Anak Genius Pasangan Elit

Anak Genius Pasangan Elit
Malaikat Kembar Dan Kotak Kecil


__ADS_3

Beberapa hari telah berakhir. Sudah masuk minggu ke empat ia melewati masa kehamilan. Kehamilannya masih ia rahasiakan sendiri. Hari ini Alyosha akan melakukan pemeriksaan kembali ke rumah sakit Wijaya.


“selamat untuk kedua kalinya. Kamu akan memiliki dua malaikat kembar.”ujar dokter tersebut.


Alyosha menyunggingkan senyum yang sangat bahagia. Kedatangan dua malaikat itu sangat ia tunggu tunggu.


“apakah ayah dari kedua anak ini sudah tahu kalau mereka berdua akan menemanimu kedepannya?” tanya dokter


Alyosha menggelengkan kepala.


“aku masih berusaha untuk menyimpannya sendiri dok. Mungkin tidak berapa lama lagi aku akan memberitahunya.” Ujar Alyosha


“semua terserah kamu, akan tetapi lebih baik jika kamu dikelilingi orang orang yang dapat menyemangatimu. Karena seorang ibu harus memiliki dukungan agar menjaga kesehatan mental ibu itu sendiri. kalau begitu ini beberapa obat sebagai vitamin dan susu untuk menambah nutrisi kamu.” Jelas dokter memberikan Alyosha beberapa bingkisan.


“terima kasih dokter.” Ujarnya lalu pergi.


Pulang dari rumah sakit Alyosha duduk di taman tepat dibangku sewaktu ia ketiduran pada malam kejadian pertamanya. Alyosha menengadahkan kepala menghadap langit, ia menerawang seperti apa dua malaikat kecil miliknya. Sampai sekarang ia belum mengetahui mengenai pria yang sudah menanamkan benih pada Alyosha.


Alyosha teringat dengan sebuah surat yang mereka tinggalkan di dalam mantel malam. Ia bergegas pulang dan mencari di dalam laci dan rak rak yang ada di dalam kamarnya. Alyosha membuka kembali kenangan kelam malam itu. Lalu ia menghubungi nomor yang tertera disana.


“selamat siang. Dengan siapa dan ada yang bisa saya bantu?” seorang perempuan menyaut dari ujung telepon.


Alyosha terdiam sekejap, ia berpikir bahwa wanita yang menerima teleponnya adalah istri dari pria itu. Ia mengingat ingat kembali nama pria yang disebutkan saat kejadian tersebut.


Alyosha sangat ingin mengetahui seperti apa ayah malaikat kecil yang ia kandung. Ia tidak berniat untuk memberitahu pada pria itu mengenai kehamilannya dan memintanya bertanggung jawab atas anak yang ia beri pada Alyosha.


“apakah saudara Eric ada?” tanya Alyosha dengan formal agar ia tidak salah paham pada Alyosha.


“pak Eric sedang melakukan rapat. Untuk hari ini semua waktu pak Eric sudah terjadwal. Jadi apakah anda sudah membuat janji dengan pak Eric?” tanya wanita itu.


Mendengar dari tutur kata yang ia ucapkan dan cara dia memanggil pria itu, Alyosha menyadari jika wanita tersebut hanya seorang bawahan pria yang ia cari.


“Saya belum membuat janji, tetapi bisakah anda memberitahu saya dimana kantor pak Eric?” ujar Alyosha.


“anda bisa membuat janji dengan datang ke kantor saya, selanjutnya saya akan mengurus semuanya agar anda dapat bertemu dengan pak Eric jika sudah diterima olehnya. Untuk alamat kantor, saya bisa mengirimkannya kepada anda melalui pesan.” Jelas wanita itu dengan ramah.


“baik terima kasih sebelumnya.” Ujar Alyosha mengakhiri panggilan.


Tring...


Pesan yang dijanjikan langsung dikirim waktu itu juga. Alamat yang tertera pada pesan masuk membuat Alyosha terkejut. Ternyata pria itu bekerja di perusahaan Digna. Alyosha berpikir jika pria tersebut memiliki jabatan yang tinggi diperusahaan Digna sehingga harus memiliki janji untuk bertemu dengannya.


Keesokan harinya selesai kuliah, Alyosha berangkat ke perusahaan Digna dan menemui wanita yang ia hubungi semalam. Alyosha ditanyai beberapa pertanyaan, ia beralasan memiliki urusan dari kampus.


