Aluna My Little Wife

Aluna My Little Wife
Chapter 14


__ADS_3

"lya nak, disini sebulan 500 ribu. Tapi cuman ada satu kamar tidur, toilet dan ruang dapur, gak ada ruang tamunya." ujar seorang wanita pada seorang wanita yang tak lain Aluna


"Gapapa bu, Saya bersyukur banget udah ada kamar sama toiletnya, jaman sekarang mana ada kontrakan murah tapi lengkap dapur." balas gadis itu semangat.


"Jadi neng mau ambil satu?" gadis itu mengangguk antusias


"Oke lah, nanti ibu beresin kamarnya dan eneng tinggal datang kesini aja buat mindahin barang-barangnya" balas ibu-ibu itu tak kalah antusias


"Terimakasih banyak ya bu, Oh iya namaku Aluna bu" si ibu meraih tangan Aluna dan menjabatnya


"Saya Ningsih neng Alun, yaudah saya mau mulai beresinnya dulu, ya." Aluna mengangguk, gadis itu masih berdiri di posisi yang sama dengan mata yang tak lepas memandangi kontrakan kecilnya


Setelah melihat lihat kontrakan barunya, Aluna mendekati Bu Ningsih "Maaf Bu saya harus segera pergi dulu, tapi saya mau nitip baju baju saya ya Bu di sini saya akan mencicilnya"


"Oalah boleh boleh neng, hati hati ya neng di jalannya"


Setelah itu Bu Ningsih memberikan kunci kontrakannya, dan Aluna segera pergi dari sana


Ya ia sudah memikirkan hal ini matang matang, untuk masalah kakaknya alun punya jalan keluar sendiri yaitu ia akan tetap mendonorkan darahnya diam diam, dan pergi ke rumah diam diam


"Gak apa apa ya sayang kita tingal di kontrakan kecil ini, nanti kalo mama punya uang lebih banyak kita pindah ke yang lebih baik, sekarang mama harus beli susu buat kamu ya nak"Ucap Aluna dengan janinnya, ia segera melangkah menuju super market


Rencananya Aluna akan membawa barang barangnya perlahan lahan agar tidak ketahuan keluarganya


...***...


Dua hari kemudian...


Setelah perkuliahannya selesai ia dan bintang memutuskan untuk pergi ke sebuah kafe dekat kampus untuk mengerjakan beberapa tugas mereka


"Lun, kamu mau pesen apa?"tanya bintang setelah mereka duduk di salah satu kursi kosong


"Aku minuman aja satu jus strawberry "Bintang mengangguk ia langsung memanggil pelayan kafe


"Lun kok gue perhatiin Lo makin kurus si?Lo diet?""Tanya bintang saat memerhatikan Aluna yang sudah sibuk dengan leptopnya


"Nggak aku nggak diet, emang akhir akhir ini aku susah buat makan"


Tak berapa lama pesanan bintang dan Aluna datang, bintang yang memang sudah lapar langsung melahapnya sedangkan Aluna hanya memesan minuman


"Jangan di turutin lun, kalo udah waktunya makan ya makan kalo gitu terus kamu bisa sakit"ucap bintang dengan mengunyah makanannya


Sejenak Aluna menatap bintang, apa ia harus mengatakan masalahnya dengan bintang, toh lambat lain bintang akan mengetahui semuanya


Namun beberapa saat tatapan mata Luna melihat beberapa orang dengan pakaian serba hitam yang sepertinya menatapnya sejak tadi


"Mereka siapa?"fikir Aluna


"Kenapa perasaanku tiba tiba tak enak ya, ah mungkin ini hanya perasaanku saja"


Aluna tidak mau ambil pusing mungkin ini hanya perasaannya, ia segera menyelesaikan tugas tugasnya karena sebentar lagi Luna harus masuk kerja


Tak berapa lama semua tugas yang harus mereka serahkan besok selesai, bintang dan Luna segera pergi dari kafe tersebut dengan berbeda tujuan


"Bin filenya di kamu aja ya, soalnya aku harus masuk kerja sekarang"

__ADS_1


"Oke, apa mau gue anterin?"


