Aluna My Little Wife

Aluna My Little Wife
Chapter 42


__ADS_3

Dua puluh tahun lalu adalah hari yang seharusnya menjadi hari bahagia bagi keluarga besar Mahesa tepatnya hari bahagia pasangan Agra Mahesa dan Clara karena setelah tiga tahun Clara melahirkan anak kedua yang berjenis kelamin perempuan keluaga itu semakin lengkap dan harmonis, baik Clara dan tuan Agra memutuskan untuk tidak memiliki anak kembali karena bagi mereka dengan hadirnya putra sulung dan putrinya yang bernama Alea itu sudah lebih dari cukup mengisi kelengkapan keluarga Mahesa


"Mama mama kenapa Ale tidak memiliki adik seperti teman teman ale yang lain?"tanya gadis kecil cantik yang berusia tiga tahun itu kepada sang mamanya dengan suaranya yang khas anak berusia tiga tahun


"Tapi kan Ale Sudah punya kakak Al, untuk apa punya adik, emang Ale mau punya adik Sayang?"tanya nyonya Clara itu berbicara dengan Alea kecil


"Ya mama, Ale pengen punya adik yang cantik seperti Ale"


"Tapi mama tidak bisa sayang, mama takut mama tidak bisa membagi kasih sayang mama untuk Ale dan adik Ale nanti"


"Tapi Ale pengen punya adik mama"rengek gadis kecil itu dengan suara cadelnya


"Kan ada Tante Liana juga sebentar lagi melahirkan nanti Ale juga punya adik"


"Benarkah mama, itu juga adik Ale?"


"Iya sayang itu juga adik Ale, sudah ya sekarang waktunya kamu bobo nanti kalo papa pulang liat Ale belum tidur papa marah lagi"


"Iya mah Ale tidur, Ale gak mau papa marah"


"Princess mama pintar ya, good night sayang" Gadis kecil itu memjamkan matanya dan nyonya Clara langsung mendaratkan kecupan sayang untuk putri kecilnya


Cup


"Mimpi indah princess mama"ucapnya setelah ia mendaratkan ciuman untuk Alea kecil, setelah itu ia mematikan lampu dan pergi dari kamar putrinya untuk ke kamarnya


Clara keluar dari kamar anaknya dan secara bersamaan suaminya pulang dari kantor


"Papa kok baru pulang?"tanya nyonya Clara kepada tuan Agra yang baru pulang dari kantornya


Nyonya clara langsung menerima jas dan tas kantor suaminya


"Iya mah, tadi ada sedikit masalah di perusahaan, oh iya anak anak sudah tidur mah?"tanya tuan Agra sembari melepaskan dasi dan juga kancing kemejanya


"Sudah pah, baru saja princess kita tertidur dan Al juga sepertinya kecapean setelah pulang les dia langsung tidur setelah makan malam"


"Papa sudah makan?"


"Sudah mah"


"Yaudah kalo gitu mama siapkan air hangat untuk papa dulu ya"


"Iya mah Terimakasih istriku"ucap tuan Agra tersenyum melihat ketelatenan istrinya mengurus dirinya dan juga kedua anaknya, Nyonya Clara hanya tersenyum menanggapi ucapan suaminya ia segera menyiapkan air hangat untuk suaminya mandi


Setelah siap tuan Agra langsung membersihkan dirinya dan tak berapa lama ia selesai, tuan agra seperti biasa ia tertidur hanya menggunakan celana pendek dan bertelanjang dada ia segera menyusul istrinya yang sudah bersandar di kepala ranjang kamar mereka


"Papa pasti cape, mau mama pijitin nggak?"tawar nyonya Clara, tuan agra tersenyum senang karena istrinya selalu bersikap manis


"Boleh mah, tapi apa mama juga tidak cape?"


"Tidak pah, papa jauh lebih cape di bandingkan mama"ucap Nyonya Clara dan langsung memijit punggung suaminya dengan lembut


"Pah apa papa tahu tadi anak kita Alea mengatakan jika ia menginginkan seorang adik"


"Apa? bagaimana bisa mah?"


"Iya karena katanya dia iri dengan teman temannya yang kebanyakan memiliki adik"


"Lalu mama jawab apa?"


"Ya mama jawab alekan sudah punya kakak dan lagian Liana juga sebentar lagi melahirkan dan Ale juga akan memiliki adik"cerita nyonya Clara kepada suaminya sambil terus memijit suaminya


"Emang mama yakin tidak akan pernah menginginkan anak lagi?"


