Anak Genius Pasangan Elit

Anak Genius Pasangan Elit
Peretas Handal


__ADS_3

“Sepertinya ada seseorang yang mengancam perusahaan kita. Tetapi siapa peretas itu, kenapa kita tidak tahu jika masih ada peretas yang lebih unggul dari yang sudah kita miliki.” Ujar Galen


“benar sekali, padahal aku sudah mendata para komunitas hacker di negara M ini.”ujar Nathan


Sesampai di perusahaan Digna Eric mengadakan rapat dengan bagian keuangan. Walaupun mereka sampai pada malam hari, masih banyak bawahan Eric yang sedang sibuk bekerja karena masalah peretasan tersebut.


“sampai sekarang kami masih belum bisa mendapatkan akses alamat dari peretas itu, tetapi kami akan mencoba kembali memulihkan sisstem kita tuan Eric.” ujar salah satu hacker milik Eric.


“baiklah, kalian harus terus mencobanya dan untuk bagian keuangan terus pantau jika ada pengeluaran saldo.”


Ting... suara pesan masuk pada ponsel Eric.


Jika kamu dan temanmu tidak melakukan permintaan maaf padaku, maka aku akan membocorkan informasi seluruh anggota dari Elang pada publik.


Eric mengabaikan pesan ancaman tersebut. Eric berpikir jika itu adalah musuh yang ingin menipunya saja. Lalu pesan kembali masuk pada ponsel Eric.


Aku menunggu permintaan maaf dari kamu dan temanmu dengan rekaman vidio kalian. Aku akan menunggu hingga sepuluh menit kedepan. Jika tidak kalian lakukan, seperti yang kamu tahu aku akan membocorkan informasi tersebut.


Eric mengabaikan pesan itu, ia masih memiliki urusan yang lebih penting yang harus ia selesaikan dan tidak sempat bermain dengan seorang penipu. Tetapi setelah beberapa saat, ia kepikiran isi pesan yang barusan ia baca.


Kenapa dia mengetahui nomor pribadiku dan juga kelompok mafia yang sudah aku dirikan. Pikir Eric


Sepuluh menit berlalu tidak ada yang mengirimkan pesan lagi. Eric menutup rapat yang tidak memberikan hasil karena semua tidak bisa melakukan apa apa. Eric, Galen, dan Nathan kembali ke rumah Eric.


“Eric. Kenapa kamu tidak memberitahu aku jika kamu pulang lebih cepat” ujar Viana yang berpisah arah bersama Eric saat kembali ke kota S.


Viana menuju kediaman Eric sedangkan Eric, Galen juga Nathan menuju perusahaan Digna. Eric mengabaikan Viana, ia segera mencari Jubatus. Eric memanggil Jubatus berulang kali tetapi dia tidak kunjung muncul. Eric bertanya pada pelayan di rumah dan mereka juga tidak tahu jubatus pergi kemana.


“apakah kamu melihat Jubatus?” tanya Eric pada Viana


“se...sepertinya dia pergi keluar rumah saat kamu pergi meninggalkannya. A..a..aku juga tidak tahu.”


Eric bergegas mencari Jubatus yang dibantu oleh Galen dan Nathan.

__ADS_1


Ting...


Hampir saja Eric melemparkan ponsel yang ada di genggaman tangannya karena notifikasi pesan yang masuk. Tetapi itu tidak ia lakukan karena panggilan masuk dari ketua tim inti dari Elang tertera pada layar ponsel.


“maaf bos, saya mengganggu anda. Ada seseorang yang sudah mencuri file data pribadi anggota Elang. Termasuk data ketua ketua yang dirahasiakan”


Eric mengakhiri panggilan dan membuka pesan yang masuk.


Aku terlalu berbaik hati memberikanmu waktu lebih. Jika sekarang kamu tidak mengirimkan vidio permintaan maaf maka data ini akan aku berikan pada publik sekarang juga.


“Galen, Nathan. Kalian berdua kemari. Sekarang kita harus mengambil vidio permintaan maaf. Ingat lakukan dengan baik”


“kok kita tiba tiba harus minta maaf sih kak?”


“Benar tuan muda. Kita telah melakukan kesalahan apa sampai harus meminta maaf melalui vidio seperti ini”


“aku juga tidak tau. Mungkin ada seseorang yang sudah kita lukai atau apa pun itu. Yang penting sekarang kalian lakukan saja apa yang aku suruh”


Setelah mengirimkan permintaan maaf pada orang misterius tersebut, Nathan mendapatkan informasi jika sistem keuangan mereka sudah dikembalikan. Tidak berapa lama Jubatus juga kembali setelah mendengar panggilan Eric untuk yang kesekian kalinya. Kaki kiri jubatus terluka seperti habis dipukuli oleh beberapa orang. Eric langsung membawa jubatus ke dokter hewan malam itu juga untuk mengobatinya.


...


“yess, akhirnya berhasil mendapatkan permintaan maaf dari mereka bertiga. Siapa suruh kalian berani menganggu kak Ocha yang sedang bertugas”


“Kak Ocha tidak akan bersedih lagi karena kejadian tadi pagi, na.. na.. na..”


