Aminah (Antara Mantan & Masa Depan)

Aminah (Antara Mantan & Masa Depan)
Menikah


__ADS_3

Hari demi hari pun berlalu, hingga.....


Hari ini merupakan hari terpenting di dunia bagi Aminah karena dia dan sang calon suami yang di sebutnya Si Buaya akan melangsungkan sebuah pernikahan. Pada hari yang tidak akan pernah dia lupakan seumur hidupnya, Aminah dan Rizal saling menyerahkan ego dan sepenuhnya siap berbagi atas nama komitmen dan cinta.


Saat bangun dari tidurnya, Aminah duduk dan memejamkan matanya seraya berucap, "Izinkan aku semakin dekat padaMu, menyempurnakan separuh agama bersama seorang imam di sampingku. Izinkan kami menikah hari ini."


Hari ini matahari bersinar sangat cerah. Padahal, pada hari-hari sebelumnya, hujan kerap turun membasahi. Namun pada hari ini, matahari bersinar dengan hangat, begitu pula semua hal yang ada di sekitar Aminah. Semua tampak hangat dan dia benar-benar menikmatinya.


Pada hari ini, Aminah berjanji akan menjadi seorang gadis penurut yang tidak banyak protes seperti yang sering ia lakukan di hari-hari sebelumnya. Satu hal yang paling dia dambakan adalah dia ingin ketika dirinya membuka mata, dia melihat seorang gadis cantik berdiri di depan kaca dan siap melangsungkan pernikahannya.


Gadis cantik yang berdiri di depan kaca tadi tampak begitu bahagia ketika akhirnya Si Buaya nya tiba. Namun, kebahagiaan tersebut berubah menjadi kekhawatiran ketika sang calon ibu mertua masuk ke dalam kamarnya.


"Waktunya sudah tiba." Ucap Bu Nana, Ibu dari Rizal.


Setelah itu, Bu Nana pun kembali ke tempat acara digantikan oleh Bu Wati yang kemudian menggandeng Aminah lalu berjalan ke ruang tamu rumah dari dalam kamar Aminah. Acara pernikahan memang dilaksanakan di kediaman Aminah secara sederhana. Namun, untuk pesta resepsinya akan berlangsung disebuah gedung mewah.


Aminah hanya bisa menunduk dan gugup ketika Bu Wati akhirnya menyerahkan dirinya kepada seorang pemuda yang sebenarnya belum terlalu lama ia kenal. Aminah menahan nafas ketika akhirnya satu kalimat yang diucapkan oleh Rizal akan mengubah hidup mereka berdua.


Akhirnya mereka menikah dan resmi menjadi sepasang suami isteri. Awalnya memang hanya seperti mimpi bagi Aminah. Namun pada akhirnya, dia menyadari bahwa dia telah memutuskan kebahagiaannya sendiri. Sejak saat itu, dunia serasa selalu penuh dengan senyuman. Setelah akad nikah dan beberapa momen pengambilan foto, Aminah dan Rizal beristirahat dan bersiap ke gedung yang sudah disiapkan untuk melangsungkan resepsi pernikahan. Seluruh rangkaian tata rias akan dilakukan di gedung.


Sesampainya di gedung, Aminah harus kembali menahan posisi duduk dan menahan kantuk saat penata rias mulai merias wajahnya sejak pukul 2 siang. Aminah harus menahan sakit saat rambutnya ditarik dan diikat. Dia juga harus menahan mata yang semakin berat karena adanya bulu mata palsu.


Setelah berkutat selama kurang lebih 3 jam. Aminah akhirnya selesai di rias dan Rizal pun mendekatinya.

__ADS_1


Rizal terus saja memandang Aminah. Aminah tampak begitu cantik dengan gaun warna putih yang dikenakannya.


'Cantik sekali.' Ucap Rizal dalam hati.


Keduanya lalu berjalan beriringan menuju pelaminan. Ide dekorasi pernikahan keduanya bertema gold white yang memadukan dua warna yakni emas dan putih dan dilakukan di luar ruangan atau garden party.


Warna emas sangat identik dengan kemewahan, sedangkan warna putih adalah lambang kesucian dan sakral sehingga menjadi kombinasi warna yang sangat cocok untuk menjadi tema warna pada dekorasi pernikahan mewah mereka.


Bunga-bunga segar juga digunakan sebagai hiasan dekorasinya. Jenis bunga yang digunakan adalah bunga mawar putih, melati, dahlia putih, camelia, hingga baby’s breath. Dengan banyaknya bunga membuat dekorasi pesta resepsi pernikahan keduanya terlihat mewah dan elegan.


Para tamu pun banyak berdatangan dan memberikan doa terbaik. Lagu-lagu indah khas pernikahan juga terlantun dan memberikan suasana romantis tak tertahankan. Raut bahagia begitu terpancar dari wajah Rizal dan Aminah.


...----------------...


