Aluna My Little Wife

Aluna My Little Wife
Chapter 22


__ADS_3

Aluna tertegun saat melihat penampilan Regan ketika memasak, laki laki itu bak koki profesional saat memasak


Aluna menyanggah kepalanya lucu dengan pandangan lurus menatap Regan yang tengah berkutat dengan alat alat masak serta bahan bahan makanan yang akan di buatnya


Tiga puluh menit kemudian Regan selesai memasak ia segera menyajikannya di depan Luna, ternyata Regan memasak steak serta membuat salad buah dan susu ibu hamil rasa strawberry yang di mana itu memang kesukaan Aluna


"Nah ini udahh jadi "ucap Regan dan duduk di samping Aluna


Aluna menatap makanan yang di masak Regan yang tak membuat ia merasa mual, ia tersenyum bak bulan sabit saat melihat makanan itu


Regan gemas melihat reaksi aluna yang seperti hendak meneteskan air liurnya saat melihat makanan buatannya, Regan mengacak acak rambut Aluna gemas ia segera mengambil steak itu dan memotongnya menjadi kecil kecil, setelah itu ia berikan kepada Luna


"Aku tak terlalu bisa memasak tapi semoga kamu menyukainya"ucap Regan


Tanpa kata Aluna langsung memasukan daging itu ke dalam mulutnya, seketika mata aluna membulat


"Kenapa apa makanannya buat kamu mual? atau tidak enak?"uacpnya saat melihat reaksi Aluna memakan makanannya


"Kalo gitu jangan makan ya, ini aja makan salad buahnya"Ucap Regan yang hendak menarik piring kembali yang berisikan steak buatannya itu


"Jangan kak, ini steak terenak yang pernah aku makan"ucap Luna langsung meraih tangan Regan yang hendak menarik piringnya


"Benarkah, aku rasa kemampuanku tak sejauh itu"


"Tapi benar kak steak ini sangat enak, ternyata kakak jago masak juga ya"Regan terkekeh


"Kalo begitu ayo habiskan, setelah itu kamu harus minum susu dan tidur karena besok kamu harus mengecek kandungan kamu"


Aluna hanya mengangguk kepalanya setelah itu Aluna langsung melahap rakus steak yang di buat Regan, sedangkan Regan hanya menatap Aluna dengan gemas saat wanita hamil itu memakan makanannya dengan lahap, rasanya perutnya sangat kenyang hanya dengan melihat Aluna makan saja


"Pelan pelan Aluna, gak ada yang bakal rebut makanan kamu"Ucap Regan dengan membersihkan saus yang ada di bibir Luna


Aluna tak peduli ia sangat menyukai steak ini sehingga ia tak menyadari perhatian yang Regan berikan untuknya


"Mau lagi hm?" tanya Regan saat melihat Aluna sudah menghabiskan satu porsi steak buatannya


Aluna mengangguk, dan Regan langsung menyerahkan steak yang seharusnya ia makan sediri, sebelum itu Regan kembali memotong kecil kecil steak itu


"Tapikan ini punya kakak"uacap Luna


"Aku nggak laper, melihat kamu makan lahap kaya gini aku malah kenyang"mendengar hal itu Aluna menundukan kepalanya


"Aluna rakus ya kak? maaf ya Aluna juga gak tau kenapa makanan kakak begitu enak di lidah Luna"ucap Luna pelan dengan menundukkan kepalanya


"Bukan maksud gitu lun, di dalam perut kamu kan ada anak kita jadi wajar aja, kakak malah seneng liat kamu makan lahap kaya gini"


"Dan aku rasa babbynya mau mau masakan yang di buat daddynya"lanjut Regan yang membuat Aluna kembali melihat wajah Regan

__ADS_1


Hatinya menghangat saat Regan mengatakan jika anak yang ada di kandungannya adalah anaknya dan Regan


"Ayo makan lagi, kali ini aku akan menyuapi kamu"ucap Regan


"Tidak perlu kak Aluna bisa sendiri"


"Nggak usah nolak, aku gak pernah menerima kata penolakan apapun"ucap Regan berubah tegas membuat Aluna menurut


Ibu hamil itu makan dengan lahap, setelah menghabiskan dua porsi steak dan salad buah yang di buat Regan, Aluna segera meminum susu ibu hamil dengan rasa strawberry itu.


Setelah itu Regan langsung mengajak Aluna untuk ke kamar mereka berdua


Saat di dalam kamar Regan mendudukan Aluna di pinggiran kasur seraya ia duduk di bawah kaki Aluna, melihat hal itu Aluna terkejut


"Ada apa kak? ke apa ku berlutut seperti ini?"


Regan meraih kedua tangan Aluna


"Aluna aku tahu ini terlalu awal atau lancang berbicara seperti ini dan aku tahu semua ini salahku, dan kau menderita karenaku, aku memang laki laki brengsek Luna, tapi aku mempunyai prinsip hidup jika menikah adalah hal yang tidak bisa di anggap spele aku hanya ingin menikah satu kali seumur hidupku, dan saat ini kita sudah resmi menjadi suami istri beberapa jam lalu-"sejenak Regan menjeda ia melihat mimik wajah alun yang nampak diam


Deg


"Apa maksud ucapan kak Regan"batin Luna, jantungnya langsung berdetak kencang saat Regan mengatakan ka demi kata


"Aluna aku akui aku mencintai seseorang yang sampai saat ini aku cari cari keberadaannya, tapi maukah kau belajar untuk menjadi istriku aku juga akan belajar mencintaimu Luna"ucap Regan terdengar tulus


"Kak..."


