Anak Genius Pasangan Elit

Anak Genius Pasangan Elit
Galen


__ADS_3

Tok... tok... tok...


“Kak Eric, apakah kamu sudah bangun. Aku dan Nathan sudah menunggu lama di luar sini”


Galen mengetuk pintu kamar untuk membangunkan Eric yang masih terlelap dalam tidurnya. Karena ia masih belum keluar dari kamar sejak tadi, akhirnya Nathan dan Galen yang sudah bersiap untuk pergi ke perusahaan menunggu Eric di luar kamar hingga membuat Galen merasa kesal.


Eric membuka pintu kamar yang masih memakai piyama tidur karena baru saja bangun setelah mendengar ketukan dari Galen.


“kalian duluan saja, aku akan menyusul”


“kak Eric ! bagaimana bisa kakak baru bangun sekarang. Apakah istirahat di desa ini begitu menyenangkan?”


“tuan Eric, hari ini kita mengadakan rapat pada pukul sembilan tepat. Saya harap anda bisa datang tepat waktu” ujar Nathan


“sekarang saya akan bersiap, kalian tunggu saya di perusahaan saja”


“kalau begitu kami akan menunggu kakak di ruang rapat”


Nathan dan Galen berjalan menyusuri jalanan antara kamar kamar penginapan. Eric memasuki kamar dan membersihkan badan lalu berpakaian rapi.


Tok.. tok.. tok..


Suara pintu kamar Eric kembali di ketuk oleh seseorang. Eric tampak kesal karena terus terusan di ganggu. Ia meraih ponsel dan berjalan menuju pintu.


“sayang...”


Viana yang berada di depan pintu langsung memeluk Eric membuatnya terkejut. Di belakang Viana ada Galen yang berdiri merasa bersalah pada Eric karena sudah membawa Viana ke kamar Eric. mereka bertiga lalu berangkat bersama dengan mobil menuju perusahaan manufaktur yang tidak jauh dari lokasi penginapan.


“kenapa pagi sekali kamu sudah datang ke sini. Bagaimana pekerjaanmu?”tanya Eric pada Viana


“aku sudah meminta izin cuti dua hari, jadi aku bisa menemani kamu di sini”


“bukan kah kamu sudah pergi ke perusahaan bersama Nathan?” tanya Eric pada Galen


“tadi aku mau berangkat bersama Nathan, tapi kak Viana memaksaku untuk sarapan bersama lalu membawanya ke kamar kakak. Jadi beginilah yang terjadi.”


“lalu Nathan?”


“Nathan sudah pergi duluan ke perusahaan, aku sudah mengajaknya sarapan bersama tetapi dia menolaknya. Kamu tidak sarapan dulu, sayang?” ujar Viana


“aku akan sarapan setelah rapat. Pak, kami turun disini saja” ujar Eric pada supir untuk menurunkan mereka tepat di depan pintu masuk perusahaan.


Sesampai di ruang rapat, Eric langsung memulai rapat tersebut. Rapat yang sudah dilakukan kesekian kalinya untuk mengontrol perkembangan yang dikerjakan oleh bawahannya terhadap pembangunan cabang baru perusahaan. Setelah dua jam melangsungkan rapat, Eric lalu mengakhiri rapat tersebut.


“kamu pasti lelah dalam perjalanan barusan, jadi kamu istirahat saja terlebih dahulu. Nathan sudah memerintahkan seseorang untuk menyiapkan kamar untukmu” ujar Eric pada Viana.


“kalian hendak kemana?”


“kami akan menjumpai pemilik lahan rumah yang akan kami pakai.”


“apakah tidak terlalu pagi jika kalian pergi sekarang. Lagi pula Nathan bisa mewakilimu untuk bertemu dengan pemilik...”


“tidak bisa, aku harus turun tangan sendiri mengenai ini” Eric memotong perkataan Viana.

__ADS_1


Eric merapikan rambut dan pakaiannya di depan cermin besar yang melekat di dinding. Ia lalu menyemprotkan farfum dengan wangi yang lembut di seluruh pakaiannya. Melihat kelakuan Eric yang sedang memperbaiki penampilan tersebut membuat Viana curiga. Ia tidak bertanya pada Eric mengenai siapa yang akan ia jumpai. Viana memiliki rencananya tersendiri.


