Aluna My Little Wife

Aluna My Little Wife
Chapter 7


__ADS_3

Aluna terus berjalan dengan air mata yang berlinang dengan pandangannya kosong, tidak ada seorangpun yang baik baik saja ketika mengalami hal yang Aluna alami kemarin malam, bagi Luna tuhan memang tak adil, untuk apa ia hidup dengan sebuah penderitaan, sejak kecil ia sudah di siksa, hidupnya tidak pernah di inginkan, ia hidup hanya untuk kehidupan seseorang, dan lagi sekarang ia harus menelan pahit saat mahkota yang ia jaga selama sembilan belas tahun harus terenggut paksa oleh seseorang yang tak ia kenali


Sesampainya di rumah kediaman Mahesa bibi Zhi yang melihat nona mudanya datang dengan keadaan berantakan langsung mendekati Aluna


Aluna yang melihat bibi Zhi langsung memeluk wanita yang sudah setengah abad itu, ia menangis terisak di pundak bibi Zhi menyurahkan kesedihannya yang amat dalam


"Non, non kemana saja kenapa non baru pulang, bibi sangat khawatir non, tuan besar dan nyonya besar serta yang lain kemarin malam harus berangkat ke negara J untuk berlibur selam satu pekan"mendengar itu Aluna semakin sakit, dikala ia membutuhkan pundak kedua orangtuanya ia malah di tingal berlibur oleh keluarganya, lengkap sudah penderitaan aluna


"Bibi hiks, Aluna gak udah gak kuat bi, kenapa tuhan seakan benci Aluna bi? kenapa tuhan selalu memberikan cobaan berat sama alun ni, Luna cape BI Luna pengen di sayang mama papa, Luna pengen di sayang kakak, Luna pengen di sayang semua keluarga Luna bi, mereka jahat sama Luna bi, apa salah Luna?! hiks hiks"


"Non, non kenapa? tuhan sayang sama non alun, dan bini juga sayang sama non alun, non Aluna gak sendirian non ada bibi dan suami bibi"


Hiks hiks


"Bibi katakan dengan Aluna, apa Aluna memang pembawa sial bi?"


"Nggak non, non adalah sebuah anugrah terindah yang Tuhan ciptakan"


"Tapi kenapa Aluna tidak pernah dapat keadilan bi? lu-luna...."Luna hendak mengatakan dengan bibi Zhi namun belum sempat ia mengatakannya, Aluna langsung berlari menuju kamarnya


"Non alun!" teriak bibi Zhi memanggil Aluna yang berlari ke dalam kamarnya


Aluna masuk kedalam kamarnya dan menutup pintu kamarnya serta menguncinya, setelah itu ia menangis sejadi jadinya di dalam kamarnya


"Sakit tuhannn! sakit! kenapa?! kenapa harus aku yang selalu tersiksa kenapa aku tuhan, aku gak kuat! hiks hiks"


"Mereka jahat! mama papa kakak semua jahat mereka gak sayang sama Luna! Luna nyerah tuhan Luna udah gak kuat hiks!"


"Kenapa tuhan kenapa?!KENAPA KAU BERIKAN AKU BEGITU BANYAK COBAAN! APA SALAHKU TUHAN APA SALAHKU?! Hiks sakittt!"rintihnya menangis pilu, ia sangat frustasi menjalani hidupnya, fisik dan batinnya sudah tak kuat"


"Tidak cukupkan semua keluargaku membenciku? menjadikanku budak mereka yang seenak jidatnya mereka gunakan untuk kehidupan nyawa orang lain?! aku tak kuat tuhan aku menyerah!"


"Bawa aku kembali tuhan! bawa akuu kembali aku sudah menyerah!"


Cambukan, pukulan, caci maki serta penyiksaan yang lain sudah Aluna dapatkan dari keluarganya, namun kejadian ini membuatnya begitu terpukul, Ia benci keluargamya ia benci mama papa dan kakaknya yang melakukan hal itu dengan nya, ia benci orang yang merenggut mahkotanya namun Aluna lebih membenci kehidupannya!


Bisa di bayangkan betapa pilunya tangisan Aluna di dalam kamar itu, gadis itu bahkan menjambak serta memukul dadanya sendiri serta menampar wajahnya mengeluarkan emosi serta rasa sakit hati yang mendalam di dalam hatinya


Aluna menghentikan tangisannya setelah itu ia bangkit untuk membersihkan tubuhnya


Tangisan gadis malang itu kembali terdengar ketika mengingat kejadian kemarin malam serta melihat semua bercak merah kebiruan di tubuhnya, ia sangat jijik!


