
Alyosha dengan berat hati mengumpulkan niat dan tekad untuk mencari kehidupan baru buat dua anak kembar yang ia kandung. Sebelum Alyosha pergi ia ingin menghabiskan waktu bersenang senang terlebih dahulu dengan orang orang yang ia sayangi. Selesai kuliah Alyosha mengajak Meera pergi berbelanja.
“hari ini aku yang akan membeli semua yang kamu mau. Bersenang senanglah babe” ujarb Alyosha meniru cara Meera memanggilnya.
“lets go. Jarang sekali Alyoshaku melakukan hal hal seperti ini dengan inisiatif sendiri.” ujar Meera merangkul Alyosha.
Alyosha dan Meera menghabiskan waktu berbelanja di mall paling terkenal di kota S. Mereka berdua istirahat sejenak di kursi yang disediakan untuk para pengunjung.
Alyosha melihat ada toko khusus peralatan bayi di hadapannya yang sedang beristirahat. Ia masuk untuk melihat lihat. Semua barang yang ada disana sangat menggemaskan bagi Alyosha.
“kita ngapain sih masuk kesini. Nanti mereka mengira kalau kita ini ibu ibu” ujar Meera berbisik.
“kita kan juga calon seorang ibu. Apa salahnya kita melihat lihat barang bayi. Ini semua menggemaskan dan lucu”
“ternyata selama ini barang yang kamu sukai peralatan bayi ya. Pantesan kalau aku kasih hadiah kamu tidak pernah memperlihatkan ekspresi ini.”
“eitss kamu salah. Aku kan juga suka semua pemberianmu yang ada bunga mataharinya” ujar Alyosha
Alyosha melihat ada dua sepatu anak kembar yang disimpan di dalam kotak kaca. Alyosha menatap sepatu kembar itu sangat lama membayangkan kedua anaknya sedang memakai sepatu.
“sepatu yang sangat bagus. Anda memang pandai memilih, sama seperti mantel malam yang anda kenakan waktu itu”
Alyosha menoleh kebelakang mendengar seorang pria berbicara. Pria yang Alyosha anggap paling bajingan sedang berada dibelakangnya.
“Kenapa anda sangat suka datang dan berdiri dibelakang saya” ujar Alyosha
“apakah kamu tidak bisa untuk tidak membungkukkan badan. Bagaimana jika ada pria yang berbuat jahat padamu” Ujar Eric
“sa.. saya hanya melihat sepatu ini apa tidak boleh.” Ujar Alyosha canggung
“sepatu ini keluaran produk pertama kami untuk kalangan anak berumur 5 tahun. Ini adalah program baru yang akan kami jalankan dengan terjun pada fashion anak anak.
Didepan sana kami baru saja selesai melakukan pameran untuk memperkenalkan sepatu kembar ini.” Tunjuk Eric ke keramaian yang ada di tengah mall.
“oh selamat atas peluncuran produknya” ujar Alyosha
“saya lihat kamu sangat menyukainya. Saya akan memberikan kepada pelanggan pertama saya yang sangat mengagumi karya baru perusahaan kami ini. ”
Lalu dia memanggil karyawan yang ada toko.
“ini hadiah untuk kamu” ujar Eric
__ADS_1
“tidak perlu, saya tadi hanya melihat lihat saja”
Alyosha mencari Meera yag sudah menghilang dari hadapannya. Ia melihat ke berbagai arah ternyata dia sedang ribut bersama kerumunan lainnya.
“dia sedang meminta foto bersama dengan the tiger. Saya rasa kamu pasti tau kan”ujar Eric dengan sombong.
“mari kita duduk terlebih dahulu di sana. Berikan dia kesempatan untuk mengabadikan momen bahagianya bersama the tigers”
Pandai sekali pria ini berkata kata. Tetapi apa yang dikatakannya benar juga. Aku belum pernah melihat Meera sesenang itu.
Alyosha mengikuti Eric dan duduk bersamanya. Mereka berdua duduk di ujung mall sambil melihat diluar jendela dengan pemandangan kendaraan yang ramai berlalu lalang.
“ini” Eric kembali menyodorkan sepatu menggemaskan tadi pada Alyosha.
“ambillah, anggap saja sebagai permintaan maaf saya karena sudah berkata terlalu keras padamu saat itu hingga membuatmu menangis” ujar Eric sambil tersenyum
Alyosha memalingkan wajahnya lantaran malu. Saat ia berbalik ia melihat Eric, Eric menutup sebagian wajahnya dengan tangan dan pipinya memerah
“terima kasih atas hadiahnya” ujar Alyosha agar tidak terlalu canggung
“yah sama sama. Perkenalkan saya Eric Digna” ujar Eric .
