
Regan masih duduk menunggu Aluna sadar, bahkan laki-laki itu sampai mengabaikan luka di sudut bibirnya yang sudah mengering tanpa diobati dan mengabaikan asisten Rey yang sedari tadi berusaha membuat tuannya agar segera mengobati lukanya namun Regan sama sekali tidak peduli, yang jelas saat ini hatinya merasakan sakit sekaligus marah hampir saja calon bayi dan istrinya kenapa kenapa jika ia telat semenit saja
Rasanya saat ini Regan benar benar ingin membunuh mertuanya itu, berani beraninya ada orang yang sangat berani dengan Regan dan bahkan dengan terang terangan hendak melenyapkan calon bayi dan istri kecilnya
Walaupun Rey terus meminta untuk segera ia obati namun Regan Masih diam baginya lukanya itu hanyalah luka kecil yang tak perlu dipermasalahkan, karena yang harus dia pikirkan sekarang adalah keadaan istri dan juga calon anaknya.
"Bangun sayang.." bisiknya lembut di telinga Aluna. Regan mengecup tangan Aluna beberapa kali yang terasa dingin tersebut,
Regan menatap wajah pucat Aluna yang kentara sekali tengah ketakutan meskipun sedang berada di alam bawah sadarnya. Dia menyesal telah mengizinkan Aluna keluar tanpa curiga jika istri kecilnya itu ternyata berbohong hanya demi bertemu mamanya, jika dia tidak mengizinkan mungkin kejadiaannya tidak akan seperti ini. Mau marah tapi ntah mengapa Regan tak bisa memarahi Aluna
Dia sendiri kecewa dengan dirinya yang tidak bisa menjaga Aluna , dia tidak menyangka jika keluaga Aluna benar benar tidak mempunyai hati nurani
"Bangun Sayang bangunnn..." bisiknya lagi di telinga Aluna Regan mengecup pelipis Aluna kemudian memandangi wajah cantik itu seolah sedih, mengapa takdir buruk Aluna untuk terus berada dalam penderitaan kubangan, bagaimana nasib Aluna yang tidak pernah baik?
hati Regan berdenyut nyeri, kadang-kadang dia berfikir, dia merasa kurang bersyukur menjalani menjalani hidup baik, jika dibandingkan dengan kehidupan istrinya sebelumnya maka akan sangat jauh dari nya, Regan yang sejak kecil di kelilingi oleh kasih sayang, setidaknya Regan mendapatkan kasih sayang dari nenek kakeknya serta kakaknya dan walaupun Regan sejak dulu selalu di tinggal tinggal oleh kedua orang tuanya tetapi Regan tahu jika kedua orangtuanya sangat menyanyangi dia
dirinya berfikir sejenak jika keberadaanya bisa menjadi sumber bahagia untuk Aluna, maka dengan senang hati dia akan tetap ada untuk istrinya itu, apapun akan dia lakukan.
Regan sadar akan perasaannya, tapi dia hanya bingung bagaimana cara mengutarakannya, dia masih belum bisa memastikan karena hatinya Masih terkunci akan sosok bayi kecilnya yang sampai saat ini belum bisa ia temukan
Sebenarnya dia adalah tipikal orang yang sulit mengatakan bagaimana perasaannya, tapi bukan berarti tidak bisa karena Regan memiliki cara tersendiri untuk mengungkapkan nya, dengan perhatian, dengan tingkah laku dan dengan perlakuan.
Ditengah-tengah lunannya dia mengingat bahwa tadi Rey mengatakan jika seseorang mengikutinya kemansion, sontak dia melepaskan genggaman tangannya dan berjalan cepat kearah pintu untuk melihat apakah orang itu orang yang Regan maksud?
****!
Regan lupa akan hal itu jika letak mansionnya tidak ada yang boleh tahu sembarangan hanya orang tertentu saja yang dapat mengetahui mansionnya
__ADS_1
Begitu membuka pintu kamarnya Regan berjalan terburu-buru ke bawah, dan bertepatan dengan itu Regan melihat keributan di luar mansionnya yang tak lain itu ulah kakak dari istrinya
"Apa yang anda lakukan di sini!?"
panggil Regan orang orang yang sedang ribut itu menoleh, dan Regan terkejut dengan penampilan aldo yang jauh dari kata baik, wajah lelaki itu tampak lesu dan tersirat keputus asaan disana, lalu Regan juga bisa melihat mata merah berair milik lelaki itu. Regan terkejut karena mengapa kakak istrinya bisa sampai seperti itu?
Al menegakkan tubuhnya dan menghadap sempurna kearah Regan, "Tolong izinkan saya bertemu dengan adikku, saya ingin bertemu dengannya." ucapnya dengan tatapan memohon
Regan terkekeh sinis, "Untuk apa kau bertemu istriku? apa kau akan menyiksanya kembali seperti dulu dan kembali membuat sikisnya terluka?!"
Al merasakan dadanya kian sesak, memang benar perkataan Regan jika dulu dialah yang membuat Aluna seperti itu sampai kondisi sikisnya terkena dan bukankah dia sudah menganggap gadis itu mati.
