
Di kampus setelah semua mata kuliah selesai bintang dan Aluna segera pergi meninggalkan kelas itu
"Ini kandungan Lo berapa bulan si, gemes banget liat tubuh Lo yang kecil bisa hamil kaya gini"ucap bintang dengan mengandeng tangan Aluna
"Baru mau naik lima bulan bin"
"Tapi gue heran kok muat ya badan Lo kaya anak kecil gini"cengo bintang sedangkan Aluna mengerutkan bibirnya lucu
"Ya iyalah muat kalo setiap malam di gempur suaminya terus, iyakan lun?!"ucap seseorang yang tiba tiba datang mendekati Aluna dan Bintang
"Eh?"kaget Aluna
"Eh buaya ngapain Lo ngikut ngikut"sarkas bintang yang langsung menyonyor kepala Angga
"Yaelah Bin, gue mau ketemu sama ayang Aluna masa gak boleh si?"
"Inget ya Aluna sudah mempunyai suami!"
"Ya gakpapa gue tunggu jandanya"
Pletak!
"Aduhhhh, Lo jadi cewek kasar amat si Bin, lebih kasar dari Mak gue tau gak!"
"Sembarangan kalo ngomong Lo, gak sudi gue Aluna sama Lo"
"Makanya kalo omongan itu di jaga!"
"Iya deh maaf ya lun, gue cuman bercanda kok hihi tapi bener ko gue siap nikahin Lo kalo...."
"Berani Lo lanjutin omongan Lo nihh tangan gue udah lama gak mukul samsak!"mata Bintang menatap tajam Angga yang hanya tersenyum cengengesan
"Iya iya ampun deh ampun"
"Udah udah kok kalian jadi berantem"
"Sahabat Lo ngeri lun, masa waktu Lo ngilang aja dia nangis nangis di pundak gue hiks hiks mau Luna mau Luna Angga cari Luna gue khawatir sama dia hiks. Eh sekarang setelah Lo ketemu masa tanduknya muncul lagi"ucap Angga yang menirukan sewaktu Bintang mencari Aluna
"Lo jangan buka aib sialan!"omel Bintang menatap tajam Angga
"Tuh lun, lihat kan dia galak banget kalo gak ada Lo"Adu Angga lagi, Melihat perdebatan Angga dan Bintang membuat Aluna tertawa
Ya Aluna bersyukur ternyata dia masih memeiliki teman yang benar benar tulus dengannya
Saat menertawakan Angga dan Bintang mata Aluna tak sengaja bertemu dengan tatapan mata yang saat ini tengah menatapnya
Tatapan mata yang terlihat sendu dan gurat kekecewaan kentara di matanya
"Kak Elang...."gumam Aluna saat tatapan matanya bertemu dengan tatapan mata Elang yang sejak tadi memang tengah menatapnya
Tau jika Aluna menyadari jika ia tengah di tatap, elang segera memalingkan wajahnya dan kembali berjalan
Aluna bukan tak tahu jika kakak seniornya itu menyimpan rasa dengannya karena banyak dari teman teman kampusnya yang dulu mengatakan hal itu, awalnya Aluna tak percaya namun setelah beberapa pertemuan waktu itu ia melihat tatapan mata yang berbeda dari elang kepadanya.
Bukan GeEr tapi memang dari elang sendiri sempat mengatakan perasaannya namun Aluna merasa dirinya merendah karena ia merasa tak pantas dengan Elang yang di ketahui salah satu anak konglomerat itu yang ternyata sekarang adalah adik iparnya.
Dulu Aluna sengaja menolak lelaki yang mendekatinya karena bukan tak mungkin jika mereka tahu fakta sebenarnya jika ia hidup hanyalah sebuah benalu untuk keluarganya mereka akan mencampakkan Aluna dan ia kembali merasa sakit karena ia takut terjatuh kepada hati yang tak pasti yang akan kembali membukakan sebuah luka.
