Aluna My Little Wife

Aluna My Little Wife
Chapter 69


__ADS_3

air mata Regan tak lagi terbendung melihat detak jantung Aluna kembali berdetak


"Ayo sayang bangun hiks"


"Tuan maaf izinkan kami memerika istri anda, silahkan tunggu di luar"


"selamatkan istriku dok"


"Saya akan mengusahakannya tuan, bersabarlah"setelah itu Regan keluar ia terduduk lemas namun ia bahagia karena jantung Aluna kembali berdetak membuat ia sangat berharap istri kecilnya dapat di selamatkan


Regan mengatupkan kedua tangannya di depan wajah, dia memejamkan mata. Bibirnya tak berhenti merapalkan do'a pada Sang Pencipta. Hatinya selalu memanggil nama Aluna, semoga istrinya bisa selamat.


"Dokter, keadaan nona ini krits"


" Baiklah kita harus cepat melakukan tindakan operasi di kepalanya"


"Baik dok"


Operasi berjalan selama beberapa setelah selesai Dokter keluar dari ruang operasi itu


"Bagaimana Dokter?!" seru Regan menghampiri.


"Nona aluna akan segera dipindahkan ke ruang rawat setelah dia melewati masa kritisnya namun sepertinya nona akan mengalami koma"ucap dokter yang membuat Regan kembali terduduk lemas


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


nyonya eva kini berdiri di depan ruang kaca yang menampilkan cucunya di dalam inkubator, bayi itu sangat kecil, walaupun usia dia lahir di usia kandungan 8 bulan.. terdapat banyak alat yang menempel di tubuhnya.


Mata Ny.Eva berkaca-kaca menatap cucu pertamanya, tangannya menempel ke kaca pembatas.


"Dia sangat kecil.. hiks.." lirih Ny.Eva sambil terisak. Karena jika Aluna koma itu berarti cucunya tidak akan mendapatkan asi dari mommynya, namun ny.eva masih merasa bersyukur karena tuhan tidak menghukumnya dengan mengambil cucunya dan menantunya atas perbuatannya terdahulu yang telah berbuat jahat dengan Aluna dan cucunya yang berada di kandungan walaupun sekarang menantu cantiknya harus terbaring koma di ranjang rumah sakit dan cucunya harus di letakkan di ruang inkubator


ia sungguh sangat menyesal jika mengingat perlakuan dia terdahulu dengan Aluna, ia janji akan sangat menjaga Aluna dan cucunya sampai sisa nafasnya


"Cucuku lepas pulih ya nak, grandma janji akan menjaga kamu nak, maafkan perlakuan grandma terdahulu yang tidak menerima kehadiran kamu cucuku sayang"ucapnya lirih


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah melewati masa kritis, Aluna dipindahkan ke ruang rawat. Regan melihat istri kecilnya terbaring tak berdaya dengan alat alat bantu yang menempel pada tubuhnya.


Regan berjalan mendekat pada Aluna, dia duduk di kursi samping brankar. Regan menatap wajah pucat istrinya, tangannya terulur menggenggam tangan Aluna sudah satu Minggu Aluna koma dan Regan terus menerus menyalakan dirinya sendiri karena belum bisa menjaga aluna dan bayi mereka


"Sayang, maafkan aku.. harusnya aku tak membiarkanmu datang sendiri.. aku suami yang bodoh!" lirih Regan menyalahkan dirinya atas kejadian yang menimpa istri kecilnya


Regan terisak, dia tak sanggup melihat Aluna seperti ini. "Harusnya aku saja yang terbaring di sini sayang, aku tidak bisa melihat kamu seperti ini, rasanya aku sangat sakit melihatmu dan bayi kita terluka seperti ini hiks, bangun sayang bangun bukankah kamu berjanji akan selalu bersamaku hiks tepatin janjimu sayang"


"Nyonya Eva masuk kedalam ruang rawat Aluna, ia menatap sendu anaknya yang terus-menerus menangisi kecelakaan istrinya, ia tidak bisa membayangkan jika tadi jantung Aluna tidak berfungsi bisa di pastikan jika Regan akan gila"


"Regan..."panggilnya dengan mengusap punggung Regan


"Mom hiks, kapan istri Regan akan kembali membuka matanya?"


