Aluna My Little Wife

Aluna My Little Wife
Chapter 16


__ADS_3

Dua Minggu sudah setelah kejadian di keluarga Mahesa, setelah Aluna di bawa pergi oleh Regan dengan bersimpuh darah rumah besar yang tampak megah itu seperti tidak hidup. Tidak ada umpatan kasar, bentakan ataupun bentuk kekerasan lainnya semenjak dua minggu lalu. Orang yang mereka siksa sudah pergi entah kemana, dalam hati mereka merasa khawatir, namun mereka tidak bisa memaknai bentuk kekhawatiran itu sebagai apa, sebagai bentuk peduli pada Alun atau penyakit Alea yang akan kambuh, jika tidak ada Aluna siapakah yang akan mengorbankan diri untuk Alea.


Aldo serta tuan Agra diam diam mencari informasi Aluna yang di bawa oleh Regan namun satu informasipun tak mereka ketahui karena Regan memang sengaja menyembunyikan Aluna sebelum Aluna sadar dari komanya, ia tak mau terjadi sesuatu dengan Aluna serta bayi yang di kandung Aluna


Sedangkan di lain tempat, tepatnya di sebuah rumah sakit elite dan terbaik di negara S nampak seorang gadis cantik yang sudah dua Minggu ini masih menutup kedua mata cantiknya


Ya sejak kejadian itu tubuh Aluna kritis dan dia membutuhkan banyak darah, beruntung Regan yang secara kebetulan memiliki darah yang sama dengan Aluna bersedia membantu wanita cantik itu, namun sampai saat ini Aluna tak sadarkan diri karena kejadian alun mengiris pergelangan tangannya membuat ia koma


Regan dengan kekuasaan besarnya mencoba mencari rumah sakit terbaik agar Aluna cepat sadar dari komanya, dan pilihannya jatuh pada negara S, meskipun begitu setiap dua hari sekali Regan akan terbang ke negara S untuk menemani Aluna, jika saja pekerjaannya tidak menumpuk ia pasti akan mendampingi Aluna sampai wanita cantik itu membuka matanya


Sungguh Regan merasa bersalah dengan Luna, akibat dia yang terlalu berfikir untuk menemui Aluna sampai sampai Aluna dan calon bayi yang masih ada di kandungannya menjadi korban keegoisan satu keluarga


Regan marah setelah Jack memberikan sebuah informasi tentang bagaimana sikap keluarga Aluna terhadap Aluna selama ini. Regan seperti merasakan rasa sakit yang di alami aluna


pantas saja tubuh Aluna sangat kecil dan kurus rupanya untuk kebutuhan sehari-hari dan perkuliahannyapun ia harus mencari kerja sendiri


Air mata yang sebelumnya tak pernah jatuh di kedua mata Regan saat ini terjatuh dengan sendirinya di samping tubuh Aluna yang masih tak sadarkan diri, tangan kekar itu terulur mengusap perut Aluna yang sedikit menonjol karena usia kandungan yang sudah hampir 12 Minggu


"Kenapa kamu gak langsung bilang sama aku kalo kejadian waktu itu menghasilkan anakku Luna?"


"apa kamu takut jika aku tak menerima anak ini?"


"Aku tak Setega itu Luna, mau bagaimanapun bayi ini tetaplah anakku, darah dagingku. Meskipun dia hadir akibat satu kesalahan, akan tetap menyayanginya dia anakku"


"Bangun Aluna, kita belum sempat berkenalan dan aku sudah janji setelah kau sadar aku akan menikahimu dan merawat anak kita bersama, meskipun aku harus melupakan cinta masa kecilku"


Ucap Regan yang tak pernah henti untuk selalu berbicara dengan Aluna yang masih koma, serta tangannya yang selalu mengusap perut Aluna


Regan sangat beruntung ketika dokter mengatakan jika bayi yang di kandung Luna baik baik saja hanya saja kandungan Aluna lemah, ia harus menjaga hati hati kandungan Aluna


...***...

__ADS_1


Di waktu yang sama namun di tempat yang berbeda, tepatnya di sebuah rumah megah yang dulunya menjadi tempat penyiksaan untuk Aluna, seorang laki-laki yang baru menginjak usia dewasa itu duduk diatas kasur yang dulunya ditempati Aluna mengedarkan kepalanya keseluruh ruangan sempit tempat Aluna mengistirahatkan tubuhnya. Hanya ada kasur single, sebuah meja belajar dan kursi, serta lemari pakaian usang. Ada sebuah kamar mandi namun begitu sempit, bahkan jika dibandingkan oleh toilet umum makan akan lebih unggul toilet umum dibanding kamar mandi Aluna yang begitu kecil.


Aldo menghela napasnya, laki-laki itu memandang foto Alun saat berusia dua tahun yang terpajang diatas meja belajar gadis itu.