“saya Alyosha Gauri” ujar Alyosha bersalaman dengan Eric.
“nama yang indah. Saya suka”
“terima kasih sekali lagi atas hadiahnya, saya pergi dulu. Teman saya sedang mnunggu saya” ujar Alyosha setelah melihat Meera yang sedang berdiri di depan toko ia berada.
Saat Alyosha hendak berdiri, Eric memegang tangan kanan Alyosha dengan kedua tangannya. Eric tersenyum dengan hangat pada Alyosha.
Apakah kamu merasakan kehadiran mereka berdua?
Setelah melihat Alyosha berjalan Meera berlari dan memeluk Alyosha. Dia sangat suka pada Galen dari kelompok the tiger ini. Meera sudah mengganti walpaper ponsel Meera menjadi fotonya bersama Galen.
“aku cemburu tau” ujar Alyosha
“Cuma layar kunci kok. Kamu tenang saja poster dalam kamarku semuanya tetap foto kamu dan juga layar depan hpku tetap foto kita” Ujar Meera
“sejak kapan kamu memasang fotoku dikamar kamu?”
“sejak perasaan ini sudah berpihak padamu”
__ADS_1
Di dalam mobil Meera menunjukkan foto kamarnya sekarang. Alyosha menggeser satu persatu foto yang ada di galeri hp Meera.
Seluruh dinding kamar Meera diubah menjadi warna kuning, diatas tempat tidurnya ada poster foto Alyosha memegang bunga matahari.
Foto yang diambil saat Meera membawa Alyosha mengunjungi taman Sunni sebagai hadiah ulang tahun. Taman yang penuh dengan bunga matahari.
“foto paling aku suka dari seluruh foto yang aku tempel di kamar. Kamu tahu tidak, senyum bahagia dan bola mata berwana hazel itu sangat indah” ujarnya.
Alyosha tersenyum melihat kelakuan Meera. Alyosha memberikan pelukan hangat dan ciuman di pipi Meera untuk terakhir kalinya sebelum ia pergi.
“besok hari libur jadi kamu tidak perlu mengunjungiku. Kamu fokus saja di kantor ayah, belajar yang baik agar kelak kamu bisa membawaku bermain ke taman sunni, belanja di mall dan duduk di danau sambil minum susu cokelat lagi.” Ujar Alyosha
“oke aku pasti janji akan mengabulkan semua keinginanmu" ujar Meera
...****
...
“kamu memasak makanan kesukaan ayah ya?” tanya ayah duduk di kursi makan.
Malam ini Alyosha memasak makanan kesukaan ayahnya. Ia ingin memberikan pengabdian terakhir kepada Gauri sebelum meninggalkannya.
“iya ayah. Ocha masak makanan spesial untuk ayah. Hari ini aku akan menemani ayah berjalan jalan keluar, ayah ingin kemana?” tanya Alyosha
“hmm... ayah ingin kamu mengajak ayah ke wisata wahana” ujar Gauri
“oke. Sudah selesai mari kita makan bersama”
Alyosha dan Gauri menyantap hidangan bersama dengan lahap. Selesai makan mereka bersiap untuk pergi ke wisata wahana. Wisata yang hanya buka disaat malam saja. Tempat dimana Gauri pernah mengajak Alyosha bermain saat ibunya meninggalkan mereka untuk menghilangkan kesedihan.
Alyosha dan Gauri bermain bianglala untuk wahana pertama. Saat berada di bagian atas Alyosha menatap kota kelahirannya.
Kerlap kerlip lampu menambah keindahan dari cahaya yang diberikan bulan dan bintang dari atas. Sepanjang bermain bersama Alyosha terus memeluk Gauri.
Selesai bermain main Gauri pergi. Tidak berapa lama ia kembali dan membawa balon berwarna kuning untuk Alyosha. Alyosha tersenyum ternyata ayahnya masih mengingat warna kesukaan Alyosha.
“untuk anak ayah tersayang” ujarnya lalu mencium kening Alyosha.
Mereka membeli permen kapas dan juga jagung bakar lalu makan bersama sambil menikmati keramaian yang dipenuhi dengan canda dan tawa. Selesai menikmati makanan yang dibeli, Alyosha mengajak ayahnya untuk foto bersama.
Mereka berdua memakai aksessoris yang sudah disediakan lalu berpose riang. Malam itu mereka habiskan dengan kebersamaan yang dinantikan Alyosha sejak dulu.
__ADS_1