
Setelah mabuk berat pada pesta ulang tahun Hana tadi malam membuat Eric bangun pagi dengan kepala yang sangat pusing. Eric yang dibangunkan oleh jubatus hewan peliharaan yang sudah ia anggap anak sendiri sedang menggeliat di pelukan Eric. Jubatus merupakan peliharaan kesayangan Eric sejak kecil.
Pertama sekali Eric bertemu dengan jubatus saat ia melihat Jubatus tergeletak di jalanan dalam keadaan terluka pada bagian kaki di depan kediaman kakek Eric. Saat itu Eric sedang bersedih dan menangis karena ibunya meninggal. Eric kecil tidak sanggup melihat wajah wanita yang sudah pucat itu. Kemudian Eric keluar dan berjumpa dengan Jubatus.
Eric menggendong Jubatus yang saat itu juga masih kecil. Ia mengobati luka Jubatus sampai sembuh. Mereka berdua tumbuh bersama dan menjadi kuat.
Jubatus merupakan hewan berjenis Citah. Citah adalah anggota keluarga kucing yang berburu para mangsa dengan menggunakan kecepatan dan bukan dengan taktik mengendap endap atau bergerombol.
Saat dewasa Eric juga membawa Jubatus berburu di hutan. Ia banyak belajar dari cara Jubatus memburu para mangsa dengan berani. Kecepatan Jubatus semakin meningkat setelah Eric melatihnya dengan keras.
Terkadang jika Eric memiliki waktu luang, ia akan membawa Jubatus keluar bersama. Selain jubatus masih ada 3 citah lain yang berkeliaran di taman belakang rumah Eric. Kelima citah itu adalah keluarga jubatus. Semua citah milik Eric hanya tunduk padanya dan kepala pelayan yang ada dirumah.
“selamat pagi tuan muda” ujar para pelayan menyambut Eric di ruang makan.
“selamat pagi kak Eric. Sepertinya kamu tidak beristirahat dengan baik tadi malam.” ujar Galen yang sudah berada di ruang makan menyapa Eric.
“selamat pagi juga Galen” ujar Eric.
“tuan muda ada informasi dari asisten anda jika hari ini ada rapat pagi jam 10, 12, dan 15 tepat, lalu perjamuan yang akan dilakukan di hotel Jasy pada malam harinya” Jelas kepala pelayan.
“Galen. Untuk hari ini kamu mengikuti rapat di perusahaan jam 15 tepat jangan lupa. Untuk hal mengenai rapat ini kamu cukup menanyakannya pada Nathan. ” Ujar Eric pada Galen saat sarapan pagi.
Galen selalu berada di dekat Eric bahkan sampai tempat tinggal pun harus sama. Galen yang merupakan anak dari satu satunya adik perempuan ayah Eric. Sejak kecil saat umur 6 tahun dia sudah dititipkan pada ayah Eric karena orang tua Galen mengalami kecelakaan dan tewas di tempat. Jadi Eric sudah menganggap Galen adik kandungnya sendiri walaupun orang tua mereka berbeda.
“baik kak. Apakah masih ada yang lain” Tanya Galen
__ADS_1
“itu saja, kamu cepetan habisin sarapan kamu karena masih banyak kerjaan di kantor. Jangan lupa kamu cek keuangan dua minggu terakhir ini” jelas Eric.
Eric dan Galen selalu berangkat ke perusahaan dengan mobil yang berbeda. Agar dapat mengecoh para musuh yang ingin mencelakai Eric.
Begitulah selama dua hari yang akan dijalani oleh Eric. Penuh dengan jadwal pekerjaan dan harus bekerja keras agar saat pergi ke kediaman kakek perusahaan masih bisa terkontrol dan tidak mengalami kerugian pada waktu. Dikediaman kakek terdapat peraturan bahwa tidak boleh seorang pun membahas soal pekerjaan dan hanya boleh membahas masalah keluarga saja.
...****
...
Setelah dua hari berlalu Eric masih memiliki satu pertemuan sebelum mereka berangkat ke kediaman kakeknya.