Karena kampusnya pernah melakukan praktek di perusahaan Digna karyawan wanita itu langsung menyetujui permintaan Alyosha melakukan janji temu dengan Eric.


Selesai membuat surat pertemuan, Alyosha beranjak keluar dan berpapasan dengan tiga pria yang ia temui saat praktek lapangan di perusahaan Digna. Alyosha menundukkan kepala berharap mereka bertiga tidak mengenalinya.

__ADS_1


“Alyosha?” Galen yang berdiri dihadapan Alyosha melambaikan tangan padanya.


“hai akhirnya kita bertemu kembali. Kamu ada urusan apa kesini?” tanya Galen


Baru saja Alyosha berharap untuk tidak dikenali oleh mereka, harapan itu sirna karena Galen. Lalu Nathan dan Eric menghampiri Alyosha.


“mmm... saya tadi ada sedikit urusan. Tidak terlalu penting hanya mendaftar untuk menemui pak Eric saja.” Ujar Alyosha yang tidak mengetahui identitas Eric.


Galen dan Nathan tertawa setelah mendengar perkataan Alyosha. Hanya Eric yang kejam berekspresi marah. Eric tampak kesal karena wanita di hadapannya tidak mengenali ia yang merupakan pria terkaya.


“kalau begitu saya pergi dulu ya. Masih ada sedikit urusan.” Ujar Alyosha meninggalkan mereka yang masih menertawakannya.


Saat menunggu kendaraan di depan perusahan, karyawan wanita yang baru Alyosha jumpai datang menghampirinya.


“apakah anda masih ingin melanjutkan janji temu dengan pak Eric?”


“tentu saja” ujar Alyosha.


Melihat karyawan wanita bertanya seperti itu membuat Alyosha bingung. Alyosha yang sudah datang dan melakukan semua persyaratan yang di tentukan dengan susah payah sampai membuatnya harus berbohong saat diajukan dengan pertanyaan barusan.


“oh maaf sebelumnya. Saya kira karena anda sudah bertemu dengan pak Eric tadi jadi tidak perlu untuk memintanya menyetujui permintaan tersebut. Sekali lagi saya minta maaf.” Ujarnya


“tadi? Sepertinya saya belum bertemu dengan pak Eric.” Ujar Alyosha.


“bukan kah tadi anda sedang membicarakan sesuatu dengan pak Eric. Sebentar, apa anda mengenali pak Eric?”


“benar sekali. Tiga pria yang anda jumpai tadi adalah CEO, asisten, dan manajer di perusahaan ini. Anda sangat beruntung bertemu dan berbincang dengan mereka bertiga, bahkan yang saya lihat mereka yang menghampiri anda terlebih dahulu.” Ujarnya dengan antusias


“kamu tahukan the tiger, tiga pria yang terkenal dan merupakan suami impian semua wanita. Itulah mereka bertiga yang barusan anda jumpai. Ada pak Eric, pak Nathan, dan Galen.” Lanjutnya.


Mendengar ucapan dari karyawan itu membuat Alyosha seperti ditusuk dari belakang. Ternyata pria yang ia jumpai itu adalah pria yang sudah merenggut keperawanannya dan juga ayah kandung dari kedua malaikat kembar Alyosha. Ia tidak paham dengan perasaan yang bercampur di dalam hatinya.


Apakah perasaan bangga karena ia akan melahirkan anak dari pria terkaya di negara ini atau perasaan menyesal karena pria di malam itu adalah pria yang sangat kejam dan tidak sesuai dengan tipenya.


“terima kasih informasinya. Sepertinya surat perjanjian pertemuan itu saya batalkan saja. Karena seperti yang anda lihat kami sudah bertemu.” ujar Alyosha


Wanita itu melambaikan tangan pada Alyosha yang beranjak meninggalkannya. Alyosha berpikir tidak akan menginjakkan kaki lagi di perusahaan Digna.


Matahari yang terbenam di ufuk barat dan jam yang menunjukkan pukul delapan malam. Alyosha menghubungi Meera untuk meredakan suasana hatinya. Meera dengan senang hati menceritakan pada Alyosha tentang pacar baru untuk kesekian kalinya.


Alyosha mengelus elus perutnya mencerna semua yang terjadi. Sampai Meera yang telah memanggilnya beberapa kali tidak ia sadari.


“ALYOSHA KAMU DENGERIN AKU CERITA GAK SIH?” teriak Meera membuat Alyosha tersadar kembali.


