
Saat ini Regan tengah memandangi pohon mangga besar yang ada di hadapannya ia bergidik ngeri melihat pohon mangga yang ada di halaman belakangnya sangat tinggi apalagi hari sudah malam namun tidak membuat kemauan Aluna berubah ia ingin buah mangga yang di petik oleh Regan sendiri
"Sayang kamu serius nyuruh aku manjat pohon mangga ini?"tanya Regan garuk garuk kepala tak gatal
"iya kak ambil dia buah saja yang itu"ucapnya sambil menunjuk buah mangga yang ada di atas pohon itu
"Nona apa biar saya saja yang mengambilkan mangga itu?"tanya tukang kebun di sana, Aluna menggelengkan kepalanya tanda ia tidak mau selain Regan
"tidak usah pak, kak Regan juga bisa kok iya kan kak?"tanya Aluna polos, Regan hanya tersenyum lirih
"Ayo Regan kau harus mengabulkan keinginan istrimu, itu juga kemauan anakmu!"ucap raya sambil tertawa karena melihat wajah Regan yang pucat karena takut
Regan dengan kaki gemetarnya ia berusaha memanjat pohon mangga itu di tengah malam dengan para pelayannya yang mencoba membantu untuk memeranginya menggunakan senter
usaha pertama ia nyaris jatuh namun Regan tetap berusaha untuk mengambilnya
"iya itu kak yang gede!"teriak Aluna dari bawah pohon melihat suaminya
Regan berusaha untuk mengambilkan buah mangga itu walaupun badannya sudah gemetar karena ini baru pertama kalinya Regan memanjat pohon
Ia berhasil mengambil dua buah mangga itu namun yang menjadi masalah sekarang ia tidak bisa untuk turun ke bawah, namun tiba tiba pelayanan di mansionnya membawakan tangga yang membuat Regan mengumpat
"shitt! sial kenapa kalian tidak mengeluarkannya sejak tadi hah?!"teriaknya kepada pelayannya yang hanya garuk garuk kepala
tangga itu memudahkan Regan untuk turun tanpa takut terjatuh, setelah sampai di bawah ia berusaha tetap tersenyum kepada istri kecilnya yang sudah memasang wajah menggemaskan itu
"Ayo kak aku sudah tidak sabar memakannya"ajak Aluna menarik tangan Regan namun di tahan Regan
"Ett sebentar sayang, ini sudah malam tidak baik memakan buah masam malam malam, besok siang saja ya"bujuknya
"ngga mau, aku udah mau dari tadi siang kak"
"tapi sayang nanti aku takut bayi kita sakit perut"ucap Regan, namun Aluna tetap kekeuh ia ingin memakan buah ini yang di campur bumbu rujak
Akhirnya karena terpaksa Regan menuruti permintaan Aluna, ia hanya menghela nafas panjang
"tapi janji jangan makan banyak banyak ya, secukupnya saja okei?"Aluna mengangguk antusias setelah itu ia langsung mengajak Regan untuk ke dalam
"Permisi tuan, nona apa biar saya saja yang menyiapkan rujak buahnya?"
"terimakasih bibi, bibi bisa istirahat saja biar aku saja yang buat sendiri"ucap Aluna, pelayan itu menatap Regan yang menyetujui permintaan istrinya itu
"tidak apa apa bi"
"Baik tuan kalau seperti itu saya pamit ke belakang"
...****************...
Aluna semangat memakan rujak buatannya sendiri dengan di temani Regan yang sejak tadi hanya diam memperhatikan Aluna memakan rujaknya
"nanti setelah ini jangan lupa minum susu hamilnya sayang"ucap Regan dengan mengelus rambut panjang Aluna lembut
__ADS_1
"makannya pelan pelan, gak akan ada yang mengambilnya"cegah Regan saat Aluna terlibat sangat cepat memakan rujaknya
"kakak mau?"tawarnya yang di jawab gelengan kepala oleh Regan
"Kamu saja"
"ayo aaa ini enak"ucap Luna dengan menyodorkan buahnya
Regan mau tak mau memakan suapan itu, meskipun ia kurang suka rasa pedas namun ia tetap memakannya
"Lagi?"tanya Aluna Regan mengangguk, yang pada akhirnya mereka saling suap suapan
"pedas sayang"ucap Regan yang sudah tidak kuat lagi memakan rujaknya setelah puas Regan mengajak aluna kembali ke kamarnya
"aku siapkan air hangat dulu ya kak"
"Ayo kita mandi bersama sayang"Regan langsung menarik Aluna ke kamar mandi tanpa ada perlawanan
"ta-tapi aku sudah mandi"
"ngga apa apa kakak kangen" ucap Regan dengan mengedipkan sebelah matanya
...****************...
