
Aluna tersenyum saat cake yang ia buat sudah jadi, wangi aroma cake yang lezat tercium harum hingga membuat bibi Laras semakin kagum dengan istri tuannya itu
"Wah nona, cake buatan nona sangat harum sepertinya enak"
"Bibi boleh nyobain, semoga emang bener enak"
"Apa tidak apa nona, inikan untuk tuan Regan"
"Tidak apa bibi, Aluna malah takut gak enak nanti kak Regan kecewa"Bibi Laras mengangguk ia segera menerima cake buatan Aluna untuk ia coba
Mata wanita paruh baya itu membulat saat memakan satu gigitan cake buatan Aluna
"Bagaimana bibi, apa enak?"
"Enak banget non, bahkan lebih enak dari cake buatan chef terkenal sekalipun"
"Ah bibi bisa aja, Luna juga masih belajar kok bi"
"Tapi serius non ini enak banget, pasti tuan Regan suka"
"Terimakasih bibi"
"Emm apa nona sering buat kue dulu?"
"Sebelumnya Luna bekerja parttime di sebuah kafe bibi dan kebetulan di kafe itu ada menu cake jadi kadang Aluna bantu buatin cakenya"
"Oalah non, tapi beneran enak loh tuan Regan juga suka cake apalagi cake rasa vanilla"
"Benarkah? tapi yang Luna lihat selama ini kak Regan seperti tidak menyukai hal yang manis-manis"
"Non salah, tuan Regan dari dulu suka banget sama makanan yang manis manis tapi sekarang dia mencoba di batesin karena takut seperti tuan besar"
"Maksud bibi apa papa kak Regan?"
"Iya non, tuan besar itu suka banget sama makanan manis manis, apalagi cake. Dulu saat beliau masih di negara ini bibi sering banget tuh di suruh beliin cake di toko langganan dia, eh sekarang tuan besar malah pindah karena dia harus mengurus perusahaan di negara F"Aluna mengangguk
"Bibi apa mama papanya kak Regan baik?"tanya Aluna
"Tuan dan nyonya besar sangat baik non, hanya saja Nyonya besar itu sifatnya sangat cerewet dan hal apapun harus sesuai keinginan dia. Anak anaknya tidak boleh ada yang membantahnya tapi hanya tuan Regan yang berani membantah nyonya besar karena tuan Regan dari kecil tidak terlalu dekat dengan tuan dan nyonya besar karena selalu di tinggal untuk bekerja"
"Jika kak Regan di tinggal lalu dia bersama siapa bi?"
"Tuan Regan dulu tinggal dengan nyonya sepuh yaitu nenek tuan Regan, tapi saat tuan Regan masih kecil nyonya sepuh meningal dan tuan Regan kecil saat itu sangat sedih dan kehilangan karena nyonya sepuh yang selama ini dekat dengannya. Selebihnya bibi yang menjaga tuan Regan kecil" mendengar hal itu Aluna sejenak terdiam
"Yasudh ini cakenya mau langsung di antar ke perusahaan tuan Regan kan non?"tanya bibi laras
"Ah iya bibi, Aluna mau nganterin cake ini buat kak Regan sekalian makan siang"
"Baik non, biar bibi yang siapin ya"
"Kalo begitu Luna ke atas buat siap siap dulu ya bi"
"Iya non, hati hati ya naik tangganya"
"Iya bi"ucap Aluna
Selama ini memang jika tidak ada Regan Aluna tidak pernah naik lift karena jika ibu hamil harus banyak gerak, begitu fikirnya
Aluna menaiki tangga pelan pelan dengan perut yang semakin hari semakin membuncit. Saat di kamar, Aluna segera membersihkan tubuhnya dan tak berapa lama kemudian ia langsung berganti pakaian dress rumahan dan tak lupa berdandan sedikit untuk bertemu Regan
__ADS_1
Kemudian ia meraih handphonenya untuk menghubungi Regan terlebih dahulu
Tutt....
"Hallo sayang"
"Hallo kak"
"ada apa hm?"
"Luna mau nganter makanan siang apa boleh?"
"Boleh dong, tapi di antar sama supir ya. Gak boleh sendiri"
"Iya kak, kalo gitu Luna berangkat dulu ya"
"Iya hati hati ya di jalan, nanti kalo udah nyampe sini telepon kakak ya biar Rey yang jemput kamu"
"Iya kak"
Tut!
