
Beberapa bulan berikutnya tak terasa usia kandungan Aluna sudah menginjak usia 8 bulan itu artinya dalam satu bulan lagi ia akan melahirkan anak pertamanya dan menjadi sosok ibu
Semakin hari raut bahagia tak bisa di bendung Aluna di kelilingi orang orang yang mencintainya membuat ibu hamil itu tak lagi merasa sedih
kini ia paham rasanya bahagia seperti apa, jika dulu hanya tangisan yang selalu ia alami berbanding terbalik dengan kehidupannya sekarang, memiliki suami seperti Regan sungguh di luar dugaannya, di sangat beruntung memiliki suami yang sangat mencintainya walaupun pertemuan mereka bukan dengan cara yang baik namun siapa sangka jika itu jalan tuhan untuk membuat kehidupan Aluna yang tadinya sudah berada di ujung keputus asaan menjadi kebahagiaan yang tak ternilai harganya
"Anak Daddy, Daddy pergi kerja dulu ya kamu sehat sehat di dalam perut mommy, sebentar lagi kita akan bertemu nak. Daddy sungguh tidak sabar melihatmu sayang"
"aku juga tidak sabar bertemu Daddy, semangat ya Daddy kerjanya" jawab Aluna menirukan suara anak kecil membuat Regan terkekeh
"Kamu hati hati ya sayang, kalo ada apa apa langsung kabarin aku atau minta bantuan orang di mansion. Aku janji aku akan pulang secepatnya karena hari ini aku harus meeting dengan klien dari luar negeri"
"Iya kak, hati hati di jalan, nanti kalo boleh aku anterin makan siang ke kantor"
"Tentu sayang, nanti kakak akan menyuruh supir atau Rey untuk menjemputmu, kakak berangkat ya sayang"
cup
ucap Regan dengan di iringi kecupan di seluruh permukaan wajah Aluna, setelah itu ia masuk kedalam mobil yang sudah sejak tadi di siapkan
Hari ini hari Regan sengaja pergi ke perusahaan untuk menyelesaikan pekerjaannya sebelum ia bener bener akan cuti untuk menemani Aluna di detik detik ia melahirkan, Regan mau menjadi suami sekaligus Daddy siaga untuk itu ia akan menyelesaikan secepatnya demi istri dan sang buah hati yang sudah di nanti nantikan kehadirannya
Aluna menghela nafasnya karena akhir akhir ini ia merasa ia mudah sekali mellow jika harus di tinggalkan Regan kerja, namun ia tak bisa selalu ikut karena jika ia ikut ia akan merepotkan Regan
Setelah melihat mobil Regan perlahan lahan pergi dari halaman rumahnya Aluna memutuskan untuk kembali ke dalam ia berniat akan membuat kue untuk suaminya dan semua orang rumah karena tidak ada lagi kesibukan yang aluna bisa lakukan
"Sayang, maukan bantuin mommy buat kue buat Daddy? Mommy bosan sayang kamu jangan rewel ya"ucap Aluna dengan mengusap perutnya yang sudah membuncit
Aluna melangkah menuju dapur disana ada ketua pelayan yang sedang memantau para pekerja lainnya
"Eh nona, ada yg bisa saya bantu non?"
"Emm bibi saya mau membuat kue untuk kak Regan dan semuanya apa bibi bisa membantu Aluna untuk menyiapkan bahan bahannya?"
"Tentu nona, sebentar ya bibi akan siapkan bahan bahannya"
"Terimakasih bibi"
Semua bahan telah siap sekarang saatnya alun eksekusi untuk membuat kue yang dia inginkan
wangi kue buatan Aluna sampai ke lantai atas, membuat ibu mertuanya nyonya Eva langsung turun, ia tersenyum manis saat mengetahui asal wangi itu
"Wahh kamu sedang membuat kue apa sayang wanginya sampai tercium ke lantai atas?"tanya nyonya Eva
"Em alun hanya membuat kue bronis mom"jawab Aluna yang sampai saat ini sebenarnya ia masih takut mengingat perlakuan nyonya Eva pada awal lalu
"Wah sepertinya kue buatan kamu enak, mommy tidak sabar menyicipinya"
"Kalau begitu apa mommy boleh membantu, mommy penasaran resep kamu bagaimana karena wanginya sangat enak"
"apa itu tidak merepotkan mommy? Lebih baik mommy tunggu saja biar Aluna dan bibi yang menyelesaikan membuat kue ini"ucap Aluna.
