Anak Genius Pasangan Elit

Anak Genius Pasangan Elit
Kilas Balik Tentang Eric


__ADS_3

Hari ini Eric mengadakan rapat di perusahaan Jun. Sebuah inovasi baru muncul dibenaknya. Eric akan mengembangkan perusahaan Jun bukan hanya untuk kalangan dewasa tetapi juga anak anak. Untuk produk pertama yang akan diluncurkan adalah sepatu anak kembar.


Selesai mengadakan rapat di perusahaan Jun. Galen menghubungi Eric jika dia sudah pulang dari kediaman kakek. Eric dan Nathan menjemput Galen ke bandara sebelum kembali ke perusahaan Digna.


Galen menghampiri Erik dan Nathan. Lalu mereka bertiga menuju perusahaan Digna. Sebelum memasuki perusahaan Eric mengajak Galen dan Nathan untuk sarapan sejenak di restoran Chai. Restoran favorit Eric yang tidak jauh dengan perusahaan Digna.


“selama disana kakek tidak pernah keluar dari kamar, dia mengurung diri. Semua keluarga sangat mencemaskan hal itu kak” ujar Galen memulai percakapan saat mereka menunggu hidangan yang sudah di pesan.


“tetapi kakak tidak perlu khawatir. Saat pulang tadi dia memberikan hadiah permintaan maaf untuk kakak. Saya merasa dia mengurung diri hanya untuk memikirkan kejadian sebelumnya” lanjutnya


“baguslah kalau begitu”ujar Eric menerima hadiah dari kakek.


"bagaimana kabarmu Nathan?" tanya Galen melihat Nathan yang sedang serius memperhatikan tabletnya.


"aku baik baik saja. Dengan Galen aku tidak memiliki waktu untuk beradu argumen dengan kamu" ujar Nathan mempringati Galen.


" hahaha, lihatlah kamu ini. kenapa masih bersikap cuek padahal aku baru saja kembali dan kita sudah lama tidak berjumpa" ujar Galen.


"tidakkah kamu merindukanku?" tanya Galen pada Nathan.


"Hentikan omong kosongmu Galen. Biarkan dia sibuk dengan pekerjaannya" ujar Eric.


"aku takut dia tidak akan mendapatkan pasangan hidup makanya aku peduli padanya kak"


“perusahaan Jun akan meluncurkan desain baru untuk anak anak. Bagaimana menurutmu Galen” tanya Eric mengalihkan pembicaraan Galen.


“itu adalah ide yang bagus. Tetapi ada angin apa sampai membuat barang yang engkau benci” Tanya Galen. Ia tahu bahwa Eric tidak suka dengan anak kecil.


“yah pertanyaan yang sama dariku” ujar Nathan


“aku juga tidak tahu. Aku hanya bermimpi berjuma dengan dua anak kecil yang memanggilku ayah. Mereka menarik tanganku dengan keras seperti ingin membawaku kesuatu tempat.” Ujar Eric.


“yah mungkin itu anakmu yang akan datang”ujar Galen


“hadiah apa yang diberikan oleh kakek? Apakah kamu sudah melihatnya?” tanya Nathan


“belum. Aku akan membukanya saat kita kembali ke rumah.”ujar Eric


“sepertinya kita harus kembali ke perusahaan. Ada beberapa karyawan yang membutuhkanmu untuk menandatangani berkasnya.” Ujar Nathan

__ADS_1


Selesai beristirahat di restoran mereka bertiga kembai ke perusahaan Digna.


“kak Eric tunggu sebentar” ujar Galen kembali kebelakang saat mereka hampir memasuki lift.


Eric dan Nathan menoleh kebelakang dan melihat Galen sedang berbicara dengan seorang wanita. Ia dan Nathan menghampiri mereka penasaran dengan wanita tersebut.


“tidak terlalu penting hanya mendaftar untuk menemui pak Eric saja” ujar wanita dihadapan Galen dengan polos.


Galen dan Nathan tertawa bersama. Setelah Alyosha meninggalkan mereka bertiga Eric langsung pergi dan masuk lift meninggalkan Galen dan Nathan yang masih menertawainya.


Wanita seperti apa dia, apa dia wanita dari masa lalu. Kenapa dia tidak mengenaliku.


Eric memukul mukul dinding lift dengan marah.


Tidak berapa lama Galen dan Nathan kembali ke kantor Eric.


“kenapa kamu tidak mengenalkan dirimu pada wanita itu. Aku ingin melihat ekspresi wajahnya.” ujar Galen


Eric tidak menanggapi perkataan Galen karena masih merasa kesal. Lalu Eric teringat tujuan Alyosha datang ke perusahaan Digna ingin menemuinya.


“panggil bagian penerimaan janji temu. Aku ingin melihat permohonan yang dibuatnya”ujar Eric memerintah Nathan.


