Aluna My Little Wife

Aluna My Little Wife
Chapter 53


__ADS_3

...πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€...


Regan memejamkan mata, tiba-tiba otaknya seperti ditarik untuk memikirkan hal yang lebih gila, tapi lebih gilanya lagi Regan menurut dengan kerja otaknya, lelaki itu menggerakkan bibirnya lembut. Aluna terusik, matanya terbuka ketika dia merasa ada yang aneh pada bibirnya. Sontak mata Aluna membulat melihat wajah Regan yang begitu dekat dengannya, sangat dekat bahkan tak berjarak, detik itu juga Aluna sadar apa yang sedang terjadi.


Alun memukul-mukul pelan lengan Regan agar lelaki itu sadar. Regan tahu Aluna terkejut ia menciumnya, dia menjauhkan wajahnya sedikit, melepaskan apa yang sedang dia sesap


"Kenapa hmm?" tanyanya santai seolah tidak terjadi apa-apa.


"Ka-kakak ma-mau a- "


Cup


"Aku mau kamu boleh..." bisik Regan dengan suara beratnya. Regan tidak membiarkan Aluma menjawab dan langsung menyambar bibir perempuan itu, tidak ada ciuman yang kasar, semua lembut memabukkan. Otak Regan seperti tidak bekerja dengan baik, buktinya lelaki itu malah semakin memperdalam lumatannya sambil sesekali menggigit bibir Aluna. Puas dengan penyatuan bibir Regan menurunkan selimut yang membungkus tubuh Aluna


memimpin kepala Aluna agar sedikit mendongak guna memberinya akses menjamah leher putih Aluna, ini gila. Aluna tahu kemana nantinya semua ini, dia ingin berteriak ketika Regan menghisap lehernya kuat-kuat tapi yang dia keluarkan hanya lengguhan, telinga Regan sensitif sekali mendengar suara Aluna.


Suara Aluna malah terdengar merdu membuat dirinya semakin tersulut untuk melakukan hal yang lebih gila lagi.


"Kakhhhh" rengek Alumn begitu merasakan gerakan Regan semakin kebawah, tepat di dadanya. Lelaki itu menatap Alunn dengan mata yang sedikit sayu, jakunnya naik turun dan napasnya memberat. Regan terpancing dengan permainan yang dia mulai sendiri, dia tidak ingin berhenti, dia ingin kembali mengulang


Alun memejamkan mata begitu Regan kembali menyerang bibirnya, semuanya teriadi begitu saja sampai Aluna pun tidak sadar jika lengan dresnya sudah turun sampai bawah dada, mengekspos sesuatu yang menurut Regan lebih berisi dari sebelumnya, wajar karena Aluna wanita hamil.


...✨✨✨...


Pagi harinya


Masih di dalam villa tepatnya di kamar Aluna dan Regan


Tubuh wanita mungil yang sedang mengandung itu bergerak dalam pelukan hangat suaminya, perlahan lahan mata cantik itu terbuka. Pemandangan yang pertama kali ia lihat adalah wajah Regan yang masih tertidur pulas sambil memeluk tubuh mungil Aluna


Wanita hamil itu tersenyum setelah mengingat kejadian malam tadi dimana Samapai saat inipun setiap Regan melakukan hal itu selalu penuh dengan keromantisan dan kelembutan


"Ternyata kak Regan sangat tampan"Gumam Aluna dengan mengelus rahang tegas Regan


Cup


tak sadar bibirnya mengecup mata yang selama ini selalu memandangnya penuh keteduhan


"Aku memang sangat tampan sayang"


deg


Mata cantik itu membulat saat tiba tiba tangan Regan bergerak semakin memeluk tubuh mungilnya


"Kk-kakak sudah bangun?"


"Puas memandangiku hmm?"


"Mm-mana ada, aku tidak memandangimu kak"


"Lalu tadi siapa yang tiba tiba cium hmm?"

__ADS_1


"maaf, aku tidak sengaja kak"ucap Aluna, Regan terkekeh kecil melihat wajah aluna yang berubah memerah


"Ngapain harus minta maaf hmm? aku malah seneng. Mau cium lagi boleh?"tanyanya dengan tatapan mautnya


"Biasanya kalo ciuman kakak gak pernah minta izin"ucapnya polos membuat Regan semakin terkekeh


"Semakin hari semakin gemes banget si Istrinya aku, sini cium dulu"


Cup, cup, cup


Wajah mungil itu tak lepas dari kecupan manis Regan yang ia berikan untuk istrinya


"AHAha sudah kak sudah cukup"


"Belum sayang, ini rasakan"ucap Regan dengan terus menciumi tengkuk leher Aluna yang membuat Aluna tertawa karena menahan rasa gelinya


"Hahah geli kak"


"Sudah siang, ayo kita mandi. Setelah itu kita jalan jalan ke area danau dekat villa ini mau?"