Disana Alun tengah dia peluk, Al masih ingat betul kejadian itu. Dimana Alun yang meminta disuapi makan olehnya yang baru saja akan duduk di kursi taman kanak-kanak, Aldo tidak tahu permasalahan apa yang telah diciptakan Alun sehingga keluarganya membenci Aluna, yang Aldo tahu alun hanya terlibat dalam kematian neneknya dulu namun Aldo sama sekali tak mengetahui hal pasti yang membuat kedua orangtuanya beserta yang lain membenci gadis kecil itu


"Lucu..." Tanpa sadar Al tertawa saat melihat foto Aluna saat kecil


ia sadar betul jika Aluna sangat cantik bahkan kecantikan adik bungsunya itu melebihi kecantikan Alea yang selalu merawat tubuhnya


Aldo menghela nafasnya saat benda tak kasat mata yang seperti menusuk hatinya, ketika ia hendak bangkit matanya tak sengaja melihat buku berwarna pink yang Aldo yakini itu diary Aluna.


Aldo kembali mendudukan tubuhnya di atas pembaringan Aluna, tangan besarnya membuka buku diary itu


lembar demi lembar Aldo membacanya hingga tanpa terasa air mata yang tak pernah Aldo keluarkan terjatuh dari wajah tampannya


Di buku itu tertulis bagaimana rasa sakit Aluna selama ia hidup, bagaimana perlakuan keluarganya yang tak pernah menyayanginya sampai penyiksaan keluarganya yang Aluna terima


di buku itu juga Aluna menuliskan semua keinginannya hingga cita citanya yang menginginkan kuliah di jurusan kedokteran namun apa kata tak ada beasiswa untuk kedokteran


Aldo sempat akan jantungan ketika menemukan dua lembar surat pernyataan dari rumah sakit mengenai konsisi Alun yang tidak memungkinkan untuk mendonorkan darahnya lebih banyak lagi, bahkan tertulis dengan jelas disana jika Alun terus mendonorkan darah maka resikonya jantung gadis itu tidak akan berfungsi normal atau bahkan parahnya lagi gadis itu bisa kehilangan nyawanya.


Dia tidak mengira Alun pernah dinyatakan kritis pada saat itu, tepatnya ketika Alea drop dan tiba-tiba Alun menghilang setelah mendonorkan darah, dia ingat betul kapan kejadian itu berlangsung.


Flashback On


Alun berjalan lunglai memasuki rumahnya, gadis itu menyembunyikan tangannya yang ditempeli kasa serta hansaplast guna menghentikan darah yang mengalir dari punggung tangannya. Dengan wajah pucat pasi Alun membuka pintu kamar untuk segera merebahkan tubuhnya yang lemas, seharusnya setelah sadar dari komanya ia harus istirahat untuk memulihkan tubuhnya namun alun memaksa jika ia ingin pulang


Begitu pintu terbuka yang di dapatkan Aluna justru tamparan kakeknya dari sang mama yaitu tuan albert. Sang kakek keluar dari kamar Alun menyeret paksa gadis itu menuruni tangga, semua itu disaksikan Aldo yang di dapatkan yang saat itu memang marah karena Alun tidak pulang kerumah sehabis mendonorkan darah. Mereka mengira jika Alun melakukan perbuatan kotor diluaran sana.


Alun dihajar habis-habisan, bahkan luka memar dari tebasan rotan sudah memenuhi betis punggung, serta lengan gadis itu. Aldo melihat dengan jelas Alun yang saat itu tergeletak tak berdaya dengan darah yang mengalir dari hidungnya, dia tidak perduli dan malah menambahi luka Alun dengan menampar pipi gadis itu berkali-kali.

__ADS_1


"A-ampunn kak.." ucap Aluna lemah, namun bukannya mengampuni Aldo justru menyeret Alun secara kasar dan dia lempar tubuh itu kedalam kolam berenang, melihat adanya pergerakan dari Alun dia pergi begitu saja. Berharap gadis itu mati, namun sia sia saja Aldo gak tega dan berakhir menyeret kembali tubuh Aluna yang sudah lemah ke pingiran kolam renang pada saat itulah dia membiarkan Alun begitu saja.


Flashback off


"Berapa lama dia dipaksa mati, miris..."Aldo meletakkan buku itu kembali, tangannya mengepal saat mengingat itu semua, ntah mengapa tiba tiba dadanya merasakan sakit ketika ia mengingat hal itu


"AKHHHH SIALL!!"


Aldo berteriak frustasi ia mengacak semua barang barang Aluna, serta menendang meja belajar Aluna membuat semua barang barang Aluna berjatuhan


Setelah itu Aldo segera keluar dari kamar Aluna dengan perasaan yang Sulit ia mengerti


...***...


Sedangkan di rumah sakit negara S, nampak Regan yang tanpa lelah menemani Aluna, sesekali ia mengusap perut Aluna yang mengandung bayinya


Hingga beberapa saat kemudian


Jari-jari wanita itu bergerak pelan, bulu matanya pun bergetar. Regan terbelalak kaget saat jari jari Aluna bergerak, ia segera menekan tombol emergency yang yang ada di samping brangkar


Perlahan lahan mata cantik itu membuka matanya, Aluna mengendarakan pandangannya ke semua sisi ruangan


"Aluna kau sudah sadar?"ucap Regan dengan senyumannya, namun senyumannya hilang bersama saat Aluna teriak histeris


"Aaaaakhhh hikss pergi pergiii!"


...TBC...


...Garing banget gak see🥲...


...Maaf ya aku baru up karena full kegiatan dari lusa lalu, ini aja aku gak fokus buat nulis😭...

__ADS_1


__ADS_2