Malam ini memang malam milik mereka berdua. Kaki Aminah pun mulai pegal karena memakai high heels setinggi 14 cm. Namun, senyum di bibirnya terasa tidak akan bisa terhenti karena semua perjuangan yang rasanya telah terbayarkan. Malam ini keduanya memutuskan untuk menginap di kamar hotel yang bernuansa pedesaan yang letaknya tak terlalu jauh dari tempat resepsi pernikahan.


Pekerjaan rumah pertama Aminah adalah membersihkan kutek, membersihkan dempulan wajah yang berlapis-lapis, dan terakhir, membubuhkan pembersih dan penyegar untuk memastikan bahwa wajahnya sudah benar-benar bersih. Waktu yang ia butuhkan untuk melakukan itu semua kurang lebih sekitar 1 jam.


Selepas membersihkan diri, Aminah memasuki kamar pengantin. Rasanya sedikit aneh ketika memasuki kamar itu dengan seorang pria yang baru saja menjadi suaminya. Tidak ada musik romantis, tidak ada lingerie, tidak ada ciuman, dan tak ada minuman coklat panas karena yang ada hanyalah baby doll panjang, kondisi tubuh yang begitu lelah dan rambut yang masih setengah kering.


Berulang kali Rizal membual tentang malam pertama mereka pada hari-hari sebelum hari pernikahan. Bahkan dia sempat mengecek tempat tidur mereka. Tapi, Aminah sangat yakin bahwa malam ini keduanya sama-sama lelah luar biasa dan yang mereka butuhkan hanya satu, tidur yang sangat nyenyak.


Yang pertama kali terjadi adalah keduanya saling berebut posisi paling nyaman di tempat tidur mengingat Rizal membutuhkan luas permukaan yang jauh lebih besar dari Aminah. Akhirnya keduanya mengambil keputusan pertama mereka sebagai suami istri, yaitu tentang bagian tempat tidur masing-masing. Setelah menang dan berhasil menyuruh Rizal mematikan lampu, Rizal kembali ke tempat tidur dengan bersemangat.

__ADS_1


"Istriku sayang.... Aku datang...." Ucap Rizal bersemangat seraya melompat ke tempat tidur.


Mendadak terdengar suara, "BRAAAAAKKKKK!!"


Rizal dan Aminah saling pandang dalam diam dan akhirnya sama-sama tertawa cekikikan. Aminah tidak tahu tepatnya bagaimana gaya suaminya ketika dia hendak mengambil posisi ternyaman di tempat tidur, tapi yang jelas adalah Rizal telah merusakkan penahan kayu tengah bagian bawah tempat tidur mereka. Kayu tersebut terlepas dari tempatnya. Aminah tidak bisa berhenti tertawa, sementara Rizal panik bukan kepalang.


"Diam lah...." Ucap Rizal kesal akhirnya saat Aminah tak henti-hentinya tertawa.


Aminah tetap saja tertawa sementara Rizal terlihat kesal lalu ia memutuskan untuk menggelar kasur di lantai karena dia takut tempat tidur itu akan rusak semakin parah apabila dipaksa ditiduri. Sedangkan Aminah dengan suksesnya menguasai ranjang pengantin mereka sendirian dan tidur dengan sangat nyenyak malam ini.


Pengalaman malam pertama ini tidak akan pernah bisa dilupakan Rizal maupun Aminah, karena pengalaman ini benar-benar jauh dari pandangan keduanya. Sebelumnya Aminah selalu berpikir tentang malam pertama yang romantis dan penuh kata-kata manis. Yang ada, malam pertama keduanya cenderung ironis karena mereka kelewat lelah dan enggan bermesraan seperti halnya pasangan pengantin baru pada umumnya.


'Pengalaman ini tidak akan pernah bisa aku lupakan!' Ucap Aminah yang kemudian terlelap.


Sementara di lantai dengan beralaskan kasur tipis, Rizal memandang ke langit-langit kamar.


'Sialan. Awas saja manager hotel ini besok akan ku beri pelajaran. Apa-apaan tempat tidur seperti itu, belum digunakan sudah rubuh.' umpat Rizal dalam hati.


Ia melirik ke arah tempat tidur, dan berdiri mendekati Aminah. Tampak Aminah sudah tertidur pulas, nafasnya terdengar teratur. Rizal menjadi gemas melihat wanita yang kini sudah menjadi isterinya itu tertidur lelap.


"Tidurlah yang nyenyak. Aku tidak akan melakukannya malam ini. Tapi, kau tidak akan bisa lepas dariku besok malam." Ucap Rizal seraya mengusap pipi Aminah dengan lembut, kemudian Rizal mencium kening Aminah yang tiba-tiba menggeliat itu.


Dengan cepat Rizal kembali ke tempat tidurnya dan berbaring.

__ADS_1


'Sabar Rizal, sabar. Tahan. Kasihani dia. Dia kelelahan.'


Bersambung...


__ADS_2