Aluna My Little Wife

Aluna My Little Wife
Chapter 54


__ADS_3

Percakapan yang tak seharusnya Aluna ucapkan itu kembali membuat mood Regan tak baik, ia tak suka jika lagi dan lagi Aluna selalu membahas prihal umurnya


Regan tak akan pernah rela jika Aluna pergi ia berjanji akan melakukan hal apapun demi Aluna agar tetap berada di sisinya


"Ayo kita pulang sayang, udara di sini semakin membuat dingin tidak baik untuk ibu hamil"ucap Regan yang masih bernada lembut


"Kakak marah?"tanyanya


"Sudah lupakan, kakak gak marah hanya saja jangan pernah kamu mengatakan hal itu lagi"


"Maafin alun kak"satunya memandang wajah Regan, hal itu membuat Regan tak tega ia langsung membawa Aluna kedalam pelukannya


"Maafkan kakak juga karena sempat bentak kamu"


"Kakak nggak bentak alun kok"


"Ehmmm istri kecilku memang manis"


Cup


"Ayo kita kembali ke villa"ajar Regan dengan menggandeng Aluna dan membawanya kembali ke villa


sesampainya di villa baik Aluna dan Regan kaget melihat asisten Ray sudah duduk di ruang tamu menunggu kedatangan Aluna dan Regan karena ada sesuatu yang harus Rey sampaikan segera mengenai hal yang membuat Regan sampai sekarang penasaran


"Rey?"


"Ada apa?"


"Maaf tuan karena saya Datang tiba tiba, ada sesuatu yang harus saya sampaikan segera tuan"


Regan mengangguk ia langsung paham dan ia meminta Aluna untuk terlebih dahulu pergi ke kamar mereka


"Sayang kamu kembali ke kamar sebentar ya, ada yang harus di bicarakan dengan Rey"Aluna patuh tanpa kata kata ia segera meninggalkan Regan dan Rey.


Di ruangan lain yang berada di villa nampak Regan _/dan rey duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut


"Hal apa yang membuat kamu sampai datang menemuiku saat aku dan istriku sedang liburan Rey?"


"Sebelumnya saya meminta maaf tuan karena telah menganggu anda, saya datang kesini membawa kabar mengenai bayi kecil anda yang anda cari selama ini"


hufhhhhh


Regan membuang nafasnya pelan sambil menyandarkan punggungnya di sandaran sofa


"Ntahlah Rey, aku tidak tahu untuk saat ini ntah mengapa aku sudah tidak ingin mengetahui bayi kecilku karena aku sudah punya Aluna yang saat ini tengah mengandung anak kita"


tanpa sepengetahuan Regan Rey tersenyum tipis sangat tipis


"aku paham maksud tuan tapi, saya datang kesini hanya ingin memberikan map ini tuan" ucap Rey dengan menyerahkan map coklat berisi informasi tentang bayi kecilnya


"Hanya itu saja yang ingin saya sampaikan tuan, saya akan kembali ke kota dan semoga dengan informasi itu tuan bisa memutuskan hal yang selama ini menjadi beban untuk tuan"ucap Rey sambil beranjak dari duduknya


Regan mengerutkan dahinya bingung, ntahlah dia seperti tidak ingin membuka map yang berisikan informasi bayi kecilnya walaupun ia sangat penasaran dengan hal itu namun demi menjaga perasaan Aluna ia coba untuk menahannya, mungkin nanti jika waktunya tepat dia baru akan membukanya


"Kalo begitu saya permisi tuan"


"Ya terimakasih Rey"ucap Regan dan reypun langsung meninggalkan Regan di ruangan itu


masih di dalam ruangan Regan menatap sejenak map coklat yang tadi di bawakan oleh Rey, tidak ada niat untuk membuka Regan langsung meninggalkan map itu dan kembali ke kamar menemui Aluna

__ADS_1


"Sayang "panggil Regan


Aluna yang merasa terpanggil menatap Regan sambil tersenyum


"Ada apa Rey sampai mendatangimu kak?"tanya Aluna


"Tidak apa apa sayang hanya urusan pekerjaan saja"


"Apakah kita akan kembali ke kota?"


"Mungkin lusa, aku masih ingin menikmati liburan kita sayang"


Aluna menyadari air muka Regan yang berbeda namun ia hanya bisa diam


"Mau menemani kakak berenang?"


Regan mengajak alun ke kolam renang yang ada di halaman belakang villa, kolam itu nampak menyatu dengan alam


"Apa tidak dingin kak, nanti kalo sakit gimana?"