"Kalo mama si cukup hanya Ale dan Al saja pah, karena mama takut mama tidak bisa membagi kasih sayang untuk anak anak mama nanti"


"Papa terserah mama saja, asal jatah papa jangan berhenti. Jangan mentang mentang udah gak mau punya anak lagi eh jatah papa berhenti lagi"


"Ihh papa tuh ya anak udah pada gede masih fikirannya ke situ situ aja, emang gak bosen tiap malam juga"

__ADS_1


"Ya mana ada yang bosen si mah apalagi punya istri cantik baik penurut seksi lagi"Goda tuan Agra kepada nyonya Clara


Plak


"Jangan gombal deh pah inget umur sebentar lagi mau kepala empat"


"masih 35 mah masih lima tahun lagi kepala empatnya"


"Ya sama aja dong pah bentar lagi juga udah makin tua"


"Tapi gini gini juga papa masih kuatkan mah, masih bisa muasin mama kan tiap malam"


Plak


Satu gemplakan lagi nyonya Clara kepada pungung suaminya membuat tuan agra meringis


"Papa tuh ya mesum Mulu fikirannya, udah ah mama mau tidur"


"Loh katanya mau pijitin papa, ini belum selesai loh mah"


"Nggak mau mama udah ngantuk"


"Yaudah kita olah raga malam aja yuk"ucap tuan Agra menaik turunkan alisnya kepada sang istri dan tentunya nyonya Clara tak bisa menolak setiap kali suaminya meminta hal itu padanya


...________________...


Setiap hari keluarga Mahesa tidak pernah ada kesedihan dalam keluarganya, mereka senantiasa selalu bahagia menjalani kehidupan mereka namun...


Satu bulan setelah kejadian itu tiba tiba semua keluarga besar Mahesa di kejutkan dengan Alea kecil yang tiba tiba terjatuh pingsan dengan wajah pucat


semua anggota keluarga begitu panik saat Alea tiba tiba jatuh pingsan dengan wajah pucat, mereka segera membawa Alea ke rumah sakit terbaik di kota itu


Dokter segera menangani Alea sedangkan semua anggota Mahesa menunggu di luar guna menunggu dokter memeriksakan kondisi Alea


"Bagaimana keadaan anak saya dok?"tanya tuan Agra setelah dokter keluar dari ruangan pemeriksaan Alea


"Maaf tuan sepertinya saya membutuhkan waktu beberapa lama untuk mengecek kondisi nona kecil Alea karena saya menemukan kejanggalan dalam kesehatan tubuhnya"ucap sang dokter tersebut


"Baik tuan saya akan mengecek kesehatan nona kecil, di mohon agar tuan dan nyonya dapat menunggu" ucap sang dokter itu yang di angguki tuan Agra


"Apa saya bisa menjenguk putri saya dok?"tanya nyonya Clara pada sang dokter


"Sebaiknya tunggu sebentar nyonya, saya dan perawat harus memeriksa keadaan nona kecil Alea"


"Tapi dok apa kondisi Putri saya baik baik saja?"


"Saya belum bisa menentukannya nyonya, seperti yang saya katakan jika saya menemukan kejanggalan di kesehatan nona kecil, sebiknya anda dan tuan menunggu sebentar sampai pemeriksaan selesai"ucap sang dokter


"Tenang kak princess kita pasti tidak akan terjadi apa apa" Liana mencoba menenangkan kakak iparnya yang terus menangis ketika melihat Putrinya tiba tiba tak sadarkan diri


"Iya sayang sebaiknya kita tunggu dokter sampai memeriksa keadaan Alea"ucap tuan Agra yang juga menenangkan istrinya


"Kalo begitu saya permisi dulu tuan nyonya"pamit sang dokter


"Iya dok terimakasih"


...________________...


Hasil lab yang di lakukan dokter Kepada Alea sudah keluar, sementara semua keluarga Mahesa tak terkecuali kedua orangtua tuan Agra dan nyonya Clara beserta yang lain berkumpul untuk menunggu hasil lab keluar dan di bacakan


Dokter menyerahkan hasil lab Alea kepada tuan agra dan meminta tuan Agra membacakannya, semua orang yang berada di dalam ruangan itu berdetak kencang tak karuan takut apa ada sesuatu yang terjadi kepada Alea


Mata tuan Agra membulat setiap ia membaca hasil lab itu kata perkata, tak terasa air matanya yang tak pernah ia jatuhkan mengalir deras saat sesuatu mengejutkan dia


Ia terkejut sekaligus terpukul saat mengetahui penyakit Alea kecil, tangannya melemah membuat kertas laporan yang di bacanya terjatuh membuat semua orang semakin khawatir


"Apa yang terjadi Agra!"Ucap ayah tuan Agra yang tak lain tuan besar Mahesa


Tak sabar, tuan besar segera meraih laporan itu dan membacanya, Matanya sama sama membulat begitu mengetahui penyakit cucunya

__ADS_1


"Ap-apa ini benar Dokter?"tanya tuan besar


"Seperti tertera di laporan itu tuan besar, saya sudah tiga kali mengeceknya namun hasilnya sama, nona kecil Alea menderita penyakit mematikan yang tak lain adalah kangker hati"


Jedarrr!