Nyonya Eva sadar menantu cantiknya ini masih segan sama dia dan sedikit takut meskipun ia seratus persen sudah merubah sikapnya namun ia paham perlakuannya dulu membuat Aluna sedikit takut dan mungkin menimbulkan trauma karena penderitaan Aluna yang membuat ia cukup membentengi dirinya sendiri namun ia tak menyerah untuk mengambil hati menantunya agar ia bisa seperti teman temannya yang lain yang sangat akrab dengan menantunya yang bisa di ajak shopping dan lain lain
"Tidak sama sekali sayang mommy pengen tau cara membuat kue yang enak, oh apa kue brownies yang dulu pernah mommy makan saat berkunjung ke rumah kalian itu buatan kamu sendiri sayang?"
"iya mommy itu buatan Aluna sendiri"
"Wahh itu sangat enak sayang, mommy jadi tidak sabar menyicipi kue ini lagi. Yasudah mommy menunggu saja ya mommy mau ke kamar dulu nemenin Daddy"
"Baik mommy nanti kalo sudah siap Aluna panggil"ucap Aluna
"Tapi kamu harus hati hati ya jangan sampai kamu terluka atau kelelahan, dan bibi tolong jangan sampai membuat menantuku kelelahan "
"Siap nyonya"
__ADS_1
setelah tiga jam bergelut di dapur akhirnya Aluna menyelesaikan kue buatannya dan juga makan siang untuk suaminya
"Akhirnya semuanya selesai"ucap Aluna tersenyum karena puas dengan hasil kue dan masakannya
"Bibi Aluna mau minta tolong siapkan dalam bekal makanan ya. Dan jangan lupa siapkan untuk mommy dan Daddy juga ya bi, Aluna mau istirahat sebentar setelah itu mau mengantarkan kue dan makanan ini ke kantor"
"Siap nona nanti bibi akan menyiapkannya"
"Terimakasih banyak bibi untuk bantuannya, bibi dan yang lain jangan lupa mengambil kue itu ya bi"
"Ah tidak perlu nona, inikan untuk tuan Regan, nyonya besar dan tuan besar"
"Tidak apa apa bibi ini sangat banyak, Aluna sengaja membuat kue ini banyak agar bibi dan yang lain ikut merasakannya"dalam hati bibi dia sangat bersyukur memiliki nona muda sebaik dan sesopan Aluna tuannya sangat beruntung bisa memiliki istri sebaik Aluna dan juga nonanya sangat sangat cantik dia jadi penasaran sendiri akan secantik atau setampan apa anak majikannya ini jika ibu dan ayahnya saja memiliki wajah dan hati seperti malaikat
"Terimakasih banyak nona muda"
"Sama sama bibi, kalo gitu Aluna keatas dulu ya bibi"
"iya nona, hati hati jalannya ya"
Aluna menaiki tangganya untuk ke kamar namun sebelum itu ia memanggil mertuanya terlebih dahulu untuk menyicipi kue buatan dia tadi yang sudah di tunggu ibu mertuanya
tok tok tok
"Iya sayang ada apa?"
"em itu mom, kuenya udah jadi di bawah"
"wahh benarkah? mommy tidak sabar memakannya lagi kalo begitu mommy akan segera turun kebawah"ucap nyonya Eva dengan berbinar, Aluna hanya tersenyum manis melihat ibu mertuanya sangat menyukai kue buatannya
"tapi Aluna izin istirahat sebentar ya mom, Aluna mau mengantarkan makan siang ke kantor nanti"
"tidak apa apa sayang, kalo gitu kamu istirahat gih kamu sudah lama sekali di dapur. Tapi apa cucu mommy baik baik saja di dalam?"
"yasudah mommy Aluna ke kamar dulu ya"
"iya sayang terimakasih ya"
Sesampainya di kamar Aluna duduk di kasur miliknya dengan berselonjor kaki dia mengusap perutnya lagi
"Kamu sudah kangen daddykan sayang, mommy juga udah kangen lagi sama Daddy padahal baru beberapa jam di tinggal" ucapnya dengan terkekeh lucu
"Sebentar lagi kita akan menemui Daddy sayang"
Aluna mencari handphone untuk menghubungi Regan yang ternyata Regan sudah lebih dulu mengirimkan chat di pesannya
"Sayang, sepertinya pak supir yang akan menjemput kamu karena Rey sedang mengurus proyek di luar, dan aku sedang ada meeting mendadak bersama rekan dari luar negeri Mr. Wili. Kamu tidak apa apakan?"
baru saja Aluna ingin mengirim balasan pesan Regan, Regan terlebih dahulu menelponnya
"Hallo sayang, kamu tidak apa apa jika supir yang menjemput?"
"tidak apa apa kak, aku akan segera bersiap"
"yaudah nanti kamu tunggu dulu di ruangan aku ya sayang, hati hati di jalannya kalo ada apa apa jangan lupa kabari aku segera, dan kalo mau berhenti untuk membeli sesuatu di jalan kamu suruh pak supir saja ya"
"Iya suamikuuu sayangg"ucap Aluna yang baru pertama kali memanggil Regan seperti itu membuat Regan disana salah tingkah sendiri namun ia langsung menormalkan kembali mimik wajahnya setelah ada yang masuk kedalam ruangannya
"yasudah aku mau meeting dulu ya, inget pesen aku tadi okey?"
