Aluna My Little Wife

Aluna My Little Wife
Chapter 29


__ADS_3

Bian mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju perusahaan Regan


Tak berapa lama mobilnya telah sampai di perusahaan Regan, Bian langsung masuk ke dalam perusahaan Regan. Karena Rey sudah memberi tahu jika ia boleh langsung masuk kedalam mengunakan lift khusus bian langsung menaiki lift menuju lantai paling atas tempat Regan dan mengabaikan pandangan orang orang yang menatapnya aneh sekaligus terpesona


Aneh karena Bian berani menaiki lift khusus milik sang CEO dan terpesona karena ketampanan Bian yang memang memiliki wajah tampan sebelas dua belas dengan Regan


Di ruangan Regan, Regan tengah fokus memeriksa laporan laporan yang tertunda setelah beberapa hari ia tak masuk


namun ketukan pintu menghentikan kegiatannya dan menyuruh seseorang itu masuk


"Tuan, tuan Bian sudah datang"


"Baiklah kau langsung suruh dia masuk" ucap Regan daan langsung beranjak dari duduknya


"Silahkan tuan"ucap Rey yang mempersilahkan Bian masuk


"Terimakasih Rey"ucap bian ramah,


"Rey suruh Sarah siapkan minuman untuk Bian"


"Baik tuan"ucap Rey, setelah mengatakan pada Sarah Rey langsung kembali ke ruangannya untuk melanjutkan pekerjaannya


"Hallo bro! apa kabar?"ucap Regan seraya melakukan pelukan ala laki laki dengan Bian


"Kabarku baik, bagaimana denganmu? Rey bilang kau habis pulang dari rumah sakit"ucap bian setelah melepaskan pelukannya


"Ya beberapa hari lalu alergiku kambuh, ayo duduk sebentar lagi sekretarisku akan membawakan minumannya"


"Thanks bro!"


"Kenapa nomer teleponmu tak pernah bisa aku hubungi?"tanya bian, Regan terkekeh mendengar ucapan Bian yang terdengar kesal


"Maaf bro, aku sengaja karena ingin menikmati waktuku"bian mengangguk paham


"Bagaimana keadaan Tante Fika dan om Abimanyu?"tanya Regan


"Baik bahkan sangat baik, saat ini mereka tengah menghabiskan masa tuanya untuk berlibur keliling dunia"


"Ah benar om Abimanyu dan Tante Fika sangat sangat romantis walaupun usianya sudah tak muda"ucap Regan mengakui keharmonisan rumah tangga keluarga Abimanyu


Tak berapa lama Sarah datang membawakan dua gelas minuman untuk Bian dan Regan


"Silahkan tuan"


"hmm terimakasih Sarah, kau boleh pergi"ucap regan, setelah itu Sarah langsung meninggalkan ruangan tuannya


"Bagaimana dengan pertunanganmu bi? maafkan aku waktu itu aku tidak sempat datang karena aku berada di luar negeri"


"tak apa, kami baik rencanya kita akan segera menikah karena aku tidak mau sesuatu terjadi lebih cepat dari prediksiku"ucap bian namun dari suaranya Bian terdengar tak baik karena kondisi Alea yang semakin hari semakin parah


"Ah apa kau sudah menabung sejak awal sebelum kau menikahinya"tanya Regan mengangkat alisnya dengan tersenyum mengejek


Bian tersenyum miring mendengar ucapan Regan


"Ah kau benar, aku memang brengsek saking cintanya aku dengan dia sampai sampai aku berani melakukan hubungan s*k sebelum kami menikah walaupun kondisi dia memperhatinkan, tapi aku tak menyesal karena bagiku itu tanda aku sangat mencintainya"ucap bian, sedangkan Regan hanya terkekeh


"Baiklah kalau begitu katakan ada apa kau mencariku karena aku tak bisa lama bi, siang nanti aku harus melakukannya meeting


Sejenak Bian terdiam, laki laki itu menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa lalu kembali menegakkan tubuhnya


Hufhhhhh


Bian . melepaskan nafasnya berat sebelum mengatakan


"Sebenarnya kedatanganku kemari karena ingin bertanya tentang Aluna"


