
Kini usia kandungan Aluna sudah memasuki usia hampir ke lima bulan, artinya pernikahan Aluna dan Regan sudah hampir menginjak usia 3 bulan
"Ayo jalan-jalan keliling komplek ini, biar bumil cantik ini dan babbynya sehat." ajak Regan pagi ini, seperti biasa calon Daddy itu akan selalu mengajak sang istri jalan pagi.
Belakangan ini Regan selalu menyempatkan waktu untuk istri kecilnya karena Aluna selalu merasa sendirian walaupun di mansion itu banyak sekali para pelayan dan lagi Regan ingin menjadi suami siaga di saat Aluna tengah hamil anaknya, rasanya Regan sudah tak sabar untuk menggendong buah hatinya itu yang masih ada dalam kandungannya Aluna
"Tapi jangan jauh-jauh ya kak, napas aku sesak kalau kejauhan." pinta Aluna. Regan mengangguk, "lya sayang, emang udah berat banget ya?" Lelaki itu berinisiatif mengelus perut buncit aluna yang semakin hari semakin menambah pula ia mengecupnya singkat kemudian membawa Alun turun.
"Kakak gak kerja?" tanya Aluna ditengah perjalananya berkeliling. "Jam 10 siang nanti kakak ada meeting sayang tapi sekarang nemenin kamu dulu." jawab Regan seraya menghapus peluh di pelipis Aluna.
"Haus nggak?" tanya Regan kemudian. "lya haus, mau itu," tunjuk Aluna ke arah pedagang es buah. Regan melihatnya, kemudian menggeleng. "Masih pagi sayang, kasihan babbynya kedinginan nanti." kekeh Regan. Aluna cemberut
"Kakak kok gitu, kan pengen." rengeknya setengah memaksa. "Ini masih pagi, gak bagus minum es buah. Kamu juga belum sarapan, siang aja ya," bujuk Regan.
Aluna memalingkan wajah. Dua bulan terakahir ini dia banyak berubah, jadi lebih sensitif dan cenderung bisa mengekspresikan diri, dia banyak mengatakan apa yang dia rasa kepada Regan, dan dia juga merasa dirinya mulai bisa merasakan ngidam setelah kandungannya masuk tepat empat bulan
Regan yang melihat ekspresi istri kecilnya seperti hendak menangis itu lantas tertawa, seperti anak kecil sekali istrinya itu. Anak kecil tapi punya anak kecil. "Gak usah nangis, ayo dibeliin." bisik Regan sembari mengelus kepala istri kecilnya sayang.
"Udah gak pengen!" ketusnya menjawab. Regan tertawa, ekspresi istri kecilnya begitu lucu ketika sedang merajuk. Karena gemas diapun langsung mendekap tubuh Aluna dan di gendong mendekati penjual es buah yang sedang menata dagangannya.
" Kakak ihhh mau turunnn!!!" pekik Aluna histeris. "Jangan gerak-gerak sayang, nanti babbynya geser gimana?" Aluna mencubit pinggang Regan gemas,
"Kok kakak sekarang ngomongnya aneh aneh Mulu deh heran"gerutunya dengan mata melotot kearah Regan.
Regan hanya terkekeh, "Udah ini jadi nggak es nya?"
"Gak, udah gak pengen."
"Ohh jadi udah gak mau, hmm? Yaudah ayo pulang." balas Regan dengan nada jahil. Detik itu juga Alunn benar-benar menangis, jengkel dengan Regan yang menolak peka. Dia ingin dibujuk dan lelaki itu malah pura-pura tidak tahu. "Ettt, tunggu dulu." Regan mencekal lengan Aluna yang hendak pergi, kemudian mendekap tubuh pendek wanita hamil itu.
"Maaf sengaja, habisnya liat kamu nangis bikin gemes." tuturnya, setelah itu dengan santuynya dia mengecup bibir Aluna lembut Regan menarik Tengku Aluna ketika perempuan itu hendak menolak, kemudian beralih ke penjual es buah.
"Sayang tapi itu kurang higienis, nnti bibi laras saja ya yang buatin"
"Nggak mau, maunya itu!"
"Tapi..."Air mata aluna sudah terjatuh, regan yang tak tegaan langsung memesannya
"Pak saya mau es buah satu, jangan pakai buah nanas ya"
"Ah tuan Regan, siap tuan. Tunggu sebentar ya."ucap penjual itu sedikit kaget karena tiba-tiba Regan membeli dagangannya
"Kak..."
