
"Aku pulang dulu ya lun, kamu hati hati di sini dan jaga keponakanku"ucap bintang yang pamit setelah mereka makan malam bersama
"Iya bin, thank ya, dan sekali lagi maafkan aku"
"Kamu gak perlu meminta maaf, justru aku yang harusnya minta maaf sama kamu karena selama ini aku gak tau hari hari sulit kamu"
"Aku cuman gak mau kamu kepikiran bin, aku hanya ingin hanya aku yang tau dan sakit."
Kedua sahabat itu langsung berpelukan erat dan bintang menangis haru karena sejak dulu ia memang menganggap Aluna sebagai adiknya meskipun usia mereka terpaut beberapa bulan lebih muda Aluna
Bintang langsung melepaskan pelukannya, dan mengacak rambut Aluna dan tersenyum gemas
"Kamu hati hati ya, jangan lupa nanti main lagi"Bintang mengangguk dan tersenyum, setelah itu bintang masuk ke dalam mobil rey yang akan mengantarkan bintang Kembali ke rumahnya
"Gan gue juga pamit karena nanti malam gue harus ke negara S"Ucap Lingar pamit, Regan mengangguk
"Thank you bro! karena udah mau mampir "Lingar mengangguk
"Gue juga harus cepat cepat pergi gan"Sambung Andres yang di angguki Regan
"Hati hati bro!"Lingar dan Andres mengangguk
"Bye, Luna sampai jumpa"
"Ha-ha iya kak hati hati"jawab Luna masih kikuk
Mobil Andres dan Lingar segera meninggalkan lokasi mansion Regan, tinggallah Regan, Aluna dan Mark yang seperti tidak ada niat untuk ikut pulang juga
"Lah lu gak pulang?"Tanya regan menatap sinis Mark yang acuh tak acuh
"Cik lo ngusir?"
"Lo tau diri lebih bagus, cepet sana pulang mau liat gue sama Aluna ngelive?!"
Mark bergidik ngeri "Idih ogah gue mending gue ngelive sendiri, Bye kakak ipar gue pamit pulang, hati hati dengan buaya satu ini jangan pernah tergoda tipu muslihatnya ya"kedip Mark menatap Luna
"Sialan Lo!"umpat Regan, namun Mark segera malarikan diri ke dalam mobil dan langsung menjalankannya
Aluna memandang mobil Mark yang semakin jauh dari plataran mansion, bibir mungilnya menyunggingkan senyuman cantik yang selama ini jarang Aluna perlihatkan. Hari ini Aluna ngerasa jika dia banyak di sayang, dan Regan sosok laki laki yang baru beberapa hari minggu itu selalu membuatnya bahagia walaupun pertemuan mereka begitu singkat
Perlahan lahan Aluna mulai memahami bagaimana sifat Regan, meskipun masih ada hal yang mengganjal dalam hatinya, yaitu Samapai saat ini Regan belum mengenalkan keluarganya, tapi meskipun begitu perlakuan Regan yang begitu lembut dengannya sudah membuat Aluna bersyukur, meskipun ia tak tahu untuk siapa Regan bersikap baik seperti itu, anak yang ada dalam kandungannya ataukah dirinya? tapi yang jelas Aluna sudah mulai mencintai Regan tanpa ia sadari.