Deg


Senyuman Regan luntur saat Bian menyebutkan Aluna


"Aluna?"beo Regan, ia terkejut saat Bian menyebutkan nama Aluna

__ADS_1


"Ya wanita cantik mungil yang kau bawa dari kediaman keluarga Mahesa"


"Dari mana kau tahu bi?"tanya regan mengerutkan keningnya


Hufhhhh


lagi lagi Bian menghembuskan nafas beratnya sebelum ia mengatakan sesuatu


"Bahkan aku sangat mengenal Aluna sangat lama gan, dia adik tunangannya yaitu Alea Syahira Mahesa"


Deg


"Lalu untuk apa kau mencarinya? dia akan baik bersamaku dibandingkan hidup dengan keluarganya"


"Semakin hari kondisi Alea semakin buruk gan"ucap bian lirih


"Jangan katakan jika kau memin Aluna untuk mendonorkan darahnya kembali untuk wanita penyakitan itu! aku tak akan membiarkan setitik darah aluna di korbankan untuk kakaknya!"ucap Regan yang berubah dingin dan menatap tajam Bian yang juga menatap tajam Regan karena Regan menyebutkan Alea wanita penyakitan


"Jangan katakan Alea berpenyakitan! aku tak meminta Aluna untuk mendonorkan darahnya lagi untuk Alea, karena aleapun tak mau jika Aluna mendonorkan darahnya untuk dirinya, aku hanya ingin mempertemukan Aluna dengan Alea, karena sejak beberapa Minggu Alea terus menanyakan keberadaan adiknya"ucap bian mencoba menjelaskan


Regan langsung berdiri dari duduknya


"Tunggu, apa yang kau katakan tadi? tak meminta Aluna mendonorkan darahnya lagi? maksudmu apa?"tanya tegan tajam


"Jangan pernah bilang selama ini kau tahu jika Aluna mendonorkan darahnya untuk kakaknya secara terus menerus Bian!" perkataan Regan semakin tajam, dan pandangannya semakin tajam memandang Bian yang masih terduduk


"Ya, aku tahu bahkan aku sendiri yang melakukan transfusi darah Aluna untuk Alea"ucap bian lirih, seketika wajah Regan memerah menahan amarahnya


ia tak menyangka bahwa Bianpun terlibat dalam kekejaman keluarga Mahesa


"Katakan sekali lagi Bian!"


"Aku dokter pribadi yang merawat Alea gan,


aku tahu semuanya"ucap bian yang berhasil memancing kemarahan Regan


"jangan bilang kau juga tahu jika Aluna terus menerus mendonorkan darahnya untuk kakaknya, nyawanya akan terancam!"ucap Regan mendesis tajam


"Tapi ak-"


Bugh!


Bugh!


Belum sempat Bian menyelesaikan ucapannya Regan sudah terlebih dahulu melayangkan pukulannnya di wajah Bian


"APA YANG KAU LAKUKAN HAH! BERANI BERANINYA KAU MELAKUKAN HAL ITU! DIAMANA OTAKMU BIAN!"Teriak Regan marah,


"Aku tak punya pilihan lain selain mengambil darah Aluna untuk Alea!"


"TAPI KAU TIDAK BISA MELAKUKAN HAL ITU DENGANNYA! KAU ITU SEORANG DOKTER YANG MEMEILIKI KONEKSI DI BERBAGAI NEGARA!!"


"BERENGSEK KAU BIAN! GARA GARA ULAHMU ITU ALUNA DI NYATAKAN LEMAH JANTUNG! DAN ITU JUGA BISA MEMBAHAYAKAN NYAWA BAYIKU YANG SEDANG ALUNA KANDUNG!!"


BUGH!


lagi lagi Regan memukul Bian yang tak membalas apapun, Sarah yang memang posisinya lebih dekat dengan ruangan Regan terkejut ketika mendengar suara keributan di dalam ruangan bosnya.


Dengan panik Sarah langsung memangil Rey untuk untuk memeriksa keadaan di dalam ruangan Regan


"Taun Rey! tuan "teriak Sarah dengan wajah panik


"Ada apa Sarah? apa yang terjadi?"


