Aminah (Antara Mantan & Masa Depan)

Aminah (Antara Mantan & Masa Depan)
Uneg-uneg


__ADS_3

"Aminah!" Teriak Dani.


Suara Dani terdengar cukup lantang, bersamaan dengan pintu yang tertutup keras.


Aminah meletakkan telapak tangannya di atas alis, agar tidak terkena hujan. Aminah mengedarkan pandangan, mencari tempat yang sekiranya bisa untuk berteduh untuk memesan ojek online. Lantas pandangannya tertuju pada salah satu ruko yang sudah tutup, bergegas Aminah menuju ke sana.


Saat berjalan dengan tergesa, tiba-tiba Aminah merasakan ada payung berada di atas kepalanya. Tadinya ia ingin berbalik, tetapi lewat aroma parfum yang menguar, Aminah sudah tahu siapa yang orang tersebut. Aminah tak memperdulikannya dan memilih untuk terus melangkah, menghindarinya.


"Aminah, hujan. Nanti kamu sakit." Ucap Dani.


Aminah terus saja melangkah dengan cepat.


"Aminah, jangan hujan-hujanan." Ucap Dani lagi.


Aminah menghempaskan tangan Dani yang mencoba menghentikan langkahnya. Aminah berbalik menghadap pria yang tetap terlihat tampan itu meski statusnya sudah berganti menjadi duda.


"Hujan sudah menjadi teman setiaku sejak lima tahun lalu. Jadi aku tidak akan apa-apa." Ucap Aminah pelan, tetapi penuh penekanan.


"Aku antar pulang, ya. Kita kembali ke mobil sekarang, oke?" Ajak Dani.


"Kenapa kau muncul lagi di hidupku?" Balas Aminah yang tak sesuai dengan ucapan Dani.


"Kita bicara di dalam mobil saja, hujan semakin deras. Aku akan mengantarmu pulang sekarang juga." Ucap Dani.

__ADS_1


"Aku bisa pulang sendiri!" Tolak Aminah sambil melanjutkan langkah yang terhenti tadi.


"Aminah, ayolah ... aku minta maaf." Dani kembali mengikuti Aminah.


Dani meraih tangan Aminah lagi, kali ini sedikit erat sampai Aminah kesulitan untuk melepaskan diri darinya. Ketika sampai di teras ruko, Aminah kembali menatap pria yang kemejanya terlihat basah itu dengan perasaan campur aduk.


"Kenapa kau sangat mudah mengatakan kata maaf? Kenapa kita harus bertemu lagi? Kenapa kau kembali mengumbar janji lagi, sedangkan janji yang dulu saja kau ingkari dengan begitu mudah!" Ucap Aminah.


Aminah mengatur napasnya yang terasa sesak, karena sudah terlalu lama menahan semuanya sendiri.


"Selama ini aku berjuang mati-matian untuk melupakanmu! Apa kau tahu berapa banyak air mata yang ku tumpahkan? Berapa kali aku terus memanggil namamu untuk kembali, berharap semua itu cuma mimpi! Tapi aku lupa ... selama apa pun aku bermimpi, pasti akan terbangun juga! Dan saat bangun ... aku kembali merasakan sakitnya menerima kenyataan kalau kau benar-benar pergi!" Aminah berteriak di hadapan Dani.


Wajah Dani tampak terkejut, karena nada bicara Aminah yang terlalu keras.


"Kenapa aku harus bertemu lagi dengan orang jahat seperti kau ...?" Teriak Aminah.


Tak kuat menahan lagi, akhirnya Aminah menangis sejadi-jadinya. Tak peduli kalau menjadi pusat perhatian, yang ada saat ini Aminah hanya meluapkan segala sesak di dada.


Perlahan tubuh Aminah luruh ke bawah, tetapi Dani langsung menahan dan menarik Aminah dalam pelukannya.


"Maaf, Aminah. Maaf ...."


Dani memeluk Aminah erat.

__ADS_1


"Dengan apa aku harus menebus semua rasa bersalahku padamu, Aminah? Tolong beritahu aku, kumohon jangan terus menghindar seperti ini. Selama ini, aku juga sama tersiksanya denganmu. Maafkan aku, Aminah ...." suara Dani terdengar bergetar. "Andai bisa bertukar hati, aku ingin merasakan semua derita yang kau rasakan selama ini. Maaf, Aminah. Maaf ...." Lanjut Dani.


"Aku benci pria bernama Dani! Aku benci saat mendengar namanya! Aku benci saat mengingat semua janji-janjinya! Aku benci kenapa aku harus mengenalnya! Aku sungguh benci padanya, tapi ... aku juga rindu padanya. Biasanya dia akan menenangkan ku saat sedih, tapi sejak lima tahun lalu dialah sumber kesedihanku! Tolong sampaikan padanya, aku benci dia!" Aminah memukul dada bidang Dani berkali-kali, tanpa tenaga.


"Aminah...."


"Bantu aku ... bantu aku untuk menghilangkan rasa kecewa ini padanya! Bantu aku untuk tidak membencinya lagi. Bantu aku ...."


"Sudah, Aminah. Cukup, maafkan aku." Ucap Dani menyela ucapan Aminah.


Dani semakin merengkuh tubuh Aminah dan masuk dalam pelukannya. Hangat tubuh Dani membuat Aminah semakin menumpahkan air mata.


'Tuhan ... aku bisa merasakan detak jantungnya lagi setelah sekian lama. Tetapi, bagaimana dengan hatinya?' tanya Aminah dalam hati.


Pelukan Dani kian erat, dan Aminah merasakan sesuatu yang hangat menetes di punggung tangannya yang berada di dada Dani.


'Apa dia menangis?' tanya Aminah dalam hati.


"Izinkan aku menebus semua rasa bersalahku padamu, Aminah. Tolong izinkan aku." Suara Dani terdengar parau. "Rasa cintaku padamu masih sama seperti dulu. Aku akan melebur semua rasa benci mu dengan seluruh rasa cinta yang aku miliki. Jadi tolong izinkan aku memperbaiki semua. Maaf atas kebodohan ku dulu. Maaf, maaf, maaf." Ucap Dani.


Keduanya hanyut dalam suasana haru beberapa saat, Dani semakin erat memeluk. Sementara Aminah hanya diam membeku, sama sekali tak membalas ucapan atau pun pelukan yang diberikan Dani itu.


'Sepertinya ... aku sudah mati rasa.' batin Aminah.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2