
Mendengar jika Eva membatalkan perjodohannya dengan Regan, Syafira tentu saja kesal, ia tidak akan diam sama ia harus bisa membuat Regan menjadi miliknya
Regan menjadi cinta petama Syafira sejak ia kecil namun sayang Regan sama sekali tidak memperlakukan dia baik, tak peduli jika Syafira bertingkah apapun hati Regan kala itu terkunci karena yang ia inginkan hanya bayi kecilnya
Setelah berbicara dengan Syafira, Nyonya Eva segera untuk pulang kembali ke mansionnya. Ntah apa yang harus ia lakukan kali ini karena malu setelah perbuatannya yang kurang menyenangkan di depan menantunya
Sedangkan di sisi lain tepatnya di halaman belakang mansion keluarga Anderson Aluna berdiri sedih memandangi pohon mangga yang berbuah lebat, ia sedih sejak melihat pohon itu ia sangat menginginkan buah mangga untuk ia cicipi namun ia tidak bisa mengambilnya karena pohon itu sangat tinggi dan sama sekali tidak ada galah atau alat yang bisa ia gunakan untuk mengambil buah itu
Ia ingin memanjat tapi ia takut ia akan terjatuh mengingat pohon itu sangat tinggi, ingin meminta tolong ia ragu dan takut karena tidak ada Regan di sini
Namun karena rasa inginnya melebihi rasa takutnya Aluna nekat akan mencoba memanjat pohon mangga besar itu yang terdapat buah mangga yang sangat lebat
"Sayang mommy akan ambilkan buah itu untuk kamu" Gumamnya dengan mengusap perutnya yang sudah membuncit
Aluna langsung memanjat pohon mangga besar itu dengan bantuan tangga yang lumayan tinggi, namun pada saat kakinya menginjakkan di anak tangga ke tiga suara dari arah belakang mengema
"ALUNA!!!"teriaknya yang langsung berlari
"APA YANG KAU LAKUKAN HAH?!"Teriaknya murka dengan tangan yang langsung menarik Aluna namun masih dengan lembut tetapi jantungnya kian copot melihat ibu hamil itu hendak menaiki tangga untuk memanjat pohon
Dia adalah nyonya Eva yang baru saja pulang, ia hendak mencari Aluna yang tidak ia temui di kamar atau dimanapun saat di halaman belakang ia di buat spot jantung melihat istri anaknya itu hendak menaiki tangga yang cukup tinggi
"Mm-maaf ny-nyonya aku sangat ingin buah mangga itu"ucap Aluna menunduk ia mengira ia tidak diizinkan untuk mengambil buah mangga itu karena itu milik nyonya Eva yang ada di halaman belakang
"apa yang kau bicarakan hah? jika ingin buah mangga kenapa kau tidak meminta tolong pelayan saja! apa kau mau bunuh diri hah?!"kesabaran nyonya Eva setipis tisu ia sangat terkejut mendengar ucapan menantunya itu Untung saja ia segera menangkap Aluna jika tidak ia tak akan tahu nasib Aluna dan calon bayinya
Aluna hanya bengong mendengar ucapan Nyonya Eva yang ternyata bukan itu yang ia khawatirkan melainkan nyonya Eva mengkhawatirkan kondisi ia dan bayinya
Nyonya Eva segera membuka handphonenya untuk segera menelepon Regan
__ADS_1
"Dasar anak nakal cepat pulang kau jika tidak mau istrimu ini nekat memanjat pohon mangga lagi, apa dia ini bisu hah bisa bisanya dia tidak meminta tolong kepada pelayan malah berinisiatif memanjat pohon mangga di halaman belakang!! cepat pulang kau biarkan itu semua daddymu yang urus kau segera pulang segera temani istrimu bisa bisany kau ini masih mementingkan pekerjaan di bandingkan mengurus istrimu yang sedang mengandung, apa kau ini tidak bisa lihat istrimu ini badannya sangat kecil kau tidak bisa meninggalkannya ketika sedang hamil!!!!"nyonya Eva berbicara tanpa henti ia sangat kesal bercampur rasa khawatir, ia tahu jika Aluna tidak akan mau merepotkan orang lain kecuali suaminya sendiri untuk itu nyonya Eva segera menelepon Regan untuk meminta ia segera pulang
sedangkan di sisi lain Regan yang tengah rapat penting di buat terkejut ketika mommynya tiba tiba menelpon pada saat jam kerja yang memang nyonya Eva tidak akan menelepon Regan atau daddynya pada jam kerja jika itu tidak penting untuk itu ia segera mengangkat telepon mommynya
dan lagi lagi Regan di buat terkejut ketika ia menempelkan telepon genggamnya dan belum sempat berucap mommynya langsung berbicara tanpa henti dengan mengabarkan jika Aluna nyaris jatuh dari atas pohon! tanpa pikir panjang Regan segera mematikan teleponnya dan segera menyambar jasnya
"Maaf Daddy Regan harus segera pulang hari ini"
"ada apa Regan?"
"Aluna nyaris jatuh dari atas pohon dad! tadi mommy meneleponku aku akan segera pulang, tolong Daddy handle semuanya"
"Astaga lalu bagaimana sekarang keadaan menantu dan calon cucu Daddy?"
"Aku belum tahu dad!"
"Yasudah biar semua Daddy dan Rey yang handele semuanya kau segera pulang dan temui istrimu"
"iya son hati ya nanti kalo ada apa apa jangan lupa kabarin Daddy"
...****************...
Beberapa jam kemudian Regan sampai di mansionnya ia langsung masuk kedalam tanpa melihat di ruangan keluarga, dengan tergesa gesa Regan menaiki tangga menuju kamarnya yang ada di lantai dua mansionnya
ia membuka pintu kamarnya namun ia tidak menemukan istrinya
"Aluna?!"teriaknya Samapai mencari ke kamar mandi namun Aluna tetap tidak ada membuat Regan segera turun mencari kembali Aluna
Saat ia keluar ia melihat Aluna berjalan ke arahnya
__ADS_1
"Sayang?!"
"Apa kau baik baik saja? apa ada yang terluka bagaimana bisa kau hendak memanjat pohon apa tidak ada orang yang bisa membantumu"
"Aku baik baik saja kak"
"Syukurlah tapi ini kalo terakhir okey, kalo sampai aku mendengar kamu nakal lagi kau akan tau akibatnya"perintah Regan dengan tegasnya namun masih dengan nada lembut
ia memeluk tubuh istrinya itu yang sudah ia tinggalkan selama dua hari ini
"Kak..."lirih alun
"hmm?"
"aku masih pengen mangga itu, tapi aku tidak berani meminta ke siapapun"
"Kalo begitu aku akan suruh tukang kebun memetiknya"
"Tidak!"
"Tidak?"bingung Regan
"Aku mau kak regan yang mengambilkan mangga itu"
"Astaga sayang pohon mangga di belakang sangat tinggi"
"Tapi aku ingin makan buah mangga yang di ambil kakak"
"Sama tukang kebun saja ya?"
__ADS_1
"Ngga mau, yaudah kalo gitu gak usah aja"Aluna melepaskan pelukannya dan segera masuk kedalam kamarnya membuat Regan menggaruk kepalanya gatal
...TBC ...