"Lun ada apa? kok bengong?"Tanya bintang saat tiba tiba Aluna terbengong
"Ah, tidak aku tidak apa apa Bin, yaudah yuk kita pulang. Sepertinya supirku sudah datang"Ucap Aluna
"Yaudah gue juga mau pulang dulu nanti sore gue Dateng ke mansion Lo ya"Ucap Bintang yang memang berniat menemani Aluna itu namun ia harus pulang dulu karena ia berniat menginap menemani Aluna
"Lo mau ke tempat Aluna bin?"tanya Angga
"Iya, kenapa Lo mau ikut gue nginep?"
"Emm seandainya gue gak ada janji dengan bunda gue yang paling cantik gue ikut deh"
"Enak aja lagian suami Aluna gak mungkin biarin Lo Dateng wleee"
"Ya elah ngapain kalo gitu Lo ngajak gue?"
"Idihh, siapa yang ngajak Lo buaya!"
"Lo kaya benci banget si bin sama gue, hati hati Lo nanti naksir lagi sama gue"
"Mau muntah gue denger Lo ga! udah sana Lo pergi!"
"Ini juga mau pergi gak betah gue liat wajah Lo!"ucap Angga sarkas namun bintang hanya menatap sinis Angga
"Yaudah Bumil cantik gue pamit duluan ya, hati hati awas Si Bintang ngajak Lo gak bener "ucap Angga ke Aluna yang di balas kekehan Luna dan anggukannya
"Yee di kira gue ngapain jir!"
"Apalo mau peluk gue sini?"
"Idih amit amit udah sana Lo pergiii!"Angga melambaikan tangannya dengan kekehan karena berhasil mengoda Bintang
"Udah Bin nanti kamu naksir lagi sama Angga!"ucap Aluna yang juga mengoda Bintang
"Ehh ini bumil satu mau ikut ikutan Hmm?"ucap Bintang menatap aluan tajam namun terkesan seperti ibu yang tengah memerahi anaknya yang masih kecil
"Enggak kok nggak, yaudah aku pamit duluan ya. Bye..."
"Bye bumil cantik, hati hati ya jaga calon keponakan gue!"teriak Bintang dengan melambaikan tangannya setelah itu bintang dan Aluna masuk kedalam mobil mereka masing masing
__ADS_1
"Sudah selesai non?"tanya pak supir setelah melihat Aluna datang
"Sudah pak, maaf ya kelamaan menunggu"jawab Aluna ramah
"Tidak apa apa non ini tugas bapak"ucap pak supir tak kalah ramahnya
Setelah itu Aluna masuk kedalam mobil dan meninggalkan pelataran kampusnya
di dalam perjalanannya menuju mansion Aluna kembali teringat dengan Elang, ntah mengapa ia merasa bersalah dengan lelaki itu yang saat ini sudah menjadi adik iparnya
"Wajah kak Elang seperti itu, apa dia membenciku?"Gumam Aluna
"Non sebelumnya mau mampir dulu ke supermarket kah?"tanya pak supir
"Emmm tidak perlu pak, kita langsung pulang saja"
"Baik non"
Tak berapa lama Aluna sampai di pelataran mansionnya, penjaga di sana yang melihat mobil yang membawa nonanya datang segera membukakan pintu untuk Aluna keluar
"Silahkan nona"
"Terimakasih pak, tapi sebenarnya tak perlu seperti ini pak Aluna bisa sendiri"ucap Aluna dengan nada lembut
"Tak apa nona ini sudah menjadi tugas saya"
"Terimakasih pak, kalo gitu Luna masuk dulu ya"Pamit Aluna
"Ternyata tuan Regan tak salah memilih istri"Guamam supir dan penjaga itu karena ia melihat aluna yang ternyata sangat merendah tak seperti orang kaya kebanyakan
Aluna berjalan memasuki mansion, namun matanya menatap mobil asing yang terparkir di depan
"Itu mobil siapa? apa temannya kak Regan. Tapi kak Regan kan sedang tidak ada"Gumam Aluna namun ia tetap melanjutkan jalannya masuk
Saat masuk Aluna tak melihat siapaun di ruang tamu itu
"Non sudah pulang"sapa bibi laras yang melihat nona mudanya pulang
"Ah iya bibi"
"Mau bibi siapkan air hangat non?"