Setelah pergulatan panas di kamar mandi tadi saat ini keduanya tengah berpelukan di atas ranjangnya dengan tangan Regan yang menjadi bantalan
"kakak pasti cape ya pulang pulang langsung menuruti kemauan aku buat manjat pohon mangga tadi"ucap Aluna dengan tangannya yang menggambar abstrak di dada bidang Regan yang telanjang
"kakak gombal"
"aku tidak gombal sayang, aku bahagia banget karena kamu hadir di hidup kakak. Dulu kakak selalu tidur sendirian dan tidak ada teman cerita untuk berkeluh kesah cuman bayi kecil kakak yang selalu ada namun takdir sekan punya rencana lain yang membuat kita berpisah dan saat ini tuhan kembali menakdirkan untuk kita kembali bersama dengan hadirnya buah hati kita sayang"
"Apa kakak tidak pernah bercerita dengan teman teman kakak"
"No sayang, ketika kita bertemu hanya ada kesenangan yang kita mau tanpa bercerita keluh kita masing masing namun, meskipun seperti itu mereka tetap peduli"
"oh iya alun baru ingat kok teman teman kakak sekarang tidak pernah main lagi?"
"mereka sudah kembali ke negaranya masing-masing sayang, tapi mereka bilang ketika kamu lahiran mereka akan kembali buat melihat anak kita"
Aluna menatap mata suaminya dalam
"terimakasih kak karena kakak aku menjadi tau arti di cintai dan di sayangi, alun akan terus mencintai kakak selamanya. Jangan pernah tinggalin Aluna ya kak"
"hsutttt"
"kamu jangan pernah ngomong itu lagi sayang, kamu perlu tau jika aku mencintaimu lebih dari nyawaku sendiri untuk itu kita harus tetap bersama untuk anak anak kita nanti"Aluna mengangguk ia semakin merapatkan pelukannya dengan Regan
"Besok kita jalan jalan ke mall mau?"tanya Regan yang langsung di angguki Aluna
"mau!"
__ADS_1
"kalau gitu kamu harus segera tidur bayi kecil"
"aku bayi kecil yang punya bayi" ucap Aluna yang membuat Regan terkekah gemas ia langsung mengecup kening dan pipi Luna yang semakin chubby itu
...****************...
Paginya Aluna dan Regan di buat terkejut karena mommynya tiba tiba bersikap baik dengan Aluna, Samapai sampai ia rela pergi ke dapur untuk memasak sarapan paginya yang di khususkan untuk Aluna
"Mommy kenapa? mommy tidak berniat meracuni istri dan calon anakku kan?"ucap Regan tajam yang membuat nyonya Eva kesal bukan main
"Dasar anak nakal! mommy tidak akan sejahat itu sampai sampai membunuh menantu mommy dan calon cucuku!"
"Ayo alun, kamu harus merasakan sarapan buatan mommy. Mommy jamin makanan ini sangat sehat"
Aluna masih diam memandang makanan yang di buatkan oleh nyonya Eva sampai akhirnya Reganlah yang mengajak Aluna untuk segera sarapan sebelum hari ini ia mengajak Aluna jalan jalan hari ini
Sedangkan di sisi lain di sebuah mansion mewah yang menjadi saksi bisu penyiksaan Aluna, tengah heboh akibat kobaran api yang melahap dapur mansion itu, semua orang panik ketika melihat api yang semakin besar
Tuan Agra yang pagi itu tengah berada di ruang kerjanya terlonjat kaget mendengar teriakan para pelayan mansionnya tak terkecuali bibi zhi yang mencoba memadamkan api menggunakan alat pemadam
Tuan Agra dengan kaki yang lemas panik mencari istrinya yang masih ada di dalam kamar mandi karena semakin lama api semakin membesar
"Clara cepat keluar! Mansion kebakaran!"teriak tuan Agra namun karena kamarnya terkunci dan juga kedap suara membuat nyonya Clara sama sekali tidak mendengar keributan di luar
Semua pelayan di sana berusahalah keluar menyelamatkan diri karena api yang semakin membesar membuat mereka tidak bisa memadamkannya
"Astaga tuan dan nyonya masih di dalam! bagaimana ini"
"Tolong panggilkan pemadam kebakaran"teriak bibi zhi yang menangis histeris
"Saya sudah menelponnya bibi, pemadam kebakaran sedang berada di jalan"
"Tapi tuan dan nyonya masih ada di dalam!"
"Apa yang harus kita lakukan bibi? kita tidak mungkin bisa menyelamatkan mereka yang ada nyawa kita yang menjadi taruhannya"
"Ya Tuhan bagaimana ini, selamatkan tuan Arga dan nyonya Clara"
"Cobaan apalagi ini"gumam bibi zhi yang menangis memandang mansion mewah itu tengah di lahap kobaran api
Sedangkan di dalam tuan Agra dan nyonya Clara yang berusaha untuk keluar dari dalam mansion itu namun
Buk!
Tiba tiba pukulan hebat menghantam punggung keduanya yang membuat keduanya pingsan
.
.
.
__ADS_1
...TBC...