"Kamu sabar ya sayang, mommy yakin jika istrimu wanita kuat, ia akan berjuang untuk kamu dan anak kalian"


"aku tidak bisa melihat Aluna seperti ini mom, hati aku sakit mom melihat istri kecilnyaku terbaring seperti ini "


"mommy tau, dan kamu harus kuat demi anak dan istrimu. Kamu belum makan sayang mommy sudah membelikan makanan ruangan sebelah untuk kamu istirahat, ayo gih makan dan istirahat biarkan mommy yang menjaga menantu mommy"


"No, mommy Regan tidak berselera. Regan hanya ingin berada di dekat Aluna"


"Jikalau seperti ini justru Aluna akan menangis dan siapa yang akan menjaga anak kalian jika daddynya saja sakit"


"apa kamu tidak ingin melihat putramu, bukankah dia belum di beri nama?"Regan mendongak dengan menggelengkan kepalanya


"Regan tidak akan memberikan anak Regan nama sebelum Aluna bangun mommy"


nyonya Eva menghela nafasnya ketika melihat kekeras kepalanya Regan, ia tak menyangka jika putranya yang dingin dan sulit di dekati hanya seperti anak kecil ketika berada di sisi istrinya


ternyata selama ini dia menyakiti kedua orang yang saling mencintai karena keegoisannya dulu, namun sekarang dia sadar bahwa Regan tidak akan bisa jauh dari Aluna jika keadaan seperti ini saja membuat putranya hampir gila apalagi jika Aluna tidak tertolong


......................


2 bulan kemudian


"boy maafkan Daddy ya boy, Daddy belum bisa memberimu nama ayo buat mommymu bangun sayang Daddy"


dua bulan tak terasa Aluna terbaring koma di rumah sakit Regan sama sekali tidak pernah meninggalkan Aluna maupun bayinya yang sekarang sudah keluar dari ruangan inkubator bayi bahkan ia sampai menyewa satu lantai rumah sakit dan perawat juga dokter untuk istrinya dan bayinya yang saat ini ikut tinggal bersama di rumah sakit


tuan Ronaldo dan nyonya Eva tidak mempermasalahkan hal itu karena semenjak Aluna di nyatakan koma penampilan Regan berantakan bahkan nyaris gila untuk itu ia hanya membiarkan Regan, namun masih memantaunya terlebih terhadap cucunya


sampai saat ini Regan belum memberikan anaknya nama namun semua anggota keluarga memanggil bayi mungil itu dengan sebutan boy karena Regan mau memberikan nama ketika istrinya bangun

__ADS_1


Setelah menimang nimang anaknya sebentar Regan kembali meletakkan bayinya di ranjang bayi yang sudah dia siapkan di rumah sakit itu, setelah itu seperti biasa ia kembali ke ruangan istrinya


nyonya Eva yang melihat itu hanya bisa menghela nafasnya, sebenarnya ia kasihan dengan cucunya yang tidur di rumah sakit namun mau bagaimana lagi Regan berfikir dengan anaknya selalu berada di dekat mommynya maka Aluna akan segera bangun


"Sayang ini sudah dua bulan kamu memejamkan mata, apa kamu ngga kangen aku dan anak kita? dia sudah semakin besar namun maaf sayang anak kita lebih mirip aku hehe tapi semoga hatinya selembut hatimu ayo bangun kita ciptakan keluarga impian kamu aku janji akan membuat kalian bahagia semampuku"


Tak berhenti berhentinya Regan menggenggam tangan Aluna sampai ia sendiri ketiduran di sisi pembaringan Aluna, tidak ada dokter maupun perawat yang berani menegur Regan seperti itu mereka hanya fokus untuk mengecek kondisi Aluna


...tak berapa lama tangan Aluna bergerak gerak membuat Regan terbangun dari tidurnya dia membulatkan matanya ketika melihat tangan istrinya bergerak...