“terima kasih untuk semua rekan kerja. Saya harap kalian semua bekerja dengan baik untuk kedepannya” ujar Eric menutup rapat terakhir untuk beberapa minggu kedepan.
“akhirnya selesai juga. ternyata sangat lelah mengerjakan begitu banyak jadwal yang dilakukan selama dua hari ini” ujar Galen.
“jika tidak seperti ini bagaimana perusahaan Digna akan maju. Kamu harus banyak belajar dari Eric” ujar Nathan
“jika semua jadwal sudah selesai, kita harus segera menuju bandara” ujar Eric
Eric, Nathan dan Galen bersiap untuk take off menuju kediaman kakek. Mereka menggunakan pesawat pribadi milik Eric hadiah dari kakek. Eric berangkat dengan Galen dan Nathan, untuk sementara waktu perusahaan diawasi oleh Train selaku direktur perusahaan.
Sesampai di kediaman kakek. Eric dan Galen mengunjungi kakek mereka ke ruangannya untuk bersalaman, sedangkan Nathan berbincang bincang dengan keluarga yang lain diruang tamu. Kakek memeluk mereka berdua dan menciumi kening mereka.
Di keluarga besar Digna hanya ada empat orang cucu laki laki dan satu perempuan. Selain Eric dan Galen masih ada Rio dan Bram. Rio dan Bram merupakan saudara kembar anak paman pertama. Kakek memiliki tiga anak yaitu ayah Eric, ibu Galen, dan ayah Rio dan Bram.
__ADS_1
Saat makan malam kakek mengumumkan kalau keluarga Digna akan kedatangan tamu yang sangat penting beberapa hari lagi, jadi mereka akan makan malam disini. Semua keluarga harus berkumpul.
“Rio dan Bram akan berangkat malam ini.” Ujar paman pertama.
Rio dan Bram berada di kota S sama dengan kediaman Eric. Mereka terjun kedunia hiburan sesuai dengan yang mereka sukai. Ibu mereka tidak suka dengan keputusan mereka berdua dan selalu memaksa Rio dan Bram untuk ikut dalam membangun bisnis bersama Eric.
Di keluarga Digna hanya memiliki seorang ibu yang membagi kasih sayangnya pada Eric, Galen, Rio dan Bram. Apapun yang diinginkan oleh istri paman pertama itu selalu Eric turuti karena dia sudah merawat Galen dengan baik.
“mereka sedikit sibuk dalam berkarya, jadi hanya bisa menyempatkan beberapa hari saja menetap disini” Ujar ibunya.
“baik kalau begitu. Mari berdoa bersama sebelum makan” Ujar kakek memimpin.
Suara sendok dan garpu yang bersentuhan dengan piring mengisi ruang makan malam itu. Tidak ada seorang pun yang bersuara karena itu juga peraturan dari dulu. Kakek hidup dengan sangat disiplin sampai sekarang.
Dia bijaksana dan memiliki jiwa pemimpin yang sangat kuat juga memiliki sifat keras kepala. Seluruh sifatnya itu diwariskan pada Eric, perbedaan mereka hanya pada cara mereka bertindak. Kakek Eric selalu bersikap lembut saat bertindak tidak dengan Eric yang selalu kejam dan keras.
Selesai makan malam mereka berkumpul di ruang keluarga bercengkrama gembira.
“hai semua, kami pulang”
Terdengar suara Rio dan Bram bersamaan menyaut dari belakang mereka. Selesai bersalaman satu sama lain mereka langsung menggeliat dipangkuan ibunya. Walau Rio dan Bram sudah duduk dibangku kuliah mereka tetap manja pada ibunya.
“mom, Airin juga pulang dan dia lagi dalam perjalanan. Palingan setengah jam lagi dia akan sampai. Katanya dia mau pulang setelah aku kabari kalau kak Eric juga pulang” Ujar Bram melihat ke arah Eric.
Airin adalah adik perempuan Rio dan Bram. Dia satu satunya cucu perempuan kakek dan yang paling dimanja oleh semua orang. Dia sebaya dengan adik Viana dan sahabatnya juga.
__ADS_1
Tidak berapa lama Airin juga sampai di kediaman kakek, karena sudah terlalu larut malam mereka semua langsung beristirahat.