Aluna My Little Wife

Aluna My Little Wife
Chapter 41


__ADS_3

"Mommy!"panggil Regan setelah ia melihat mommy dan adiknya datang tanpa memberi kabar


"Hi, Son apa kabarmu nak"ucap nyonya Eva setelah ia masuk dan melihat putra tertuanya menuruni tangga


"Kenapa kalian tiba tiba datang ke sini?"tanya regan dengan nada bingung dan terkejut


"Hi, Kak gimana kabar Lo?"


"Hm, kabar gue baik"


"Kalian belum menjawab pertanyaanku Mengapa mom datang ke sini tanpa megabariku?"


"Tadinya mom fikir kau sedang berada di perusahaan"


"Lagian apa salahnya mom datang ke sini Regan? kau tak suka mom datang begitu?"


"Bukan begitu mom"


"Kamu gak suka kalo mom berkunjung ke mansionmu, semenjak mom datang ke negara ini kau tak pernah lagi berkunjung ke mansion utama atau menghubungi mom "ucap Nyonya Eva dengan nada malas, ia berjalan dengan angun menuju sofa yang ada di sana yang di ikuti elang dan Regan


"Nyonya, tuan muda mau minum apa?"tanya bibi Laras


"Buatkan aku jus jeruk bi"ucap nyonya Eva


"Buatkan jus jeruk juga bi"ucap elang menimpali


"Tuan Regan apa ada yang mau di buatkan bibi"


"Tidak perlu bi"


"Baik tuan, bibi pamit buatkan jus dulu"ucap bibi laras yang langsung meningalkan ruangan tamu itu untuk membuatkan minuman untuk majikannya


"Jangan bilang mommy kesini untuk membahas perjodohan sialan itu? jika ya, maaf jawaban Regan tetap sama"ucap regan dingin


wajah Nyonya Eva seketika berubah masam


"Kamu itu udah dewasa Regan, mau sampai kapan kamu melajang terus hah? kekasih tidak punya mau ngasi cucu buat mom dan dad bagaimana?"


"Sudah Regan katakan jika mom menginginkan cucu suruh saja elang yang menikah dengan wanita itu"


"Enak saja kau kak, ogah lagian gue udah punya calon istri"ucap elang tak terima atas ucapan kakaknya


"Nah itu jika mom mau punya cucu suruh saja elang menikahi wanitanya itu, Regan tidak mau menikah dengan wanita yang tidak Regan cintai mom"


"Regan kau itu penerus perusahaan keluarga Anderson bagaimana bisa kau terus melajang? bagaimanapun juga kau harus menikah dengan syafira titik!"


"Mom tidak bisa memaksaku seperti itu, aku berhak menentukan pilihanku sendiri, aku berhak memilih siapa yang akan menjadi istriku mom, tolong jangan pernah memaksaku lagi untuk menikahinya, bagaimanapun juga aku tak pernah bisa menyukai wanita itu!"


"Mom tidak peduli, kalian harus menikah dan memberikan cucu untuk mom, perasaan cinta itu gampang Regan itu akan berjalan sendirinya"


"Aku akan menikah tapi bukan dengan dia"nyonya Eva membulatkan matanya, namun perkataannya terhenti saat bibi laras membawakan minuman untuknya


"Silahkan di minum nyonya, tuan muda. Bibi ke belakang dulu kalo ada sesuatu tinggal panggil bibi"


"Iya bi terimakasih"ucap elang


"Jangan macam macam kau Regan mommy tidak akan pernah menyetuju wanita yang kau nikahi selain Syafira!"ucap nyonya Eva tajam, sementara elang ia hanya diam bermain handphone sambil mendengarkan perdebatan mommy dan kakaknya yang selalu bertengkar hanya karena masalah perjodohan


Sejujurnya elang juga tidak menyukai jika kakaknya harus menikah dengan wanita yang mommy nya jodohkan itu


"Bagaimana jika ternyata Regan sudah menikah dan sebentar lagi Regan akan memiliki anak?"ucap Regan tiba tiba yang mendapatkan tatapan tajam dari mommynya dan terapan terkejut dari adiknya


"Jangan main main kau Regan, mommy tak setuju jika kau menikah jika bukan dengan wanita yang mommy pilih!"