"Sayang? Tangan kamu bergerak?"raut bahagia tak bisa di tutupi Regan


"Ha-haus" gumam Aluna pelan


Regan segera menekan tombol nurse Cell untuk memanggil dokter segera ke ruangan


"Sayang akhirnya kamu bangun aku merindukanmu Aluna" tak berapa lama para dokter dan perawat datang


"permisi tuan"


"Dokter istri saya sadar dok"


"Iya tuan maaf tolong menyingkir terlebih dahulu biar saya periksa kondisi nona aluna"


pandangan Regan tak lepas dari Aluna yang sedang di cek oleh dokter ia tersenyum bahagia ia keluar ruangan untuk menemui mommynya yang berada di ruangan sebelah


"Mom, mommy, Aluna sudah sadar mom!!"


"Apa benar menantu mommy sudah sadar?!"


"iya mom!!"


"Kalo begitu mommy akan panggil Daddy kakak dan adik kamu untuk segera datang kemari "Regan mengangguk antusias tak berapa lama dokter keluar


"Bagaimana kondisi istri saya dok?"


"puji syukur nona aluna sudah sadar sepenuhnya namun kondisinya masih sangat lemah untuk itu mungkin nona aluna perlu di rawat di rumah sakit selama dua Minggu agar tubuhnya lebih pulih lagi"Regan sangat bahagia mendengar perkataan dokter tanpa mengucap kata apapun dia langsung masuk kedalam ruangan


ia melihat istrinya langsung memeluk dan menciumi wajahnya bertubi tubi


"terimakasih sayang karena sudah mau berjuang untuk kembali, aku tidak tahu jika kamu pergi meninggalkan aku"


"Aa-anak kita kak?"


Tak berapa lama perawat datang membawa bayi mungil nan tampan itu


"berapa lama aku tidak sadar kak? Samapi anak kita sudah sebesar ini?" tanya Aluna hari ketika ia melihat putranya


"Dua bulan sayang"


"Hiks anakku, aku mau menggendongnya"Regan membantu Aluna menyandarkan tubuhnya tangisnya pecah akhirnya istrinya bangun


"Dia sangat tampan seperti daddynya"ucapnya lirih sambil menatap bayi mungil itu yang masih tertidur


"Dokter apa aku boleh mengasihi anakku?"


"Maaf nona untuk sekarang kondisi nona masih lemah namun jika sudah lebih baik maka saya izinkan"Aluna dan Regan mengangguk tersenyum, karena memang meskipun dia koma namun ntah mengapa asi Aluna tetap mengalir dan subur


"Kak apa dia sudah di beri nama?"


"Belum"


"Apa boleh aku yang memberinya nama?"tanya Aluna Regan dengan senang hati mengangguk senang


"Tentu sayang, siapa namanya?"


"Adelard Aarav Anderson" yang artinya anak yang gagah berani dan juga bijaksana


Regan mengangguk tersenyum menyetujui nama yang indah untuk bayinya


"Kita panggil dia babby elard"


tak berapa lama semua anggota keluarga datang


"Syukurlah akhirnya kamu sadar sayang"


"Terimakasih mommy"


"Bagaimana kondisimu nak?"tanya tuan Ronaldo


"Aluna sudah jauh lebih baik dad"

__ADS_1


"Syukurlah"


"Oh iya Aluna sudah memberi nama untuk anak kami"


"Siapa nama cucu Oma sayang?"


"Nama dia Adelard Aarav Anderson kita panggil dia babby elard"


"Nama yang gagah Daddy mommy suka"


"Huh akhirnya cucu Oma punya nama, ini gara gara Daddy kamu Oma sampai sedih karena cucu Oma Samapi umur dua bulan belum memiliki nama"


"Hi sayang sekarang namamu elard tapi Oma punya panggilan sayang Oma yaitu boy boleh ya nak"ucap nyonya Eva sambil mengusap kepala Aluna dan juga cucunya


"Setelah aluna boleh di nyatakan pulang daddy dan mommy akan membuat pesta penyambutan untuk cucuku dan kesembuhan menantu Daddy dan setelah itu kalian harus publish hubungan kalian Daddy akan membuat pesta besar-besaran untuk pesta pernikahan kalian"


"apa kamu setuju Regan?"


