
Aluna memandang ragu untuk mengatakan keinginannya namun Regan seakan mengerti ia lantas bertanya
"Ada apa? apa ada sesuatu yang ingin kau katakan?"tanya Regan dengan mengangkat kedua alisnya
dengan ragu ragu Aluna mengatakannya"A-aku ingin kembali berkuliah kak, aku merindukan sahabatku bintang kak"cicit Aluna menunduk takut Regan marah, namun bukannya marah Regan malah mengusap kepalanya
"Boleh, tapi nanti ya tunggu kamu benar benar pulih, habis itu kakak izinin kamu kuliah dan kalo mau nnti kakak bawa bintang ke mansion"seketika Aluna mendongak
"Beneran?"tanyanya, dianguki oleh Regan membuat Aluna langsung memeluk tubuh Regan yang di balas erat oleh Regan
"Terimakasih kak"ucapnya di sela pelukannya, namun pelukan itu terhenti saat makanan mereka telah siap
"Silahkan di nikmati tuan nona"ucap ibu warung itu, baik Luna dan Regan langsung me menikmati makanan mereka, Aluna memakan seafood sedangkan Regan memakan ayam bakar
Aluna menatap binar makanan seafood di depan matanya, ia nampak antusias saat beberapa hewan laut itu tersaji dengan saus Padang yang nikmat
Tanpa fikir panjang ia langsung menyantapnya dengan senyuman yang tak pernah Aluna lepas, Regan mengelengkan kepalanya
"Pelan pelan makannya tidak akan ada yang membawa kabur makananmu Luna"ucap Regan dengan terkekeh seraya mengelap samping bibir Aluna yang ada saus pasangnya dan ia jilat sendiri bekas itu
Ia merasa gemas dengan cara makan Aluna, istrinya seperti anak kecil yang sangat tak di beri makan
"Apa dia memang masih kecil?"ucap batinnya seraya terkekeh geli
"Kakak mau?"tawar Aluna yang mendapatkan gelengan Regan
"Tapi coba sedikit aja kak, ini enak" tawar Aluna lagi menyuruh agar Regan memakan seafood, namun Regan lagi lagi mengelengkan kepalanya membuat Aluna menatap sendu Regan dan memanyunkan bibirnya
Melihat hal itu Regan tak tega
"Iya deh iya kakak mau tapi suapin"ujarnya yang membuat Aluna kembali tersenyum dan langsung menyuapi Regan seafood, namun dalam hati Regan sedikit ragu saat akan menelan seafood itu akan tetapi ia tetap tersenyum di depan Aluna
"Mati gue"Runtuk Regan dalam hati, ia segera mengirimkan pesan diam diam kepada asisten Ray untuk segera datang ke sini dan menyiapkan dokter pribadinya, takut takut terjadi sesuatu setelah beberapa saat nanti karena sejujurnya Regan memiliki Alergi dengan semua jenis makanan laut, makanya ia memesan ayam bakar ketimbang makanan laut lainnya
"Enak kan kak?"tanya Aluna, Regan menganggukan kepalanya dengan senyuman terpaksa
"Ini mau lagi?"tanya Aluna yang lagi lagi menyodorkan kerang laut ke mulut Regan, namun kali ini Regan mencoba menahan kembali suapan Aluna
"Nggak usah alun, kakak udah ada ayam kamu aja ya yang makan dan habisin kan katanya ini makanan kesukaan kamu"ujar Regan
"Tapi ini kebanyakan kak, Aluna gak bakal habis mau ya makan lagi"ucap Luna dengan wajah memelasnya, dan lagi lagi membuat regan tak tega akhirnya ia mau memakan makanan seafood itu dengan terpaksa
Soal alergi biarlah urusan belakangan, yang jelas ibu hamil itu bahagia dan ntah apa yang bakal terjadi setelah ini
...***...
Di perusahaan AA Company, tepatnya perusahaan raksasa yang di miliki Regan asisten Rey yang tengah terfokus dengan semua laporan laporan tiba tiba satu notifikasi pesan menghentikannya
Rey segera melihat isi pesan yang ternyata dari tuannya, ia terkejut saat Regan mengatakan jika ia memakan makanan laut dan Regan menyuruhnya untuk segera menyusul dan memanggil dokter pribadi tuannya
"Apa yang tuan Regan lakukan? apa dia mau bunuh diri dengan memakan makanan laut!"
"Shitt aku harus segera kesana sebelum terjadi apa apa!"
__ADS_1
Rey segera merapikan berkas berkasnya, dengan sedikit berlari menuju basemen kantor untuk mengendarai mobilnya Rey meneleponku dokter pribadi Regan agar segera menyusul ke tempat
Tut...
"Hallo rey, apa terjadi sesuatu?"tanya seseorang di sebrang sana
"Hallo Mark, aku butuh bantuanmu tuan Regan sepertinya dia telah memakan makanan laut"ucap Rey, ya seseorang di sebrang sana ialah Mark yang tak lain adalah dokter pribadi Regan sekaligus salah satu sahabat Regan
Sebetulnya Regan memiliki empat sahabat sejak junior high school yang salah satunya ialah Mark sang dokter pribadi dan Rey yang di angkat menjadi asisten pribadi Regan, makanya sering sekali Regan menyuruh agar Rey bersikap biasa saja namun ternyata Rey selalu bersikap formal saat bersamanya, Rey memiliki hutang Budi yang sangat besar dengan Regan membuat ia mengabdikan dirinya sendiri menjadi asisten untuk Regan
"APA?! Apa dia gila Rey! sudah tau dia alergi makanan laut kenapa ingin membunuh diri dengan memakan makanan itu!"
