Aminah (Antara Mantan & Masa Depan)

Aminah (Antara Mantan & Masa Depan)
Di Dalam Mobil


__ADS_3

Sementara Aminah mulai berjalan menuju ke tempat yang Dani kirimkan lewat WA. Jaraknya hanya beberapa meter dari toko, setelah sampai di sana, ternyata ada sebuah mobil yang di parkir di pinggir jalan, dan Dani ada di dalamnya.


Pria yang mengenakan kemeja abu-abu itu turun saat tatapan mereka berpapasan. Dani berjalan cepat mendatangi Aminah dan mengambil alih semua bungkusan di tangan Aminah. Tak ayal, tangan mereka bersentuhan. Mungkin bagi Dani itu semua biasa, tapi tidak untuk Aminah.


Aminah segera menarik tangannya dengan cepat dan menjaga jarak dengan Dani.


"Bayar cas atau transfer?" Tanya Aminah sambil menyerahkan selembar nota kearah Dani.


Bukannya menjawab Dani malah berjalan ke arah mobilnya.


"Bisa tolong bukakan pintunya?" Ucap Dani.


'Apa susahnya, sih, taruh di bawah dulu baru buka pintu.' batin Aminah kesal.


"Gak baik kalau makanan taruh di bawah." Lanjut Dani seolah bisa membaca pikiran Aminah.


'Apa dia bisa membaca pikiranku? Gawat kalau begini.' pikir Aminah.


Dengan terpaksa akhirnya Aminah mendekat dan membukakan pintu mobil untuk Dani.


"Bisa sekalian tolong bantu tata di dalam?" Pinta Dani lagi.


Aminah menoleh ke arah Dani sejenak, lalu menghela napas berat dan dengan terpaksa lagi ia menuruti permintaan Dani.


Aminah masuk, lalu mulai menata makanan di kursi tengah. Saat akan keluar, tiba-tiba saja pintu tertutup dan Dani langsung masuk ke kursi depan, lalu mengunci pintu.


"Duh, maaf terkunci sepertinya." Ucap Dani dengan santai sambil memakai sabuk pengaman. "Bisa dibuka, sih, tapi kalau orangnya senyum dulu." Lanjutnya.


Aminah melirik ke arah spion depan, ternyata Dani juga tengah melihat ke sana. Bergegas Aminah memalingkan wajahnya, menahan rasa yang mulai bergemuruh di dalam dadanya.

__ADS_1


'Sabar, Aminah ... dia hanya bermain-main denganmu. Jangan pakai hati menanggapinya.' ucap Aminah dalam hati menahan gemuruh yang bergema didalam dadanya.


"Baiklah, kalau tidak ada senyuman, berarti itu tandanya kamu menjadi penumpang mobil ini sampai waktu yang tak ditentukan. Oke? Kita berangkat ...!" Ucap Dani.


Malas berdebat, Aminah memilih pasrah dan mobil mulai melaju entah mau ke mana.


"Sepi sekali kayak hatiku, dengerin musik asik kali, ya?" Ucap Dani lagi beberapa saat setelah mobil berjalan.


Tangan Dani mulai tampak bergerak mengotak-atik audio mobil.


"Kayaknya lagu ini cocok di suasana mendung seperti ini." Celetuk Dani lagi.


'Kowe ra iso mlayu saka kesalahan


Ajining diri ana ing lathi....'


Aminah yang tadinya kaget, langsung memalingkan wajah dan sebisa mungkin menahan tawa saat mendengar ocehan Dani.


"Maaf, maaf, kesalahan teknis. Di mana flashdisk-ku? Ah, pasti Mas Dito yang bawa kemarin." Dani terus saja mengoceh tak jelas.


"Ah, sudahlah. Lain kali saja kita dengar lagunya." Ucap Dani.


Akhirnya dia menyerah menggerayangi kotak kecil yang ada di samping mobilnya, mencari flashdisk tadi.


Lalu sepi kembali menguasai keduanya.


"Kamu sudah makan?" Tanya Dani lagi.


"Sudah." Jawab Aminah singkat.

__ADS_1


"Oh." Aku juga sudah." Balas Dani.


'Siapa yang nanya.' ucap Aminah dalam hati.


Baru saja Dani selesai menjawab, terdengar suara perut berbunyi. Seketika kecanggungan menyelimuti keduanya.


"Sudah makan tadi pagi maksudnya." Lanjut Dani.


Aminah memutar bola mata malas, lalu ingat kalau dia masih punya roti tadi siang. Ia langsung mengeluarkannya dari dalam tasnya dan segera menyerahkan pada Dani dari arah belakang.


"Hmm, aku lagi nyetir, Min. Nggak bisa konsen makan, mana ini hujan mulai deres. Gimana, ya, enaknya?" Ucap Dani dengan wajah tampak berpikir.


'Modus apalagi yang bakal kamu lakukan, Bambang!' pikir Aminah.


Perlahan mobil menepi ke pelataran ruko yang sepertinya sudah tutup. Mobil terparkir sempurna, berbarengan dengan hujan yang turun deras.


Tiba-tiba Dani keluar, memutar lewat depan lalu masuk lagi ke mobil, tetapi kali ini ia duduk di kursi tengah, bersebelahan dengan Aminah.


Aminah yang jadi salah tingkah, mencoba bersikap tenang dan santai. Dani memindahkan makanan yang tadinya di sebelah Aminah, ke jok belakang, sehingga tak ada lagi batasan di antara keduanya.


"Boleh aku minta roti tadi?" Tanya Dani.


Aminah langsung menyerahkan roti itu pada Dani.


"Terima kasih. Tadi belum sempat makan siang, nanti aku gantiin rotinya." Ucap Dani.


"Nggak usah." Jawab Aminah singkat.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2