aktif, aku ada perlu sesuatu dengannya"
"Ah ya tuan maaf, akhir akhir ini tuan Regan sangat sibuk dan tuan Regan sedang tidak bersamaku karena dia baru saja pulang dari rumah sakit karena lusa lalu alergi tuan Regan kambuh"
"Tidak apa apa Rey, kalo begitu apa aku beh meminta alamat mansionnya yang baru?"
"Maaf tuan sepertinya saya tidak bisa memberikan alamat mansion tuan Regan yang baru, tapi sepertinya tuan Regan akan kembali ke perusahaan tiga hari kedepan, tuan Bian bisa langsung datang kesini karena saya tidak berani untuk memberikan alamat tuan Regan tanpa seizinnya"
"Baiklah Rey tak apa, kalo begitu aku akan kesana jika Regan sudah kembali"
"Baik tuan"
__ADS_1
Tut
Setelah itu panggilan di putuskan oleh Bian
Huhhhhh
Bian melepaskan nafasnya berat, ia memijit pelipisnya seraya menyandarkan tubuhnya di sofa ruangannya
"Kenapa sejak dulu Regan sangat tertutup, sampai sampai kerabatnya saja tak bisa sembarangan untuk berkunjung ke mansionnya"
"Lebih baik tiga hari lagi aku menemuinya"gumam Bian lirih
...***...
Tiga hari kemudian
Baik Regan dan Aluna masih bergulung di balik selimut dengan tubuh yang saling memeluk tapi lebih tepatnya tubuh Regan yang memeluk tubuh Aluna erat
sejak lima menit lalu Regan sudah terbangun dari tidurnya namun ia enggan untuk beranjak karena Aluna masih memejamkan matanya Regan tak mau membuang kesempatan itu
Regan terkekeh saat melihat aluna tertidur dengan begitu lucu dan menggemaskan
"Kenapa dia sangat cantik begini si?"kekeh Regan yang tak melepaskan pandangannya ke arah Luna
"Luna bangun sayang..."suara Regan sangat pelan dan lembut saat membangunkan Aluna, ia tak bisa terus terusan tertidur karena hari ini ia harus kembali lagi ke perusahaan
"Lunaaa"panggil Regan sekali lagi karena Luna masih tertidur nyenyak dalam pelukannya
"Aluna bangun, jika tidak aku tak yakin pagi ini kau akan selamat dariku"bisik Regan dengan mengecup telinga Luna
Untuk ketiga kalinya Regan memangil Luna namun wanita hamil itu masih memejamkan matanya, membuat Regan tersenyum devil
"Baiklah jika itu maumu Luna, maka jangan salahkan aku"ucap Regan yang langsung mencium bibir Luna lembut
Namun hal itu masih tak membuat Aluna terbangun Samapi sampai Regan langsung mengigit bibir Aluna dan membuat sang empunya langsung terbangun
Shhh
desisi Luna pelan saat merasakan perih di bibirnya, namun matanya membulat terkejut ketika tiba tiba Regan langsung mengukungnya
"Kak regan ap-"
Cup
Belum sempat Aluna melontarkan ucapannya Regan sudah terlebih dahulu membungkam bibir Luna dengan lembut namun penuh gairah
Aluna membulatkan matanya kaget, tubuhnya mendadak seperti kangkung yang di siram air mendidih. Lemas dan loyo, Regan menggerakkan bibirnya untuk memperdalam apa yang sudah menyatu, sedikit menyesap dan menggigit bibir Aluna yang rupanya sangat manis dan terasa pas di dalam lumatannya.
Ahh,
Sshhh...
