Anak Genius Pasangan Elit

Anak Genius Pasangan Elit
Perlombaan


__ADS_3

Hari berganti minggu dan minggu berganti bulan, semua mereka lewati dengan kegiatan yang masih sama seperti biasanya. Tidak terasa Ocha dan Aarav yang sedang melakukan pelatihan telah selesai. Selama sebulan lamanya mereka berdua belajar dan berlatih dengan giat. Akhirnya sudah waktunya perlombaan diadakan yang bertepatan dengan hari kemerdekaan Negara M.


Pagi ini Alyosha menyiapkan seragam yang sudah di sediakan untuk para peserta lomba. Alyosha yang sudah bersiap terlebih dahulu membantu kedua anaknya dalam bersiap siap. Alyosha mengeluarkan kotak dari lemari yang berisi sepatu baru kembar untuk Ocha dan Aarav.


“apakah kalian sudah selesai sarapan?” tanya Alyosha.


“sebentar lagi mam” ujar Aarav


“yasudah, mama akan menunggu kalian di depan rumah”


Alyosha lalu menunggu Ocha dan Aarav yang sedang menyantap sarapan pagi.Tidak berapa lama Ocha dan Aarav keluar rumah. Mereka menyandang tas masing masing dengan sepatu yang di jinjing di tangan kanan dan kiri.


“kalian pakai sepatu yang ini saja” ujar Alyosha menunjukkan sepatu baru yang baru ia keluarkan.


“wah mama membelikan kita sepatu baru”ujar Ocha.


“sepatunya keren juga, Aarav menyukainya”


“mama kapan membelinya, kenapa mama gak ngajak Ocha saat membelinya”


“sepatu ini sudah lama bahkan sebelum kalian lahir. Karena sudah ada sepatu baru kalian harus jadi lebih semangat dalam perlombaanya anak mama. Ayo buruan di pakai nanti kita telat”


Ocha dan Aarav memakai sepatu pemberian Eric, ayah mereka berdua yang mereka tidak ketahui. Sepatu keluaran pertama dari perusahaan Jun.


...****


...


“selamat datang di acara hari peringatan kemerdekaan Negara M. Setiap tahun kita merayakannya dengan momen momen yang berbeda. Tahun ini kita menyelenggarakan sebuah perlombaan nasional untuk anak anak bangsa dari seluruh kota di Negara M. Setelah kita melakukan penghormatan kemerdekaan maka semua peserta diharapkan mengikuti perlombaannya masing masing di tempat yang sudah di sediakan.” Ujar pembawa acara membuka acara di pagi yang cerah itu.


Lapangan yang sangat luas sudah dipenuhi oleh para peserta dan para tamu. Semua berdiri rapi dalam barisan menghadap bendera Negara M. Kepala Negara yang berdiri di bawah terik matahari membuat para masyarakat Negara M juga tidak mengeluh panas karenanya.


“baik acara selanjutnya adalah pembukaan perlombaan yang akan di buka oleh kepala Negara kita, kepada beliau kami persilahkan dengan segala hormat” lanjut pembawa acara tersebut.


Setelah kepala Negara membuka perlombaan diikuti dengan penutupan dari pembawa acara, semua masyarakat berhamburan dengan rapi menuju ruangan masing masing. Alyosha membawa Aarav ke ruangan perlombaan pendidikan. Dimana perlombaan Aarav di bidang pendidikan tentang matematika untuk sd smp dan sma.


“sayang kamu bisa menjaga di sendiri kan, mama akan mengantar kak Ocha ke ruangannya.” Ujar Alyosha.


“mama tenang saja, Aarav bisa menjaga diri sendiri. Lagian kan ada ibu guru yang akan menjaga Aarav”

__ADS_1


“baiklah. Aarav, mama percaya kamu pasti bisa memenangkannya. Jangan sampai terpengaruh pada orang di sekitarmu. Karena kamu sudah belajar dan berlatih dengan giat maka tidak ada yang tidak mungkin” ujar Alyosha


“benar kata mama. Kakak percaya padamu, semangat” ujar Ocha memeluk adiknya.


Alyosha lalu membawa Ocha ke ruangan perlombaan di bidang bakat. Banyak bakat yang akan diperlombakan dan Ocha memilih bakat bernyanyi. Ia sangat menyukai musik dan pandai bernyanyi. Ocha mendapatkan nomor urut ke lima.


Para orang tua dan tamu duduk di kursi yang berhadapan dengan panggung mewah dengan juri yang sudah berada di bangkunya masing masing. Terdapat empat juri, dua diantaranya merupakan penyanyi terkenal di Negara M dan dua lainnya merupakan para guru bernyanyi yang sudah diakui oleh masyarakat.


Para peserta mulai menyanyikan lagu dengan indah disambut tepuk tangan dan sautan semangat dari penonton. Tiba giliran Ocha dipanggil untuk beryanyi, ia berdiri dengan elegan di atas panggung. Gaun yang disediakan oleh penyelenggara lomba sangat cocok dengan Ocha. Rambut yang terurai panjang memberikan kesan manis terhadapnya.


“hai sayang, boleh perkenalkan siapa namanya” ujar salah satu juri.


“hai semuanya, saya Ocha Digna dari desa Hala” ujar Ocha.


“wah nama belakang kita sama nih, apakah kamu mengenali saya?” tanya juri tersebut.


“tidak” ujar Ocha polos disambut tawa para penonton.