"Tak perlu bi, nanti aluna siapkan sendiri"
"Yaudah kalo gitu non segera mengganti pakaian ya, nanti bibi siapkan makanan untuk non alun, pasti non belum makan"
"Iya bi, terimakasihh ya"
"Sama sama non, kalo gitu bibi ke dapur ya"Jawab Aluna menganggu
"Sudah berasa jadi nyonya ya kamu!" Aluna menghentikan langkahnya ia menengok ke belakang yang ternyata ada dua orang wanita yang berdiri yang salah satunya Aluna kenali
Aluna tersenyum hendak menyapa dan menyalami seseorang yang di ketahui ibu mertuanya itu
"Enak ya hidup kamu sudah menumpang di kehidupan anak saya terus sekarang lengang kangkung dan meminta untuk di kuliahkan!"
"Maaf mom-"
"Siapa yang menyuruhmu memanggil saya mommy hah!"
"Panggil saya Nyonya!"katanya dengan penekanan
"Maaf nyonya"
"Kau tak lebih dari Seseorang Beben bagi anak saya!"ucap tajam nyonya Eva yang berhasil menohok hati Aluna
"Tante jadi ini istri Regan?"tanya wanita cantik yang berada di samping Nyonya Eva
"Iya, lebih tepatnya istri sementara Regan!"ucapnya
"Cik Cantik juga wanita ini tapi dia tak ada apa apanya dibandingkan denganku"Batin Syafira menatap Aluna dari atas ke bawah dengan tatapan sinisnya
"Oh Iya sebelumnya kenalkan aku calon tunangan Regan!"Kata wanita itu dengan kata penekanan
Aluna tentu terkejut tiba tiba perasaannya kembali di Landa gelisah dan sakit
"Aa-aku Aluna mbaa"meskipun begitu Aluna tetap mengenalkan dirinya dengan wanita yang bernama Syafira
Jadi ini wanita yang di jodohkan dengan kak Regan? batin Aluna
"Maaf nyonya mba kalo begitu saya pamit sebentar"
"Mau kemana kamu! kamu jangan mentang-mentang jadi istri anak saya ya seenaknya mau leha leha!"
"Maaf nyonya saya nanti akan turun ke bawah"jawab Aluna menunduk
"Dasar benalu! sudah sana!"
Aluna menaiki tangga menuju kamarnya setelah itu ia segera membersihkan tubuhnya. Dan setelah keluar dari kamar mandi Aluna mengecek handphonenya yang ternyata Regan belum memberikan dia kabar. Mungkin Regan masih cape makanya ia belum menghubungi Aluna
Ting
tak berapa lama satu pesan masuk kedalam handphonenya Aluna segera membukanya namun ia kecewa karena ternyata bukan Regan melainkan Bintang yang tidak jadi menginap hari ini karena tiba tiba maminya sakit ia harus menjaganya karena papi bintang sedang berada di luar negeri
Aluna membalasnya dengan ucapan doa serta menyuruh Bintang untuk memberikan salamnya kepada maminya
Saat ini Aluna malah bingung karena ia tak berani ambil sikap dengan mertuanya yang seperti tidak menyukainya
__ADS_1
"Andai ada kak Regan aku tidak akan setakut ini"gumamnya
...✨✨...
Di kota lain...
"Daddy?"Panggil Regan kaget saat membukakan pintu hotelnya ia terkejut karena melihat daddynya
"Hallo son, apa kabar?"
"Aku baik dad, bagaimana dengan Daddy"
"Hm, seperti yang kamu lihat"
"Kenapa Daddy ada di kota ini? bukankah Daddy masih di negara P"
"Daddy sengaja ke sini karena Daddy menunggumu karena menurut asisten Daddy kamu akan pergi ke kota ini"
"Ya, memang ada hal apa dad? apa mom tau?"