Eric, Galen dan Nathan berangkat bersama menuju desa Hala. Pagi ini rumah makan Alyosha sangat ramai dengan penduduk desa Hala, jadi mereka bertiga ikut bergabung dengan pembeli yang ada disana menunggu suasana yang baik untuk mengajukan permintaan bertemu dengan Alyosha.


Seorang gadis kecil sedang menyanyikan beberapa lagu dengan sangat baik. para pembeli yang sedang menyantap makanan diam dan mendengarkan nyanyian merdu dari Ocha.


“ini adalah anak yang sedang viral di sosial media. Rio dan Bram baru tadi malam memposting foto mereka dengan anak kecil yang sedang bernyanyi itu”


Galen menunjukkan postingan Rio dan Bram di sosial media pada Eric dan Nathan. Terlihat jelas foto Rio dan Bram yang sedang merangkul Ocha di diposting tersebut dengan caption


selamat ulang tahun gadis kecil, kami merindukanmu dimanapun kamu berada. Kami harap kamu dapat melihat postingan kami dan kita bisa segera bertemu. Ini adalah foto lama, Kami sengaja mempostingnya sekarang sebagai kado spesial untuknya.


Postingan dari kedua penyanyi terkenal yang sudah membuat heboh di jagat maya. Kekaguman para masyarakat pada kecantikan gadis kecil yang berada di tengah tengah dua penyanyi papan atas tertuang di dalam komentar.


Suara tepuk tangan bergemuruh di rumah makan kecil itu. Ocha telah menyelesaikan dua lagu pada pagi hari ini. Dia tampak senang karena dapat menampilkan bakat yang dimilikinya di depan penduduk desa Hala.


“anda akan memesan hidangan apa pak?”


Gadis kecil yang tadi sedang bernyanyi sekarang sudah berada di depan Galen. Kulit putih yang bersih, bola mata dengan dua warna yang berbeda dan rambut lurus berwarna hitam pekat. Keistimewaan dan kecantikan yang terpancar dari Ocha Digna membuat mereka bertiga tertegun.


“apakah aku terlahir begitu cepat ke dunia ini sehingga melewatkan kesempatan untuk melihat peri cantik seperti kamu” ujar Galen dengan takjub hendak menyentuh Ocha.


“jangan berharap kamu bisa menyentuh kakak saya.”


Ujar Aarav yang menyingkirkan tangan Galen saat hendak menyentuh Ocha. Eric dan Nathan terkejut dengan kedatangan Aarav. Aarav yang menghadap ke arah Galen yang duduk di depan Eric dan Nathan menatap lekat pada Galen menandakan sebuah peringatan.


“Eric?” ujar Galen pada anak lelaki itu.


"maaf nama saya Aarav, bukan Eric.”


Eric melihat Alyosha yang berjalan dengan membawa dua kantong plastik besar berisi sayuran dan daging hendak menuju rumahnya. Eric memperlambat langkah kakinya berharap dapat berpapasan dengan Alyosha.


“loh kalian sudah selesai makan?” tanya Alyosha panik


Sesuai dengan dugaan Eric, ia berpapasan dengan Alyosha di jalan. Galen yang sudah sampai di depan mobil kembali menghampiri Eric dan Nathan yang sedang berbincang dengan Alyosha.


“kami tidak jadi memesan makanan dan baru saja mau kembali ke perusahaan”


“apakah kalian sudah sarapan?”


“saya sih belum, tapi Galen dan Nathan sudah.”


“kalian tadi kelihatannya sedang buru buru mau pulang, sepertinya ada sesuatu yang sangat penting.”


“kami pulang karena mereka masih menatap kami hingga sekarang” ujar Galen menunjuk beberapa orang yang masih menatap mereka bertiga.


“Aku akan membungkus makanan untuk kalian bertiga. Kalian tunggu di sini saja dan jangan masuk”


Alyosha bergegas masuk dan membungkus makanan untu Eric, Galen, dan Nathan. Mereka bertiga menunggu di tempat mereka berdiri sejak tadi dengan patuh. Alyosha kembali setelah beberapa menit menggenggam tiga bungkus makanan. Ia dengan cepat membungkus agar mereka tida bertemu dengan Ocha dan Aarav


“ini, tidak usah dibayar. Anak saya sedang berulang tahun jadi anggap saja sebagai hadiah untuk kalian”


“benarkah, aku tidak tau jika anakmu sedang berulang tahun. Aku akan menyiapkan kado spesial dari perusahaanku untuknya” ujar Eric.