“saya Rio Digna dan ini kembaran saya Bram Digna. Kedua juri ini adalah guru kami” ujar Rio memperkenalkan para juri.


“baiklah kamu silahkan bernyanyi” ujar Bram setelah basa basi dengan Ocha.


Selesai Ocha bernyanyi para penonton berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah. Semua bersorak dan bersiul memberikan selamat pada Ocha karena sudah bernyanyi dengan baik. Para juri juga memberika tepuk tangan dan mengutarakan kekaguman terhadap seorang anak kecil yang sudah pandai bernyanyi dengan indah.


Pengumuman pemenang di umumkan setelah semua juri memberikan penilaian terhadap para peserta. Ocha mendapatkan juara kedua, ia sangat merasa senang. Ia menggenggam piala yang sudah diberikan untuk para pemenang dengan erat. Senyum bahagia mengembang di wajahnya.


“terima kasih pada seluruh peserta sudah memberikan pertunjukannya dengan sangat baik. terima kasih pada penonton yang juga telah memberikan semangat pada semua peserta. Akhirnya acara kita telah selesai dan kita tutup dengan nyanyian dari kedua juri Rio dan Bram beserta adik kecil sebagai peserta termuda di acara bakat bernyanyi Ocha Digna”


Mereka bertiga bernyanyi dengan bahagia di atas panggung. Cahaya lampu menyinari mereka bertiga yang sudah bersinar saat bernyanyi. Walaupun Ocha tidak mengenali mereka berdua ia berusaha menyesuaikan diri.


“Ocha mari kita foto bersama” ujar Rio pada Ocha saat ia sudah bersama ibunya selesai acara.


Setelah mereka selesai bernyanyi Alyosha segera menjemput Ocha yang berada di belakang panggung. Mereka berdua akan melihat Aarav yang sedang berjuang dalam lombanya. Ocha melirik Alyosha meminta persetujuan.


“kakak Ocha juga boleh kok ikutan foto bareng kita” ujar Bram.


Bram tidak mengetahui jika Alyosha adalah ibunya karena Alyosha walaupun sudah memiliki dua anak ia masih tampak muda dan cantik. Alyosha menyetujui permintaan dari Rio dan Bram. Rio lalu mengambil gambar mereka berempat.


“terima kasih Ocha Digna saya sangat menyukai saat kamu bernyanyi tadi. Apakah kamu memiliki akun sosial media, saya berharap bisa bernnyanyi kembali bersama Ocha” ujar Rio

__ADS_1


“tidak kak. Ocha tidak memiliki akun sosial media” ujar Ocha.


“bagaimana dengan kakaknya. By the way kakak Ocha namanya siapa ya?” tanya Bram.


“saya Alyosha Gauri dan ini anak saya”


Rio dan Bram kaget mendengar perkataan Alyosha, mereka berdua saling bertatapan mempertanyakan dalam benak mereka mengenai Alyosha. Alyosha pamit meninggalkan mereka berdua.


Alyosha dan Ocha menuju ruangan Aarav, banyak orang sudah keluar dari ruangan tersebut.


“sepertinya perlombaan Aarav sudah selesai” ujar Ocha


“sepertinya begitu, kita langsung mencari Aarav saja” ujar Alyosha


Mereka berdua memasuki ruangan yang masih dipenuhi banyak orang. Ada yang sedang berfoto bersama dan ada yang sedang berbincang bincang. Alyosha menggenggam tangan Ocha dengan erat agar tidak terpisah.


Terlalu banyak orang membuat Alyosha sulit mencari Aarav. Setelah beberapa menit mereka mencari Aarav, mereka menyerah dan duduk di bangku penonton berharap Aarav dan ibu gurunya menemui mereka. Ocha tampak letih dan wajahnya terlihat pucat.


“sayang apa kamu sakit?”tanya Alyosha


“ tidak mah, Ocha hanya sedikit letih dan belum terbiasa melihat kerumunan orang sebanyak ini”


Ini adalah kali pertamanya buat Ocha berada di tempat keramaian seperti ini. Alyosha merasa menyesal karena ia tidak membawa ponsel untuk menghubungi guru Aarav. Tidak berapa lama Alyosha dan Ocha beristirahat, tampak Aarav dan gurunya masuk ke ruangan perlombaan tersebut. Alyosha dan Ocha menghampiri mereka berdua.


“kalian dari mana saja?” tanya Alyosha sesudah mereka keluar bersama dari ruangan tersebut.


“kami baru saja foto bersama kepala Negara” ujar Aarav


“maaf bu saya tidak memberitahu terlebih dahulu, jadiAarav menjadi juara pertama untuk junior. Seluruh pemenang wajib foto bersama kepala Negara barusan saja” ujar ibu guru Aarav.


“saya kira kalian pergi duluan. Yasudah kita pulang saja, Ocha dan Aarav juga pasti sudah lelah.”


“sebentar dong mah, Aarav mau kita bertiga foto bersama di atas panggung itu”


“iya bu. Dari tadi Aarav terus meminta saya untuk mengambil gambar kalian selesai semua acara perlombaannya.”


"maaf ya bu guru, saya jadi merepotkan ibu" ujar Alyosha.


Alyosha mengabadikan momen kemenangan bersama dengan kedua anak kembarnya. Prestasi pertama yang mereka ukir membuat Alyosha bangga memiliki Ocha dan Aarav.

__ADS_1


__ADS_2