Aluna My Little Wife

Aluna My Little Wife
Chapter 30


__ADS_3

Siang harinya Aluna terbangun dari tidurnya setelah pertempuran panas pagi hari bersama Regan, pandangan wanita hamil itu menyapu mencari sosok Regan


Namun alangkah terkejutnya ia saat jam sudah menunjukkan pukul sepuluh siang


"Astaga aku kesiangan!"cicitnya masih belum mengingat kejadian pagi tadi


Tiba tiba Suara pintu yang di buka sangat pelan mengejutkan Luna, lantas wanita hamil itu memandang pintu kamarnya yang ternyata bibi Laras yang datang


"Eh nona sudah bangun, kirain bibi non alun belum bangun karena tadi tuan Regan berpesan untuk membangunkan non jam sepuluh pagi"ucap bibi Laras ramah, wanita paruh baya itu tersenyum saat melihat penampilan Aluna setengah telan*ang


"Yasudah kalo gitu, bibi siapkan sarapan non dulu ya. Mau makan di kamar apa di meja makan non?"tanya bibi Laras, yang masih menampilkan senyumannya karena baru paham kenapa tuannya pagi tadi terlihat berbinar cerah ternyata nonanya yang menjadi alasannya


"Maaf bi apa boleh di kamar?"


"Boleh non, sebentar ya bibi siapkan dulu.Kalo gitu bibi ke dapur dulu ya non"ucap bibi Laras lembut. Aluna menganggukan kepalanya, Setelah itu bibi Laras langsung keluar dari kamar


"Tumben aku bisa kesiangan ya"gumam ya yang masih tak menyadari bahwa tubuhnya hanya berbalut selimut


Aluna turun dari ranjangnya namun saat aura dingin tiba tiba menmbus kulitnya Aluna langsung tersadar jika saat ini tubuhnya sedang tak mengenakan apapun


"Astaga ap-" Aluna baru mengingat jika pagi tadi ia dan Regan telah melakukan hal itu untuk pertama kalinya setelah menikah dan juga ekspresi bibi laras yang saat memasuki kamarnya ia terus saja tersenyum penuh arti


"Akhhhhhhh!"jerit Aluna seraya menarik selimutnya kembali dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya


"Ahhhh kenapa aku bisa seceroboh gini, pasti tadi bibi Laras sedang menertawakan ku"jeritan tertahan, pipi Aluna langsung memerah karena menahan malu akibat kegiatannya pagi tadi yang tak terduga duga di ketahui oleh bibi Laras


Aluna segera beranjak dari kasur menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, setelah berada di dalam kamar mandi Aluna bersandar di dekat wastafel dengan memegang dadanya yang tiba tiba berdetak kencang


"Astaga apa pagi tadi aku dan kak Regan benar benar melakukan hal itu lagi?"gumamnya dengan mengingat saat Regan dengan lembut menyentuhnya tanpa celah


Blusss


Berbeda dengan dulu ntah mengapa Aluna tidak sedikitpun merasa takut setelah melakukan hal itu bersama Regan, pipinya semakin memerah, perlakuan lembut Regan saat melukan hal itu seakan menutupi luka yang dulu Regan perbuat. Aluna berbalik menatap pantulan tubuhnya di depan cermin seraya membuka balutan selimut tipis yang menutupinya


Ia melihat banyak ruam merah keunguan yang begitu banyak di tubuh putihnya, dari leher, dada, perut, serta bagian paha tak luput dari jejak percintaannya bersama Regan pagi tadi


"Kenapa ini sangat banyak? oh astaga bahkan aku mengingat saat kak Regan membuatnya"gumam Luna yang lagi lagi menutupi wajahnya dengan kedua tangannya


Aluna langsung membersihkan tubuhnya, setelah itu ia keluar dari kamar mandi dengan balutan bathrobe berwarna putih dan berpapasan dengan datangnya bibi Laras yang membawa sarapan pagi yang mana tidak bisa di sebut sebagai sarapan lagi karena waktu sudah siang


"Permisi nona, ini makanan sama susunya bibi taro di sini ya"ucap bibi Laras seraya meletakan makanannya di atas meja yang berada di dalam kamar itu

__ADS_1


"Ah iya bibi, terimakasih banyak maaf jika Aluna merepotkan"ucap Luna


"Ini tugas bibi non, non Aluna tak perlu sungkan"jawab bibi Laras


"Kalo gitu bini keluar dulu ya non mau lanjutin pekerjaan, non jangan lupa minum susu sama vitaminnya ya itu pesan tuan Regan kalo nggak habis nanti dapet hukuman"ucap bibi Laras yang mana membuat Aluna membulatkan matanya seperti tahu arah mana hukuman itu


