Aluna My Little Wife

Aluna My Little Wife
Chapter 19


__ADS_3

Di rumah saki ternama di negara S Regan nampak memeluk erat tubuh mungil Aluna, gadis itu setelah kembali sadar dia berteriak histeris kembali membuka Regan langsung memeluk Aluna dengan erat


"Kau jangan begini Aluna, kau sedang mengandung. Apa kau mau dia kenapa kenapa?"ucap Regan lembut dengan mengusap rambut panjang hitam Aluna


Mendengar ucapan Regan yang lembut membuat Luna sadar jika dia sedang mengandung


"aku tak akan menyakiti kalian, bagaimanapun juga dia hadir karena aku, jadi kumohon jangan seperti ini. Aku akan melindungi kalian dan maafkan aku karena aku kau begini, saat itu aku di jebak oleh salah satu rekan Bisnisku" Aluna melepaskan pelukan Regan serta menatap manik mata Regan dalam memastikan ucapan Regan namun yang hanya di lihat Aluna hanya tatapan tulus Regan


"Aku bukan orang jahat Aluna, aku akan bertanggung jawab atas apa yang aku perbuat, jangan menangis lagi kasian nanti bayinya ikutan nangis"ucap Regan dengan senyumannya, membuat Luna menatap perutnya yang sudah sedikit membuncit serta mengusapnya pelan


Dalam hati Aluna ia bersyukur ternyata bayinya masih ada di dalam perutnya


Aluna kembali menatap regan yang juga menatapnya dengan tersenyum


"Aa-aku laper"cicit Luna pelan dan kembali menundukkan kepalanya, membuat Regan tersenyum gemas, ia mengacak rambut Luna pelan


"Aku akan meminta suster membawakan makananmu?"


setelah beberapa lama salah satu suster membawakan makanan untuk Aluna


"Permisi tuan, saya membawakan makanan untuk nona"Ucap sang suster yang hanya di angguki oleh Regan setelah itu suster kembali keluar


Regan langsung menyendokan bubur yang di sediakan rumah sakit dan di siapkan ke Luna namun Aluna hanya diam dan menunduk


"Kenapa, katanya lapar? apa kau tau mau memakan bubur ini?"tanya Regan lembut, Aluna hanya mengelengkan kepalanya


"Aa-aku bisa makan sendiri"cicitnya pelan


"Tidak apa apa kau masih belum pulih, biarkan aku menyuapimu karena aku tidak bisa menerima penolakan"Ucap Regan dengan sedikit tegas membuat Aluna menerima suapan dari tangan Regan


Aluna diam diam menatap wajah tampan Regan yang dengan lembutnya menyuapinya, Aluna masih berfikir bagaimana caranya Regan tau tempatnya dan bergerak menolongnya


Merasa perutnya sudah kenyang Aluna tak menerima bubur itu masuk kedalam perutnya


"Aa-aku kenyang"


"Ini tingal dus suapan lagi masa udah kenyang habisin ya?"Aluna mengeleng, dan dengan terpaksa dua suapan itu Regan makan sendiri membuat kedua mata Aluna membulat saat melihat apa yang di lakukan Regan


"Kk-kenapa kau memakannya? it-itukan bekasku"ucap Luna Regan hanya menatap Luna dengan senyumannya, ia menyodorkan gelas berisikan air mineral dan di terima Luna


"Sekarang minum obat dulu ya habis itu kamu harus istirahat"ucap Regan


"Aa-aku mau pulang"ucap Luna


"Iya nanti juga pulang, untuk beberapa hari ini kamu belum bisa pulang"


"**-tapi..."


"udah gak ada tapi tapian, kamu harus istirahat lagi"Regan langsung membaringkan tubuh Aluna setelah Luna meminum obatnya


Setelah itu Regan Regan duduk di sisi brangkar dan mengusap usap kepala Aluna, membuat Luna kembali memejamkan matanya


Melihat Aluna sudah tidur Regan langsung keluar dari ruangan Luna menuju ruangan dokter


...***...


Ruangan Dr.Criss


Terlihat Regan duduk di hadapan dr. Kriss yang hanya terhalang sebuah menja, dr.criss menyerahkan sebuah amplop berwarna putih di depan Regan membuat Regan mengerutkan keningnya


"what is this doctor?"