"Nggk usah, kan katanya kamu buru buru"


"Yaudah aku duluan ya"Ucap bintang seraya melambaikan tangannya, Aluna mengangguk dan tersenyum


"Hati hati"ucap Luna


Aluna Langsung berjalan menuju kafe tempatnya bekerja


"Kamu lelah ya sayang? maafin mama ya kamu harus kuat ya, karena cuman kamu yang mama punya"gumam lirih Luna


...***...


Aluna berlari dengan nafas ngos-ngosan. Gadis itu sempat dikejar oleh orang-orang berbadan tegap saat ia keluar dari kafe setelah menyelesaikan pekerjaannya, sebenarnya dia sudah bisa menebak siapa yang mengejarnya tadi, mereka adalah anak buah papanya.


Aluna tidak tahu dimana salahnya, tapi melihat ada bodyguard-bodyguard sang tetua rumah membuatnya harus waspada, waspada dengan apa yang akan terjadi di rumah nanti.


Alun mengambil napas dalam-dalam dan menghembuskannya pelan, memejamkan mata sejenak dengan tangan kanan yang sudah menggenggam gagang pintu. Gadis itu membuka matanya dan mulai menekan si gagang hingga pintu terbuka, betapa terkejutnya dia ketika pintu terbuka lebar seluruh anggota keluarga tengah menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa terbaca


"Ka-kalian Kenap-"


PLAK!


Balum sempat Aluna menyelesaikan ucapannya satu tamparan keras mengenai wajah cantiknya


"MASIH PUNYA MUKA KAMU PULANG KE RUMAH INI HAH?!" bentak tuan agra murka


Aluna merasakan pipinya yang semakin panas dan berdenyut nyeri, tamparan papanya begitu kuat sampai-sampai dia terhuyung kebelakang dan beruntungnya dia tidak terjatuh.


"Papa kenapa? A-Alun salah ap-"


PLAK!


"MASIH TANYA SALAH KAMU DIMANA ALUNA? KAMU MASIH TANYA DIMANA KESALAHAN KAMU?!" lagi-lagi Tuan agra membentak Aluna murka.


Aldo menghempaskan sebuah box berukuran sedang di depan Aluna, mata Aluna membelalak ketika melihat satu benda kecil beserta susu ibu hamil yang selama ini dia sembunyikan terlempar dari dalam box. Jantungnya berdetak kencang, keringat dingin mulai membasahi pelipis, tangan dan kakinya.


"l-ini? Di-dimana kakak dapat ben-benda ini?" tanya Aluna kaku. Aldo mencengkram pipi Aluna kuat


"Kenapa? Kamu kaget darimana saya tahu tentang kehamilanmu? Kamu pikir kamu bisa menyambunyikan aib memalukan dari keluarga ini huh?! Dasar perempuan murahan!"ucap Aldo kejam


Duak!


Aluna memgangi kepalanya yang baru saja dibenturkan secara keras di lantai. Bahkan tanpa sadar darah mulai mengalir dari hidungnya


"Saya tidak menyangka, selama ini saya menampung ja*ang didalam rumah saya, Andaikan saya mengetahui perbuatanmu sekarang dari dulu saya tidak akan pernah membiarkan kamu hidup!!"ucap tuan Agra dingin nan tajam


Pria berwajah tegas itu menjambak rambut Alun kuat-kuat.


"Akhhh!!"


"KENAPA KAU HARUS LAHIR DI DUNIA INI HAH?!"Bentaknya dan langsung mendorong tubuh Aluna


Rasanya nyawa dalam tubuhnya seperti hendak melayang, apalagi ketika dua buah koper besar yang dilemparkan kearahnya secara kasar, menimpa kaki Aluna dan bagian perutnya.

__ADS_1


Saat ini Aluna sungguh takut karena tiba-tiba perutnya terasa sakit, Aluna takut jika apa yang dia bayangkan benar-benar terjadi.


Tuhann apa ini saatnya aku pergi hiks?...


Batin perempuan itu berteriak, ia sudah tak kuat


"Ss-sakit, hiks"


Melihat hal itupun tidak ada yang berusaha membantu Aluna, Aluna semakin menangis terisak hatinya hancur saat keluarganya memperlakukannnya bak binatang


"APA KAMU PAHAM JIKA KEHADIRAN KAMU DI KELUARGA INI PEMBAWA SIAL?KAMU HANYA BEBAN BAGI KELUARGA INI ALUNA! KAMU ITU BEBAN YANG DI TAMPUNG KELUARGA SAYA! GARA GARA KAMU NENEK KAKEK SAYA MENINGAL! DAN ALEA YANG BANYAK MENGORBANKANNYA DEMI KAMU! DAN SEKARANG DENGAN TAK TAHU MALUNYA KAMU MENCORENG NAMA KELUARGA INI HAH?!?"Bentak Al dengan emosinya yang membucat


DUAK!!