"Hmmmm?"jawab regan hanya dehemnya
"Aku rasanya sudh ketingalan mata kuliahku"ucap Aluna menunduk
"Tenang sayang, kakak sudah menyiapkannya besok lusa kamu sudah masuk"ucap Regan yang langsung mendapatkan tatapan dari Aluna
"Benarkah?"
"Hm, Rey sudah mengurusnya"jawab regan, Aluna begitu bahagia mengetahui jika sebentar lagi ia akan kembali ke perkuliahan
"Terimakasih kak"
"Iya sayang, tapi kamu harus tetap jaga kesehatan kamu ya"ucap Regan dengan mengelus rambut Aluna
Setelah itu tak berapa lama es pesanan Aluna jadi, Aluna dengan mata berbinar ia segera menyantap es buah itu sampai sampai airnya berceceran dan dengan lembut Regan mengelapnya mengunakan sapu tangan yang selalu ia bawa
__ADS_1
"Pelan pelan sayang, gak ada yang bakal ngambil"
"Kakak mau?"
"Mau tapi suapin"ucapnya dan Aluna Langsung menyuapi Regan.
"Enak?"tanya Aluna. Regan mengangguk
"Lumayan tapi kamu gak boleh banyak banyak ya, habis ini minum vitamin ya"Aluna mengangguk
Puas memakan es buah dan jalan jalan, mereka berdua memutuskan untuk segera pulang ke mansion karena matahari semakin terik dan Aluna yang sudah kelelahan akibat jalan
Setelah berada di mansion, Aluna masuk ke dalam kamarnya bersama Regan
"Sayang kakak mandi dulu ya, kamu kalo cape istirahat"Aluna mengangguk namun saat Regan masuk ke kamar mandi Aluna malah berjalan ke arah walk in closet untuk menyiapkan baju kerja Regan
"Kenapa semua pakaian kak Regan hitam semua?"Fikir Aluna karena tidak melihat warna lain selain warna hitam dalam lemari pakaian Regan. Namun, Aluna tetap menyiapkan pakaian Regan
...✨✨✨...
"Sayang kamu hati hati ya di mansion, segera hubungi kakak kalo terjadi apa apa"
"Iya kak"
"Oh iya sama satu lagi, mungkin kakak akan pulang telat ya"
"Iya kak, hati hati di jalan"
Cup
setelah mengecup kening dan perut istrinya Regan segera berangkat menuju perusahaannya
...✨✨✨...
Didepan Cermin Aluna mengaca, tubuhnya polos hanya terbalut dalaman, dia memperhatikan perutnya yang semakin hari semakin membuncit serta bagian bagian tubuh yang sudah sedikit berubah karena Regan dan juga faktor kehamilan, Aluna tersenyum hangat begitu perutnya bergerak-gerak membentuk benjolan di beberapa tempat.
"Aktif banget anak mommy, sehat selalu ya sayang mommy cuman punya kamu dan Daddy, dan kamu harus lahir di dunia ini sayang daddy kamu orang yang sangat baik dan sayang sama kamu, kamu jangan kecewakan Daddy kamu ya, sehat sehat di dalam perut mommy, mommy janji sekarang mommy tidak akan pernah membiarkan orang lain jahat dengan kita." ucapnya sedikit haru. Setelah itu Aluna benar-benar pergi mandi, merendam tubuhnya didalam bathtub menggunakan air hangat. Wanita muda itu memejamkan matanya menikmati sensasi kehangatan air yang begitu merilekskan tubuhnya, hingga beberapa menit kemudian pintu kamar mandi terbuka.
Aluna hampir memekik karena terkejut, tapi dia hanya diam saja ketika mendengar deheman Regan yang sedang bergumam mencari dimana dirinya, Aluna diam tidak berani bergerak sampai suara ikat pinggang jatuh ke lantai dan air shower mulai menyala. Aluna mengintip dengan sedikit membuka kain yang membtasi bathtub dan shower.
"Aaaaaaaaaaa!!!!" Brak! Regan terkejut setengah mati sampai menjatuhkan botol sabun yang sedang dipegangnya, tadi dia sedang akan menurunkan boksernya tapi mendengar teriakan itu membuatnya diserang spot jantung luar biasa.
Regan mengambil sabunnya lagi lalu menaruh benda itu di tempatnya, kemudian mendekati bathtub serta menyibak kain pembatas itu lebar-lebar. Dirinya menghela napas lega karena rupanya itu istri kecilnya namun melihat pundak Aluna yang terpampang polos membuat Regan tersenyum miring, lantas tanpa basa-basi lagi Regan mendekati Aluna dan ikut masuk kedalam bathtub.
