
Sudah hampir dua jam Aminah termenung di ruang tamu sambil merebahkan tubuh di sofa panjang dengan mata yang terpejam, tetapi pikiran ke mana-mana.
"Nggak semua barang yang rusak itu harus dibuang, Nak. Ada beberapa yang masih bisa diperbaiki lagi, begitu pula dengan sebuah hubungan. Jika ada masalah, yang harus dihilangkan dan diselesaikan, itu masalahnya bukan hubungannya." Ucap Pak Haris kala itu.
"Untung hati manusia itu ciptaan Allah, coba ciptaan Indonesia. Ya sudah remuk, nggak berbentuk." Timpal Bu Wati yang membuat Aminah tersenyum.
"Tapi ada yang harus diinget, Nak. Sekuat apa pun memperbaiki, pasti tidak akan pernah sama dengan awalnya. Jadi, sebisa mungkin jangan terlalu menaruh hati, karena jika suatu saat barang itu rusak lagi, hatimu masih utuh kau genggam Nak." Lanjut Pak Haris sambil mengelus kepala Aminah dengan lembut.
Aminah menatap Pak Haris lekat, dia satu-satunya pria yang membuat Aminah jatuh cinta berkali-kali dan tak pernah membuatnya patah hati.
'Bapak... semoga sehat selalu.' ucap Aminah dalam hati.
Selang satu jam, Aminah tengah bersih-bersih rumah saat sebuah mobil berhenti tepat di depan gerbang rumahnya. Aminah tengah sendirian di rumah. Bu Wati tengah berada di rumah Ibunya Naya, sementara Pak Haris tengah bekerja.
Aminah yang tengah menyiram tanaman sejenak berhenti saat melihat sesosok wanita yang terlihat seusianya turun dari mobil.
Penampilan wanita itu begitu berbanding terbalik seratus delapan puluh derajat dengan Aminah yang hanya mengenakan kaos oblong yang tak disetrika itu
Wanita itu tampil modis dengan mengenakan blouse warna putih dipadukan dengan celana warna hitam lengkap dengan hills yang terpakai dikakinya. Wanita itu juga mengenakan kacamata hitam serta tangannya yang menenteng sebuah tas bermerk.
"Mimpi apa semalam sampai rumah ini kedatangan Luna Maya." Celetuk Aminah saat melihat wanita tersebut berjalan masuk ke halaman rumahnya.
Wanita tersebut berdiri dihadapan Aminah dan menatap Aminah dengan tajam. Sesekali wanita itu menggosok-gosok hidungnya.
Aminah yang merasa diperhatikan merasa tak nyaman.
'Apa badanku bau ya?' ucap Aminah dalam hati sambil mengarahkan hidungnya ke arah ketiaknya.
__ADS_1
Aminah mengendus ketiaknya secara bergantian.
"Gak bau kok, malah harum banget kayak lemon. Kecut kecut segar gitu." Celetuk Aminah.
"Saya mau ketemu Aminah, benar ini rumahnya?" Tanya wanita itu.
"Benar saya sendiri." Jawab Aminah.
Wanita tersebut langsung masuk ke dalam rumah Aminah tanpa dipersilahkan lebih dulu.
"Huh, dasar gak sopan." Ucap Aminah.
Aminah mencebik kesal mengikuti langkah wanita itu masuk, lalu duduk di ruang tamu.
"Ayo duduk." Ucap wanita itu.
"Langsung saja, aku mau anak kamu menjauhi Dani." Ucap wanita itu.
"Menjauhi Dani? Memangnya kau siapa?" Tanya Aminah dengan raut wajah heran.
"Saya Maya, istrinya Dani." Jawab wanita itu.
"Waahh istrinya Dani toh. Senang bertemu denganmu." Balas Aminah menyodorkan tangannya.
Namun tak ditanggapi oleh wanita bernama Maya itu.
"Aku gak mau basa basi ya. Kau harus menjauhi Mas Dani. Aku tahu wanita seperti apa pelakor seperti dirimu itu. Kau mendekati Dani hanya untuk menguras hartanya." Ucap Maya.
__ADS_1
Aminah terlihat emosi.
"Jaga ya omongan kamu. Aku bukanlah pelakor. Lagipula Dani lah yang mendekati aku bukan sebaliknya. Oh ya, kalau kau menyebutku sebagai pelakor, sepertinya kau salah. Bukankah kau dan dia sudah resmi bercerai. Jadi dia bukan suamimu lagi." Ucap Aminah berapi-api.
"Dasar kau...."
"Pergi dari rumahku, dasar wanita gila." Teriak Aminah sambil mengarahkan gagang sapu ke arah Maya..
Maya yang terkejut langsung berlarian keluar rumah Aminah.
"Dasar Gila...." Teriak Maya sambil berlarian.
Dengan cepat Aminah keluar rumah dan menyalakan keran air lalu menyiram ke arah Maya.
"Pergi kamu dari rumahku...." Teriak Aminah lagi.
Maya yang mengenakan hills tampak kepayahan berlari di halaman rumah Aminah berusaha menghindari guyuran air yang disemprotkan Aminah.
"Sialan, awas kamu. Dasar orang gila." Teriak Bu Maya yang tiba disamping mobilnya.
Aminah terbahak melihat Maya yang basah kuyup.
"Kasihaaaaannn." Ledek Aminah.
Maya berdecak kesal sambil masuk ke dalam mobilnya lalu melesat pergi meninggalkan rumah Aminah.
Bersambung....
__ADS_1