"Di sini cuaca semakin dingin, ayo kita masuk sayang"Ajak Regan yang di angguki Aluna dengan mengengam tangan Aluna erat
Saat di dalam kamar baik Aluna dan Regan segera membersihkan tubuhnya masing masing, dan langsung beranjak untuk segera tidur
"Kamu udah minum susunya belum?"tanya Regan
"Sudah ka, tadi bibi Lastri yang buatkan"Regan mengangguk
"Kalo gitu kakak ke ruang kerja dulu ta, ada data data yang harus kakak cek untuk besok"ucap Regan yang di angguki Aluna
"Kamu langsung istirahat jangan nunggu kakak"ucap Regan lagi, dan ia langsung pergi ke ruang kerjanya meningalkan Aluna yang langsung membaringkan tubuhnya
Satu jam kemudian Aluna belum bisa memejamkan matanya dan Regan belum kembali dari ruang kerjanya
"Ishhh kenapa aku tidak bisa tidur"gumam Luna
"Kak Regan kok belum balik juga, katanya sebentar"
Bosan karena tidak bisa tidur, ibu hamil itu bangkit dari tempat tidurnya dan memutuskan untuk menemui Regan di ruang kerjanya
"Tapi aku bakal ngegangu gak ya? apa aku buatkan kopi aja ya"fikir Luna
Aluna turun ke lantai bawah menuju dapur, waktu sudah menunjukkan jam sepuluh malam, membuat para pelayan termasuk bibi laras dan paman yang sudah mengistirahatkan tubuhnya di kamar yang sudah di sediakan di halaman belakang yang tak begitu jauh
Tangan lentik itu segera meracik kopi buatannya yang sering di sukai oleh para pengunjung kafe tempat dulu ia bekerja
"Semoga kak Regan cocok dengan Kopi buatanku"Gumam Luna setelah racikan kopinya selesai, ia langsung menatanya di piring kecil dan segera berjalan menaiki tangga menuju ruang kerja Regan yang memang tak jauh dengan kamar mereka
Sementara di dalam ruang kerja, Regan tengah menelepon seseorang
"Bagaimana hasilnya? apa kau sudah menemukan dia?"
"Maaf tuan, saya masih belum bisa menemukan keberadaannya. Informasi nya terlalu sedikit sehingga menyulitkan kami untuk menemukannya"
"Saya tidak mau tahu! kau harus segera mendapatkan informasi tentang gadis kecilku! bagaimanapun caranya, karena jika dia masih hidup saya akan menikahinya!"
__ADS_1
Deg
Tanpa Regan sadari Aluna mendengar semua percakapannya dengan Seseorang di sebrang telepon, pintu ruang kerja yang sedikit terbuka membuat Aluna mendengar percakapan Regan. Hatinya tiba tiba merasa sakit ketika suaminya mengatakan hal itu, bagaimana bisa Regan mengatakan hal itu jika laki laki itu pernah mengatakan ia menginginkan hubungan pernikahan yang serius denganya.
Waktu itu Aluna memang mengatakan kepada regan jika Regan tak boleh berucap seperti itu karena tidak ada yang tahu hati manusia bagaimana selanjutnya, dan setelah kejadian Regan kembali menggagahinya Aluna berfikir jika Regan benar benar membuktikan ucapannya dan yakin dengan dirinya, tetapi setelah mendengar itu hati aluna kembali goyah untuk percaya dengan suaminya
Tes
Setetes air mata jatuh dari pelupuk mata ibu hamil itu, namun Aluna segera menghapusnya dan kembali merubah ekspresinya menjadi biasa. Tak lupa ia mengetuk pintu ruang kerja Regan
Tok tok tok
"Kak, Luna boleh masuk"Ucap Aluna, yang membuat Regan terkejut karena ia fikir Aluna sudah tidur namun ia memberikan Aluna untuk segera masuk
"Iya masuklah"Aluna segera masuk dengan membawa secangkir kopi untuk Regan
"Sayang kok belum tidur?"Ucap Regan memandang Aluna, tetapi Regan tiba tiba menangkap sisa air mata di dekat matanya
"Apa dia habis menangis? kenapa Aluna menangis? Mungkinkah dia mendengar percakapanku ah tapi tidak mungkin kalo karena tadi ia mengetuk pintu?"ucap batinnya
"Aku cuman mau bawain kopi buat kakak, di minum ya semoga kakak suka"Ucap Aluna yang tak menatap Regan. Ia letakan secangkir kopi racikannya di depan Regan yang sedang memperhatikannya
"Aluna pamit ke kamar dulu ya kak"pamit Luna yang hendak kembali berjalan ke luar, namun Regan langsung memegang pergelangan tangannya dan menarik Aluna. Membuat ia terduduk di pangkuan Regan
"Kamu kenapa?"Tanya Regan
"Le-lepasin kak, aku mau ke kamar"Aluna berusaha melepaskan dirinya dari pangkuan Regan, namun Regan lebih kuat darinya
"Kamu kenapa nangis Hmm?"tanya Regan lembut. Aluna mengelengkan kepalanya
"Aku tidak menangis"Boong Luna
"Kamu tidak pandai berbohong sayang"
"Bahkan kau masih memanggilku sayang kak"
"Kenapa kamu menangis Hm? apa ada yang sakit?"Regan khawatir. Rasa sayang itu memang sudah tumbuh dalam hatinya untuk Aluna meskipun belum ada Cinta. Namun, ntah mengapa hatinya yang paling dalam masih tak bisa melupakan bayi kecilnya dan menginginkan bayi kecilnya itu untuk menjadi miliknya
"Apa kak Selema ini kak Regan hanya kasihan kepadaku?"
