
Supir mengantar Eric dan Nathan menuju bandara. Mereka akan kembali untuk melanjutkan pekerjaan di perusahaan Digna. Selama perjalanan Nathan tidak banyak bicara begitu pun dengan Eric. Eric merenungkan apa yang sudah ia perbuat saat makan malam di kediaman kakek.
Aku merasa seperti ada sesuatu diluar sana yang sedang menungguku hingga membuatku langsung menolak perjodohan dengan Viana. Pikir Eric.
Sesampai dibandara Nathan mendapatkan panggilan dari seseorang.
“maaf bos. Anak buah kita ada yang terluka saat menjalankan misi diluar batas wilayah kita. Sekarang sedang dirawat dirumah sakit wijaya” Ujar Nathan.
"jika begitu kita harus pergi menjenguk mereka sekarang" ujar Eric
Orang yang menghubungi Nathan merupakan salah satu ketua tim dari anggota Elang. Elang adalah perkumpulan orang orang terpilih yang dibentuk oleh Eric sebagai kelompok mafia untuk menjaga keluarga dan perusahaan sebagai tujuan utama.
Dua tahun terakhir karena Elang menjadi lebih kuat dan sudah terkenal juga diakui para masyarakat. Kepala negara S meminta Elang untuk menjaga negara S dari para musuh yang ingin berbuat hal buruk. Perjanjian yang dilakukan oleh presiden dengan Elang sangat dirahasiakan olehnya.
Mendengar anggota Elang terluka, Eric dan Nathan melanjutkan perjalanan ke rumah sakit Wijaya menjenguk anggota yang sedang terluka. Solidaritas harus dijalin tinggi dengan anggota kelompok Elang.
“pesan kamar di hotel x yang berada di depan rumah sakit wijaya. Kita harus memantau seberapa banyak musuh yang berkeliaran di wilayah kita. Kemungkinan mereka akan berada disekitar rumah sakit karena anggota tim yang terluka” Ujar Eric pada Nathan.
Sesampai di rumah sakit. Tiga anggota Elang yang terluka karena tertembak oleh musuh pada lengan membuat mereka harus dirawat semalaman.
"Alan segera ganti ruangan mereka. Mereka harus di rawat dengan baik di ruangan VVIP. Mereka anggota tim inti yang baru saja ditugaskan presiden yang sedang di intai oleh musuh." ujar Eric pada Alan selaku kepala rumah sakit Wijaya.
"aku akan menyuruh perawat untuk menyediakan kamar terbaik buat mereka. Kamu tenang saja" ujar Alan.
“ada telepon dari anak buah presiden” Ujar Nathan sembari memberikan ponsel pada Eric.
“saya mewakili pak presiden turut bersedih atas terlukanya anggota Elang” Ujar anak buah pak presiden di ujung telepon.
“terima kasih atas perhatiannya. Sampaikan pada presiden untuk tidak khawatir dan melakukan kewajibannya dengan baik. Kami akan menyelesaikan semua ini” Ujar Eric lalu menutup telepon.
Nathan dan Eric beranjak ke hotel dan segera beristirahat karena besok harus melanjutkan beberapa urusan. Saat Nathan sudah terlelap Eric turun keluar dari kamar mencari udara segar dan bermain sedikit olahraga dengan para musuh yang berada di sekitar mereka.
Tetapi yang ia lakukan hanya sedikit pembalasan bagi para musuh. Dengan pembalasan yang dilakukan Eric malam itu membuat para musuh kembali ke wilayah mereka. Beberapa hari lagi mereka akan kembali dan mencari masalah dengan Elang.
Keesokan harinya Eric dan Nathan terbangun pada pukul 6 pagi. Mereka kembali menuju rumah sakit yang bersebalahan hotel X. Di ruangan pasien sudah ada tiga ketua tim dari Elang. Mereka berdiskusi dengan Eric untuk menyelesaikan masalah yang sedang terjadi. Kelompok inti yang terluka akan diganti tugas dengan kelompok tengah.
__ADS_1
“kalian harus melakukan pengintaian dengan baik. Ingatlah untuk berhati hati agar tidak ada yang terluka lagi. Kita ada bukan untuk saling membunuh. Cukup pukul mundur saja sampai mereka kembali ke kawasan mereka sebagai peringatan karena sudah melewati batas.” Jelas Eric.
Anggota yang terluka karena diselimuti kemarahan saat salah satu dari musuh menyebutkan hal buruk tentang Eric. Eric sangat menghargai kepercayaan yang mereka berikan walaupun ia selalu melatih mereka dengan keras dan kejam.
“bagaimana dengan orang yang telah merendahkan anda bos? Itu tidak bisa dibiarkan” tanya ketua tengah
“apakah kamu meragukanku?” tanya Eric balik dan Nathan hanya tersenyum.
Mereka tidak tahu apa yang sudah ia lakukan tadi malam di luar hotel.
