
"Saat Sabtu malam keu kemana saja Aluna! aku tahu kau tidak pulang ke rumah kan?!"tanya wanita paruh baya yang masih nampak cantik, yaitu nyonya Clara mama Aluna
Aluna hanya bisa menundukan kepalanya di hadapan semua anggota keluarga yang saat ini tengah kumpul setelah liburan mereka selama satu minggu, semuanya menatap tajam Aluna yang tak berani menjawab pertanyaan yang terlontar dari sang mama
"Apa kau tidak punya mulut?!"
"KALAU ORANG BERTANYA JAWAB! jangan kaya orang bisu!"bentak nyonya Clara di hadapan semua anggota keluarga
"Dasar anak tak tahu diri! kemana saja kau Sabtu malam kemarin hah?!"Saat ini tuan Agra yang membentak Aluna, ia geram karena sejak tadi Aluna hanya diam menunduk
"Aa-alun pergi dengan bintang ke pesta ulang tahun caca dan menginap di rumah bintang"Jawab alun terpaksa berbohong, karena ia tidak mungkin mengatakan kejadian yang sebenarnya
Aldo yang sejak tadi hanya diam mulai angkat bicara
"Aku tahu kau berbohong! kau pasti menjual diri kan?!"Sarkas Aldo yang menohok hati Aluna
deg
Aluna mengelengkan kepalanya "**-tidak kak, Aluna tidak berbohong"
"Maafkan Aluna, Aluna tidak akan mengulanginya lagi "
"Dasar tak tau diri, awas saja kau jika sampai kau ketahuan berbohong habis kau!"tunjuknya di depan wajah Aluna dengan menatap tajam putri bungsunya
"Sebagi hukuman kau di larang makan hari ini dan bersihkan semua isi kolam renang Sekarang!"ucapnya nyonya Clara, Aluna hanya mengangguk pasrah tak berani melawan karena akibatnya ia akan terkena pukulan lagi dan lagi
Setelah itu mereka pergi dari hadapan Aluna, meningalkan Aluna sendiri di ruang keluarga itu
Tes
Seperti biasa butiran bening terjatuh dari kedua pelupuk matanya, padahal saat ini tubuhnya sangat lemas terlebih pagi tadi lagi dan lagi ia harus mendonorkan dua kantung darahnya
Bibi Zhi yang mendengar tuan nyonyanya menghukum Aluna langsung mendekati Aluna yang masih berdiri dengan tangisannya
"Non?"
"Non baik baik aja kan?"tanya bibi Zhi dengan mengusap bahu Aluna, Aluna langsung mengusap matanya seraya tersenyum melihat bibi Zhi
"Aluna gak apa apa bi, Aluna kan kuat"ucap Aluna dengan menampilkan senyumannya, bibi Zhi hanya tersenyum getir melihat aluna
"Maafkan bibi non karena bibi gak bisa bantu non alun"
"Gak apa apa bi cuman bersihin kolem renang sama gak di kasi makan kan udah biasa bagi Luna bi, bibi gak usah khawatir ya"
"Tapi non"
__ADS_1
"Bi, alun gak mau sampai bibi di pecat gara gara ngebantuin alun"
"Maafkan bibi non"
"Bibi gak perlu meminta maaf, ini bukan salah bibi ko"ucap Aluna dengan memeluk wanita paruh baya yang selama ini menyayanginya
Sedangkan di sisi lain terlihat tatapan tajam dari seorang laki laki paruh baya yang sering di sebut paman Er yang tak lain tak bukan kepala pembantu rumah kediaman Mahesa sekaligus suami bibi Zhi
"Orangtuamu sangat bodoh nak, mereka tega menyia nyiakan kamu, paman janji paman akan membebaskan kamu dari neraka ini, sabarlah nak"Gumam paman Er lirih dengan menatap Aluna yang masih memeluk bini Zhi
...***...
Aluna terus membersihkan isi kolam renang yang begitu luas, keringat dingin mulai bercucuran dari keningnya akibat tubuhnya yang tiba tiba merasa panas terlebih pagi tadi ia hanya memakan roti dan atas hukumannya ia di larang makan hingga malam
Meskipun begitu Aluna tetap menjalankan hukumannya hingga tak waktu menunjukan pukul setengah enam sore dan akhirnya tugas Aluna selesai
Tenggorokannya sangat kering namun apa mungkin ia di perbolehkan untuk minum?