"Ah iya bibi terimakasih dan maaf"cicitnya pelan membuat bibi Laras mengerutkan keningnya seraya mendekati nona mudanya


"Maaf untuk apa nona?"tanyanya penuh kelembutan


"Mm-maaf untuk kejadian tadi karena Aluna tidak sadar jika Aluna sudah tak memakai pakaian Luna "ucapnya dengan menundukkan kepalanya, Aluna fikir ia tak sopan saat bibi Laras memergokinya dengan setengah telan*ang seperti itu


Mendengar ucapan Nona mudanya bibi Laras mengerti kemana arah perbincangannya


"Nona tak perlu meminta maaf, bibi Laras yang pernah muda juga paham, justru bibi senang karena rumah tangga tuan Regan dan nona baik baik saja dan nona sebagai istri memang harus menuruti keinginan suami, dan sejujurnya bibi sangat bahagia saat tuan Regan membawa seorang wanita yang ternyata tengah mengandung anaknya karena sejak kecil tuan sangat kesepian non"ucap bibi Laras panjang lebar


"Terimakasih banyak bibi, bibi Laras mengingatkan Luna sama bibi Zhi yang sangat baik sama Luna"ucap polos Luna, membuat bibi Laras terkekeh karena ia sadar ternyata tuan mudanya menikahi wanita yang masih polos dan baginya Aluna ini bak anak kecil yang selalu mengungkapkan apa isi hatinya tulus tanpa di buat buat


"Oh iya kalo boleh bibi tahu kandungan nona sudah berapa Minggu?"


"Jalan 14 Minggu bibi"


"Olah semoga sehat sehat ya non, bibi masih gak nyangka dulu tuan Regan kecil masih bibi gendong gendong eh sekarang udah mau punya anak aja"


"Iya non, kurang lebih hampir lima puluh tahun bibi mengabdi di sini bersama suami bibi"jawabnya, sepintas Aluna bertanya tanya selama beberapa hari tinggal bersama Regan ia belum mengetahui dimana keluarga suaminya


"Ah maaf bi apa Aluna boleh tanya?"tanya Aluna takut takut


"Iya non, non mau tanya apa?"


"Mmmm apa kedua orangtua kak Regan masih ada?"tanya Luna


"Loh emang tuan Regan belum cerita non?"tanya bibi Laras yang mendapat gelengan kepala oleh Aluna "mungkin kak Regan belum sempat cerita bibi"bibi Laras mengangguk


"Begini non, kedua orangtua tuan Regan masih lengkap tapi mereka sekarang tinggal di negara A karena perusahaan pusat memang berada di sana, tuan Regan juga mempunyai satu kakak perempuan dan adik laki-laki namun mereka sama sama tinggal terpisah tapi masih berada di negara ini hanya nyonya besar dan tuan besar saja yang tinggal di luar negeri"jelas bibi Laras


"Aduhh non maaf bini jadi lancang, kalo gitu non segera makan ya dan jangan lupa minum susunya sama vitaminnya, bibi mau lanjut bekerja"


"ah iya bibi, terimakasih banyak maaf merepotkan"


"Tak apa non ini sudah menjadi tugas bibi"ucap wanita paruh baya itu seraya meninggalkan kamar Aluna dan Regan

__ADS_1


Setelah bibi laras keluar Aluna segera berpakaian. Hari ini Aluna mengunakan dress rumahan berbahan katun dengan model Sabrina, rambutnya ia jepit ke atas membuat anak anak rambutnya terurai


Setelah itu Aluna langsung menyantap sarapan paginya yang bisa di bilang makan siangnya karena waktu sudah menunjukkan waktu siang, Ntah mengapa pagi ini Aluna tak merasakan rasa mual saat menyantap makanannya, dengan lahap ia menghabiskan makanan serta susu hamilnya dan berselang lama sedikit lama ia baru meminum vitaminnya, setelah itu Aluna membereskan bekas makannya sendiri dan mencucinya, jika biasanya Aluna tidak di perbolehkan untuk mencuci bekas makannya namun sekarang tidak karena tidak ada art atau paman yang serta bibi Laras yang berada di dapur


Setelah mencuci piring bekas makannya Aluna kembali berjalan, namun ia menjadi bingung karena ia tak tahu hal apa yang harus ia lakukan karena Regan melarangnya untuk keluar mansion, Aluna sangat bosan namun tak ada pilihan lain selain ia kembali ke dalam kamarnya


...***...