"Sayang," panggilnya, Aluna tetap menutup wajahnya, "Kenapa, buka aja kali. Bukannya tadi mau ngintipin aku mandi." celetuk Regan. Aluna memukul dada Regan lumayan keras,
"Enak aja, engga kok aku gak ngintip" bantahnya malu. Regan tertawa, kemudian menarik Aluna agar lebih dekat,
"Perutnya kegencet kak." tekan aluna
"Kenapa mandi malam-malam hm? bukannya aku sudah bilang kamu gak boleh mandi malam kenapa nakal Hm?" tanya Regan tiba tiba serius, tidak memperdulikan wajah Aluna yang tengah cemberut. Detik itu juga mimik wajah aluna berubah, dia langsung menatap Regan dengan tatapan bersalah dan memelas
"Maaf, tadi ketiduran dan bangun malah keasikan masak masak buat kakak sampai lupa mandi.." cicitnya sembari menunduk.
"Besok jangan diulagi lagi, awas nakal." peringat Regan tersirat nada mengancam. Aluna mengangguk patuh, memang sudah dasarnya penurut jadi mau bagaimanapun perubahannya yang sebelumnya masih pasti sifat terbawa. "Karena kebetulan mandi bareng dan aku gak sengaja nyentuh ini dan kamu nakal," Regan berucap sambil menyentuh sesuatu di dada Aluna yang tak terbungkus apapun,
"Kamu harus di hukum sayang..."ucapnya dengan serak basahnya
"Kakhhh mau apahh ahh"
__ADS_1
"kak mmmfhhb m-ma-mmmhh"
(Gausah dilanjut nanti kalian panas dingin lagi wkwkw inget puasa)
Setelah menyelesaikan mandinya Regan langsung mengangkat Aluna menuju ranjang karena perempuan hamil itu sudah sangat kelelahan akibat ulah Regan tadi di dalam kamar mandi
dengan pelan pelan Regan membaringkan Aluna di kasur king sizenya lalu ia mengecup kening Aluna
Cup
"Terimakasih sayang"
regan langsung berpakaian dan setelah itu dia pergi ke ruang kerjanya karena masih ada beberapa pekerjaan yang belum ia selesaikan
di salam ruangan kerjanya Regan mendapatkan telepon dari mommynya, ia malas namun tetap Regan angkat
"Hallo mom ada apa? "
"....."
"Berhentilah menjodohkan Regan mom, Samapai kapanpun Regan tidak akan menerima perempuan yang mommy pilih ntah itu Shela dan Syafira!"
"....."
"Tapi mommy sudah mengetahui jika aku sudah menikah mom bahkan sebentar lagi aku akan memiliki anak yaitu cucu yang mommy harapkan!!"
"....."
"Sudahlah Regan tak mau berdebat dengan mommy, terserah mommy mau melakukan hal apapun!"
"......"
"Aku yakin jika Daddy juga tidak akan pernah menyetuju Shela atau Syafira sebagai tunanganku!"
Tut!
dengan kesal Regan segera menutup panggilannya
Ia menarik nafasnya panjang dan membuangnya dengan kasar, emosinya hendak meledak saat tadi mommynya hendak mengancam Regan mengunakan Aluna jika ia tak mau di jodohkan dengan wanita pilihan mommynya
Regan sudah yakin jika ia akan mempertahan Aluna sebagai istrinya biarlah bayi kecilnya yang sudah lama tidak ia temui menjadi masa lalu Regan kecil yang indah, saat ini ia sudah mempunyai Aluna yang sedang mengandung anaknya
...✨✨✨...
Di sisi lain nyonya Eva begitu Kesal Sampai sampai ia mengacak semua buku buku yang berada di atas meja kerja yang di depannya karena saat ini ia tengah berada di ruang kerja suaminya
"Siap sepertinya wanita itu sudah menghasut anakku! aku tidak mau menerima perempuan yang tidak jelas babat bibit bobotnya, aku hanya ingin Regan menikah dengan wanita pilihanku!"ucapnya dengan otak yang bekerja merencanakan sesuatu
...TBC...
...Menurut kalian apa?...
...apa yang kalian harapkan untuk Aluna kedepannya?...
...mau ending gimana? sad or happy?...
...atau gantung kaya hubungan aku dengan dia?😂...
...Oh iya kalo sekiranya novel ini sudah membosankan kalian boleh tinggalkan ko serius asal jangan hate comments aku. But, akan tetap nulis untuk menyelesaikan novel ini...
__ADS_1
...insyaallah lanjut besok ya...
...Beberapa hari kegiatan aku full banget pengen ngeluh sebenarnya hehe...