"Aku tidak tahu Mark, tapi cepatlah kau datang ke pantai Xx sekarang aku sedang dalam perjalanan ke sana, tuan sedang berada di sana"
"Okey baiklah aku akan kesana segera, tapi sebelum aku datang tolong kau berikan Regan obat alerginya agar tidak terlalu parah"
"Baiklah kalau begitu aku tutup teleponnya"
Tut..
Panggilan langsung di matikan oleh Rey dan segera ia menancapkan gasnya lebih kencang untuk segera menemui Regan
......***......
Di satu sisi setelah menghabiskan makanannya dan membayar semua tangihan, Regan langsung mengajak Aluna pergi dari warung itu
Keduanya berjalan di pinggiran pantai yang indah itu, namun tak berapa lama tubuh Regan mulai bereaksi
"Jangan lari lari, ingat kandungan kamu Luna"perintah Regan yang membuat Luna menganggukan kepalanya
Nafas Regan semakin lama semakin sesak namun sampai saat ini Rey belum datang, wajah Regan sudah mulai memerah dan mengeluarkan bintik bintiknya, namun Regan tetap tenang dengan terus mengawasi Aluna
"Kak ay- Astaga kak Regan KENAPA?!"belum sempat mengajak Regan, Aluna di kejutkan dengan keadaan wajah Regan yang sudah memerah dan bintik bintik merah pada wajah serta leher pria itu
"Aku **-tidak apa apa"
"Bagaimana bisa tidak apa apa kak, wajah kakak memerah"Panik Aluna seraya memeriksa tubuh Regan yang sudah panas, semakin lama wajah Regan semakin memerah serta dadanya yang sangat sesak
"Aku tii-"
BUK!
Belum sempat berkata Regan terjatuh di hadapan Aluna membuat ibu hamil muda itu menjerit
"Kak Regan!!"
"Kak bangun kak"Aluna mencoba membangun Regan yang pingsan, ia menangis saat melihat wajah Regan semakin memerah
"Tolong!" teriak Aluna sembari tangannya terus menepuk nepuk wajah Regan, tak berselang lama asisten Rey datang, ia terkejut melihat istri tuannya sudah duduk menangis dengan tubuh Regan yang sudah tak sadarkan diri
"ASTAGA TUAN REGAN!"
"Kak Rey"
__ADS_1
"Nona apa yang terjadi"
"Aku gak tau kak, tadi kak Regan baik baik aja tapi dia tiba tiba pingsan, tolong kak Regan kak hiks"ucap Luna menangis
"Nona tenang dulu ya, sepertinya Alegri tuan kambuh"
"Alergi?"
"Iya nona, apa sebelumnya tuan memakan makanan seafood?"tanya Rey yang di angguki Aluna
"Tuan sangat pantang memakan itu Nona"
"Lalu bagaimana kak hiks, ini salah Luna"
"Nona tenanglah sebentar lagi Dokter pribadi tuan akan segera datang"Ucap Rey, yang langsung membopong tubuh Regan ke mobil
Tak berapa lama dari itu, salah satu mobil sport mewah tiba dan keluarlah laki laki dengan stelan dokter
"Rey, bagaimana keadaan Regan?!"ucap dokter itu yang tak lain ialah Mark
"Tuan Regan tak sadarkan diri Mark"
"Baiklah coba kau menyingkir sebentar Rey aku akan memeriksanya"Ucap Mark, setelah itu dokter Mark langsung memeriksa kondisi Regan, ia menyuntikkan salah satu jenis obat untuk pertolongan pertama yang ia lakukan agar keadaan Regan tak semakin parah
"Sepertinya kondisi Regan kali ini cukup memperihatinkan, kita harus membawanya ke rumah sakit Rey"ucap Mark cemas, Rey menganggukan kepalanya
"Apa yang terjadi dengan kak Regan kak Rey?"cemas Luna yang sejak tadi masih menangis
"Nona sepertinya tuan harus segera di bawa ke rumah sakit"
"Apa seperah itu kak?"
"Iya nona, ayo nona masuk ke mobil"ucap Rey yang menyuruh Aluna untuk segera masuk kedalam mobil untuk menuju rumah sakit
Mark yang melihat seorang wanita cantik yang berada di dekat Regan itu mengerutkan keningnya namun karena keadaan Regan yang semakin parah membuat ia harus menahan rasa penasarannya untuk sementara waktu
Regan di bawa ke rumah sakit terdekat, dengan kekuasaannya Mark bisa langsung bertindak untuk menyelamatkan Regan sendiri walaupun ia tak praktek di rumah sakit itu sendiri
Aluna terus menangis karena merasa bersalah dengan keadaan Regan
"Kak Rey, apa kak Regan tidak akan terjadi apa apa?"ucapnya cemas
"Tenanglah nona, saya yakin tuan Regan tidak terjadi apa apa"
"Hiks ini salahku kak, harusnya aku gak maksa buat kak Regan makan makanan seafood"ucap Luna dengan terisak
"Apa yang nona bilang? jadi tuan Regan memakan makanan seafood atas paksaan anda?"tanya Rey sedikit meninggikan suaranya, membuat Luna menunduk takut
"Maaf kak Rey, Luna tidak tahu jika kak Regan memiliki Alegri dengan makanan laut"
"Lain kali tolong Nona jangan pernah biarkan tuan Regan memakan makanan itu, nyawanya bisa terancam nona!"ucap rey yang semakin membuat Aluna merasa bersalah
...TBC...
__ADS_1