"Iya kak"
setelah itu panggilan terputus dan Aluna segera bersiap siap untuk mengantarkan bekal untuk Regan, ia menggunakan dress putih motif bunga dengan model Sabrina Aluna juga sedikit memoles wajahnya agar terlihat fresh padahal tanpa make up pun dia sangat cantik, ia memilih sendal flat shoes yang senada dengan bajunya karena Regan tidak lagi mengizinkan Aluna untuk menggunakan semdal ber hal walaupun itu hanya 3 centi.
selesai berkemas, ia terlebih dahulu izin dengan mommy Eva dan setelah itu ia langsung berangkat dengan supir yang sudah standby sejak tiga puluh menit lalu
__ADS_1
"apa tidak ada yang ketinggalan nona?"tanya pak supir
"tidak ada pak"
Aluna duduk diam sambil memandang jalanan ibukota yang padat, namun pada saat di lampu merah tiba tiba ia ingin memakan rujak yang ada di pinggir jalan itu
"Pak, apa boleh berhenti sebentar? saya ingin rujak itu pak"
"biar saya saja yang membelikannya nona, nona tunggu saja di luar"pak supir itu sudah di wanti wanti Regan sebelum menjemput Aluna karena ia tak mau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dengan Aluna karena tau kebiasaan Aluna yang suka meminta jajanan di pinggir jalan ketika jalan bersama Regan
pak supir memakirkan mobilnya di depan toko yang memiliki lahan parkiran kecil dia pikir itu parkiran aman
"nona jangan keluar ya, tunggu di sini saja"
"iya pak hati hati"
pak supir itu pelan pelan menyebrang jalanan untuk menghampiri tukang rujak buah yang ada di sebrang jalan, sedangkan di dalam mobil Aluna menunggu sambil memainkan ponsel dan berbalas pesan dengan sahabatnya bintang yang sudah lama sekali mereka tidak bertemu karena bintang saat ini tengah menemani Omanya di negara S untuk sementara waktu, kabarnya lusa ia baru akan kembali ke tanah air
Namun tiba tiba tenggorokan Aluna merasa kering namun ia lupa membawa air dan tidak ada air di dalam mobil ia memutuskan keluar setelah melihat di depan mobilnya ada minimarket
setelah membeli minuman Aluna segera keluar namun tanpa di sangka sangat sebuah mobil berkecepatan tinggi menerobos lampu merah yang tak jauh dari Aluna, Aluna kaget karena mobil itu menuju kearahnya lantas ia langsung memeluk perutnya
"NONAA ALUNAAAA AWASSSS!!!!"
AAAAAAAAA
BRAKKKKKKK!!!!
tubuh Aluna terpental cukup jauh dengan bersimpuh darah dari kaki dan kepalanya, pak supir itu tanpa kata langsung berlari meninggalkan rujak yang sudah dia pesan tergeletak di jalanan
Sedangkan di sisi lain saat Regan yang sedang meeting tiba tiba dadanya sesak, ia hendak minum namun justru gelas air yang hendak ia jangkau terjatuh dan pecah
"Mr.Regan are you oke?" tanya salah satu orang di sana
"sorry Mr.Wili, suddenly my chest feels tight"
"Let's rest for a while Mr. Regan, I think it's already lunch time"
"thank you Mr.wili"
namun tiba tiba handphone pribadi Regan berdering tanda ada yang memanggil Regan Ia melihat nama orang suruhannya yang menelpon, Regan segera mengangkatnya karena hanya panggilan mendesak saja orang suruhannya yang bisa menelpon Regan
DEG!
DEG!
dadanya kembali merasakan sesak, dan kakinya tiba tiba lemas ketika mendapat kabar bahwa istrinya mengalami kecelakaan ia menangis menjerit marah membuat semua orang di ruangan itu terkejut melihat Regan seperti itu
"BAGAIMANA BISA HAH!"
"KALAU SAMPAI TERJADI SESUATU DENGAN ISTRIKU DAN KANDUNGANNYA AKU BUNUH KALIAN!!"
Tanpa kata Regan segera menyambar jasnya ia segera berlari tanpa pamit untuk segera menuju rumah sakit dimana Aluna di larikan
Regan seperti orang kesetanan saat mengendarai mobil sportnya
"tolong bertahan sayang!"gumam Regan membelah jalanan ibukota yang cukup macet, ia terpaksa menyalakan lampu khusus untuk meminta orang orang menyingkir
.......
.......
.......
...TBC...
__ADS_1