"Mommy sudahlah jangan terus memaksa kak Regan untuk menikahi wanita licik itu, apa mom tak bisa melihat jika dia itu wanita tidak baik baik mom"ucap elang memang tak setuju dengan Mommynya yang terus memaksa kakaknya agar menikah dengan syafira


"Lebih baik kau diam elang, mommy sedang berbicara dengan kakakmu"


"Kenapa si mommy terus memaksaku untuk menikahinya?! Masih banyak wanita lain mom Regan tidak suka dia Regan punya pilihan sendiri yang sangat jelas Regan cintai "


"Jangan bodoh Regan mommy tahu kau masih mengharapkan gadis kecil masalalumu itukan!?"


"Mo-"


"Kak Regan...."


Deg!


Belum selesai Regan menyelesaikan ucapannya suara lembut nan halus yang memangil namanya menghentikan ia berkata kepada mommynya


kepalanya menengok bersamaan dengan Mommynya yang juga sama sama terkejut saat tiba tiba ada wanita cantik yang memangil anaknya dan yang membuat matanya membulat sempurna saat ia melihat wanita itu berperut buncit


Apa ini sudah saatnya mommy tahu semuanya?


Regan sadar dari keterkejutannya karena dengan tiba tiba Aluna datang di saat kondisinya ia dan mamanya masih mendebatkan prihal perjodohan itu


Regan berdiri dari duduknya dan melangkah mendekati Aluna yang berdiri tak jauh dari ruang tamu itu


"Aluna, kau sudah bangun sayang?"ucap Regan halus


"Maaf kak ku fikir kakak kemana"


"Kakak di sini sayang, ada apa hm? apa ada yang kamu inginkan?"tanya Regan dengan lembutnya memperhatikan aluna


Nyonya Eva semakin terkejut saat mendengar ucapan lembut nan perhatian Regan dengan wanita itu, ia berdiri dari duduknya dan mendekati Regan dan Aluna


"Siapa wanita ini Regan?!"tanya nyonya Eva menatap tajam putra sulungnya


Regan membalikkan tubuhnya menghadap mommynya


"Mungkin ini saatnya mommy tahu"


"Apa maksudmu Regan?" Regan melirik Aluna yang berdiri di sampingnya dan mengelus perut buncit Aluna

__ADS_1


"Ini Aluna istri Regan mom"ucap Regan lantang


Pranggg!


Mendengar ucapan itu seseorang yang sejak tadi hanya diam mendengarkan perdebatan mommy dan kakaknya itu akhirnya dikejutkan dengan ucapan kakaknya


Apa ia salah dengar?


Gadis cantik yang selama satu tahun ia incar di kampus dan ia cari cari selama beberapa Minggu ini ternyata isteri kakaknya sendiri, bagaimana bisa?


"Kak elang?..."pangil Aluna saat ia mengenali sosok lelaki yang berdiri dengan tatapan mata yang sulit di artikan


"Apa maksudmu Regan"


"Maaf mom selama ini Regan sudah menikah dengan wanita yang Regan cintai, dan itu dia dia adalah Aluna istri Regan dan saat ini dia tengah mengandung cucu mommy itu anak kandung Regan mom"


"Katakan jika semua itu bohong kak!"Teriak elang tiba tiba saat mendengar perkataan Regan yang mengatakan bahwa sosok wanita yang ada di sampingnya adalah istri kakaknya


Regan mengerutkan keningnya bingung karena tiba tiba sang adik berteriak


"Kau ini kenapa Erlangga?! dia istriku Aluna"


"BOHONG! PASTI KAKAK BERBOHONG KAN?!"Teriak elang semakin membingungkan Regan dan juga nyonya Eva


"Kau ini kenapa hah! aku tidak berbohong! lihat dengan mata kepalamu sendiri! dia sedang hamil anakku! dia istriku!"ucap Regan tak kalah nyaring


Elang berjalan mendekat


Grep


Tiba tiba elang memeluk Aluna di hadapan Regan dan mommynya


"Kemana saja kau selama ini Luna..."