“Nathan, pesan sarapan untuk kita semua. Hari ini kita akan sarapan bersama di sini saja.”
Nathan langsung memesan sarapan melalui ponselnya.
“maaf Eric ini rumah sakit bukan rumah makan.” Saut Alan sebagai dokter dan pemilik rumah sakit Wijaya. Alan juga sebagai kepala medis untuk Elang.
“kamu bisa menandatangani pemindahan hak milik rumah sakit ini Alan.” Ujar Eric pada Alan disambut tawaan dari anggota Elang.
Beberapa menit kemudian sarapan datang dan mereka menyantap hidangan bersama sambil bergurau. Selesai makan dan membayar administrasi rumah sakit, Eric dan Nathan kembali ke perusahaan Digna. Anggota yang terluka juga sudah boleh kembali ke markas.
Saat keluar dari rumah sakit Eric melihat Alyosha yang sedang berjalan masuk kerumah sakit.
“maaf tuan muda hari ini Viana datang ke kantor. Dia sudah disana sejak lima belas menit lalu.” Ujar Nathan
“kita langsung ke kantor saja.”
...****
...
Setelah kepergian Eric dari kediaman kakeknya, Viana hanya mengurung diri di kamar. Ia tidak keluar sama sekali membuat semua keluarganya cemas. Keesokan harinya keluarga Viana berpamitan pulang.
Mereka akan kembali ke kota S, untuk masalah perjodohan ditunda sesuai kesepakatan kakek Eric. Viana yang keluar dari kamar dalam keadaan lemah dan mata bengkak setelah mengurung diri membuat kakek Eric merasa bersalah sehingga perjodohan di tunda terlebih dahulu dan tidak dibatalkan.
“Viana pamit pulang kek. Kakek jaga kesehatannya”ujar Viana lembut pada kakek Eric.
__ADS_1
Viana bersalaman dengan keluarga Eric dan memeluk ibu Rio dan Bram.
“maafkan Eric ya sayang. Dia tidak bermaksud melukai hati kamu, mungkin dia hanya sedikit terkejut karena kami tidak memberitahu pada Eric terlebih dahulu mengenai hal ini” ujar ibu Rio.
“iya mom, Viana juga tahu kalau dia bakalan melakukan hal itu. Eric memang pantas mendapatkan wanita yang lebih baik dari Viana” ujar Viana bersedih.
“kamu jangan bicara seperti itu. Momi paling tahu kalau Eric itu mencintai kamu sejak kalian duduk di bangku kuliah. Kamu adalah wanita yang selalu ada di dalam hatinya” ujar ibu Rio.
Sesampai di kota S, Viana mendatangi perusahaan Digna untuk menemui Eric.
“apakah sudah membuat janji dengan pak Eric?” tanya karyawan perusahaan Eric.
“saya tunangan Eric. Apakah masih perlu membuat janji dengannya” ujar Viana ketus
“maaf sebelumnya. Tetapi itu sudah menjadi peraturan perusahaan walaupun dia orang terdekat pak Eric” ujar karyawan
“saya ingin berjumpa dengannya sekarang juga. kamu hanya harus memberitahunya jika saya ingin berjumpa dengannya.”
Eric yang masih belum datang ke perusahaan membuat Viana harus menunggu lama di perusahaan Digna.
“ada apa ini ribut ribut” ujar Eric dari belakang Viana.
"Eric kamu sudah datang. Tadi aku menghubungi kamu tapi kamu tidak menjawab panggilanku” ujar Viana menggeliat pada Eric.
“saya sedang sibuk, jadi tidak ada waktu untuk memeriksa ponsel saya” ujar Eric
“kita ke ruangan penerimaan tamu saja dulu” lanjut Eric.
Kedatangan Eric yang tidak disadari oleh Viana membuatnya terkejut. Mereka berdua berjalan menuju ruang tamu pribadi Eric. Viana menatap tajam karyawan yang sudah meremehkannya tadi.
“ini aku memasak makanan kesukaan kamu”
Viana memberikan makanan yang sudah ia bawa dan menyidangkannya pada Eric. Ia juga menyiapkan minum yang sudah tersedia di ruangan untuk Eric. Ruangan yang memiliki Kursi panjang yang empuk dan persediaan untuk keperluan tamu yang legkap.
“biar aku bukakan makanannya agar kamu makan terlebih dahulu. Aku minta maaf atas apa yang sudah terjadi di kediaman kakek.” Ujar Viana
__ADS_1
“aku juga minta maaf karena sudah mengecewakan kamu. Aku belum bisa memutuskannya untuk sekarang.” ujar Eric
Eric mulai menyuap makanan yang dibawa oleh Viana sedikit demi sedikit. Ia merasa tidak enak hati untuk menolak kebaikan Viana. Viana dan Eric berbincang bincang mengenai kegiatan Viana di luar negeri. Setelah selesai makan hidangan yang di berikan Viana, Eric pun undur diri karena harus menghadiri rapat di perusahaan Jun.