“aku simak kok. Selamat ya pacar barunya. Kamu jangan terlalu sering ganti pacar, nanti kualat loh”


Setelah mengakhiri panggilan dengan Meera ia ke dapur ingin mengambil air putih. Guri baru saja pulang tetap dalam keadaan mabuk.

__ADS_1


“Alyosha, besok kamu harus memberikan ayah uang sedikit lebih banyak dari biasanya.” Ujar Gauri berdiri di pintu dapur.


“bukannya uang yang biasa aku berikan cukup buat ayah. Kenapa minta tambah?”


Gauri menghampiri Alyosha dengan marah. Alyosha langsung memeluk perutnya takut ayahnya berbuat sesuatu.


Plakk...


“kamu cerewet sekali. Kalau ayah minta tambah seharusnya kamu itu menurut saja apa yang ayah katakan. Kamu jangan tidak tahu diri, ayah sudah membesarkan kamu sampai sekarang.” Ujarnya dengan ketus.


Alyosha meninggalkan ayahnya yang masih berdiri di dapur. Ia harus menahan diri untuk tidak membuat masalah dengan Gauri karena malaikat kecilnya harus dalam keadaan tenang.


“Ocha, ayah minta maaf yah sudah meneriakimu tadi di dapur. Tapi besok kamu harus memberikan ayah uang tambahan. Jika tidak ayah akan meninggalkanmu.” Ujar Gauri


Hati lemahnya kembali bersedih. Kalimat Gauri sulit sekali ia pahami. Gauri yang memanggil Alyosha dengan panggilan sayang tetapi juga mengancam akan meninggalkannya. Ia lalu membuka pintu kamar dan memberikan uang yang diminta oleh Gauri.


“maaf ayah, Ocha hanya bisa memberikan tambahannya sedikit saja. Akhir akhir ini terlalu banyak pengeluaran” ujar Alyosha menjelaskan dengan baik agar tidak memancing amarah Gauri.


...****


...


Berjalan di pagi hari membuat Alyosha dapat menghirup udara segar dan sejuk. Untuk ketiga kalinya Alyosha melakukan pemeriksaan di rumah sakit wijaya. Perut yang sudah mulai membesar dan anak yang sudah berbentuk. Dokter mengatakan kalau malaikat kecil kembar miliknya adalah perempuan dan laki laki.


Alyosha pulang dengan hati yang sangat senang. Di perjalanan ia bersenandung riang. Untuk pertama kali dalam hidupnya mengalami yang namanya kehamilan dan langsung di anugerahi dua malaikat kecil yang berbeda.


Alyosha berangkat dari rumah sakit ke toko herbal untuk memberitahu nenek pemilik toko tersebut tentang malaikat kecilnya. Dia terlihat senang dan mengelus elus perut Alyosha.


“Kamu tunggu sebentar. Saya akan mengambilkan sesuatu di kamar” ujar nenek tersebut.


Sedikit lama Alyosha menunggunya kembali dari kamar. Dia membawa sebuah kotak kecil yang terbuat dari kayu berwarna keemasan.


“sepertinya akhir akhir ini nenek kurang sehat Alyosha” ujarnya sambil membuka kotak tersebut dengan sebuah kunci lalu menutupnya kembali.


“Kotak ini hanya bisa kamu buka saat kamu sudah mengalami hal yang tidak mampu kamu selesaikan lagi. Saat kamu sudah tidak berdaya dan tertekan atas apa yang kamu alami. Kamu harus menjaga kotak ini dan membawanya kemanapun kamu bepergian untuk waktu yang lama.” Lanjut nenek


“apakah kamu mengerti Alyosha?” tanya nenek.


“saya mengerti nek. Tetapi untuk apa semua ini?” tanya Alyosha penasaran.


“kamu akan tahu jika sudah membukanya. Tetapi kamu tidak boleh membuka kotak ini hanya untuk sebuah perasaan penasaran saja. Karena nenek sudah memberi tahu kepadamu kapan waktunya untuk membuka kotak ini. Jika kamu tidak mengikuti perintah nenek maka kamu akan menyesal seumur hidup” ujar nenek membuat Alyosha merasa takut.


“sekarang lekaslah pulang. Hari sudah mulai sore, tidak baik buat kamu dan kandunganmu.”ujarnya.


Dia membungkus kotak itu dengan rapi. Tidak lupa dia juga memberikan Alyosha obat herbal dan buah buahan.


“terima kasih nek. Saya akan mengikuti perintah nenek” ujar Alyosha melambaikan tangan padanya lalu pergi.

__ADS_1


__ADS_2