"Itu tuan, saya mendengar suara keributan seperti orang tengah berantem di dalam ruangan tuan Regan, saya takut terjadi sesuatu"ucap Sarah panik, mendengar hal itu Rey langsung berlari menuju ruangan Regan


Brakkk!


"TUAN REGAN HENTIKAN!"Teriak Rey saat melihat tuannya masih mencekram kerah kemeja bian


"KENAPA KAU TAK MENCARI PENDONIR LAIN HAH?! KENAPA HARUS ALUNA YANG KALIAN KORBANKAN! APA SALAHNYA!"

__ADS_1


"Mm-maafkan aku gan aku tak punya pilihan lain!, tapi jujur aku saat ini hanya ingin meminta Aluna bertemu Alea karena kondisinya semakin hari semakin menurun, alea hanya ingin bertemu adiknya"


"Tidak akan aku biarkan istriku menemui keluarganya lagi! Aluna telah resmi menjadi istriku! aku taK akan pernah membiarkan Kalian menyakiti istri dan anakku lagi! saat ini sudah sepenuhnya Aluna adalah hakku! Sejak hari itu anak mereka yang bernama Aluna itu sudah mati! dan saat ini hanya ada Aluna istriku!"teriak Regan di depan wajah Bian yang sudah lebam


"Aku hanya ingin mempertemukan aluna dan alea itu saja tidak lebih"


"Aku tak akan mengizinkannya! aku tak peduli walaupun wanita itu mati!"ucap Regan tajam


BUGH!


Satu pukulan lagi mendarat di wajah tampan Bian


Rey yang hendak menghentikan tuanya di kagetkan dengan suara dering telepon yang berasal dari orang suruhannya


"Hallo ada apa?"


".........."


"APA?!"


"Kau segera awasi keadaan di mansion, aku akan mengatakannya kepada Tuan Regan"


"Baik taun"


Tut


Panggilan langsung di putuskan oleh rey, kini wajah Rey berubah panik saat orang kepercayaannya mengabari sesuatu


"TUAN TOLONG HENTIKAN, TUAN BIAN BISA MATI!"Teriak Rey saat Regan terus memukul wajah Bian


"JANGAN HALANGI AKU REY! DIA JUGA TERLIBAT DALAM PENYIKSAAN ALUNA!"Teriak Regan murka


"Tapi tuan ada sesuatu hal yang lebih gawat!"ucap Rey


Regan membulatkan matanya saat mendengar ucapan Rey


Dengan wajah paniknya Regan langsung berlari keluar meninggalkan Bian dan Rey serta Sarah


"Tuan, apa anda tidak aapa apa?"


"aku tak apa Rey ini hanya beberapa pukulan"


"Maafkan tuan Regan tuan"


"Tak apa, aku mengerti dia sangat marah denganku"


"Tapi kenapa Regan begitu panik saat kau membisikan sesuatu"


"Ada sesuatu yang menyangkut nona Aluna tuan"


"Apa? lalu bagaimana kondisi Luna apa dia baik baik saja?"


"Tuan tenang saja, tuan Regan sangat menyanyangi nona Aluna, sebaiknya anda saya antar pulang"


"Tidak perlu Rey, aku bisa sendiri dan terimakasih"


ucap bian, setelah itu ia meninggalkan ruangan Regan dengan wajah yang lebam


Sementara Regan setelah menndengar ucapan Rey, ia langsung berlari menuju mobilnya tanpa melihat pandangan karyawannya yang merasa aneh dengan tuannya yang berlari dengan wajah cemas


Regan langsung menancapkan gasnya menuju mansionnya untuk segera menemui Aluna


...TBC...


...Kira kira apa yang terjadi ya?"🤔...


...Tulis komentar kalian di bawah🤗...


...Jangan lupa like, komen, vote, hadiah dan rate bintang 5nya agar aku semangat menulis🥰...


...Oh iya sepertinya aku harus ganti jadwal up karena mulai tgl 14 perkuliahan udah mulai, dan Alhamdulillah udah mulai offline hihi...

__ADS_1


__ADS_2