
Perlahan mata cantik Aluna terbuka sedikit demi sedikit, hal pertama yang dia lihat adalah Regan yang tengah menyangga kepala di pinggiran ranjang yang ditempati olehnya.
Laki-laki itu tersenyum melihat Aluma sudah sadar, dia elus kepala Aluna lembut lalu menekan tombol dan memanggil Mark yang memang tadi sempat ia suruh memeriksa Aluna karena Regan tak punya pilihan lain selain sahabatnya itu
"Pusing?" Aluna mengangguk kecil sambil terus merenung, tidak membuka suara sama sekali. Regan meniup wajah Alun agar perempuan itu tersadar dari lamunannya,
"Gak usah di pikirin, udah kejadian ya udah. Emang udah gitu jalannya sayang..." Regan berucap sembari membantu Alun duduk.
Mendengar kata sayang yang terucap dari bibir Regan membuat tubuh Alunn merinding, tidak tahu kenapa tapi rasanya seperti ada ribuan kupu-kupu yang berterbangan di perutnya setiap Regan berucap manis dan berkata romantis
Tak berapa lama Mark datang
"Apa yang kamu masih rasakan Aluna?"tanya Mark
"Hanya pusing"
Mark dengan izin Regan kembali memeriksa Aluna, sekarang Mark baru tahu jika kondisi istri sahabatnya ini ternyata tidak bisa di anggap main main
"Bagaimana kondisinya Mark?"
"Sebaiknya kamu jangan biarkan aluna terlalu berfikir banyak karena itu akan mengganggu kondisi kehamilannya"Regan mengangguk
"Ini resep obat yang harus kau tebus gan, setelah ini gue mau bicara sama Lo"
"Sayang kakak tingal sebentar ya"
"Iya kak"
Regan mengajak Mark ke ruang kerjanya, setelah berada di ruang kerja Regan, Regan segera mengajak Mark duduk di sofa yang ada di sana
"Apa yang mau kau bicarakan? apa ini tentang istriku?"tanya Regan to the point
"Hm"
"Apa kau mengetahui jika kondisi jantungnya melemah?"tanya Mark yang di angguki Regan
"Apa selama ini kamu tahu jika Aluna harus selalu merasa bahagia dan tidak tertekan?"Lagi lagi Regan menganggukkan kepalanya
"Tapi kenapa hari ini kau biarkan dia mendapatkan tekanan?"
"Aku juga tidak menyangka jika Aluna berbohong untuk pergi ke supermarket yang ternyata dia bertemu ibu dan kakak kandungnya"
"Mengapa bisa seperti itu gan? ini sangat berbahaya untuk kesehatan janin dan Aluna "
"Maka dari itu, selama ini aku selalu berusaha membuat dia bahagia bersamaku Mark, ada banyak hal yang tidak bisa aku ceritakan tentang Aluna, dan aku salah satu penyebabnya"
"Kau tahu dia hamil bukan karena kita sama sama mau, tapi memang kejadian malam itu yang membuat dia harus mengandung bayiku"
"Apa kau mencintainya?"tanya Mark, Regan diam sesaat dan kembali berkata
"Aku tidak tahu bagaimana perasaanku yang jelas aku menyayanginya ntah sebagai apa"
"Lagi lagi lo gak bisa lepas dari masa lalumu gan, jangan sampai Lo nyesel gan"
"Aku lihat dari tatapannya Aluna mulai mencintaimu"
"Aku tidak tahu, tapi aku hanya ingin berjalan sesuai jalannya. Dan jika dalam satu bulan ini aku masih belum bisa menemukan dia, mungkin aku akan mencoba melupakannya dan memilih Luna"
"Apa maksudmu kau akan meningalkan Aluna jika kau bertemu gadis kecil masalalumu?"tanya Mark
"Tidak, ntahlah aku bingung"
"Kau ini aneh, jangan bilang kau akan mempertahankan dua wanita dalam hidupmu?"
"Kau yakin jika gadis kecilmu belum menikah atau mempunyai pasangan hatinya?"