"Tidak ada yang perlu di khawatirkan kak, aku baik baik saja. Tadi hanya mimpi buruk saja dan kebangun"Lagi lagi Aluna berbohong
"Di sini saja temeni kakak, bukankah kamu tadi berhutang kepada kakak. Sepertinya melukan hal itu di sini tidak buruk sayang"Bisik Regan dengan mengendus leher jenjang putih Aluna serta tangannya yang sudah mulai nakal bermain di pahanya
Aluna segera menahan tangan Regan yang hendak masuk ke dalam piyamanya
"Maaf ka, Aluna tidak bisa"ucap Aluna dan ia segera bangkit dari pangkuan Regan, dan langsung meningalkan Regan yang menatap bingung Aluna
Regan menatap gelagat aneh Aluna, yang sebelumnya ia selalu menerima cumbuannya namun kali ini ntah mengapa Aluna terang terangan menolaknya. Membuat wajah itu tiba tiba berubah masam karena merasa tertolak
...✨✨✨...
Di sisi lain di sebuah jalanan Sudah dua jam bintang menunggu Rey yang tengah memperbaiki mobilnya yang tiba tiba saja mogok. Sedangkan posisinya kedua handphone mereka secara kebetulan sama sama kehabisan baterai dan mati, posisi mereka yang berada di jalanan sepi membuat mereka Sulit mendapatkan bantuan. Terpaksa Rey memperbaiki mobilnya sendiri dengan sedikit keahliannya
"Om sudah belum si? kok lama ini sudah malam loh!"
"Diamlah bocah! saya bukan Ommu! lebih baik kau diam duduk atau kalo mau pergi jalan kaki sendiri sana!"ketus Rey yang sejak tadi kesal dengan bintang yang selalu mengoceh tak jelas
Bintang yang melihat jalanan sepi bergidik ngeri, lebih baik ia bersama Rey daripada berjalan kaki yang jaraknya sekitar tiga kilometer lagi menuju rumahnya
"Ya elah om, emang tega biarin gadis secantik gue gini. Nanti kalo di culik terus di belah tubuhnya dan di jual organ dalamnya terus gue meningal gimana om"
"Terserah!"