“maaf pak Nathan. Permohonan darinya sudah dibatalkan.”ujar bagian penerima janji temu.


“kamu bawakan saja permohonannya” ujar Nathan.


Surat permohonan yang dibuat oleh Alyosha sekarang sudah ada ditangan Eric. Alyosha yang melakukan janji temu dengan alasan dari kampus Arashi. Eric pun menghubungi kampus Arashi dan bertanya apakah ada praktek yang harus dilakukan kembali di perusahaan Digna.


Setelah mengetahui Alyosha berbohong hanya untuk menemu Eric. Ia merasa kecewa. Eric menganggap Alyosha sama dengan para wanita lain yang ingin mendekatinya hanya untuk harta Eric saja. Ia membuang surat permohonan dari Alyosha.


...****


...


Produk desain untuk anak anak sudah selesai di buat. Hari ini perusahaan Jun akan menyelenggarakan pameran untuk memperkenalkan produk baru di mall terbesar di kota S.


Eric membuka produk baru perusahaan Jun dengan membuka tirai yang menutupi sepatu kembar anak kecil keluaran terbaru mereka. Di desain oleh desainer ternama dari perusahaan Jun dengan perpaduan ide dari Eric sendiri.


Selesai acara tersebut banyak masyarakat dan media yang berkumpul untuk meliput berita. Eric adalah pria yang paling tidak suka hal tersebut. Ia pergi menemani desainer untuk meletakkan produk mereka di toko fashion Baby yang terkenal.

__ADS_1


Sepatu tersebut akan dipajang di toko tersebut untuk memperlihatkan pada masyarakat hasil karya mereka untuk sementara.


Lalu Eric menemui pemilik toko fashion baby yang bernama Dafa. Seorang anak pelatih sepak bola yang tidak banyak mengetahuinya.


“kamu sedikit berantakan hari ini” ujar Eric pada Dafa.


Dafa adalah saudara tiri Nathan. Orang tua Dafa mengadopsi Nathan dari panti asuhan saat berumur satu tahun.


“hari hari yang buruk sedang menghampiriku. Bagaimana dengan kamu Eric?” tanya Dafa


“aku juga mengalami hari hari buruk seperti kamu Daf.”


“kita memiliki takdir yang sama. Kalau begitu aku pergi dulu. Aku harus melatih beberapa anggota sekarang” ujarnya


“apakah tempat pelatihan kita dulu?”


Eric mulai mengenal seni bela diri bersamaan dengan Dafa. Akan tetapi tingkatan Dafa sudah diatas Eric saat ia pertama masuk. Lalu tidak berapa lama Eric sudah mengunggulinya dan keluar dari pelatihan karena beberapa hal.


“iya. Tidak seramai dulu. Hanya beberapa kelompok saja. Datanglah untuk berkunjung.” Ujar Dafa.


“Kamu boleh kapanpun untuk mengambil sepatu anakmu ini. Tidak usah hiraukan apapun. Kalau begitu semoga harimu menyenangkan Eric” lanjutnya dan pergi.


Eric mengitari toko itu untuk melihat barang bayi yang ada, ternyata sangat lucu. Saat berkeliling tidak sengaja melihat hal nyata yang lebih lucu bahkan sangat menggemaskan. Mata membelalak dan senyum manis tersebut tertuju pada sepatu kembar yang baru saja diluncurkan oleh perusahaannya.


Eric menghampiri Alyosha. Wanita yang


memberikan ekspresi wajah yang di kagumi oleh Eric. Saat mereka berdua duduk bersama Eric memperkenalkan diri terlebih dahulu pada Alyosha.


Ia Ingin melihat wajah Alyosha seperti kata Galen yang penasaran. Tidak ada yang spesial, lalu Alyosha juga memperkenalkan diri. Eric baru menyadari Alyosha memiliki wajah yang sangat indah di hiasi bola mata berwarna hazel dengan bulu mata lentiknya.


Eric sampai lupa pada surat permohonan yang diberikan Alyosha pada perusahaannya karena paras Alyosha.


Sebelum Alyosha pulang Eric sangat ingin menggenggam tangan Alyosha yang sangat indah. Eric memberanikan diri dan menggenggam tangan kanan Alyosha dengan kedua tangan Eric. Ia merasakan energi yang sangat kuat merasuki tubuhnya membuat ia tersenyum hangat pada Alyosha.


Eric yang tidak pernah tersenyum pada siapapun dengan senyuman hangat seperti yang ia berikan pada Alyosha.


Saat Alyosha pergi dengan temannya, Eric melihat bagian tubuh belakang milik Alyosha yang terihat bagus. Eric merasa cara Alyosha berpakaian tidak terlihat seksi seperti wanita umumnya yang ia jumpai.


Tetapi itu lebih bagus agar tidak banyak mata yang menikmati keindahan tersebut. Hanya aku satu satunya, pikir Eric.

__ADS_1


__ADS_2