
“kamu yakin jika ini rumah Alyosha?”
“yakin dong. Aku melihatnya dengan mata kepala sendiri kalau Alyosha masuk ke dalam rumah ini tadi malam”
“lalu kenapa mereka belum keluar. Apa mungkin mereka tidak keluar karena hari ini hari libur”
“lihat itu, ada mobil yang berhenti di depan rumah Alyosha”
“pasti itu mobil pria tua kaya simpanan Alyosha. Mana mungkin dia punya saudara yang kaya raya dilihat dari mobil mewah itu”
“kamu jangan sembarangan menuduh”
“kamu tidak percaya padaku. Kita lihat saja nanti”
“lihat..., lihat.., dia akan turun”
Di hari yang masih sangat dini itu Viana dan Arya sudah beraksi di sekitar Alyosha untuk memantau pergerakan dari dia. Pada hari sebelumnya Viana telah menghubungi Arya untuk membantunya mmenjalankan misi yang sudah Viana buat.
“i...itu kan Meera. Oh my God, kenapa idolaku bisa datang ke rumah kumuh Alyosha?”
“aku juga terkejut, ternyata orang yang menaiki mobil limited edition itu adalah Meera.”
“tentu saja Meera dapat memiliki mobil itu. Meera adalah seniorku dalam dunia hiburan, dia itu idola dari semua idola. Aku akan menghampiri Meera dan memberitahu jika Alyosha itu wanita yang tidak baik agar dia tidak tertular keburukan dari Alyosha”
“berhenti dan duduklah di tempatmu jika kamu masih ingin melanjutkan rencanamu. Tetapi jika kamu ingin menghentikan semua ini kamu boleh turun dan bertemu Meera”
“tapi kan..”
“terserah padamu”
Viana mengurungkan niatnya untuk menghampiri Meera, ia masih harus bertahan di tempatnya agar rencana yang sudah ia siapkan berhasil. Viana dan Arya menunggu Alyosha dan kedua anaknya di dalam mobil dengan jenuh dari dini hari.
Setelah lama menunggu akhirnya Alyosha dan anak anaknya keluar dari rumah bersamaan dengan Meera. Meera menggandeng tangan Ocha dan Aarav sambil tertawa riang dengan mereka berdua. Lalu mereka semua memasuki mobil dan segera berangkat. Arya menghidupkan mobilnya dan mulai mengikuti mobil Meera dengan perlahan dari belakang.
“coba kamu ambil ponselku di dalam jas itu dan hubungi anak buahku. Beritahu mereka jika target sudah berjalan”
“jas yang ada di kursi belakang itu?”
“iya, kamu bisa lewat dari sini saja. Jika kita berhenti nanti kita akan kehilangan mereka”
“baiklah”
Viana berpindah ke kursi belakang dengan melangkah dari sela yang ada diantara bangku Viana dan Arya. Viana merogoh saku jas Arya untuk mencari ponsel yang ia katakan lalu membuka ponselnya dan menghubungi anak buah Arya.
“halo?”
“halo, apakah ini nona Viana?”
__ADS_1
“benar. Target kita sudah berangkat, kalian langsung saja mengikuti kami dari belakang”
“baik nona Viana. Kami akan bergerak”
Setelah menghubungi anak buah Arya, Viana kembali duduk di bangku yang berada di samping Arya.
“bagaimana, apa kata mereka?”
“mereka juga sudah bergerak mengikuti kita, emang kamu membawa berapa bawahan?”
“empat orang”
“apakah harus begitu banyak?”
“itu tidak banyak Viana. Rencana yang kamu siapkan ini bukanlah hal mudah karena kita harus berurusan dengan anak anak Eric”
“yah memang sih. Lihat mobil Meera sudah berhenti”
“sepertinya mereka ingin mengunjungi taman Sunni”
“mungkin, tetapi kita tidak tau pasti. Apakah kamu merasa sulit untuk bertindak jika di taman ini atau kita harus menunggu mereka lagi di tempat yang lain?”
“tidak. Pemilik taman Sunni ini adalah temanku. Aku akan mengirim pesan padanya untuk menonaktifkan semua kamera CCTV”
Viana dan Arya segera turun dari mobil. Mereka berdua menunggu para bawahan Arya untuk bekumpul bersama. Arya mengirimkan pesan pada pemilik taman Sunni untuk membantunya menghilangkan jejak di taman tersebut.
