Aluna My Little Wife

Aluna My Little Wife
Chapter 13


__ADS_3

Aluna melihat jam dinding yang rupanya baru menunjukkan pukul tiga pagi. Wanita cantik itu menyender pada dinding yang tepat berada di belakangnya, Sejenak alun mengingat kejadian dua bulan lalu sekaligus wajah orang yang menidurinya


Alun seperti familiar dengan wajah laki laki itu, ia seperti pernah melihatnya namun dimana? dan juga alun yakin jika dia bukan laki laki sembarangan terlihat dari kamar hotel yang di pesannya


"Kenapa tiba tiba aku teringat dengan dia? bagaimana dia sekarang? apa harus meminta pertanggung jawabannya?"fikirnya kemudian


"Tetapi sepertinya dia juga sudah memiliki kekasih, dan juga aku takut dia akan mencoba mengugurkan bayi ini seperti yang ada di novel novel itu"gumam alun lirih


Dalam benaknya ia berfikir apa ia harus pergi dari rumah ini? tetapi bagaimana dengan kakaknya yang masi membutuhkannya, tetapi hati kecilnya menginginkan untuk pergi


Tangan lentiknya menyibak piyama tidur dan mengusap perutnya yang masi rata,


"Sayang, apa mama harus egois? apa sebaiknya kita pergi dari sini? tetapi kakak mama masih membutuhkan pertolongan mama nak"ucapnya pelan dengan bayi yang masih ada di kandungannya


Sejenak Aluna mengingat kakaknya yang selalu berusaha mengakhiri hidupnya ia memang sudah pasrah jika meningal di tangan keluarganya namun tidak dengan bayinya, saat ini ia takut bayinya akan di hilangkan.


Memikirkan hal itu sepertinya alun benar-benar harus menyembunyikan semua ini dari siapapun termasuk laki laki yang menidurinya.


Aluna segera turun dari kasur, mengambil beberapa bajunya dan dimasukkan ke dalam tas untuk dibawa pergi. Tidak, bukan langsung pergi, tapi Aluna akan membawa bajunya perlahan-lahan agar tidak ketahuan. "Maafin Aluna yang selalu mengacewakan mama, papa dan semuanya," gumam gadis itu pelan.


Aluna segera pergi ke kamar mandi untuk cuci muka sebelum ia mengerjakan pekerjaan rumah, rencananya sepulang kuliah nanti dia akan mencari kontrakan kecil untuk dirinya berteduh selama pergi dari rumah ini, untungnya gadis itu memiliki tabungan yang selama ini dia kumpulkan dari gaji kerja di kafe dan uang beasiswanya


"Perlahan ya nak, kita gak boleh buru-buru." Alun mengelus perutnya pelan.


Beberapa lama alun membereskan rumah itu akhirnya semuanya sudah selesai, jam menunjukkan pukul setengah enam pagi sekarang dia hanya perlu bersiap pergi ke kafe karena hari ini ia ada shif pagi, ia harus keluar sebelum anggota keluarganya turun untuk sarapan. Dia tidak mau membuat masalah, terakhir kali dia hampir meregang nyawa karena nekat. Meskipun keluarganya sangat kejam padanya, Aluna tetap menyayangi mereka semua, cintanya seolah tidak pernah habis pada orang-orang yang masih mau merawatnya hingga tumbuh besar.


Setelah bersiap Aluna turun dari kamarnya ia berjalan keluar setelah pamit dengan bibi Zhi, Di balkon kamar Aldo ia menatap kepergian Aluna, laki-laki itu mengernyit heran melihat wajah berseri milik Aluna. Terakhir kali melihat wajah gadis itu masih terlihat sedih dan murung


Al sempat heran juga pada Aluma, tubuh gadis itu seolah terbuat dari baja, entah berapa kali dia mencoba membunuh gadis itu namun sampai sekarang yang di bunuh pun masih hidup normal. Bahkan dulu alun sempat dibanting oleh dirinya karena tidak sengaja melukai Alea, Lama-lama kepala Al hanya terisi dengan bayang-bayang penyiksaan adik bungsunya dari orang tua sang mama, paman, bibi, sepupu, mama papanya dan termasuk dirinya, Detik itu juga seperti ada benda tak kasat mata yang menamparnya keras-keras


"Sebenarnya aluna itu salah apa? kenapa sampai saat ini aku dan semua membencinya?!" batinnyaa bertanya tanya


...***...