De*ahnya keluar saat tanpa sadar saat Regan mengecup dan mengecap leher jenjangnya
tanpa sadar Regan sudah berhasil membuka semua pakaian Aluna serta pakaiannya, Regan langsung mengecup semua bagian tubuh Aluna dan sedikit mempermainkan bagian terlarangnya
"Ssshhh kak reg-hannnnhhh"desis Aluna saat sesuatu benda kenyal menyentuh sesuatu benda terlarangnya
Puas bermain Regan langsung memposisikan tubuhnya dengan tubuh Aluna
"Alunaaahh, aku mau kamuuhh"desisi Regan, yang sudah tak kuat ia menatap Aluna dengan pandangan berkabut meminta persetujuan wanita hamil itu
Aluna mengangguk lemah tanda menyetujui tindakan Regan selanjutnya, dengan senang hati Regan langsung melanjutkannya dan memasukan sesuatu kedalam in*i tubuh Aluna
Shhh
Ahhhh
Kahhh reganhh...
Lunaah
Regan bergerak perlahan, hal itu dia lakukan agar tidak menyakiti apa yang sedang tumbuh didalam rahim Aluna. Kemudian...
(Udah ya, jangan kemana-mana inget dosa tangung sendiri loh wkwk)
Tanpa di sangka sangka pagi ini sesuatu yang harusnya terjadi, terjadi. Berawal dari Regan yang mencoba membangunkan Aluna namun ia malah terjebak sendiri dengan pesona istrinya membuat ia dengan nekat melakukan hal itu dengan Luna untuk pertama kalinya setelah mereka menikah
Satu jam Regan melakukannya membuat tubuh Aluna lemas tak bertenaga, sedangkan Regan tersenyum puas karena ia berhasil memasuki Luna untuk kedua kalinya
Cup
"Kamu tidur lagi aja ya, kakak mau berangkat kerja, makasih sayang"
cup
Ucap Regan setelah ia selesai bersiap dengan pakaian formal kantornya, Regan menyelimuti tubuh Aluna yang telan*ang bulat setelah itu kembali mendaratkan ciumannya di pipi Luna, sedangkan Aluna ia sangat kelelahan membuat ia sangat berat membuka matanya
Regan keluar dari kamar dengan senyuman indahnya. Saat di lantai atas ia berpapasan dengan paman yang
__ADS_1
"Selamat pagi tuan, apa anda mau sarapan terlebih dahulu?"
"Pagi paman, tidak paman aku sudah sarapan"ucap Regan dengan senyumannya yang tak pernah lepas
Paman yang mengerutkan keningnya bingung kala Regan mengatakan ia sudah sarapan, tapi "kapan?"fikir paman yang
"Paman bangunkan Aluna jam 10 nanti, suruh dia makan dan meminum susu hamilnya tapi titip saya hanya ingin bibi Laras yang membangunkan Aluna"ucap regan yang masih tersenyum
"Baik tuan saya mengerti"ucap paman yang, yang sebenarnya ia masih tak paham dengan maksud tuannya
Setelah mengatakan itu Regan keluar dari mansionnya, di depan sudah ada Rey yang sudah menunggu Regan untuk pergi ke kantor
"Selamat pagi tuan"
"Selamat pagi Rey"jawab Regan dengan senyuman cerahnya
Rey membukakan pintu untuk Regan masuk, dan setelah itu ia memutar untuk menyetir mobil yang akan mereka bawa ke perusahaan AA COMPANY
Rey mengerutkan keningnya bingung saat Regan sejak tadi hanya tersenyum sendiri
"ada apa dengan tuan Regan? apa dia sakit?"fikirnya
"Tuan, apa anda baik baik saja?"tanyanya dengan Regan
Mendapatkan pertanyaan itu Regan hanya terkekeh kecil
"Aku baik baik saja Rey, aku hanya sedang bahagia"jawab Regan, Rey menganggukan kepalanya mengerti meski tak paman
Tak berapa lama mereka tiba di Perusahaan raksasa yang menjulang tinggi, Regan keluar dari mobil dengan gagahnya
semua mata para wanita wanita yang bekerja di perusahaannya menatap kagum tuannya yang kali ini seperti ada yang berbeda
Jika biasanya Regan hanya menampilkan wajah dingin dan arogan namun kali ini berbeda Regan dengan senyumannya membalas sapaan semua karyawannya membuat beberapa wanita itu berteriak tertahan karena baru kali ini melihat senyuman Regan yang langka
"*astaga apa itu tuan reganku yang dingin? apa aku tidak salah melihat jika dia sedang tersenyum menyapa semu karyawan?"bisik bisik karyawan wanita itu yang terpesona akan ketampanan Regan
"Iya, bahkan dia sangat tampan jika sedang tersenyum begitu, oh tuhan siapa Dewi Fortuna yang berhasil membuat tuan dingin itu tersenyum, apa akan ada bencana*?"