"Tidak mungkin karena usianya jika ku hitung Masih seusia Aluna"
"Kau ini bodoh apa gimana?"
"Terserahlah apa yang mau kau lakukan lakukanlah tapi jangan menyesal di kemudian, dan jika Lo mau gue bantu gue siap bantu Lo kapanpun"
__ADS_1
...✨✨✨...
Perlahan lahan Regan membuka pintu kamarnya, ia melihat Aluna terduduk dengan pandangan kosong ke arah jendela
Menyadari kedatangan Regan, Aluna menundukan kepalanya saat ia sadar akan kesalahannya
"Kenapa tiba tiba nunduk gitu? baru sadar ya salah kamu dimana?"ucap Regan dengan nada mengejek Aluna. Ia duduk di pinggiran tempat tidur dengan tubuh menghadap Aluna
"Maaf"cicit Aluna pelan, Regan tersenyum tipis
"Maaf untuk apa hm?"
"Maaf karena Luna berbohong dengan kakak dan maaf karena Luna kakak di pukul papa"
Regan membawa tubuh Aluna ke dalam pelukannya
"kakak maafin tapi lain kali jangan pernah berbohong hanya untuk bertemu dengan orang yang selalu menyakitimu"
"Masalah itu ini bukan salahmu sayang mereka yang terlalu kejam dan terus mendesakmu"
"Kak..."
"iya Sayang?"
"Gimana keadaan kak Lea dan mamaku?"
"Mereka akan baik baik saja, sudahlah kamu tidak perlu menghawatirkan mereka, sekarang yang harus kamu khawatirkan itu bayi kita dan kondisi kamu"
"Jangan pernah lagi berfikir jika kamu hanyalah parasit, nggak sayang kamu bukan parasit seperti yang mereka katakan"Ucap Regan lembut, ia mengusap rambut panjang aluna dan memeluk Aluna semakin erat
Mendengar ucapan Regan Aluna tak bisa menahan tangisnya, ia tak kalah eratnya memeluk Regan
"Kak..."panggil Aluna lagi, Regan melepaskan pelukan itu
"Iya sayang?..."jawabnya dengan mengusap air mata Aluna
"Jangan pernah tinggalin Luna kak..."ucap Luna sendu menatap manik mata Regan yang juga menatapnya
"Kakak janji?"
"Apa kamu yakin mau hidup selamanya sama kakak?"bukannya menjawab Regan balik bertanya, Luna kembali menundukkan kepalanya
"Luna akan pergi jika kakak yang memintanya"ucap Luna lirih
Cup
Regan mencium kening Aluna lembut dengan lama setelah itu ia melepaskannya dan tersenyum menatap Aluna
...✨✨✨...
Sementara di sisi lain nyonya Eva tengah bersiap siap untuk ke mansion Regan tanpa memberi tahukan jika ia akan berkunjung, setelah bersiap ia langsung menuruni tangga
"Mommy"Panggil seseorang saat melihat mommynya hendak menuruni tangga
"Hi son, apa kamu baru pulang?"
"Iya mom, mommy mau kemana?"
"Mom mau ke mansion kakakmu apa kau mau ikut temani mommy?"
" karena Fira sepertinya sedang sibuk jadi mom tidak bisa mengajak dia"
"Apa mom masih menginginkan untuk menjodohkan kak Regan dengan wanita jadi jadian itu?"
"Ah ayolah sayang, kau tidak boleh berkata seperti itu bagaimanapun juga Syafira bakal menjadi kakak iparmu"
"Idih ogah, aku yakin kak Regan juga tidak mau menikahi wanita itu "
"Sebenarnya kenapa si kalian tidak pernah menyukai Syafira?" sewot nyonya Eva saat anak bungsunya terang terangan mengatakan ketidak sukanya kepada Syafira
"Apa mata mommy tertutup? lihatlah mom cara dia berpakaian saja sangat tidak mencerminkan kriteria calon menantu keluarga Anderson, dan Daddy juga tidak menyukainya "
__ADS_1
"Sudahlah mom tahu Syafira wanita yang cocok bersanding dengan kakakmu, lebih baik sekarang kau antarkan mommy ke mansion kakakmu itu"
"Tapi elang mau kumpul sama teman teman mom"
"Tidak kau harus mengantar mommy, kau ini dan kakak kakakmu sama saja tidak ada yang menyayangi mommy, mommy kesepian tauu! sekarang ayo antar mom, mom tunggu di bawah"ucap nyonya Eva yang meningalkan elang dengan wajah malasnya namun ia tak bisa menolak keinginan mommynya itu untuk ke mansion kakaknya
...✨✨✨...