"No, mommu tidak tahu jika Daddy sudah berada di negara ini Daddy sengaja tidak memberi tahukan dia"
"Baiklah ayo kita berbicara sambil makan siang saja dad"
Regan dan daddynya memilih tempat paling privat untuk mereka berdua mengobrol hal yang mau di bicarakan oleh daddynya
"Kau terlihat jauh lebih baik son, apa akhir akhir ini kau bahagia?"tanya tuan Ronaldo kepada Regan
"Ah aku seperti biasa dad, bisa di bilang ya untuk beberapa bulan terakhir aku merasa jika hidupku semakin lengkap "
"Apa yang membuatmu bahagia itu son?"
"Ah aku fikir Daddy sudah mengetahui semuanya"Alis Regan sedikit terangkat menatap daddynya yang malah tersenyum
"Ya Daddy tidak pernah bisa untuk tidak tahu tentang anak anak Daddy, Daddy tau semuanya. Tapi, Daddy sedikit kecewa denganmu!"ucap tuan Ronaldo menatap anaknya dengan pandangan kekecewaan
"Sorry dad, aku terpaksa melakukan hal ini aku takut kalian tidak akan pernah menyetujuinya"
"Daddy tau siapa wanita yang kamu nikahi itu dan Daddy fikir dia wanita yang baik dan tentunya Daddy menyetujui kalian terlebih dia tengah hamil anakmu kan?"
"Ya dad, dia tengah hamil anakku cucu daddy dan mommy, tapi mommy tidak menyukainya dad bagaimana?"
"Itu biar menjadi urusan Daddy, kau fokuslah dengan istrimu jika Daddy berkunjung kenalkanlah mantu cantik Daddy itu "
"Tentu dad, aku akan mengenalkan dia dengan Daddy"
"Lalu bagaimana dengan peresmian proyek di kota B?"
"Sepertinya peresmian proyek di kota B harus Regan tunda dad, ya setidaknya tiga bulan kedelapan karena Regan masih sibuk mengurusi permasalahan yang berada di kantor cabang "
"Kau yakin? Daddy fikir tiga bulan kedelapan mendekati persalinan istrimu apa kau serius?"
"Akhhh iya juga dad, lalu bagaimana? Regan tidak bisa meningalkan ini"
"Kau serahkan kepada Daddy, kau fokus saja pada proyek raksasa agar saat mendekati persalinan istrimu kau hanya fokus dengan istrimu"
"Daddy benar, tapi aku akan fikirkan lagi dad tapi apa Daddy yakin ingin menghandle ini semua?"
"Daady yakin ini demi calon cucu pertama Daddy"ucap tuan Ronaldo dengan senyuman khasnya yang masih terlihat tampan di usia yang sudah tak muda
"Dan ini Daddy sarankan ajak istrimu untuk melakukan babbymoon"
"Babbymoon?"
"Ya, waktu untuk kalian berdua sebelum bayi kalian lahir, Daddy sudah menyiapkan tiket kalian untuk keliling Eropa "
"What?! Daddy serius?"
"Apa Daddy pernah bercanda?"
"Ah tidak, tapi bagaimana jika kandungannya terjadi apa apa"
"Ya kau bisa konsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan, yang jelas Daddy hanya ingin kau benar benar membuat istrimu bahagia"
"Tapi kenapa Daddy melakukan hal ini?"
"Kau akan tahu suatu saat nanti son"
"Baiklah dad, aku akan mengurusnya "
"Tentu, lalu bagaimana istrimu di mansion apa dia sendiri?"
"Ya dad aku sudah menitipkannya dengan bibi Laras dan paman yang aku percaya mereka "
"Ya Daddy juga percaya "
"Kalo begitu berapa hari kamu di sini? kau tidak mungkin meningalkan istrimu lama lama kan?"
"Mungkin tiga hari dad, meskipun aku sangat khawatir dengan dia"
"Ya segera selesaikan urusanmu selebihnya Daddy yang menghandle"
"Thank dad"
Percakapan Regan dengan daddynya terhenti setelah pelayanan datang membawakan pesanan mereka
...TBC...
__ADS_1