Panggilan langsung di matikan, Aluna langsung keluar dari kamarnya dan turun ke bawah
"Bibi Luna mau ke kantor ka Regan dulu ya"
"Iya non hati hati ya, tadi pak supir udah bibi kasi tau kok"
"Iya bibi terimakasihh ya"
"Sama sama non, inget ya hati hati"
"Iya bibi"ucap Luna dengan tersenyum. Tak luoa ia mencium tangan bibi Laras dan keluar dengan di antar bibi Laras ke teras
"Pak tolong jaga nona Luna ya, hati hati bawa mobilnya jangan ngebut ngebut pelan pelan aja"
"Nggih bi, Mari Nona saya antar" Ucap pak supir dengan membukukan pintu untuk Aluna. Aluna segera masuk ke dalam mobil setelah berpamitan kembali dengan bibi Laras
Sementara di perusahaan Regan, setelah kepergian Syafira Regan berubah kacau karena ternyata mommynya sudah mulai nekat, sekarang yang ia fikirkan bagaimana nantinya jika mommynya tiba tiba ke mansionnya lalu bertemu Aluna. Regan belum siap untuk memberi tahukan sebenarnya kepada kedua orangtuanya karena regan memiliki planning ia akan memberi tahu kedua orangtuanya setelah ia benar benar yakin jika ia akan menerima Aluna setelah informasi bayi kecilnya yang selama ini ia cari jelas
Saat fikirannya kalut, tiba tiba headphone Regan berdering tanda panggilan masuk yang ternyata istri kecilnya, dengan membuang nafas panjang regan segera mengangkat tombol hijau
Alangkah terkejutnya dan rasa senang yang tak bisa ia pungkiri regan saat Aluna hendak membawakan makan siang untuknya, namun ia tak bisa menolak demi menghormati niat baik aluna yang sebenarnya Aluna melakukan tugas istri dengan baik dan penurut kepadanya hal itu yang membuat Regan kadang lupa akan masa lalunya
karena regan masih menyembunyikan Aluna regan meminta Aluna untuk menghubungi ia kembali setelah ia sampai di perusahaannya dan Rey akan menjemputnya karena regan meminta agar Rey membawa Aluna masuk mengunakan jalur yang di buat khusus untuknya sehingga membuat orang tidak ada yang mengetahui keberadaan aluna
Beberapa menit kemudian Regan kembali menerima panggilan yang berasal dari istri kecilnya yang ternyata sudah berada di bawah, Regan segera memerintahkan Rey untuk menjemput Aluna
"Nona, mari ikuti saya"
"Ii-iya kak Rey"ucap Luna masih dengan gugup karena takut saat berhadapan kembali dengan Rey yang pernah membentaknya
Ting
Lift terbuka dan berganti di lantai tertinggi gedung itu yang mana hanya ada ruangan Regan dan Rey tak lupa meja sekretaris Regan dan Rey
Aluna membuntuti Rey, saat melewati meja sekretaris Mein, Mein yang melihat wajah wanita mungil nan cantik itu terkejut karena baru pertama kalinya ia melihat Rey seperti dengan hormatnya memperlakukan wanita
"*siapa wanita kecil itu?"
__ADS_1
"apa dia Tamu tuan Regan? dia sangat cantik dan sepertinya tengah hamil"
"Tapi apa itu adik atau keponakan tuan Regan?"
"Kurasa jika adik tidak mungkin karena yang ku lihat wajahnya seperti wajah anak sekolah, berati itu keponakan tuan Regan kah*?"
Begitu batin Mein bertanya tanya
Aluna menyapa Mein yang sejak tadi melihatnya dengan tersenyum ramah yang di balas kembali ramah oleh Mein
"Mari nona silahkan masuk"titah Rey setelah membukakan pintu masuk untuk Aluna
"Terimakasih kak"
di dalam ruangan kedatangan Aluna di sambut oleh Regan dengan pelukan hangat lelaki yang sebentar lagi menyandang status Daddy
"Hi, sayang"Peluknya hangat dan tak lupa mencium kening Aluna dan pipinya romantisz membuat Aluna sedikit malu karena masih ada Rey di sana
"kalo begitu saya permisi dulu tuan"ucap Rey agak panas karena jiwa jomblonya meronta ronta, Regan hanya mengangguk dan setelah itu Rey keluar dan Regan langsung mengunci pintu ruangannya mengelengkan remot kontrol
"Ayo duduk"ajak Regan kepada Aluna
Regan duduk di dekat Aluna membuat hidungnya mencium wangi rambut Aluna yang beraroma khasnya itu
"Kamu kok wangi banget si pasti tadi mandi lagi"tanya Regan yang mendaparkan senyuman Aluna
"Ini Kamu bawain apa hm?"
"Aku bawain SOP buntut, ayam bakar sama tumis capcay dan juga cake"
"Cake?"kejut Regan, Aluna menganggukkan kepalanya dengan senyumannya
"Aku tadi buatin cake dan makanan ini buat kakak"
"Benarkah? ini semua kamu yang buat?"Aluna kembali mengangguk
"Kata bibi laras kak Regan suka cake?"kalo ini Regan yang menganggukkan kepalanya dengan senyumannya
Aluna segera membuka kotak makanan dan menyajikan untuk Regan
"Hmmm wangiinya" gumam Regan saat kotak matan itu terbuka, Regan segera mengambil sendok dan menyendokan makanannya ke dalam mulut
Satu suapan berhasil membuat ia terkejut karena kenikmatan makanan yang Aluna buat
"Apa enak?"tanya Aluna takut karena tidak sesuai dengan selera Regan
"Apa ini benar kamu yang masak sayang?"Aluna mengangguk karena memang bibi laras hanya membantu untuk memotong dan menyiapkan bahan
"nggak enak ya kak? kalo begitu jangan di mak-"
Aluna hendak merebut kembali kotak makannya namun segera di tahan oleh Regan
"Enggak sayang ini enak banget, bahkan koki di mansion kalah loh"
"Beneran?"
"Iya beneran"
"Kamu makan juga ya, pasti babbynya juga lapar karena mommynya belum makan"
__ADS_1
Aluna mengangguk dan Regan langsung menyuapi Aluna, mereka memakan makanan dengan canda tawa dan saling menyuapi satu sama lain
...TBC...