Aminah (Antara Mantan & Masa Depan)

Aminah (Antara Mantan & Masa Depan)
Terpaksa


__ADS_3

Dani dan Aminah tampak canggung. Mbak Nana terus saja meminta keduanya untuk segera masuk ke dalam mobil dan bergegas pergi. Tapi Aminah tetap bersikeras untuk pergi menggunakan ojek online.


Aminah pun terpaksa masuk ke dalam mobil saat Dani sudah lebih dulu membukakan pintu untuknya. Dengan canggung Aminah duduk di kursi penumpang.


Mobil pun melaju meninggalkan warung makan milik Mbak Nana. Perjalanan mereka benar-benar sunyi. Keduanya sama-sama memilih untuk diam. Aminah benar-benar ingin segera sampai di toko. Namun mobil yang di kendarai Dani malah berbelok memasuki sebuah area pengisian BBM. Sontak wajah Aminah berubah menjadi muram.


"Tunggu bentar ya, aku isi bensin dulu." Ucap Dani.


Aminah tak menjawab apapun, dia hanya memilih untuk diam dan mencoba menahan kesal didalam hatinya.


Aminah bergegas membuka aplikasi jasa ojek online saat mobil yang dia tumpangi itu masih mengantre menunggu giliran.


Sekitar 5 menit, giliran mobil Dani pun tiba. Aminah masih menunggu kedatangan ojol yang dia pesan untuk datang menjemputnya. Namun, sampai Dani selesai mengisi BBM, ojol itu belum juga datang.


"Maaf ya lama." Ucap Dani saat masuk ke dalam mobil.


Aminah tetap tidak berkata apapun. Dia enggan untuk membalas ucapan Dani.


Mobil Dani kembali berjalan dan kini meninggalkan area SPBU. Namun hanya berjarak beberapa meter setelah keluar dari SPBU, mobil itu kembali berhenti kali ini di depan sebuah minimarket.

__ADS_1


"Bentar ya, aku haus. Kamu mau minum apa?" Tanya Dani.


Lagi-lagi Aminah hanya diam, dia benar-benar ingin melompat keluar dari dalam mobil itu, andai saja ojol itu sudah datang. Dani langsung keluar dari dalam mobilnya. Aminah masih menunggu kedatangan ojol itu. Dia tidak keluar dari dalam mobil karena di luar sedang gerimis.


Tak lama kemudian, Dani kembali dengan membawa sekantong belanjaan. Dia lalu masuk ke dalam mobil.


"Ini untukmu. Aku membelikan mu camilan dan makanan serba coklat, karena aku tahu benar kalau coklat itu kan favorit kamu." Ucap Dani dengan penuh bangga.


Dia ingin memperlihatkan pada Aminah bahwa dia masih mengingat apa yang disukai oleh Aminah.


"Aku alergi coklat." Ucap Aminah akhirnya mulai bicara.


Dani tahu benar saat mereka berdua masih berhubungan, coklat adalah makanan dan minuman favorit Aminah. Jadi dia begitu bingung saat Aminah mengatakan bahwa dia alergi.


"Sejak kau pergi dari hidupku." Balas Aminah.


Baru sedetik Aminah mengatakan hal itu, dia langsung menyesali ucapannya itu.


"Aminah.... Aku minta ma...."

__ADS_1


"Sudah cukup. Aku turun disini saja. Terima kasih atas tumpangannya." Ucap Aminah langsung melompat turun saat dia melihat sosok pengendara ojol yang datang untuk menjemputnya.


Dani berusaha meraih tangan Amina, namun Amina sudah lebih dulu turun dari dalam mobil.


Aminah seolah mengambil langkah seribu mendekati ojol yang tampak kebingungan mencari penumpangnya itu.


"Pak, saya yang pesan ojol tadi." Ucap Aminah langsung melompat naik ke atas motor milik ojol yang merupakan seorang bapak-bapak paruh baya itu.


Sementara Dani melangkah dengan cepat berusaha menghentikan Aminah agar tak pergi.


"Tolong jalan sekarang Pak. Bila perlu ngebut sekalian." Ucap Aminah.


Ojol itu pun langsung menancapkan gas motornya meninggalkan Dani yang berdiri sia-sia setelah Aminah meninggalkan dirinya.


"Neng mau kemana?" Tanya bapak ojol itu pada Aminah.


Aminah benar-benar tak ingin kembali ke toko dengan perasaan kacau seperti ini. Dia ingin menenangkan dirinya lebih dulu sebelum kembali kesana. Jadi dia meminta ojol itu untuk mengantarnya ke sebuah pantai terdekat. Tak lupa Aminah mengirimkan pesan pada Naya mengatakan bahwa dia tidak bisa kembali sekarang karena ada urusan penting.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2