"Ya elah om jangan gitu dong"
"KAMU BISA DIAM TIDAK?! DAN JANGAN PANGGIL SAYA OM! SAYA BUKAN OMMU! KALO MAU PERGI PERGI SANA SENDIR! LAGIAN SAYA JUGA TIDAK MAU MENGANTARKAN KAMU KALO BUKAN TUAN REGAN MENYURUH SAYA!"Habis sudah kesabaran Rey karena mendapatkan ocehan bintang yang tak berhenti berhenti
Bintang langsung menunduk takut melihat tatapan tajam Rey dan bentakannya
"Gak perlu marah marah gitu juga, kalo gak mau nganterin saya gak apa apa"Ucap bintang yang tersinggung ucapan rey, ia segera bangkit dari duduknya dan berjalan kaki
Rey tak peduli, ia kembali fokus memperbaiki mobilnya sedang bintang meskipun takut ia tetap berjalan kaki
Dua puluh menit kemudian, mobilnya kembali menyala Rey tersenyum bangga karena ia berhasil memperbaiki mobilnya. Mungkin besok besok Rey akan membuangnya dan berganti mobil yang baru
"Heh boc-" Rey hendak memanggil bintang namun ia baru ingat jika tadi dirinya membentak bintang dan membuat gadis itu pergi
__ADS_1
"**** bodoh kau rey!"umpatnya karena malah membiarkan bintang berjalan kaki, sedangkan posis jalanan ini sangat rawan dengan begal. Yang lebih mengerikan lagi apabila terjadi sesuatu dengan bintang dan istri tuannya sedih bisa bisa Rey boyok di tangan Regan
Rey segera masuk kedalam mobilnya dan menyusul bintang yang sudah semakin jauh
Bintang berjalan kaki dengan menghentak hentakan kakinya kesal karena Rey
"Dasar om om tua! gak jelas! nyebelinnn! gue sumpahhin Jomblo seumur hidup Lo!"kesalnya mengumpat Rey
Tak berapa lama deru mobil terdengar di dekat Bintang, bintang melihat mobil Rey yang menyusulnya dan berhenti di sebelah bintang
Rey menurunkan kaca mobilnya
"Masuk!"ucapnya datar, namun bintang tak mempedulikanya. Tanpa menanggapi ucapan Rey bintang berjalan kembali
"Saya bilang masuk!"
"Lo mau apa si om! tadi nyuruh gue jalan sekarang malah di suruh naik lagi! ogah gue!"
(Gengsi wanita lebih tinggi dari menara tertinggi di dunia)
"Jangan ketinggian gengsi kau gadis nakal! Cepat masuk sebelum saya benar benar meninggalkan kamu di sini sendirian!"Tegas Rey yang masih tak di dengar bintang
"****!"Umpat Rey kesal.
Dengan kesal Rey keluar dari mobilnya dan berjalan menyusul bintang, tanpa aba aba Rey kembali membopong bintang ke punggungnya membuat bintang seperti karung beras
"Mau ngapain kau Om gila!"
"Lepasin gue!"
"Gue bisa pulang sendiri!"
"Aaaaa lepasin!"
Bintang brontak dengan memukul mukul punggung Rey, kesal dengan bintang yang terus berontak Rey memukul bokong bintang bak anak kecil yang nakal
Puk
Puk
"Rasain kau! makanya diam! sudah untung saya berbaik hati"ucap Rey. Namun di balik punggungnya wajah bintang terlihat terkejut saat Rey memukul bokongnya dua kali
"Aaaaa OM MESUM!"Teriak bintang
"BERISIK!"
Rey langsung membuka pintu mobil dan memasukan bintang kedalamnya, Rey segera berputar menuju pintu sebelahnya. Tanpa aba aba Rey langsung menancapkan gasnya menuju rumah bintang
"Dasar om om mesum! sudah tua! mesum lagi! Akan ku laporkan kau dengan mami!"
"Bisa diam tidak sebelum saya benar benar bersikap mesum di sini!, gini gini saya masih lelaki normal!"ancam Rey dan bintang langsung kicep karena takut dengan ucapan Rey
Tak berapa lama mobil Rey memasuki kompleks elit kediaman bintang
"Dimana rumahmu?!"tanya Rey dingin
"Ii-itu no 28"jawab bintang gugup
Rey tersenyum miring saat bintang menjawab dengan gugup
Tak berapa lama mobil Rey sampai di depan gerbang rumah mewah bintang
"Te-terimakasih Om"Ucap bintang dan langsung keluar dari mobil Rey tanpa menunggu balasan Rey
Rey segera menancapkan gasnya menuju apartemennya karena ia sudah lelah
"Dasar om om sinting"umpat bintang setelah melihat mobil Rey sudah menjauh, ia segera masuk ke dalam plataran rumahnya
...TBC...
...Bagaimana tanggapan kalian di eps ini?...
...yuk komen✨🥰...
Visual
__ADS_1
Reyhanda Junior. R
(Asisten Rey)