"Kk-kak elangg?"ucap Luna yang terkejut karena dengan tiba tiba elang memeluknya


"APA APAAN KAU INI HAH!"Regan yang terkejut karena pelukan elang kepada Aluna langsung menarik elang untuk menjauh dari Aluna


"Dimana sopan santunmu itu elang! dia istriku!"ucap Regan marah


"Dia bukan istrimu!"teriak elang


"KENAPA KAU MENGAMBIL DIA DARIKU KAK!"teriak elang, sampai sampai ia menarik kerah kemeja Regan membuat Regan semakin menatap tajam adiknya


"Jaga sikapmu Erlangga Anderson!"


"KAU INI KENAPA HAH!"


"KENAPA KAU MENGAMBIL DIA DARIKU!"


"Apa maksudmu?! Siapa yang aku ambil? Aluna itu istriku!"


"TIDAK! kakak pasti berbohong hanya karena mommy mau menjodohkan kakak dengan wanita lain!"


"CUKUP!"teriak nyonya Eva yang kemudian mengerti dengan kondisi sebenarnya, ia sangat kecewa dengan Regan karena tega menyembunyikan pernikahannya terlebih pernikahan dengan wanita yang sama sekali ia tak tahu siapa dan bagaimana


"Kenapa kalian bertengkar hah!"


Regan melepaskan cengkraman elang pada kerahnya, ia membuang nafas kasarnya


"Akhhhhh!" elang berteriak dan segera meninggalkan Ruangan itu dengan perasaan sakit yang tidak bisa ia jabarkan


Regan, Aluna dan nyonya Eva melihat kemarahan di mata elang, Regan mengajak mereka berdua kembali duduk


"Apa yang bisa kau jelaskan semua ini Regan?!"tanya Nyonya Eva saat Meraka sama sama duduk di sofa, nyonya Eva tidak bisa lepas menatap tajam Aluna dari atas ke bawah yang sejak tadi menundukkan kepalanya


"Seperti apa yang mom dengar dan lihat, sebenarnya aku sudah menikah dengan Aluna sejak beberapa Minggu lalu, saat ini Aluna tengah hamil anakku mom "


"Jadi wanita ini alasan mengapa kau terus menolak Syafira menjadi istrimu Regan!?"


"Tidak mom, Aluna tidak tahu apapun, ini murni Regan sendiri yang memang tidak pernah menyukai Syafira, Regan sudah menganggap Fira sejak dulu adalah teman Regan"


"Kau wanita murahan! pasti kau kan yang mengoda anakku agar dia menikahimu dan menikmati harta anakku!"ucap nyonya Eva tajam


Aluna yang sejak tadi menunduk mengangkat wajahnya, ia mengelengkan kepalanya kuat


"**-tidak saya bukan wanita seperti itu"


"Jangan so polos kau! aku sudah banyak tahu tentang wanita yang pandai berpura pura sepertimu!"


"Cukup mom, Aluna bukan wanita seperti itu!"


"Kau jangan buta Regan, mom yakin dia wanita yang sama seperti wanita wanita yang hanya mengincar harta kekayaan keluarga Anderson! kau jangan tertipu dengan wajah polosnya itu!"