"Regan serahkan semuanya sama Aluna dad"


"Nak apa kamu setuju?"tanya tuan Ronaldo kepada Aluna


"Aluna ikut mana yang terbaik saja Daddy"


"Jika seperti itu berarti kamu setuju karena Daddy tidak mau lagi ada yang menganggu hubungan kalian!"tegasnya


Regan dan Aluna tersenyum Regan tak berhenti berhentinya menciumi pipi istrinya itu yang selalu berona merah ketika di cium Regan


"Terimakasih sayang"


...****************...


tiga Minggu kemudian sesuai perkataan tuan Ronaldo setelah Aluna di nyatakan sembuh dan pulang ia langsung menyiapkan acara aqiqah dan juga pesta pernikahan secara besar-besaran yang di selenggarakan di hotel berbintang lima


semua orang yang di udang sangat terkejut mendapatkan undangan pesta pernikahan Regan yang mereka fikir Regan belum menikah namun ternyata Regan justru sudah memiliki anak


tangis haru Aluna tak lagi terbendung mendapatkan kebahagiaannya yang sudah lama ia nantikan akhirnya tuhan mengirimkan hadiah setelah lama penderitaannya


"Huaaaa Alunaaaa lu tega banget sama gue sumpah gue berasa di buang Lo tau ga masa hal sepenting gini gue tau dari orang lain?!! sekarang mana keponakan guee! gue mau bawa dia ke negara S biar Nebus kesalahan mommynya yang lupa sama sahabatnya"bintang langsung menubruk Aluna memeluknya dengan erat


"Aaa bintang?! hiks aku kangen kamu"balas Aluna


"Gue juga kangen dodol lumah tega sumpah hiks tapi gue bahagia akhirnya Lo bisa bahagia Luna!!"


"Terimakasih sudah menjadi bagian kisah gue bin, semoga kamu juga selalu bahagia maafin aku yaa"


"Hiks huaaa congratss sayang akhirnya kebahagiaan kamu yang selama ini kamu nantikan berakhir manis"ucap bintang yang tiba tiba datang membuat Aluna terkejut sekaligus bahagia karena sudah berapa lama ia tidak bertemu bintang karena bintang harus mengurus Omanya dan bintang juga baru mengetahui kejadian yang di alami Aluna baru beberapa jam lalu


"Sekarang mana keponakan gue!! gue udah bawa oleh oleh satu truk!" tidak bintang tidak bercanda dia memang membawa kado untuk anaknya Aluna satu truk ntah apa saja isinya yang jelas barang yang di beli bintang bukan barang barang biasa


"Itu dia lagi bareng Oma sama opanya"


Tanpa kata bintang langsung pergi menuju anak Aluna dan Regan


"Keponakan ontyy aaa kamu ganteng banget kaya Daddy kamu kalo onty punya anak cewek mau ya di jodohin sama anak onty"


"Ngomongin mau ngejodohin emang nak bintang sudah punya calon?"tanya Daddy Ronaldo


"eh om, hehe belum tapikan nanti pasti punya om boleh ya di jodohin sama anak bintang"


"Haha kamu ini boleh asal cucu menantu Daddy harus cantik"


"Itumah tidak usah di ragukan lagi om, dia pasti cantik kaya bintang hehe" semua orang tertawa melihat tingkah bintang


"Ululululu keponakan ontyy kok ganteng banget si, mau ciumm muachh! aaaa jadi ga sabar punya anak!"


Dari kejauhan Regan dan Aluna tertawa melihat tingkah konyol bintang yang berinteraksi dengan anaknya


"Terimakasih banyak sayang"ucap Regan


"Justru aku yang berterima kasih karena hidup aku sekarang bahagia karena kakak"


Cup


Regan mencium bibir Aluna dan sedikit **********


"Aku merindukanmu sayang" Bisiknya


Aluna tersenyum mengangguk


"Aku lebih merindukanmu kak"

__ADS_1


"Kita lanjut nanti malam"Bisiknya sensual


...E**ND**...


__ADS_2