Aarav berputar dan meloncat kegirangan. Usaha yang sudah dia lakukan sampai tidak membantu Alyosha dan Ocha melakukan pekerjaan di rumah makan mereka akhirnya tidak sia sia. Setelah kepergian Eric, Galen dan Nathan ia langsung belajar dan mulai meretas sistem perusahaan Digna.


"sayang kenapa belum tidur, ini sudah malam loh. Besok kan kamu bisa melanjutkan bermain laptopnya”


Alyosha baru saja kembali dari luar pada malam hari itu, mendengar suara Aarav yang ribut di kamar membuat ia memeriksa kamar mereka untuk memastikan mereka sudah istirahat.


“aku menunggu mama untuk membacakan dongeng sebelum tidur” ujar Aarav mencari alasan yang tepat agar Alyosha tidak mengetahui apa yang sudah ia perbuat.

__ADS_1


“maaf ya sayang mama barusan pergi ke rumah pak kepala desa, ada urusan penting. Jadi pulangnya kemalaman. Yasudah kamu berbaring di temat tidur, mama akan menceritakan dongeng sebelum tidur buat anak kesayangan mama.”


“oke mah, sebentar aku matikan laptop dan membereskan beberapa buku dulu”


“sini biar mama bantu membereskannya. Mama lihat kamu sangat suka membaca buku tentang seni ilmu komputer akhir akhir ini.”


“iya mah, bunda Alya sekarang sering mengajari Aarav ilmu ilmu komputer seperti ini, kadang bunda Alya juga menyuruh Aarav untuk mencoba menerapkannya, jadi Aarav mau memperdalam ilmu Aarav”


“bagus sekali anak mama. Kamu memang harus mencintai apa yang kamu lakukan agar tidak cepat bosan dan kamu juga selalu semangat melakukan itu”


“iya mama yang paling Aarav sayang di dunia..”


“karena sudah selesai membereskan meja belajar, mama akan membacakan dongen dengan suara yang pelan agar tidak mengganggu kak Ocha yang sudah tidur terlelap”


“mama mulai ya, kamu dengarkan dengan baik. Pada suatu hari, ada peri kecil yang sangat cantik hidup bersama kedua orang tua yang ia cintai. Peri kecil itu menjalani hari harinya dengan riang gembira. Tetapi pada suatu waktu, ia harus menerima kenyataan yang pahit karena harus berpisah dengan ibu yang ia sayangi. Peri kecil akhirnya mencoba untuk menjalani kehidupannya dengan mandiri walau sebelumnya ia sangat dimanja oleh kedua orang tuanya."


"Seiring berjalannya waktu, peri kecil pun sudah terbiasa melakukan semua pekerjaannya dengan sendiri seperti tidur dengan baik, makan dengan baik, memasak hingga mencuci pakaiannya sendiri. Dan sekarang, dia tidak perlu lagi bersandar pada orang lain karena dia sudah terbiasa melakukan semua hal dengan mandiri. Selesai..., nahh pelajaran apa yang dapat dipetik dari cerita dongeng mama kali ini?”


“Aarav harus bisa jadi anak yang mandiri”


“benar sekali, jadi kalau mama tidak ada Aarav bisa kan melakukan pekerjaan Aarav dengan mandiri?”


“bisa mah, Aarav pasti bisa menjadi seperti yang mama inginkan. I love you mom”


“i love you too, selamat malam sayang. Tidur yang nyenyak ya”


Alyosha mencium kening Aarav dan Ocha, lalu beranjak ke kamar untuk istirahat malam. Ia sangat letih, walaupun ia menutup rumah makan di sore hari lebih cepat dari biasanya. Ia masih harus pergi ke rumah kepala desa karena lahan rumahnya akan digunakan dalam pembangunan perusahaan manfaktur.


Sebelum tidur, Alyosha teringat kembali dengan perkataan kepala desa pada saat ia datang ke rumah kepala desa tadi sore.


“maaf sebelumnya Alyosha, saya akan memberitahu kamu sebelum pak Eric memberitahumu agar kamu dapat berpikir dengan jernih. Cabang perusahaan manufaktur yang akan di bangun di sekolah dan pusat kesehatan sepertinya juga harus mengikut sertakan lahan rumah kamu. Bagaimana pendapatmu?”


“saran saya, lebih baik kamu mengijinkan mereka menggunakan lahan rumah kamu. Kamu bisa membangun rumah baru yang berdekatan dengan pemukiman penduduk di sini lewat uang yang mereka berikan. Selama ini kamu kan bertetangga dengan Alya. Tetapi besok dia akan balik ke kotanya, maka dari itu juga saya memanggil kamu kemari.

__ADS_1


"Jadi setelah dia pergi hanya ada kamu yang akan tinggal di sana bersama Ocha dan Aarav. Apalagi rumahmu lumayan jauh dari pemukiman penduduk walaupun pagi sampai sebelum kamu tutup usaha pada malam hari masih terasa ramai, tetapi setelah itu di sekitar kamu akan menjadi sangat sunyi. Coba kamu pikirkan lagi ya nak”


__ADS_2