“paham bos”
“kami menunggu kalian di luar taman. Setelah kalian mendapatkan dua anak kecil itu kalian hubungi aku jika kalian sudah berjalan ke lokasi.”
“baik bos”
“yasudah kalian pergilah”
“lalu apa yang harus kita lakukan?” tanya Viana pada Arya setelah anak buahnya pergi.
“seperti bisa. Kita dapat melakukannya di dalam mobil”
“kamu jangan mengada ada”
“ayolah sayang. Aku kan sudah rindu padamu, lagi pula bayaran setelah membakar rumah Alyosha juga belum kamu berikan padaku”
“baikah, tapi kamu jangan berlebihan. Kamu bisa janji?”
“iya, aku janji tidak berlebihan. Kita lakukan yang sederhana saja”
“ayo masuk. Waktunya hanya sebentar, jangan sampai kamu duluan yang lelah seperti waktu itu”
__ADS_1
“saat itu aku sangat lelah jadi aku mendahuluimu. Maafkan aku sayang”
Arya dan Viana kembali ke mobil selagi menunggu para bawahan Arya menculik Ocha dan Aarav.
...****...
“ayo anak anak angkat tante, kita harus melihat semua tempat di taman yang dulu tante dan mama kamu sering kunjungi ini”
“apakah tante Meera dan mama selalu kesini setiap hari?”
“tidak sayang, kami ke sini jika sudah selesai ujian. Karena saat ujian otak tante itu terasa panas sampai berapi api, khusss....”
Viana memperagakan api yang sedang menyala nyala dengan tangan di atas kepalanya sambil mengeluarkan suara suara agar api tersebut terlihat lebih nyata.
“oh jadi tante dan mama datang ke taman ini untuk menyiram api yang ada di otak tante dan mama ya”
“bukan begitu Ocha sayang, api itu hanya perumpamaan saja. Saat ujian kan kita itu membutuhkan konsentrasi yang kuat dan otak kita harus bekerja lebih ekstra dari biasanya”
“ooh begitu”
“ayo sayang kita masuk ke taman bunga yang sebelah sana. Taman itu banyak bunga mataharinya” ujar Alyosha
“mah, Aarav sudah capek berjalan jalan terus. Bunga bunga disini juga sudah sering Aarav lihat di internet”
“itu beda dong sayang. Disini kan kamu bisa menyentuh bunga yang nyata”
“ayo Aarav semangat. Kak Ocha juga sangat bersemangat, ini kan pertama kalinya kita berjalan jalan di kota S”
“Aarav tidak suka”
“yah bagaimana ini. Apa kita pulang saja, tetapi kan mama kamu sangat suka dengan bunga matahari”
“tidak apa apa Meera kita pulang saja. Sepertinya Aarav memang tidak suka dengan taman ini”
“mama jangan dengerin Aarav. Dia tidak bersemangat karena rindu dengan om Eric, Aarav juga kecewa karena om Eric tidak ikut dengan kita”
“benarkah, bagaimana kalau mama hubungi om Eric dan memberitahunya kalau Aarav merindukannya”
“tidak kok mah, sekarang semangat Aarav sudah kembali lagi. Ayo mah jangan dengeri kak Ocha, dia hanya bergurau saja”
“aduh lucunya pria tampan yang satu ini, dia sedang merindukan pria tampan yang lain.”
“sudah Meera, kamu jangan ganggu dia lagi”
“selamat datang di taman matahari. Silahkan pakai ini”
Petugas taman Sunni menyambut kedatangan mereka di taman matahari. Taman Sunni memiliki beberapa taman di dalamnya. Ada taman khusus bunga matahari, bunga tulip, dan bunga mawar. Ada juga taman yang di dalamnya banyak terdapat berbagai jenis bunga dan dihiasi dengan kupu kupu yang berterbangan.
__ADS_1
Alyosha memakaikan jaket kuning pada Ocha dan Aarav yang sudah diberikan oleh petugas yang menyambut mereka. Semua orang yang ada di dalam taman matahari memakai jaket kuning agar terlihat serasi dengan warna bunga matahari. Semua warna warni pakaian pengunjung ditutupi dengan jaket yang berwarna serupa dengan bunga matahari.