Begitulah bisik bisik karyawan wanita, Regan tak peduli ia melangkahkan kakinya menuju lift khusus CEO
"Bagaimana proyek pembangunan di kota B Rey, apa semua bejalan dengan lancar?"tanya Regan setelah mereka berada di dalam lift menuju lantai paling atas milik ruangan Regan dan Rey beserta sekretarisnya
"sesuai keinginan tuan, semua berjalan dengan lancar bulan depan kita akan meresmikan gedung itu"
"Oke good, lalu apa hari ini ada pertemuan penting di luar?"
"Tidak ada tuan, tapi siang nanti akan ada perwakilan perusahaan B yang akan mengajukan kerjasama"
"Baiklah kau atur Rey semuanya Rey, aku tidak ingin ada satu kecacatan dalam semua proyek proyek serta pembangunan yang akan di kerjakan nanti"
"Baik tuan"
Ting
Tak berapa lama pintu lift terbuka, Regan langsung keluar menuju ruangannya dan di ikuti Rey
Regan duduk di kursi kebesarannya dan Rey langsung menyerahkan beberapa tumpukan laporan laporan yang harus di tanda tangani oleh Regan
"Ini laporan laporan yang harus anda ganda tangani tuan"
"Baiklah Rey, kau boleh balik ke ruangannmu"
"Baik tuan" ucap Rey seraya membungkukan kepalanya
Namun baru satu langkah ia hendak meninggalkan ruangan Regan, Rey teringat akan sepupu tuannya yang beberapa hari lalu meneleponnya
"Ah iya tuan, ada yang ingin saya katakan"Regan mengangkat alisnya"katakan apa itu Rey"
"Beberapa hari lalu tuan Bian menghubungiku karena mencari tuan"ucap Rey
Regan mengerutkan keningnya bingung karena tumben sepupunya itu mencarinya
"Bian? ada apa dia mencariku Rey, kenapa dia tidak langsung menghubungiku"
"Tuan Bian bilang jika dia mencoba menghubungi tuan, namun telepon tuan sama sekali tidak pernah aktif"
"Ah iya aku lupa jika beberapa hari ini handphoneku aku non aktifkan"
"Apa dia mengatakan sesuatu?"tanya regan
"Tidak tuan, tuan bian hanya mengatakan jika ia ada perlu sesuatu dengan anda, dan waktu itu tuan Bian meminta alamat mansion anda tapi saya tidak berani untuk memberikan alamat mansion tuan lalu saya menyuruh tuan Bian untuk menemui anda setelah anda masuk kembali ke perusahaan"
"Baiklah kalau begitu kau suruh di datang kesini, lain kali jika keluargaku tidak apa apa kau memberikannya Rey, bagaimanapun Bian sepupuku"
"Baik tuan, maaf kan saya"
"Tak apa Rey, kau sudah melakukan hal terbaik"ucap regan, Rey menganggukan kepalanya dan langsung pamit menuju ruangannya
Rey langsung menghubungi Bian ui segera datang ke perusahaan tuannya, dan Bian yang memang menunggu waktu untuk bertemu Regan langsung menancapkan gasnya menuju perusahaan Regan
__ADS_1
...TBC...