"Lagian jika dia hamil rasanya aku ragu jika itu cucuku. Coba kau lihat Regan bagaimana bisa perut dia sebesar ini jika kalian baru menikah selama beberapa Minggu jika bukan anak orang lain yang dia kandung!"ucap Nyonya Eva tajam, alunan mengelengkan kepalanya menatap Regan namun Regan mengangguk sebagai dukungan jika ia sangat percaya jika anak yang di kandung Aluna adalah anaknya


"Memang benar saat ini Aluna tengah hamil empat bulan dan asal mom tahu jika dia hamil sebelum aku menikahinya mom dan itu murni ulah Regan sendiri dan anak yang Aluna kandung Regan jamin jika itu seratus persen darah keluaga Anderson!"


"APA!"lagi lagi nyonya Eva terkejut dengan ucapan anaknya yang ternyata menghamili wanita lain sebelum menikahinya


"Kau gila Regan!"


"Pokoknya Mommy tidak setuju dengan pernikahan kalian titik! Selamanya wanita yang pantas kau nikahi hanya syafira!"ucap Nyonya Eva dengan tegasnya, ia segera bangkit dari duduknya dan mengambil tasnya untuk segera keluar dari mansion Regan


"Kak..."


"Syttttt, nggak usah di fikirkan sayang mommy hanya terkejut maafkan kakak karena selama ini memang kakak menyembunyikan pernikahan kita karena beberapa alasan"ucap Regan setelah mommynya pergi, ia memeluk tubuh aluna dan tak lupa mengecup kening Aluna


Saat ini Regan harus bersiap menerima amukan dari daddynya karena pasti mommynya akan melaporkan hal ini kepada sang daddy, selamanya Regan tak akan pernah melepaskan Aluna apapun resikonya


...✨✨✨...


Malam harinya...

__ADS_1


Aluna dan Regan memilih untuk bersantai di balkon kamar, sebenarnya ingin mengajak Aluna pergi jalan-jalan tapi mengingat kondisi kesehatan Aluna yang sedang tidak stabil membuat Regan mengurungkan niatnya itu karena ia tidak mau mengambil resiko dengan mempertaruhkan kesehatan istri dan anaknya, terlebih dengan kejadian hari ini yang Regan yakin menguncang batin aluna


Kedua saling hadap dengan kepala mengadah ke langit, memperhatikan bintang-bintang yang berkelipan ditengah gelapnya malam, tidak ada bulan, tidak mendung dan tidak berawan pula.


"Kak Regan geli." rengek Aluna begitu Regan yang tiba-tiba menurunkan posisi hingga berhadapan dengan perut besarnya.


"Biarin, mwah." balasan acuh sembari terus mengecup perut Aluna gemas.


"Hallo boy hihi Daddy kaya udah tahu kamu lelaki saja tapi gak apa apa ya Daddy pangil boy kalo cewe Daddy bakal panggil babby girl, anak Daddy gimana kabarmu nak?Cepet keluar gitu napa nak, betah banget heran. Gak bosen diperut mommy, gelap loh gak ada lampu gak kaya di luar cantik, emang gak mau lihat mommy yang setiap hari cantik gitu?"Baiklah, Regan mulai kehilangan kewarasannya.


"Kamu mau dikasih nama siapa? Namanya harus indah seindah dunia ini ya sayang? sehat sehat terus di dalam perut mommy, jaga mommy kamu juga ya bantu daddy" Aluna benar-benar merasa tertekan, Regan tidak sekali dua kali melakukan ini. Berbicara pada perutnya, tidak ada jawaban selain rasa yang sulit di artikan dan tendangan itu pula yang membuat Aluna harus menahan rasa nyeri, seperti saat ini.


Dug!


Semakin hari usia kandungan Aluna semakin bertambah, pada usia 18 Minggu ini Aluna kadang sedikit merasakan pergerakan calon bayinya di dalam perutnya


"Shhhh..."


"Sakit?" tanya Regan khawatir. Aluna menggeleng sambil tersenyum, kemudian mengelus sedikit dibagian yang ditendang tadi, membuat Regan berinisiatif mengelusnya.