__ADS_1


“terima kasih, kalian sudah boleh pulang”


Galen dan Nathan masih tertegun dengan perkataan Alyosha mengenai anak. Mereka bedua tidak percaya jika Alyosha sudah memiliki keluarga.


Sesampai di perusahaan Nathan dan Eric kembali menyusun urutan rencana pembangunan perusahaannya. Ia ingin memberikan waktu yang sedikit panjang bagi Alyosha dan anak anaknya untuk tinggal di rumah mereka. Sedangkan Galen kembali ke penginapan untuk menjemput Viana.


Disisi lain Viana ternyata mengikuti Eric sejak tadi dan juga melihat semua yang sudah terjadi. Pertama kalinya ia melihat Eric melakukan hal yang tidak pernah ia lihat pada Eric. Langkah kaki yang sengaja diperlambat saat melihat seorang wanita yang memakai topi sedang menuju ke arahnya.


Viana juga melihat ekspresi antusias dari Eric, Galen dan Nathan pada saat berjumpa dengan wanita tersebut. Kekesalan menyelimuti hati Viana membuatnya semakin marah dan benci pada wanita yang tidak ia ketahui itu. Viana pun kembali sebelum Eric dan yang lain sampai di perusahaan.


Satu jam lebih Eric dan Nathan menunggu Galen dengan Viana untuk bergabung bersama mereka di perusahaan barulah mereka berdua sampai. Eric sedang menyantap makanan yang diberikan Alyosha karena sudah lapar. Ia tidak dapat menahan lapar dan menunggu hingga Galen kembali.


“sayang aku datang” ujar Viana membuka pintu kantor


“kenapa kalian lama sekali?”


“aku baru saja bangun tidur dan harus bersiap siap terlebih dahulu sebelum berjumpa dengan kamu”


“yasudah, kalian berdua kemari dan bergabunglah. Kita makan siang bersama di sini saja”


Eric membersihkan tempat makanannya setelah ia menyelesaikan makan pagi yang di campur makan sian tersebut. Nathan yang masih fokus pada pekerjaannya menunda makan bersama dengan yang lainnya. Galen dan Viana menyantap hidangan bersama dengan lahap.


“apakah kak Eric melihat kedua anak barusan” ujar Galen di sela sela makan.


“habiskan makananmu terlebih dahulu baru berbicara”


“kedua anak itu terus membuatku kepikiran”


“kamu seperti tidak pernah melihat wanita cantik saja”


“kak, apakah kamu tidak melihat warna bola mata mereka?”


“aku melihatnya. Memang warna bola mata gadis kecil itu sangat langka dan cantik”


“bukan gadis kecil itu, tetapi bocah laki laki yang menyingkirkan tanganku. Dia memiliki wajah yang sangat mirip dengan kakak”


Uhkkk...


Viana tersedak mendengar perkataan Galen, ia buru buru minum dan pura pura tidak mendengarkan perkataan Galen barusan. Viana semakin curiga pada wanita yang di jumpai oleh Eric tadi.


“mungkin saat dia hamil dia selalu memikirkanku”


“kak apakah kamu pernah melihat orang yang memiliki warna bola mata seperti kita?”


“kamu jangan terlalu banyak bertanya. Katakan saja yang ingin kamu katakan. Kamu jelas jelas sudah tau jika warna bola mata kita itu hanya bisa dimiliki keturunan lelaki dari keluaraga kita saja.”


“benar sekali dan bocah itu...” ujar Galen dengan semangat.


“maaf tuan Eric, ada telepon dari perusahaan Digna. Sepertinya kita harus pulang ke kota malam ini tuan. Keuangan bendahara perusahaan kita dibekukan oleh seseorang yang tidak dikenal.” Ujar Nathan


“kamu jangan bercanda Nathan. Selama ini belum ada yang bisa meretas sistem kita.” Ujar Galan tidak percaya.


“apakah dia ada mengurangi saldo perusahaan?”

__ADS_1


“tidak. Dia hanya membekukannya dan kita tidak dapat menggunakan sistem dan menarik saldo perusahaan”


“Siapkan semua, kita akan kembali ke perusahaan Digna sekarang”


__ADS_2