"Ini hasil dari pemeriksaan nona Aluna tuan Regan"ucap dr.criss


(anggap mereka berbicara mengunakan bahasa Inggris)


"Silahkan anda baca terlebih dahulu"ucap dr.parubaya itu


Regan langsung membuka amplop itu dan membacanya dengan teliti, namun terlihat dari ekspresi Regan laki laki itu terkejut dengan hasil yang ia baca

__ADS_1


"Mm-maksudnya apa ini dok?"tanya Regan menatap dr.criss


"Seperti apa yang anda baca tuan, tapi sebelumnya saya ingin bertanya apa nona Aluna sering mendonorkan darahnya?"tanya dr.criss Regan hanya diam ia mengingat semua laporan dari Jack mengenai kehidupan Aluna selama ini


"Jika iya maka tolong tuan Regan agar tak membiarkan nona Aluna mendonorkan darahnya karena hal ini akan sangat berpengaruh dengan kondisi jantung dan organ tubuhnya yang lain yang akan mengakibatkan terjadinya kematian"ucap dr.criss membuat Regan menatap tajam sekaligus terkejut


"Dan untuk sikisnya setelah saya priksa dia mengalami sikis yang sangat buruk, mungkin terjadi suatu hal yang membuatnya merasa ketakutan selama ini"


diam diam tangan Regan mengepal erat di bawah mejanya, ntah mengapa hatinya merasakan sakit


"Lalu apa yang harus saya lakukan dok?"


"Untuk sementara ini yang harus tuan lakukan hanya menjaganya dan jangan membiarkan dia sendirian, saya takut jika hal buruk kembali menghasut otaknya membuat nona kembali melakukan tindakan membahayakan nyawanya"jelas dr.criss


"Kapan Aluna bisa pulang dok?"


"besok pagi akan ada pengecekan kembali jika kondisinya semakin baik mungkin satu sampai dua hari nona bisa pulang"


"Baiklah dokter terimakasih, kalau begitu saya pamit"dr.criss menganggukan kepalanya dan Regan langsung meningalkan ruangan dr.criss untuk kembali ke ruangan Aluna yang sudah berpindah di ruangan rawat


setelah keluar Regan merogoh handphonenya yang berada di kantong celana untuk menghubungi kepala pelayan di mansionnya


"Paman siapkan kamar Regan dan ubah lagi dekorasi kamarnya menjadi natural juga tolong siapkan semua pakaian wanita, Regan mau dalam dua hari kamarnya sudah siap"ucap Regan setelah panggilan tersambung dengan kepala pelayan mansionnya yang ada di negara I


"Baik tuan muda, apa ada lagi yang harus saya siapkan selain itu tuan?"


"Untuk saat ini hanya itu saja paman, jika ada apa apa paman hubungi Rey saja"


"Baik tuan muda"


Tut


Regan langsung memutuskan panggilannya dan kembali berjalan menuju ruangan Aluna


saat di ruangan Luna, Regan melihat Aluna masih tertidur akibat efek obatnya


"Apa ini keputusan yang aku ambil ini benar? tetapi apa bisa aku melupakan bayi kecilku tetapi jika tidak bagaimana dengan dia yang sudah aku rusak dan dia juga tengah mengandung anakku"gumam Regan, hatinya kembali bimbang


"Mungkin nanti aku bisa menjalaninya, untuk saat ini biarkan ini semua mengalir"gumamnya lagi, setelah itu Regan duduk si salah satu sofa ruangan itu dan membuka leptopnya yang ia bawa untuk memeriksa beberapa laporan laporan penting


...***...


Di Universitas M, bintang berjalan lemas dengan pandangan tak fokus karena ia belum juga bisa menemukan Aluna, wajah cerianya seakan hilang bersamaan saat ia mengetahui jika Aluna mencoba bunuh diri dan sampai saat ini ia tidak tau pasti bagaimana keadaannya


"Hei kamu!"ucap seseorang menepuk pundak bintang karena bintang tak menengok nengok saat ia memanggilnya


"Hei maaf aku hanya ingin bertanya"ucap seseorang itu, bintang kembali sadar namun ekspresinya menunjukan akan keterkejutannya saat melihat sosok laki laki di depannya


"Eh ii-iya ada apa kak?"


"Apa kamu bintang sahabat Aluna?"tanya laki laki itu yang tak lain ialah Elang


"Ii-iya kak aku bintang sahabat Aluna, maaf ada apa ya?"tanya bintang yang terlihat gugup saat berbicara dengan salah satu most wanted Universitas M


"Eh sebelumnya perkenalkan namaku elang"ucap elang mengulurkan tangannya dan di sambut oleh bintang


"Bintang kak"


"Begini bin beberapa hari ini aku tidak melihat Aluna bahkan nomernya tidak aktif apa kau tahu dia kemana?"tanya elang namun bintang kembali merasa sedih


melihat raut wajah bintang yang sedih membuat elang kembali bertanya


"Bintang kau kenapa? apa kau mengetahui dimana Luna?"


"Itu juga yang sedang aku fikirkan kak"


"Maksudmu?"