Di sisi lain tepatnya di sebuah mansion utama Milik keluarga Anderson terlihat wanita dan laki laki yang tengah cek cok karena mendebatkan suatu masalah


"Pokoknya aku gak mau mommy jodoh jodohin, Regan sudah dewasa mom, Regan bisa milih wanita mana yang akan Regan nikahkan!"bantah Regan karena kedatangan mommynya di negara I hanya untuk membicarakan perjodohannya bersama wanita yang membuat Regan muak


Beberapa jam sebelumnya saat Regan bertengkar dengan dokter Bian, Rey sang asisten mengabarkan jika mommynya datang ke negara I tanpa memberi tahu Regan atau yang lain, Regan panik karena takut jika mommynya akan datang ke mansionnya dan mengetahui jika dia sudah menikah dengan Aluna


Bukan hal apa Regan tak bisa gegabah karena ia tahu Karakter mommynya yang keras tak tersentuh, Regan tak bisa membayangkan jika mommynya tahu ia sudah menikah secara diam diam di belakang keluarganya, ia takut istri dan anaknya akan terancam. Biarlah ia pelan pelan menjelaskannya nanti namun untuk saat ini ia belum siap


"Mommy tak mau tahu Regan! kamu harus segera menikah! kamu itu sudah dewasa dan mommy menginginkan seorang cucu, tidak ada lagi yang mommy harapkan karena raya juga sampai saat ini belum mengandung sedangkan adik kamu itu dia masih menempuh pendidikannya!"


"Regan akan menikah dengan orang yang Regan sayang dan cintai tapi tidak dengan wanita murahan itu! dia wanita ular mommy dan jika mommy menginginkan seorang cucu Regan akan buatkan cucu untuk mommy dengan wanita pilihan Regan sendiri!"


"Mommy gak mau tahu pokonya wanita yang pantas berada di samping kamu hanya Safira! tidak ada yang lain! dan mommy hanya ingin dia menjadi menantu mommy sekaligus wanita yang melahirkan penerus perusahaan keluarga Anderson!"bentak nyonya Eva, Regan mengepalkan kedua tangannya


"Kenapa harus Regan mom? kenapa nggak elang saja yang mommy jodohkan! Regan gak mau Regan sudah memiliki wanita pilihan Regan sendiri"


"JANGAN MACAM MACAM KAMU REGAN! ELANG ITU MASIH KULIAH! HANYA KAMU YANG BISA MEWUJUDKAN ITU! DAN JUGA SYAFIRA SANGAT MENCINTAI KAMU!"Teriak nyonya Eva


"Terserah mommy! yang jelas Regan tak akan menikahi wanita siluman ular itu! jangan coba coba cari Regan jika mommy masih kekeh menginginkan Regan menikah dengan wanita ular itu!"ucap Regan, setelah itu ia pergi meninggalkan mansion mewah itu


"REGAN TUNGGU!! MAU KEMANA KAU! POKOKNYA MOMMY GAK MAU TAHU KAMU HARUS NIKAH SAMA SYAFIRA!"Teriak nyonya Eva mommy Regan emosi


Regan terus berjalan keluar dan mengabaikan teriakan mommynya tujuannya saat ini hanya pulang ke mansionnya dan bertemu istri kecilnya


Kemarin malam Nyonya Eva nekat pergi dari negara A untuk ke negara I meninggalkan suaminya yang selalu menunda Nuda ia pergi ke negara I


Alasan utama nyonya Eva pergi ke negara ini adalah untuk merencanakan perjodohan Regan dengan Syafira karena baginya Syafira sudah sangat cocok untuk Regan, ia datang berniat memberi kejutan untuk Regan dan kedua anaknya yang lain namun saat sampai di bandara ia terkejut karena Regan sudah datang menjemputnya


ya begitu mengetahui mommynya datang ia langsung pergi menjemput mommyny karena takut jika mommya akan pergi ke mansionnya dan bertemu Aluna, Regan belum siap akan itu kondisi Aluna masih lemah.


Regan kembali terkejut saat tiba di mansion mommynya langsung mengatakan jika ia akan menjodohkannya dengan wanita yang selama ini sangat Regan Hindari, yaitu Syafira wanita cantik yang selalu mengejar ngejalar Regan sejak kecil namun sayangnya hati Regan waktu itu hanya untuk bayi kecilnya


Nyonya Eva dengan nafas memburu segera mendudukkan tubuhnya di sofa setelah itu ia mencari headphonenya guna menghubungi seseorang

__ADS_1


"Hallo"


...TBC...


__ADS_2