Sedangkan di sisi lain negara A


Regan tak bisa fokus lagi semenjak beberapa hari terakhir ini. Pekerjaannya yang semula baik baik saja kacau, membuat asisten Rey kewalahan menghandle semuanya ia baru melihat kondisi tuannya yang seperti ini akibat malam dua bulan lalu


"Rey bagaimana jamuan itu?"tanya Regan

__ADS_1


"Perusahaan W bersedia memajukan acara jamuan ini tuan yang terpenting tuan bisa menghadirinya"Jawab Rey sopan


"Baiklah kau siapkan semuanya rey, dan jangan lupa siapkan keberangkatanku juga aku ingin segera pulang, kau handle semuanya yang berada di sini"


"Baik tuan, tetapi saya tetap akan mengutus bawahan saya menjaga tuan"ucap Rey datar


Mendengar itu Regan berdecak karena lagi lagi asistennya itu terlalu berlebihan


"Tak perlu Rey, aku bisa sendiri!"


"maaf tuan tapi ini demi kebaikan tuan, saya hanya khawatir jika tuan berjalan sendiri"


"Cik, baiklah terserah kau saja!"kesal Regan meningalkan Rey di ruang kerjanya


...***...


Universitas M


Setelah bekerja Aluna langsung pergi ke kampusnya, Aluna terus berjalan di koridor kampusnya membawa buku bukunya, namun...


Bruk!


Tubuh mungil itu hampir terjatuh jika tangan besar tak menahannya, sejenak mata mereka berdua bertatap


"Are you okey?"Tanya sosok laki laki yang Aluna tabrak


Aluna yang terperanjat kaget langsung melepaskan tubuhnya


"Mm-maaf kak aku tadi tak sengaja "


"It's oke"


"Oh ya ampun"Ucap Luna sepontan saat melihat buku bukunya berserakan di lantai koridor kampus, Aluna segera berjongkok memungut buku bukunya, di susul pria yang di tabrak


"Terimakasih kak"Ucap Luna


"Apa boleh kita kenalan? Perkenalkan namaku Elang."Ucap laki laki itu dengan mengulurkan tangannya


"Aluna kak"

__ADS_1


"Bukankah sebelumnya kita bertemu?"Ucap elang


"Bertemu?"ucap Luna mengulang


"Ya, pada saat pesta itu"


Sejenak Aluna mengingat, dan tiba tiba ia teringat dengan laki laki yang membuatnya risih karena tiba tiba mau mengantarnya pulang


"Ah iya aku baru mengingatnya"


"Maafkan aku karena waktu itu membuatmu risih waktu itu, aku hanya ingin menolongmu "Ucap elang


Mendengar hal itu Aluna merasa tidak enak, dan dalam hatinya ia mengutuk dirinya sendiri akibat mengabaikan pertolongannya membuat ia harus mengalami hal buruk, namun apa di kata semuanya sudah terjadi ia harus menerima


"Ah tidak apa apa kak, maafkan aku juga"ucap Luna dengan senyuman


"It's okey, but apa boleh kita berteman aku dari fakultas kedokteran semester 7"


"Tentu saja boleh jika berteman kak, lalu mengapa kakak ada di fakultas ilmu komunikasi jika kakak dari fakultas kedokteran? kan fakultas kakak cukup jauh dari sini"


"Ah aku hanya sedang ada urusan bersama temanku di fakultas ini"


"Ah baiklah, tapi maaf kak aku harus segera pergi karena sepuluh menit lagi kelasku akan mulai"


"Baiklah, tapi apa boleh aku meminta nomer teleponmu?"tanya elang ragu, sejenak Aluna berfikir apa salahnya berteman toh sepertinya laki laki ini orang baik


Aluna menganggukan kepalanya, Elang mengeluarkan handphone dan Luna langsung mengetik nomernya


"Sudah kak, Luna duluan ya"


"Ya hati hati"


Setelah kepergian Aluna, elang berjingkrak gembira karena berhasil mendapatkan nomor telepon Aluna


Ya bisa kalian tebak jika ia tadi berbohong perihal alasannya dengan temannya, elang sosok laki-laki yang menjadi peria populer di universitas M jatuh cinta pada pandangan pertama dengan sosok Aluna, berbagai cara ia lakukan namun selalu gagal


Akan tetapi hari ini ia berhasil mendapatkan nomor handphone Aluna akibat ketidak sengajaannya


"Yess! akhirnya aku bisa dapatkan nomer primadona kampus ini, aku harus mendekatinya perlahan "girangnya setelah itu elang beranjak pergi menuju fakultasnya dengan senyumannya yang tak pernah ia beri dengan wanita manapun

__ADS_1


...TBC...


__ADS_2