"Jangan berbicara tentang suatu hal yang belum tentu kamu bisa melakukannya, jangan memintaku untuk selalu berada di dekat kakak, kakak tidak tahu hal sulit apa yang Luna jalani selama ini"


"Takdir tidak ada yang tahu kak"Ucap Luna lirih dengan di sertai senyuman cantiknya yang orang kira itu senyuman Lirihnya


Regan langsung berdiri dari jongkoknya dan duduk di samping Aluna yang saat ini menunduk


"Apa maksudmu lun?"


"Aku yakin kakak mengerti, takdir tuhan tidak ada yang pernah tahu kak hidup aku sejak lahir sudah di klaim menjadi milik kak Alea, aku hidup hanya untuk hidupnya kak Alea, aku pernah mendengar jika saatnya tiba hati dan jantungku harus aku donorkan untuk kak Alea kak, tapi untuk beberapa bulan kedelapan mungkin aku terselamatkan karena ada malaikat kecil hadir dalam perutku, awalnya aku takut jika aku pergi anakku-"belum sempat Aluna melanjutkan ucapannya Regan langsung memeluk Aluna


"Cukup Luna! tidak ada yang berhak atas hidupmu selain tuhan dan dirimu sendiri, kumohon jangan katakan hal itu aku yakin kita akan membesarkannya bersama sama"


"Tidak kak aku harus mengatakan hal ini, aku bersyukur bertemu kakak, karena setelah aku mengetahui dia hadir aku kira akan di perlakukan hal yang sama saat aku tiada, tapi sekarang lega karena ayahnya ternyata mengakuinya aku mempercayai kakak untuk merawatnya kelak"


Ntah bagaimana perasaan Regan saat mendengar ucapan menyediakan yang di ucapkan Aluna, hatinya sangat sakit saat Aluna me gatakan hal itu


Tidak! Regan tak akan membiarkan hal itu terjadi, ia rela meninggalkan cintanya asalkan anaknya bisa tumbuh dengan baik bersama kedua orangtuanya


"Tidak Luna kita akan sama sama menjaganya, jangan katakan hal itu"ucap Regan yang seperti menahan tangisnya yang tiba tiba datang, ia memeluk Aluna erat

__ADS_1


Awalnya Regan ingin membuat kesepakatan jika Regan mau ia dan Aluna sama sama belajar untuk menerima tetapi tiba-tiba ulu hatinya seperti terhantam batu keras yang membuatnya merasakan rasa sakit


"Kita akan merawatnya sama sama"ucap regan mutlak


Setelah itu Regan segera beranjak pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sebelumnya belum sempat ia bersihkan karena memasak terlebih dahulu untuk Aluna


"Ada apa denganku? kenapa jantungku berdetak lebih kencang. Apa aku sakit jantung?"Gumam Luna setelah melihat Regan masuk ke dalam kamar mandi


Cklek


pintu kamar mandi terbuka menampakkan Regan yang hanya menggunakan handuk kecil sebatas pinggang saja


Regan melihat Aluna yang sudah tertidur pulas di ranjangnya, regan segera memakai pakaiannya dan menyusul Aluna


Regan membaringkan tubuhnya di samping Aluna, laki laki itu menatap wajah teduh dan polos Aluna ketika sedang tidur


Regan mengalihkan pandangannya dengan perut Luna yang yang sudah sedikit membuncit. lalu laki laki itu mensejajarkan wajahnya dengan perut Luna


"Hallo baby, i'm your Daddy"


"Maaf ya Daddy baru menyapa kamu, sayang Daddy bahagia saat kamu hadir sehat sehat ya di dalam, jaga mommymu ya dan kasih tau mommymu jika Daddy akan mempertahankan kalian bagaimanapun caranya"ucap Regan kali ini tangannya mengusap pelan perut Aluna


lalu Regan menyibak dress tidur yang di pakai Luna ke atas dan menampilkan perut putih serta mulus yang saat ini sudah mulai membuncit


Cup


Cup


Cup


Regan mencium bertubi-tubi perut Luna yang mengandung anaknya


"Tubuh mommymu sangat kurus sayang, bantu daddy buat gemukin mommy ya, kamu sehat sehat di dalam perut mommy"


Cup


Ucapannya di akhiri dengan kecupan basah di perut Aluna, setelah itu Regan kembali dengan posisi awal serta ia menarik Aluna agar berada di pelukannya


...TBC...


...Bagaimana tanggapan kalian di part ini?...


...Kurang greget ya hehe...


...Lanjut lagi besok ya, karena setelah acara Minggu kemarin tiba tiba tubuhku demam tinggi di sertai sakit kepala yang amat sangat dan telinga, membuat aku tidak konsen dalam menulis beberapa part ini di tambah hate komen yang lagi² mematikan ideku yang sudah kesusun...


...kalo bukan karena kalian yang sering dukung aku aku gak bakal lanjutin cerita pertama aku dan tentunya tidak akan pernah ada cerita Aluna hehe...

__ADS_1


__ADS_2