
Alyosha membuka laptop untuk menerima sebuah file pengumuman lowongan kerja dari hotel. Di file tersebut ia dinyatakan lulus dan besok sudah harus mulai bekerja. Setelah dokter Alan melakukan operasi, dia datang keruangan Ocha untuk mengambil ponselnya pada saat mereka terlelap dalam tidur.
Alyosha terbangun saat Aarav sedang sibuk membersihkan ruangan di pagi hari. Ia melihat jam ternyata ia masih memiliki satu setengah jam sebelum ia masuk kerja. Alyosha menyiapkan sarapan lalu bersiap siap untuk memulai awal pekerjaannya.
“ayo sayang kita sarapan dulu, sini mama suapin biar anak mama makan dengan lahap”
Alyosha menyuapi Ocha dan Aarav bersamaan.
“apakah mama sudah mendapatkan pekerjaan?”tanya Aarav
“benar sayang, mama baru saja mendapatkan pekerjaan. Bagus sekali kan” ujar Alyosha tersenyum gembira untuk memberikan energi semangat buat kedua anaknya.
“bagaimana dengan sekolah kami mah?”
“Aarav sudah rindu belajar ya?. Mama akan mencari sekolah yang paling bagus untuk dua anak mama yang tersayang.”
“benarkah mah?”
“iya dong sayang. Yasudah mama pergi bekerja dulu ya, Aarav harus mengajak kak Ocha mengobrol bersama biar kak Ocha tidak bosan”
“iya mah, bye mama”
Alyosha berjalan menuju hotel tempat ia kerja. Ia
berkumpul dengan pelayan lain yang sudah memakai seragam karena sudah bekerja duluan dari Alyosha. kepala pelayan memberikannya baju seragam yang sudah disediakan oleh pihak hotel. Ia lalu mengganti pakaiannya dengan seragam tersebut dan kembali berkumpul dengan yang lainnya.
“malam ini ada seorang artis kelas atas yang akan mengadakan ulang tahun di hotel ini. Jadi beberapa dari kalian akan dipilih untuk melayani acara tersebut. Dan untuk informasi mengenai siapa yang akan melayani acara tersebut akan saya infokan saat jam istirahat siang nanti”
Alyosha memulai pekerjaannya dengan mengantarkan tamu dari luar negeri. Karena Alyosha pandai dalam berbicara bahasa inggris membuat Alyosha dengan mudah dapat berbincang bersama turis tersebut. Selesai mengantar mereka ia juga mengantar beberapa pesanan makanan dari para tamu.
Siang harinya pada jam istirahat, seluruh pelayan kembali berkumpul. Kepala pelayan mengumumkan nama nama yang akan bekerja malam ini.
“Dewi Riana”
“Alyosha Gauri”
Nama Alyosha disebutkan menandakan jika ia termasuk dalam bekerja untuk acara malam ini. Alyosha merasa senang karena pekerjaan tambahan ini memberikan gaji tambahan juga untuknya.
Seluruh pelayan yang akan bekerja malam ini disuruh untuk bersiap siap di rumah dan kembali di jam tujuh malam dan tidak lupa mereka juga diberikan seragam baru. Alyosha pulang ke rumah sakit lalu menemui Ocha dan Aarav dengan membawa makanan yang ia beli di luar rumah sakit.
“sayang, malam ini mamah akan lembur. Jadi kalian harus baik baik menjaga diri ya, mama yakin tidak akan ada yang berbuat jahat pada kalian”
“mah, kita kapan keluar dari rumah sakit?” tanya Aarav.
“besok kita akan keluar karena Ocha juga sudah merasa semakin membaik. Benarkan kak Ocha?”
“iya mah. Ocha sudah baikan jadi bisa bantu mama lagi”
“apakah kita pulang ke desa lagi mah?”
__ADS_1
“tidak sayang. Kita akan tinggal di kota ini. kota kelahiran mama. Nanti saat keluar dari rumah sakit ini mamah akan memperlihatkan kalian tempat yang sering mama kunjungi dulu.”
“jadi rumah kita yang di desa bagaimana?” tanya Ocha
“mamah tenang saja. Serahkan pada Aarav saja.” Ujarnya
“hmmm...”