"tidak akan sayang, badanku sangat pegal butuh olahraga sebentar untuk merilekskan nya kembali"ucap Regan


Aluna hanya menurut, ia duduk di salah satu kursi yang ada di sana sambil membaca buku


sesekali Regan yang berenang memandang Aluna yang sangat cantik dan lucu dengan perutnya yang sudah membuncit itu


Regan semakin yakin jika pilihannya sangat tepat untuk melupakan bayi kecilnya dan hidup bersama dengan Aluna dan juga anak anaknya kelak


"Sayang! ambilkan aku minuman" teriak Regan yang haus meminta Aluna mengambilkan yang sudah di siapkan di meja


"Ini udaranya semakin dingin loh kak, ayo sudah nanti kakak masuk angin lagi "ucapnya dengan membawa minuman beserta handuk kering


Setelah puas berenang Regan mengajak Aluna ke kamar mereka


"Kakak bersih bersih dulu ya, aku akan menyiapkan baju untuk kakak dan juga wedang jahe biar gak masuk angin"ucap Aluna


"Gak usah sayang, biar bibi saja"


"Nggak apa apa, biar alun aja kak"


"Yasudah nanti hati hati ya turunnya, awas jangan sampai jatuh"Aluna tersenyum mendengar ucapan Regan yang sangat perhatian


Bangi Aluna Regan adalah lelaki pertama yang ia temui dengan segala kesempurnaannya, lelaki yang selalu memperlakukannya dengan lembut penuh kasih sayang, dan selalu bersikap manis. Aluna sadar jika ia sudah mencintai lelaki yang menjadi ayah biologis anaknya itu


Aluna segera menyiapkan pakaian ganti untuk Regan setelah itu, iaturun dari tangga menuju dapur. Sesampainya di dapur ia melihat bahan bahan makanan yang rasanya ingin sekali ia memasak untuk suaminya itu


Selama menikah dengan Regan Aluna belum pernah memasakkan makanan untuk suaminya, justru ia yang selalu di masak kan oleh Regan. Karena Regan selalu menyuruhnya untuk tetap duduk dan istirahat


Ini kesempatan untuk Aluna untuk memasakkan makanan untuk Regan, dengan tangan mungilnya ia segera menyiapkan bahan bahan dapur itu


sedangkan bibi yang bertugas di villa itu datang dari arah lain sangat terkejut melihat istri tuannya sedang bergulat di dapur


"Astaga nona, apa yang nona lakukan? Biar bibi saja non. Nona istirahat saja"


"Tidak apa apa bibi, alun mau masak buat kak Regan. Bini tolong bantu Aluna saja ya menyuci sayuran ini"


"Apa tuan tidak akan marah non?"tanya bibi. Pasalnya ia sering mendengar suara Regan yang melarang Aluna untuk melakukan pekerjaan apapun selama di villa ini


"Tidak apa apa bibi, kak Regan tidak akan marah kok"

__ADS_1


"Yasudah hati hati ya non, bibi bantu juga"


"Tapi non, ini bibi menemukan amplop coklat yang tergeletak di ruangan tamu non. Bibi khawatir jika ini milik tuan Regan namun tuan melupakannya"


"Amplop apa itu bibi?"tanya Aluna


"Bibi Tidak berani membukanya non"jawab bibi


"Yasudah bi taro saja dulu di meja, nanti alun yang akan menyerahkannya ke kakak"


"Baik nona"


Aluna dan bibi tengah asik memasak untuk makan malam nanti sampai sampai Aluna lupa untuk membuatkan wedang jahe untuk Regan


Sementara di kamar Regan bingung pasalnya ia tidak menemukan istrinya di kamar, padahal Aluna hanya izin membuatkannya wedang.


Setelah berpakaian ia langsung turun tangga mencari istrinya


"Sayangg"panggil Regan


Namun Regan hanya mengelus dadanya pasrah ketika menemukan istri kecilnya yang sedang bergulat di dapur dengan tangan mungilnya yang sedang mengelola makanan


Ia ingin marah namun kemarahannya pudar ketika ia melihat senyuman Aluna yang nampak luas ketika bercanda dengan pelayanannya


Dengan pelan ia berjalan mendekati istrinya yang tengah memasak


"Bibi boleh minta tolong siapkan piring ya bi"ucap Aluna


"Baik nona"


Hap


"Bukankah kau meminta izin kepadaku hanya untuk membuat wedang jahe sayang?"ucap Regan dengan tiba tiba memeluk Aluna dari belakang membuat Aluna terkejut


"Aa-h kakak"


"Apa yang kau lakukan sayang?"


"Alun mau masak buat kakak"


"Kenapa kamu nakal hm? Bukankah aku sudah melarangmu melakukan hal hal yang memberatkanmu?"


"Ini tidak berat sama sekali kak, alun udah biasa masak kok"


"Kalo begitu nanti malam kau harus di hukum karena nakal"bisik Regan dengan mengecup rambut belakang Aluna


"Bibi boleh tinggalkan kami berdua, biar saya saja yang membantu istriku"


"Baik tuan, kalo begitu bibi akan kerjakan tugas lainnya"


...TBC...


...Maaf ya segitu dulu gaes😫🙏🏻...


...Mon maaf kalo kesannya gak nyambung...


...aku abis baca ulang lagi gaes karena authornya juga sedikit lupa wkwk...


...HAPPY READING GAESS😽...

__ADS_1


__ADS_2