"Sudah dua Minggu lebih Aluna tidak ada kabar bahkan nomer handphonenya saja tidak aktif kak"

__ADS_1


"Mmmm apa kau tahu alamat rumahnya?"tanya elang bintang menganggukan kepalanya


"Apa boleh aku meminta alamatnya bin?"sejenak bintang menatap elang tanpa terasa air matanya terjatuh membuat elang kaget


"Kau kenapa?"tanya elang terkejut, di tanya hal begitu Bintang semakin menangis kejer


"Huaaa hiks hiks"


"Hei bin kau kenapa kok nangis sih?"bintang belum juga berhenti menangis dengan kencang membuat elang bingung harus bagaimana karena semua orang menatap padanya


"hei bin lo jangan nangis dong, duhh gimana si ini"


"Hiks huaaa alun- Aluna kak hiks hiks"


"Aluna kenapa bin kok kamu nangis gini si? yaudah yu kita ke mobil dulu aja banyak orang malu tau di liatin"elang langsung menarik bintang ke dalam mobilnya


Saat di dalam mobil bulannya berhenti tangisan bintang semakin kencang membuat elang mengadukan kepalanya tak gatal


"bin udah dong kok makin kejer si nangisnya?"


"Hiks Aluna kak..."


"Iya Aluna kenapa, bicara pelan pelan oke?"


"Lusa lalu gue ke rumah Luna bareng Angga buat cari tahu Aluna dimana **-tetapi **-tetapi kepala pelayan di rumahnya bilang kk-kkalo Luna hiks huaaaa"


"Luna kenapa bin jangan buat gue penasaran"


"Hiks Aluna bunuh diri kak hiks huaaa lunaaa!"


Deg!


tangisan bintang semakin pecah di dalam mobil itu


"Mm-maksud kamu Aluna bunuh diri gimana bin ngomong yang jelas dong bin"


"Hiks Aluna bunuh diri kak, kata pelayan rumahnya Aluna menyatakan tangannya tapi..."


"tapi apa bin? bagaimana keadaan Luna?"bintang mengelengkan kepalanya membuat elang semakin bertambah khawatir


"Kepala pelayannya mengatakan jika ia juga tidak tahu kondisi Aluna karena tiba tiba ada seseorang yang membawa Aluna pergi dan setelah itu baik keluarganya tidak ada yang tahu kondisi Aluna sekarang"


"Apa kau tahu kenapa Aluna bunuh diri?"tanya elang namun bintang mengelengkan kepalanya karena ia sengaja tidak memberi tahu elang karena bagaimanapun juga itu aib Aluna kalupun elang tahu itu harus tahu dari mulut Aluna ia tak berhak mengatakan kondisi Aluna, karena bintang sangat menghargai Aluna


"Aku tidak tahu kak, yang jelas saat ini Aluna hilang aku juga tidak tahu kemana dia pergi dan siapa orang yang membawanya perg


mendengar hal itu elang menundukan kepalanya di stir, mendengar hal itu elang merasa sangat khawatir


"Maaf kak kalo begitu bintang pamit pulang dulu"ucap bintang ia segera membuka pintu mobil elang


"apa kau tidak mau aku antar pulang?"tanya elang


"Tidak perlu kak aku membawa mobil sendiri"jawab bintang


"Baiklah jika begitu hati hati, dan terimakasih karena sudah memberikan informasi mengenai Aluna"bintang mengangguk dan setelah itu ia langsung pergi dari mobil elang menuju mobilnya yang tak jauh dari mobil elang


"Aluna baru aja gue kenal Lo, kenapa Lo bertindak bodoh Luna, apa yang sebenarnya terjadi dengan Luna? dan aku lihat sepertinya bintang tahu sesuatu tapi dia tak mengatakannya kepadaku!"gumam elang


ya setelah beberapa Minggu lalu elang berhasil berkenalan dengan Aluna, laki laki tampan itu mencoba menghubungi Aluna namun nomer Aluna tidak pernah aktif membuat elang bertanya tanya dan uring uringan karena berfikir jika Aluna memberikan nomer telepon salah dengannya


...TBC...


...Hallo kakak kakak, maaf ya dua hari gak post karena otor habis kecelakaan kecil yang membuat tangan otor harus di urut jadi buat ngetik panjang gini susah 🥲...


...di tambah part ini dari jam 12 malem tadi gak ke up up padahal tidak ada unsur dewasa 😤...


...akhirnya aku ganti part dan hapus part sebelumnya...


...Semoga kalian tidak pernah bosen nunggu otor up, dan terimakasih untuk kakak² yang selalu nungguin otor update kelanjutannya 🥺❤️...

__ADS_1


__ADS_2