Alyosha berpikir sejenak memikirkan perkataan Aarav. Aarav sangat pandai dalam ilmu teknologi dan juga pandai dalam berbagai hal yang berbau dengan uang. Alyosha mempercayai keahlian Aarav karena dia keturunan orang berbakat di negara ini.
“oke deh. Mamah percaya pada anak mamah yang sangat genius ini”
“mah, Ocha mau dibacakan dongen boleh?”
“boleh dong sayang. Sini biar mama bacakan cerita yang sangat menarik buat kedua anak mama”
Ocha dan Aarav bersender di bahu Alyosha dan memeluknya. Alyosha dengan asik menceritakan kisah kisah menarik dan inspiratif untuk mereka berdua. Mereka bertiga istirahat sejenak karena ia harus kembali ke hotel lagi. Alyosha mencium kening Ocha dan Aarav saat bangun dan bersiap untuk kembali bekerja menjelang sore hari.
Seragam yang diberikan hotel yaitu memakai celana panjang dan menggunakan baju dengan lengan yang pendek. Pakaian rok dilarang digunakan saat ada acara kecuali pekerjaan pada hari biasa. Agar para pelayan bisa bergerak dengan leluasa dan tamu juga tidak terganggu.
Seluruh pelayan yang terpilih memasuki ruangan acara terlebih dahulu sebelum para tamu. Mereka sudah ditugaskan dan diarahkan untuk melakukan pekerjaan mereka masing masing.
“selamat datang para tamu undangan. Malam ini kita akan merayakan ulang tahun sekaligus mengumumkan hal penting mengenai seseorang yang akan kita sambut dalam hitungan 3...2..1.. sambutlah Meera Dobson” ujar pembawa acara.
Alyosha terdiam mendengar nama yang disebutkan oleh pembawa acara. Alyosha tidak menyadari jika acara malam itu adalah acara ulang tahun sahabatnya Meera. Sebelumnya Alyosha yang ditugaskan sebagai penerima tamu langsung bertukar posisi dengan pelayan yang berada disampingnya. Alyosha menarik tangannya untuk menggantikan Alyosha. Karena pelayan tersebut sudah tebiasa, ia dengan profesional langsung menguasai suasana walau sebelumnya ia memasang wajah yang sedang kebingungan karena tindakan Alyosha.
Selama acara dimulai Alyosha hanya bisa berdiri di pojokan dan melayani tamu yang berada jauh dari Meera. Ia lalu izin ke toilet untuk menenangkan pikiran yang sedang kacau. Selesai dari toilet Alyosha bergegas keluar dan tidak sengaja menabrak seseorang. Alyosha tidak melihat orang yang ia tabrak dan tidak meminta maaf lagi karena buru buru dipanggil oleh kepala pelayan.
“maaf bu, saya barusan dari toilet”
“sekarang kamu harus melayani satu tamu. Kamu harus mengantarkan mereka ini” ujar kepala pelayan dan menyerahkan Alyosha nampan yang ada minuman.
Alyosha menemui tamu tersebut dan memberikannya minuman, ternyata itu adalah dokter Alan. Alan hanya menyunggingkan senyum untuk menyapa Alyosha karena menyadari Alyosha sedang dalam bekerja jadi dia tidak mengajaknya untuk berbicara. Lalu Alyosha kembali ke tempatnya meninggalkan dokter Alan.
Lampu di ruangan tersebut tiba tiba mati dan hanya menyisahkan satu lampu yang memancar menyinari pemilik acara ini. Di atas panggung yang megah terlihat Meera berdiri bersama ayah dan ibunya. Sekarang dia sudah menjadi artis terkenal sampai tamu yang datang juga merupakan orang orang penting di negara ini.
“terima kasih kepada semua yang sudah hadir di acara ulang tahun anak saya. Malam ini kami akan mengumumkan hal yang sangat penting, yaitu mengenai pernikahan anak kami Meera dengan Alan. Alan silahkan naik ke atas panggung” ujar ayah Meera.
Selama ini karena tidak mengikuti perkembangan di dunia luar membuat Alyosha ketinggalan semua berita mengenai Meera bahkan dengan momen penting sahabatnya sendiri itu.