Aluna terus mengocok gosok tubuhnya kasar membuat tubuhnya mengelupas dan mengeluarkan darah

__ADS_1


"Aku kotor! aku wanita murahan! aku memang anak sialan tak tahu diri! benar kata papa dan kak Al aku tak pantas hidup! hiks hiks"


"Akhhhhh!"Teriak Aluna frustasi menjambak rambutnya


Ingatannya kembali saat di mana dulu ia di siksa


Flashback On


"Ampun kak, ampun Aluna gak bakal nakal lagi kak ampun! jangan sakiti Aluna kak hiks"


"Kau anak tidak tahu diri, tak tau untung berani beraninya kau menumpahkan air ke Perincesku HAH!"Bentak Aldo kakak Aluna dengan menjambak rambut Aluna kasar


"Ampun kak, alun gak sengaja kak maafin alun"


"Maaf kau bilang?!"Teriak Al mengema di dalam kamar Aluna itu


"Ampun kak ampun!"


"Aku tidak akan pernah mengampunimu anak sialan! tak tahu diri! KENAPA KAU HIDUP HAH! SEHARUSNYA KAU MATI SEJAK DULU!! KAU TAK PANTAS HIDUP!!"


Dug!


Dengan kasar Aldo mendorong tubuh Aluna ke tembok membuat kepala gadis itu terbentur dan darah segar mengalir di dahinya


Laki laki berparas tampan itu menarik kembali rambut Aluna serta menyertnya menuju kamar mandi


Saat di dalam kamar mandi Aldo menyalakan shower dengan kekencangan air paling Maximum, membuat tubuh Aluna merasa sakit akibat terkena kekencangan air itu, Tak berhenti Samapi di situ Aldo mengisi bathub dengan penuh


"Kau berani menyiram Perinces kami makan rasakan ini!"Teriaknya tajam dan langsung menenggelamkan kepala Aluna kedalam bathtub yang berisi air penuh


"ampun kak hiks ampun"


Mendapat perlakuan kasar terus menerus hanya karena ia tak sengaja menyiram tangan kakak perempuan nya dengan air hangat membuat Aldo naik pitam dan melakukan tindak kekerasan terhadap Aluna, Perlahan lahan Aluna pingsan akibat ulah Aldo


Sementara Aldo yang tak mendapatkan pemberontakan Aluna terkejut saat melihat Aluna hanya diam, wajahnya panik dan seperti biasa ia akan memangil dokter keluarganya


Flashback off


Mengingat kejadian yang hampir merenggut nyawanya membuat sikis Aluna dalam keadaan buruk dan membuat Aluna trauma


Aluna kembali menangis dalam kamar mandi itu, membiarkan air mengalir membasahi tubuhnya


***

__ADS_1


Di sisi lain Regan duduk di kursi kebesarannya ia sedang membaca data pribadi Aluna yang satu jam lalu Reyhan cari


"Nama perempuan itu Aluna Zayyana Mahesa, putri bungsu keluarga Mahesa, saat ini ia sedang menempuh pendidikan di universitas XX fakultas Ilmu Komunikasi, kemarin malam ia sedang menghadiri pesta ulang tahun salah satu temannya"ucap Reyhan menjelaskan sedikit tentang Aluna


Regan mengangguk sambil membaca data pribadi Aluna


"Apa dia putri dari tuan Mahesa?"


"Ya tuan dia putri kandung dari Agra Mahesa, dan kebetulan saat ini perusahaan kita sedang bekerja sama dengan Mahesa Crop"


"Tapi mengapa informasi ini tidak lengkap Reyhan?"


"Maaf tuan, sepertinya memang tuan Agra yang membatasi semua informasi pribadi keluarga nya"


Regan menganggukan kepalanya mengerti


"Kalo begitu biarkan aku sendiri Reyhan"Reyhan mengangguk mengerti dan undur diri


Setelah Reyhan pergi Regan termenung mengingat printilan saat ia memer*osa Aluna kemarin malam


Ia menyandarkan kepalanya di kursi serta menaikan kedua kakinya bertumpu di atas meja


Otaknya sangat pusing memikirkan kejadian itu


ia jadi memikirkan nasib Aluna bagaimana nantinya, apalagi saat ia mengingatkan bagaimana jika benihnya membuahkan hasil lalu bagaimana jadinya jika bayi kecil yang selama ini ia cari ketemu, sejak dulu cinta nya hanya pada bayi kecilnya namun akibat ulah musuhnya membuat ia melakukan hal itu dengan Aluna


Ia sangat pusing mengingat hal itu terlebih ia sudah berjanji dengan bayi kecilnya jika ia akan selalu menjaganya dan mencintainya hingga nanti


"Akhhh!"


Karena kesal Regan mengacak acak rambutnya yang sudah tertata rapih


"Brengsek kau Regan! Bodoh Bodoh!!"


"Ini semua gara gara bajingan Itu! awaskau lihat saja pembalasanku!!"Ucapnya dengan sorot mata tajam memancarkan kemarahan pada seseorang yang menjebaknya


...TBC...


...UPDATE SETIAP HARI...


...SABTU, MINGGU & RABU...


...Akan update di hari lain jika otor sedang tidak sibuk ya🤗😁...

__ADS_1


__ADS_2