"Di sini ada danau?"jawab Regan dengan anggukannya


"Ada sayang pemandangannya sangat indah sekali"


"Ayo kalo gitu aku gak sabar kesana"


"Mandi bareng ya"Itu bukan pertanyaa melainkan kata printah yang tak bisa Aluna tolak setiap Regan mengajaknya hal apapun


...πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€...


"Wahh pemandangannya cantik sekali kak"ucap Aluna antusias


"Are you happy?"tanya Regan, dengan antusias Aluna mengangguk


"Apa ini danau buatan?"


"Bukan sayang, danau ini terbentuk dengan sendirinya. Sejak kecil aku selalu jatuh cinta dengan pemandangan dan ketenangan danau ini. Setiap aku lelah dengan pekerjaanku aku selalu kesini untuk merilekskan pikiran"


"Apa kakak pernah membawa wanita lain Sebelumnya?"


Regan mengeleng tanda ia belum pernah mengajak wanita manapun untuk kedanau itu karena sejak dulu hatinya sudah terisi bayi kecilnya


"Kamu wanita pertama yang kakak ajak kesini sayang"Mendengar hal itu membuat Aluna tersenyum senang


"Maaf tuan yang anda pesan sudah kami siapkan"ucap seseorang lelaki paruh baya yang tiba tiba datang ke arah Regan dan Aluna


"Ah baik mang, terimakasih"


"Sama sama tuan, kalo begitu saya permisi tuan nona"


"Ayo sayang kita kesana"ajak regan menunjuk tempat yang sudah tersedia tenda kecil dan segala jenis makanan jadi

__ADS_1


"Wahh kakak mengajakku piknik?"


"Ya begitulah, kamu belum sarapan jadi aku siapkan ini semua sekalian menikmati pemandangan alam di sini"


Regan mengajak Aluna duduk di amparan putih di atas rumput hijau itu dengan pemandangan danau


"Sini aku mau nyuapin kakak makan"


"Gak perlu sayang, biar kakak yang suapin kamu"


"Gak mau, masa aku terus yang di suapin sekarang gantian dong"


"Yaudah dengan senang hati tuan putri"ucap Regan yang membuat Aluna kembali tersenyum manis.


Aluna menyuapi Regan dengan tangannya langsung namun Regan tak sama sekali merasa keberatan


"Kamu juga makan yang banyak, Dede bayinya pasti lapar juga"


"Rasanya aku tidak sabar melihat dia di dunia ini sayang, kira kira wajahnya akan mirip siapa ya? daddynya atau mommynya?"


"Aku mau dia mirip daddynya"


"Kenapa gitu? biasanya seorang ibu selalu kecewa karena anaknya mirip daddynya"


"Bair kalo kakak pergi ada Dede bayi yang bisa aku tatap"


"Aku gak akan pernah bisa pergi dari kamu sayang, ngapain aku pergi. Aku mau dia mirip kamu aja biar ada Aluna junior pasti kalo mirip kamu dia sangat cantik"


"Emang dia perempuan?"


"Ya nggak tau mau dia cewek apa cowok yang jelas aku mau satu Aluna kecil lagi sayang"


"Kalo babynya lahirnya cowok terus mirip kamu gimana?"


"Ya gampang tinggal kita buat lagi apa susahnya"Ucapnya dengan di akhiri kekehan


"Dedenya belum lahir udah mau nambah lagi, Emang nanti aku masih di dunia ya?"ucap Aluna yang berhasil menghentikan tawa Regan


"Aku gak pernah suka kalo kamu selalu mengatakan prihal umur Aluna"ucap Regan dengan nada yang tiba tiba berubah


"Tapi kata dokt_"


"Dokter bukan tuhan yang bisa mengatakan hal perihal umur manusia, aku gak mau sampai kamu mengatakan hal itu lagi"


"Maafkan Aluna kak, alun janji gak ngomong gitu lagi"Aluna menunduk menyadari kesalahannya yang lagi lagi membuat mood Regan menurun, Aluna sadar jika regan selalu marah jika ia mengatakan prihal kesehatannya akibat masa lalunya


...TBC...


...Aku lanjut lagi nanti ya 😭...


...hari ini segini aja mengobati rasa kesal kalian yang neror aku terus terusan...

__ADS_1


__ADS_2