“kamu tahu tidak kenapa anak seorang pengusaha besar ini tidak mau meneruskan bisnis ayahnya malah memilih terjun ke dunia hiburan.” Ucap seorang pelayan yang berdekatan dengan Alyosha pada pelayan lain.
“aku tau dong, aku megikuti Meera dari awal ia memulai karirnya. Aku juga sangat terharu mendengar kisahnya.” Ujar Dewi pelayan yang membantu Alyosha mendaftar dulu.
“terima kasih buat semuanya. Seperti yang sudah dikatakan ayah Meera, kami akan melangsungkan pernikahan dua hari lagi” ujar Alan yang sudah berada di atas panggung.
“maaf om, tante dan juga Meera, hari ini orang tua saya tidak bisa menghadiri pesta ulang tahun Meera karena ibu saya sedang tidak sehat. Saya harap seluruh tamu disini dapat menghadiri pernikahan yang akan kami gelar.” lanjut Alan.
“terima kasih Alan sudah bersedia meminang anak kami. Sepertinya ada yang ingin Meera sampaikan”
__ADS_1
“Sebelum menutup acara ini, saya ingin menyampaikan sesuatu yang sangat penting dari diri saya sendiri.” Ujar Meera.
Sudah lama sekali tidak mendengar suara imut Meera, aku sangat ingin dipeluknya dan ia bermanja denganku seperti dulu, batin Alyosha
“seperti yang semua tahu bahwa aku masuk ke dunia hiburan dan berusaha untuk menjadi terkenal seperti sekarang karena ingin mencari seseorang. Berharap dia mengetahui kabarku dengan aku menjadi terkenal dan dapat melihatku setiap hari jika dia merindukanku. Aku tahu walaupun dia jauh berada disana dia tetap menyayangiku.” Ujar Meera
Penampilan yang elegan dengan memakai gaun abu abu yang menutupi badannya hingga selutut dan rambut yang bergelombang panjang terurai. Perubahan Meera yang sangat baik dari gadis yang suka pecicilan menjadi wanita yang sangat elegan.
“saat aku pergi ke luar sebentar barusan saja, aku tidak sengaja berpapasan dengan seseorang yang tidak tahu diri. Dia sudah menabrakku terlebih dahulu tetapi tidak meminta maaf padaku. Sifatnya itu sama sekali tidak berubah, berjalan tanpa memperhatikan sekitarnya dan terus ceroboh.” Lanjut Meera membuat ruangan sunyi karena penasaran dengan perkataan Meera.
“Dia menjatuhkan barang yang tidak akan pernah dia lupa untuk membawanya kemanapun. Aku harap kamu menyadarinya karena sudah menjatuhkannya tadi. Aku tahu kamu sedang menatapku kagum di atas sini. Seperti yang kamu perintahkan bahwa aku harus menjadi pusat perhatian, baik di sekolah di rumah maupun di masyarakat.”
Rona wajah Meera mulai memerah dan ia mulai meneteskan air mata. Orang tua Meera menghampirinya untuk menyemangati anak mereka. Meera tidak tahan dan melepaskan semua kesedihannya. Para tamu undangan berbisik bisik satu sama lain. Apa yang akan di katakan Meera selanjutnya sangat dinantikan para tamu undangan.
“AKU TAHU KAMU BERADA DISINI. TETAPI KENAPA TIDAK MEMELUKKU SEPERTI BIASA SAAT AKU ULANG TAHUN. TAHUKAH KAMU AKU SUDAH MENCARIMU KESELURUH DUNIA. AKU MEMANFAATKAN SEMUA MEDIA UNTUK MENCARIMU.” Meera berkata dengan keras dan menangis terisak sampai ayah dan ibunya juga bingung dengan apa yang terjadi.
“INI ADALAH ULANG TAHUNKU YANG KE 25 TAHUN. DULU KAMU BERJANJI UNTUK SELALU HADIR DI SETIAP HARI SPESIALKU INI DAN MEMBERIKANKU HADIAH SPESIAL. SUDAH LIMA TAHUN AKU MENJALANI HARI ULANG TAHUNKU TANPA MU. KENAPA KAMU BEGITU TEGA PADAKU.”