"Kak," panggil Aluna


"Hmm?" Regan memeluk perut Aluna menunggu apa yang ingin wanita itu ucapkan,


"Mmmm, ap-apa kakak nyesel nikahin aku?" Regan memandang wajah Aluna dengan tatapan aneh,


"Kenapa nanya gitu?" tanyanya balik. "Aku nggak tau, aku ngerasa terlalu ngerepotin aja, aku takut kamu menyesal." jawab Aluna sedih karena ia mengingat ucapan nyonya Eva yang tajam bertujuan kepadanya


Regan berdecak, "Kamu itu terlalu takut sama apa yang kamu bayangin sayang, padahal realita gak sepahit apa yang kamu ekpetasikan. Aku tau kamu merasa bersalah karena ucapan mommy tadi dan Aku minta maaf, tapi tolong Aluna, yang salah kakak karena emang kakak yang mulai semuanya."


"Kamu jangan merasa terbebani sayang, toh kakak yang terbukti perkosa anak gadis, kakak tau kakak salah dan kakaknmenyesal. Tapi perlu kamu ketahui kalau kakak gak akan pernah nyesel tanggung jawab nikahin kamu, kakak gak peduli sama masalalu karena dimasa depan yang kakak harapin cuman kamu dan anak kita nanti" sambung Regan lagi.


"Maafi-" Regan mengecup bibir Aluna cepat


"Gak usah minta maaf karena kamu gak salah!" tekannya dengan wajah tegas


Cup


Sekali lagi Regan mengecup bibir Aluna


"Enak gak." godanya jahil. Alunn memalingkan wajah, berbalik membelakangi Regan yang kini tengah cekikikan. Dalam diamnya dia memikirkan kenapa jantungnya selalu berdegup kencang ketika bersama Regan, tidak hanya jantung tapi anak dalam perutnya juga damikian, dia akan sangat aktif ketika regan menyentuhnya atau hanya berada disekitarnya.


"Sayang, boleh kakak bertanya?" tanya Regan, Aluna segera menoleh


"Apa kak?"


"Sebenarnya apa hubungan kamu dengan elang? kenapa dia semarah itu saat tau kamu istriku?"tanya Regan dengan tatapan mata yang menatap lembut wajah Aluna


"Aluna tidak tahu kak, kami hanya kenal saat di kampus beberapa Minggu sebelum alun bertemu kakak lagi"


"Tapi kenapa dia sangat marah? apa sebelumnya kalian pernah menjalani hubungan?"tanya Regan lagi namun Aluna kembali mengelengkan kepalanya


"Luna belum pernah dekat dengan lelaki manapun kak, karena dulu Luna minder dengan kehidupan Luna yang berantakan seberapa banyak lelaki yang memang mendekati Aluna tapi Aluna tidak pernah meresponnya karena Aluna tidak yakin mereka bisa menerima keadaan sebenarnya jika Luna hanyalah anak terbuang yang tidak pernah di anggap ada, dan bagaimana jika memang suatu saat nanti Aluna tiada Aluna tidak tahu harus apa, Aluna tidak mau menjadi beban kak..."ucap Aluna haru, ia menundukkan kepalanya


Mendengar hal itu Regan jadi tidak tega menanyakan hal hal lain karena pasti Aluna akan kembali mengungkit hal yang tidak pernah ia suka


"Sayang lihat bintangnya," tunjuk Regan keatas. Spontan Aluna mendongakkan kepalanya, memandang langit gelap yang dihiasi bintang-bintang cantik, Regan menunjuk dua bintang yang berjejer terang, Aluna melihatnya dan dibawahnya ada tiga bintang kecil yang cahayanya tidak begitu terang.


"Yang terang itu kita, dan redup itu anak-anak kita nanti." ujar Regan memberitahu isi pikirannya. yang sedikit Aluma mengerutkan dahi, "Anak-anak kita? Kan ini cuman satu."


Regan tersenyum lebar, "Kamu pikir satu anak aja cukup, kita harus punya minimal tiga nantinya sayang, mansion ini terlalu besar untuk satu anak kasian juga anak kita nanti jadi anak tunggal" ujarnya enteng dengan kekehannya.