"Aku sangat haus, tapi aku takut mama papa juga ngelarang aku untuk minum"Gumam lirih Luna, namun otak cerdasnya tiba tiba memiliki ide, ia segera beranjak menuju kamarnya
Hal yang ada dalam fikirannya saat ini adalah air keran yang ada dalam kamar mandinya, ia tak punya pilihan lain selain meminum air keran ia sangat haus
Bak orang tak bertemu air selama beberapa hari Aluna meminum rakus air kerannya bersamaan air mata yang terjatuh dari kedua mata cantiknya
"Kamu kuat Luna, ini juga gak apa apa kok"ucapnya mencoba untuk menguatkan dirinya sendiri
Setelah membersihkan tubuhnya, Aluna segera memakai pakaiannya namun tiba tiba kepalanya sangat pusing
tangannya berpegangan dengan lemari yang ada di dekatnya, bersaamaan dengan itu suara seseorang memangilnya
"ALUNA! ALUNA! DIMANA KAMU ALUNA! ANAK SIALAN!"Teriak tuan Agra yang mengagetkan Aluna, Aluna segera beranjak untuk menemui papanya
"ALUNA!"Teriak tuan Agra
Aluna yang di panggil itu menyahut, walaupun masih terdengar umpatan dari perkataan papanya saat memangilnya namun baru kali ini Aluna mendengar papanya memangil namanya, ia sedikit tersenyum mendengarny
"Papa?"
tuan Agra yang hendak berbalikpun membalikan badannya
"Ka_ "
Belum sempat ia meneruskan ucapannya ia terhenti saat melihat Aluna memangilnya dengan senyuman cantiknya, senyuman yang sangat ia benci, dan senyuman itu yang selalu membuatnya sakit
akan tetapi keterkejutan nya belum berhenti sampai di situ, ia melihat darah mengalir dari kedua hidung Aluna dan
__ADS_1
Brukk!
"ALUNA!"
Aluna terjatuh pingsan di hadapan papanya, tuan Agra segera menghampiri tubuh mungil Aluna, Wajah Luna begitu pucat membuat tuan Agra agak khawatir dengan kondisi Aluna
Tuan Agra segera membopong Aluna namun saat tangannya menyentuh kulit Aluna ia semakin terkejut akibat tubuh Aluna yang sangat dingin ia membopong nya dan meletakannya di atas ranjang Luna
Setelah meletakan tubuh Aluna ia menatap tubuh Luna yang sangat kurus, bahkan saat tadi ia membopong tubuh aluna tuan Agra seperti tidak membawa apapun, hatinya tercubut melihat kondisi Aluna seperti itu bahkan wajah pucat Alea kalah dengan wajah pucat Luna saat ini
Ia segera merogoh handphone nya untuk menghubungi dr.keluarganya, setelah itu tuan Agra meningalkan Aluna dan memangil bini Zhi untuk mengurus Luna
Bibi Zhi yang mengetahui Aluna pingsan begitu khawatir, ia segera berlari ke kamar Luna dan tak berapa lama dr. datang untuk memeriksa keadaan Luna
"Bagaimana keadaan nona aluna dokter?"
"Nona alun mengalami demam, kekurangan darah serta dehidrasi sehingga membuatnya jatuh pingsan, dan untuk darah yang keluar dari hidungnya itu hal wajar saat seseorang mengalami demam tinggi, saya akan memasangkan infusan"Bibi Zhi mengangguk
"Besok saya akan kembali, jika kondisinya semakin parah bisa langsung di bawa ke rumah sakit"
"Baik dok terimakasih"ucap bibi Zhi
Sedangkan di luar tuan Agra mendengarkan ucapan dokter dengan bibi Zhi dengan berdiri di dekat pintu masuk
Setelah dokter keluarga Mahesa pergi, tuan Agra masuk kedalam kamar Aluna
"Tuan" Sapa bibi Zhi menunduk
"Jaga dia bi, berikan dia makan"ucap tuan Agra singkat dan terkesan dingin
"Baik tuan" setelah mengatakan hal itu tuan Agra meningalkan kamar Aluna
Bibi Zhi sedikit tersenyum karena tuannya setidaknya sedikit peduli dengan nona mudanya, fikir bibi Zhi
Bibi Zhi duduk di dekat ranjang Luna, untuk menemaninya hingga nonanya kembali sadar
...TBC...
...Maafin ceritanya amburadul š¤£...
...gak ngena bngt feel bawangnya wkwk, tapi gak apa apa lah ya hehe, maklumlah otor gadungan inimahš¤£...
...Aku sengaja up lagi karena besok ada kegiatan full, kalo sempat malam nanti up lagi hihi...
...And please don't leave negative comments! karena otor akan langsung blok akun tersebut!...
__ADS_1
...Tolong berikan tanda jika ada kesalahan kata/banyak typo dalam pengetikannya, otor akann segera memperbaiki nya...
...Berikan dukungan yang bersifat membangun ya guysš¤...