"Bagaimana kuliahmu elang?"tanya nyonya Eva, karena di antara ketiga anaknya anak bungsunya lebih dekat dengannya walaupun tinggal terpisah
"Lancar mom"
"Kau yakin tidak akan mengambil S2mu di London?"
"Entahlah mom tapi mungkin jika elang di izinkan menikah muda elang mau bawa istri elang juga untuk menemani elang di sana"
"Apa maksudmu kau sedang meminta izin dengan mom?"tanya Nyonya Eva menatap anak bungsunya yang sedang menyetir
"Sepertinya begitu, apa mommy mengizinkan elang nikah muda?"tanya elang menatap sekilas mommynya
"Kalo mommy fine fine aja, lagian gak ada salahnya nikah muda tapi emang kau udah punya calon?"tanya nyonya eva lagi
"kalo calon si ada mom tapi ntahlah rasanya sulit buat naklukin hati dia, dia wanita yang berbeda di antara wanita yang selama ini mendekati elang"
"Apa wanita itu wanita dengan latar belakang baik?"
"Ya, jika mom mengenalnya mom akan menyukainya karena dia itu sangat cantik dan salah satu mahasiswa berprestasi"
"Ah baiklah kalo seperti itu mommy akan merestui kalian"
"But, Mommy dan Daddy memutuskan akan menetap di negara ini, dan mommy mau mulai sekarang kamu tinggal di mansion utama"
"Ah ya kenapa Daddy sampai saat ini belum menyusul?"tanya elang
"Mungkin Daddymu masih ada urusan sebentar di perusahaan sana, paling Minggu depan dia menyusul mom kesini"
Tak berapa lama mobil mereka memasuki kawasan elite yang di ketahui wilayah Regan, seorang penjaga membukakan gerbang yang menjulang tinggi itu saat mengenali mobil siapa yang datang
Bibi laras yang tengah memantau para pelayan dan juga membantu para pelayan lain terkejut saat melihat dua orang yang sangat di kenalnya
"Astaga itukan nyonya besar dan tuan muda Erlangga"
"Aku harus segera memberi tahukan tuan Regan"Gumam bibi laras, ia langsung berjalan cepat untuk segera menemui Regan ke kamarnya
Di dalam kamar Regan berhasil kembali menidurkan Aluna setelah tadi Aluna menangis, Regan mengusap kening istrinya itu dengan lembut, demi apapun saat ini Regan tengah dilema memikirkan kembali kedepannya akan seperti apa
Tatapan matanya tertuju ke perut Aluna yang semakin hari semakin membuncit itu tanda ada perkembangan pada calon bayinya
Cup
Regan mengecup perut Aluna singkat "Daddy akan tetap bersama kalian sayang" ucapnya dan mengusap perut Aluna
Tok tok...
Tak berapa lama suara ketukan pintu terdengar, setelah membenarkan selimut Aluna Regan segera membukakan pintu kamarnya
Cklekk
"Tuan!"
"Sttttt, jangan berisik bi Luna sedang tidur "ucap Regan ia langsung menutup pintu kamarnya agar Aluna tidak terganggu
"Ada apa bi, kenapa wajah bibi cemas?"
"Itt-itu anu tuan, nyonya besar dan tuan muda elang ada di depan"ucap bibi laras yang langsung mengejutkan Regan
"Apa bibi bilang? maksud bibi mommy?"
"Iya tuan, nyonya besar datang bersama tuan muda Erlangga"Ucap bibi laras, Regan yang terkejut langsung menuruni tangga untuk menemui mommynya
...TBC...
__ADS_1