"Kita?" Kini Regan yang bingung dengan isi pikiran Aluna


"Ya memang kita, emang mau siapa?"


"Bukannya kakak akan menikahi wanita masa kecil kakak?" tanya Aluna polos.Regan terdiam, dia ingat dia pernah mengatakan hal itu di ruang kerjanya ketika Aluna tidur, dan apakah Aluna mendengarnya saat itu.


"Kamu denger?" tanyanya kaku. Aluna mengangguk


"Sebenarnya waktu itu aku nyariin kakak di ruang kerja eh ternyata kakak lagi ngobrol lewat telepon " ungkap Aluna jujur.


"Kenapa kamu gak bilang?"


"Buat apa? Aku gak berdaya, aku gak bisa halangin kakak." ujar Aluna dengan senyuman khasnya.


Seketika Regan menghela napas kecewa, kenapa juga dia pernah berkata seperti itu. Awalnya dia tidak percaya kalau hatinya berhasil berpaling, nyatanya hatinya telah berhianat. Dia malah jatuh pada Aluna istri kecilnya, jatuh sedalam-dalamnya meski tak sedalam palung mariana.


"Kalau kakak minta sesuatu boleh?" Aluna mengangguk.


"Selagi aku bisa, akan aku lakukan." jawabnya lembut. Regan menarik sudut bibirnya, menggenggam tangan istrinya dan diletakkan di dadanya.


"Apa rasanya?" tanya Regan. "Berdetak kencang, sama kayak punyaku." jawab Aluna polos seraya menggerakan sebelah tangannya yang satu lagi untuk membawa tangan Regan ke dada kirinya.


"Mungkin kakak bodoh banget, padahal kakak udah begini semenjak ketemu kamu pertema kali, Cuman semua itu kakak tpis karena kakak udah janji dengan wanita masa kecil kakak"


"Mungkin kakak akan mengakhirinya, kakak bahkan udah mengakhiri semuanya, semuanya sudah kakak serahkan sama Tuhan, biar Dia yang megang kendalinya. Untuk sekarang kakak hanya butuh kamu, butuh anak kita dan tentunya butuh Tuhan. Kakak gak butuh alur istimewa yang kakak ciptain sendiri." Regan menjeda ucapannya.


"Maka dari itu, kakak minta kamu lupain ucapan kakak malam itu. Angap aja mimpi buruk, kakak gak mau berakhir sama kamu selagi dua di antara kita masih sama-sama hidup, kakak mau sama kamu terus sampai akhir nafas kakak Luna, kakak akan coba ikhlas dengan masa lalu kakak" sambungnya sembari mengeratkan genggamannya pada tangan Alunn.


"Kk-kak R-regan?"


"Kakak mohon, percaya sama kakak Alunn. kakak mohon sama kamu supaya nerima permintaan kakak, tetap hidup sama kakak apapun yang akan terjadi nanti." Aluna terdiam, perlahan air matanya turun dalam dekapan hangat Regan.


"Kak Regan, aku gak tau aku kenapa, tapi aku gak mau jauh dari kakak rasanya, aku gak mau kalau kakak gak ada. Aku kenapa??" tanya Aluna dengan suara bergetar frustasi. Bagaikan mendapat berlian satu ton, bahagia. Itulah yang dirasakan oleh Regan, lelaki itu semakin mengeratkan pelukannya dengan tidak berhenti mengecup puncak kenala Aluna sayang


"Kita saling cinta, kita saling sayang." Hanya itu, hanya itu jawaban Regan. Detik itu juga Aluna menangis menyadari perasaannya yang rupanya sangat spesial, ataukah lebih spesial lagi. Aluna tidak tahu, dia hanya bisa meringsek kepelukan Regan lebih dalam lagi.


"Jangan pernah pergi dari hidupku Aluna..."


Cup


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2