Bagai di sambar petir di siang bolong, Clara terkejut bukan main saat mendengar jika ternyata Putri kecilnya menderita penyakit mematikan itu


"Tidak ini tidak mungkin! anakku! hiks hiks tidak mungkin dokter pasti salah memeriksa keadaan anakku! ini pasti tertukar Dok!"ucap Nyonya Clara histeris sementara tuan Agra sama sama terkejutnya begitu mengetahui jika anak kesayangannya menderita penyakit mematikan itu


Tubuhnya masih kecil kenapa tuhan memberikan penyakit mematikan seperti itu kepada anaknya?


"Maaf nyoya hasil ini tidak salah, saya sudah mengeceknya selama tiga kali namun hasilnya tetap sama nona kecil Alea menderita penyakit kangker hati stadium 2"


"Ap-apa ini bisa sembuh dokter?"tanya tuan Agra


"Tentu tuan semua jenis penyakit ada obatnya tuan dan nyonya hanya perlu bersabar sebagai orang tua"


Bruk!


tiba tiba nyonya Clara pingsan, semua anggota semakin panik melihat Clara pingsan. Clara segera di bawa ke ruang pemeriksaan untuk di priksa


dan lagi lagi keterkejutan mereka tak sampai di situ saat mengetahui kondisi Clara yang sedang berbadan dua


Tuan Agra terkejut ia tak tahu harus bahagia atau apa, ia bukannya tak senang saat istrinya kembali hamil karena sejujurnya ia juga tak mempermasalahkan itu namun di satu sisi keadaannya tak memungkinkan setelah ia tahu kondisi Alea yang menderita penyakit mematikan itu


"Maaf dok apa benar istri saya hamil lagi?"


"Ya tuan, selamat saat ini kandungan Nyonya Clara menginjak usia tiga Minggu. Tolong tuan menjaga kondisinya karena kondisi janin Sangat lemah dan rentan mengalami keguguran"ucap Dokter obygn wanita itu kepada tuan agra


"Ya terimakasih dokter"


"Kalo begitu ini resep untuk penguat kandungan Nyonya, tuan dan jangan lupa untuk menjaga nyonya Clara buat dia jangan terlalu berfikir karena hal itu bisa mengganggu janin yang ada di dalam kandungannya"ucap dokter wanita itu, Agra kembali mengucapkan kata terimakasih dan dia segera meninggalkan ruangan dokter obygn itu menuju ruang rawat Clara


di sana Clara ternyata sudah sadar dari pingsannya saat Agra masuk


"Sayang apa sudah tidak apa apa?"tanya Agra begitu pergantian


"Bagaimana kondi Alea pah? apa dia baik baik saja?"


"Alea baik baik saja sayang sudah ada mami yang menjaganya"


"Aku pengen ke ruangan Alea pah"


"Tunggu dulu ya mah, ada satu hal yang ingin papa katakan"ucap tuan Agra menatap mata sang istri yang terlihat sangat cemas dengan kondisi anaknya


"Apa pah cepat katakan, mama ingin ke Alea"


"Sayang, kamu ingatkan waktu itu kita sama sama sepakat untuk tidak memiliki anak lagi, tapi..."


"iya tapi...?"


"Bagaimana jika aku mengatakan saat ini kami tengah hamil kembali anak ketiga kita sayang?"ucap tuan Agra pelan berbicara kepada istrinya


"Ap-apa? tidak mungkin pah mama sudah mencocokknya mama tidak mungkin kembali hamil"


"Tapi itu kenyataan Clara, saat ini kamu tengah kembali hamil anak ketiga kita"


"**-tidak mungkin pah! mama tidak mau! Alea membutuhkan mama! bagaimana mungkin jika mama kembali hamil pah!"


"Tapi itu faktanya Clara, saat ini kamu kembali tengah hamil"


"Tidakk! aku tidak mau anak ini! anakku sedang sakit! aku tidak mau!" Tiba tiba Clara berteriak dan memukuli perutnya. Agra segera menahan tangan istrinya agar tidak kembali memukuli perutnya


"Clara tenang sayang... "


"Jangan begini, kamu bisa menyakiti anak kita dan dirimu sendiri"


"Aku tidak mau tidakkk! aku tidak sudi mengandung anak ini!"

__ADS_1


...TBC...


__ADS_2