Lagi lagi tubuhnya di benturkan


Aluna menangis menjerit, hatinya jauh lebih sakit dibandingkan pelipisnya yang berdarah serta perutnya yang teramat sakit


"Salah Aluna apa kak, pah mah?"tanya Aluna lirih, gadis itu menatap mata kakak serta mama papanya sendu, air matanya mengalir deras di pipinya


"Alun gak bisa milih buat dilahirkan di keluarga ini kak, Alun juga gak mau alun lahir jika hanya di perlakukan bak binatang, Kenapa kalian lakuin ini sama Alun? Kenapa kak hiks, Kenapa mah? pah? kenapa hiks? Aluna juga mau disayang, mau dimanja, kalian mengatakan jika Aluna penyebab nenek kakek mhesa meningalkan? dan kalianh mengatakan jika Kak alea banyak mengalah kan? ALUNA YANG BANYAK MENGALAH!! BERAPA KALI ALUN HAMPIR KEHILANGAN NYAWA HANYA DEMI MENYELAMATKAN NYAWA KAK ALEA??!!"


"JAWAB KAK JAWAB!!! SALAH ALUNA DIMANA PAH MAH!? KENAPA KALIAN GAK BUNUH ALUNA DARI DULU AJA, BIAR PEREMPUAN HINA INI GAK JADI BAGIAN DARI KALIAN, BIAR PEREMPUAN KOTOR INI GAK JADI AIB BUAT KALIAN??!"


Aldo mengendurkan tubuhnya dia tentu terkejut dengan teriakan Aluna yang menurutnya sangat berani, mungkin gadis itu lelah karena diperlakukan tidak adil sebab selama ini yang Aldo lihat, Aluna hanya akan menerima bagaimanapun bentuk siksaan yang mereka berikan, tanpa perlawanan atau protes.


Tubuhnya yang bergetar hebat itu mencoba berdiri, menahan segala kesakitannya


"Papa mama dan kak Al Mau liat aluna matikan?" tanya Alun lembut, gadis itu mengambil sebuah pisau pemotong buah yang cukup tajam di dekatnya, ia menyerahkan pisau itu di tangan Aldo yang hanya diam


"Bunuh Alun sekarang kalau itu bikin kakak, papa dan mama puas, hilangkan Aluna sekarang juga kalau itu yang kakak mau. Maafın Aluna karena sempat hadir mengotori kehidupan kalian." lanjut gadis itu dengan air mata yang tak berhenti mengalir.


Namun Aldo hanya terdiam, membuat Aluna merebutnya kembali


"Kalo kakak takut biar Aluna aja kak"ucap Luna


Sretttt!


Srettt!!


"NON ALUNAA!" "LUNAA!"Teriak bibi Zhi dan alea yang sejak tadi menangis namun di tahan oleh kedua bodyguard sang papa untuk mendekati aluna


Aluna menyayat pergelangan tangannya dua kali membuat darah itu mengalir di tangannya, Aluna tersenyum melihat mama papanya serta semua anggota keluarganya


"Setelah ini alun akan ikhlas memberikan jantung dan hati alun untuk kakak, biarkan alun pergi dengan bayi alun"


"ALUNAA! HIKS LEPASIN!"berontak alea


Semua orang membulatkan matanya sempurna, otaknya seakan berhenti mereka terkejut melihat aksi Aluna yang menyayat pergelangan tanganny


Tubuh Luna limbung, gadis itu terjatuh


Bersamaan itu pintu di buka secara kasar oleh seseorang, matanya membulat saat melihat tubuh mungil Aluna tergeletak dengan darah mengalir di tangannya


"APA YANG KALIAN LAKUKAN!!!"

__ADS_1


Di ambang kesadaran Aluna melihat sosok laki-laki tinggi berlari ke arahnya


...TBC...


__ADS_2