“ALYOSHA KEMARILAH, MARI BERPELUKAN SEPERTI DULU DAAT KITA SEDANG BERSEDIH DAN LEMAH. AKU SUDAH SANGAT MERINDUKANMU DAN AKU LEMAH UNTUK SEKARANG. AKU TIDAK KUAT UNTUK HIDUP TANPAMU.” Ujar Meera dengan sedih dan merentangkan tangannya meminta untuk dipeluk.
Kaki Alyosha terasa lemas dan air matanya sudah mengalir deras melihat Meera yang sedang menangis di atas panggung. Alyosha tidak menyadari jika Meera mengetahui keberadaannya. Alyosha langsung mencari mainan bunga matahari kecil yang selalu ia bawa kemanapun ia pergi. Alyosha lalu menatap ke arah Meera yang sudah menunjukkan bunga matahari kecil milik Alyosha dalam genggamnya.
“Alyosha kemarilah. Aku ingin memberitahu kepada semuanya bahwa akulah satu satunya sahabat sejati yang kamu sayangi” ujarnya mengeluarkan suara manjanya.
Semua yang ada di ruangan itu diam dan tak berkutik. Baru kali ini mereka melihat artis apan atas itu berbicara dengan manja seperti itu. Alyosha melangkah perlahan ke arah Meera dengan menundukkan kepala. Saat Alyosha sudah mulai dekat dengan Meera, ia menengadahkan wajahnya melihat Meera. Mata mereka berdua bertatapan dengan lekat.
“kamu kemana saja Alyosha?, aku sangat letih mencarimu”
“maafkan aku Meera, aku terpaksa meninggalkanmu selama ini untuk anak anakku” ujar Alyosha dalam hati tertunduk.
Alyosha menaiki panggung dan menatap Meera tidak berkedip lalu memeluknya. Mereka berdua berpelukan dengan sangat erat. Ayah dan mami Meera juga memeluk Alyosha. Para tamu undangan sangat tersentuh melihat tali persahabatan yang erat antar Alyosha dan Meera.
Setelah menutup acara ulang tahun Meera, semua tamu meninggalkan ruangan dan menyisahkan Alyosha dan juga keluarga Meera. Meera menceritakan semua usaha yang sudah dilakukannya untuk mencari Alyosha. Hingga dia putus asa dan akhirnya dia punya ide terjun ke dunia hiburan, lalu menggunakan media untuk mencari Alyosha tetapi juga tidak menemukannya.
“bagaimana dengan perusahaan ayah. Siapa yang akan meneruskannya?” tanya Alyosha saat suasana sedih mereka sudah redah.
“kamu tenang saja. Mami sudah melahirkan adik kecil untukku”
“pasti sangat imut. Apakah dia laki laki dan siapa namanya, berapa umurnya?”
“yah tebakanmu benar. Namanya Amar sekarang dia berumur 6 tahun. Dia akan tumbuh dengan jiwa pemberani dan penuh kasih sayang sepertimu. Dia akan menjadi penerus ayah jadi kamu tidak usah khawatir”
“dimana Amar sekarang. Kenapa aku tidak melihatnya?”
“Dia itu tidak suka keramaian jadi dia tidak ikut acara ini”
“kamu harus berjanji padaku untuk datang saat pernikahanku dan jangan meninggalkanku sendiri lagi karena aku tidak sanggup hik...”ujar Meera cemberut
“aku sudah bilang padamu untuk tidak mencariku saat aku pergi. Apakah kamu tidak membaca surat dariku?”
__ADS_1
“aku membacanya bahkan aku juga sudah menempelkannya di atas meja kantorku. Kamu tenang saja”
Meera menyombongkan diri pada Alyosha, mereka lalu tertawa bersama dan berpelukan untuk mengobati rasa rindu antara mereka berdua. Alyosha mengantar Meera dan keluarganya sampai pintu keluar hotel lalu mereka pulang. Alyosha menolak diajak pulang bersama oleh keluarga Meera karena ia sudah memiliki keluarga sendiri yang tidak bisa ia tinggalkan.