Ahh, dia sangat menyesal melakukan semua itu pada Adik bungsunya dia merasa begitu bodoh karena terlibat dalam skandal yang belum jelas mengapa dan kenapa karena adik bungsunya itu begitu sempurna. Dia baik cantik pintar dan berhati baik, apa mungkin anak sekecil ya mampu membunuh dua orang seperti apa yang di katakan mama papanya?
Mama papanya sadar bahkan dia sangat sadar jika Aluna adalah kesempurnaan, namun sayang takdir begitu kejam denganya. Karena, kelahiran Aluna malah di anggap Mala petaka untuk keluarga Mahesa
"Gue tahu, dan lo gak pantes disebut kakak karena lo BANGSAT!" potong Regan sarkas.
Bahkan ingin sekali lelaki itu menonjok wajah tampan Al ini, sayangnya dia masih berusaha menahan emosi agar tidak membuat keributan. di mansionnya sendiri
Kamu benar, saya memang tidak pantas disebut kakak, seorang kakak yang harusnya melindungi adiknya malah membuat adiknya sangat menderita." ucap Al pelan dengan kepala sedikit menunduk. Pria 29 tahun itu tersenyum miris, kemudian terduduk di tanah sembari menatap tanah hijau halaman mansion Regan
"Saya tahu saya bodoh Regan, sebagai kakak saya tidak pernah memberikan kasih sayang saya kepada Luna, saya hanya memberikan sebuah rasa sakit untuk batin dan fisiknya, dari kecil saya terus menyiksanya dan mencoba untuk selalu menyingkirkannya di dunia ini, karena setiap melihat matanya hati saya sakit Regan, dia adik saya yang dulu pernah saya tunggu tunggu karena saya kira dia lelaki tapi setelah dia lahir dia perempuan yang membuat saya kecewa dengan mama papa saya terlebih kakek dan nenek saya sangat menyayangi Aluna dan karena itu saya membencinya dan bukan karena itu juga semua keluarga Mahesa membenci Luna karena pembawa Mala petaka atas kematian nenek kakek saya"
"Tapi beberapa Minggu lalu setelah dia pergi, saya sadar atas perbuatan saya terhadap Luna Regan, Saya memang kakak yang jahat"cerita Al dengan senyum miris yang terus tersemat di bibirnya.
"Saya tidak tahu menahu soal kejadiannya seperti apa tapi kedua orangtua saya selalu membuat saya membenci Aluna sampai saat ini saya baru sadar jika tidak ada alasan saya untuk membencinya dia sempurna"
__ADS_1
"Apa dengan kau bercerita dan memohon seperti itu saya akan memberikan izin mau bertemu istriku?!"ucap Regan dingin
Al menatap Regan yang berdiri, ia segera bangkit dan berdiri di depan Regan
"Saya juga laki laki brengsek yang tega merenggut keperawanannya secara paksa, tapi sikapmu dan keluargamu membuat saya tidak sudi jika Aluna wanita yang begitu lembut dan penurut harus terluka oleh keluarganya sendiri"
"Dia bisa hidup bahagia bersama saya dan anak kami setelah dia lahir"
"Kau! tak perlu lagi meminta maaf dengan istriku karena melihatmu hanya akan membuatnya kembali terluka dan mengingat memori pahitnya"
"Dan lagi pula saya sudah memutuskan ikatan darah antara Aluna dan keluarga Mahesa, kaupun tak akan pernah ku biarkan untuk bertemu dengannya walaupun hanya setedik saja!"Ucap Regan tegas dan terkesan dingin
"Kenapa kau tidak bisa memberikanku kesempatan? apa kau sekejam itu? aku hanya ingin meminta maaf aku menyesali perbuatanku selama ini, tolong izinkan aku bertemu dengannya"ucap Al memohon
Regan kembali menatap mata Aldo" Kesehatan mental istriku jauh lebih penting, aku tak peduli dengan kata katamu, jika kau ingin meminta maaf dengan istriku temui dia setelah dia melahirkan tapi untuk saat ini dia sedang mengandung anakku aku tidak mau sampai terjadi apa apa dengan istri dan anakku!"
"Lagian siapa kau, sudah ku bilang sejak saat itu aku sudah memutuskan ikatan darah kalian kau dan keluargamu tak lagi berhak untuk tubuh Aluna, dia hanya milikku tak akan ku biarkan kalian menyakitinya kembali!"
Ucap regan tegas dan lugas, ia segera kembali masuk ke dalam mansionnya meninggalkan Aldo yang diam dengan pandangan sendu karena ia tak berhasil bertemu dengan Aluna hanya untuk meminta maaf dan menyesali perbuatannya
Ia sadar, ucapan Regan benar ia yang membuat Aluna seperti itu, ia yang membuat adik kecilnya sampai ketakutan seperti itu saat melihatnya namun saat ini ia sangat menyesali semua perbuatannya dulu
...**TBC...
......Perlahan lahan bunda bunda, harap tenang! ngakak baca komen Gustiš......
...Authornya Masi nak kulihan yang di kejar kejar deadline tugas kuliah, apalagi bentar lagi mendekati semester² yang sering buat mahasiswa kewalahan wkwk**...
__ADS_1