
“tidak tahu malu sekali wanita ini. dia sudah durhaka terhadap ayahnya masih saja mengambil tunangan orang lain”
“adakah yang tahu alamat wanita penggoda ini supaya kita bisa menghampirinya. Aku ingin sekali memberikan dia pelajaran yang setimpal agar dia tahu kesalahannya”
"tampangnya tidak cantik. Apa untungnya buat Eric memiliki wanita penggoda seperti dia"
“kenapa ya bisa diciptakan wanita yang tidak tahu diri. Jika aku menjadi dia aku tidak tahu harus berbuat apa. Tetapi aku berharap tidak menjadi wanita penggoda sepertinya”
"apakah dia tidak di didik oleh orang tuanya agar menjadi anak yang baik?"
Meera yang tengah membaca komentar masyarakat menangis terisak. Alyosha sahabat yang ia sayang telah di coreng nama baiknya. Stasiun tv terkenal sudah menyebarkan berita yang menjelekkan nama baik Alyosha.
Meera yang mengetahui itu sangat marah dan kecewa. Ia kecewa pada diri sendiri karena tidak bisa berbuat apapun untuk menyingkirkan semua pikiran jahat dari masyarakat terhadap Alyosha.
“Alyosha sayang, kamu sangat beruntung telah pergi jauh dari kota yang dipenuhi sandiwara ini. Dimana penduduknya hanya menerima sebuah berita yang mereka pun tidak tahu berita itu palsu atau tidak. Mereka tidak mencari kebenaran dari berita tersebut dan malah ikut dalam menjelekkan mu” ujar Meera menatap poster gambar Alyosha yang ia tempel di dinding.
Meera menyiapkan barang barang yang ia perlukan. Ia ingin membereskan semua masalah yang sudah terjadi pada Alyosha sahabatnya. Untuk sementara waktu Meera berpikir akan menjadi detektif buat Alyosha.
Sebuah kamera kecil, foto Eric yang sudah ia cetak, buku catatan beserta pena, dan juga tidak lupa membawa jimat keberuntungan bunga matahari milik Alyosha. Meera memasukkan semua barang tersebut ke dalam tas kecilnya.
“pagi mah, Meera keluar sebentar ya” ujar Meera berpamitan pada maminya
“sayang, kamu harus melakukannya dengan baik. Mami mendukung semua yang kamu lakukan. Mami juga percaya kalau Alyosha bukanlah orang yang seperti mereka bayangkan”
“oke mam, Meera harus membersihkan nama baik Alyosha. Meera pergi dulu ya mam, doakan Meera. muach” ujar Meera mencium maminya dan beranjak pergi.
Penampilan Meera yang keluar dari kamarnya dengan tas kecil yang ia sandang, Ibu Meera dalam sekejap tahu jika Meera akan berusaha menyelesaikan masalah mengenai Alyosha. Ia telah melihat seluruh berita hoax tentang Alyosha.
Meera memajang foto Eric yang sudah ia siapkan saat ia sudah berada di dalam mobilnya. Ia mengamati pria yang ada di dalam foto tersebut. Lalu Meera menarik foto Eric dan merobeknya.
__ADS_1
“haiss... ini semua salah kamu karena sudah mendekati wanita polos seperti Alyosha. Kamu kira dengan kamu menjadi kaya raya dapat memainkan hati wanita seenaknya. Tunggu saja setelah aku menyelesaikan urusanku terlebih dahulu. Aku akan meminta penjelasan padamu Eric Digna.”ujar Meera pada foto Eric yang ia genggam.
“Pertama aku akan menjenguk ayah Alyosha lalu bertanya padanya mengenai Alyosha.”
Meera kembali memajang foto Eric yang baru untuk menjadi penyemangatnya dalam balas dendam. Ia sudah mencetak banyak foto jelek Eric, Meera memilih foto yang paling jelek agar ia tidak berbelas kasih melihat ketampanan Eric. Meera sengaja tidak memajang foto Alyosha karena ia tidak mau menggunakan foto Alyosha untuk balas dendam.
Sesampai di rumah Alyosha ia menemui ayah Alyosha. Dibawah sinar matahari yang cerah dan udara yang sejuk menjadikan kebun belakang Alyosha terlihat sangat damai. Gauri yang sedang berjongkok menanam sayuran sambil melantunkan nyanyian yang sering ia nyanyikan pada Alyosha.
“hai om, apa kabar? saya Meera sahabat Alyosha” ujar Meera menyapa Gauri.
Gauri berbalik melihat orang yang menyapanya. Ia lalu berdiri dan memegangi tangan Meera.
“Meera akhirnya kamu mendatangi saya. Saya sudah tidak tahu harus berbuat apa apa lagi. Mari kita masuk terlebih dahulu.” Ujar Gauri sambil menunjukkan jalan pada Meera.
“akhir akhir ini banyak sekali orang yang berkeliaran di sekitar rumah. Semua media juga tengah membicarakan Alyosha. Tidak jarang saya melihat komentar yag mengancam Alyosha.” ujar Gauri dengan sedih
“walaupun saya pernah melakukan kekerasan terhadapnya tetapi saya sangat mencintainya. Dua hari lalu ada dua orang lelaki dan wanita mendatangi rumah saya.”
“tidak, mereka tidak menyakiti saya. Saya berhasil kabur dari mereka. Saya menggunakan berbagai cara agar mereka tidak menyentuh saya dan rumah saya. Saya kira dengan menampilkan penampilan yang berantakan mereka dapat meninggalkan saya."
"lalu bagaimana om?"
"Tetapi mereka memasuki rumah saya tanpa izin. Mereka membongkar seluruh ruang kamar Alyosha. Aku tidak akan pernah menerima perlakuan mereka terhadap kamar Alyosha.”
“lalu bagaimana kelanjutannya?”
“saat mereka memasuki rumah saya, saya hendak menghancurkan rumah ini bersama mereka berdua yang berada di dalam. Saya tau mereka adalah orang yang jahat. Lalu saya ingat bahwa terlalu banyak kenangan di dalam rumah ini yang sudah saya buat dengan Alyosha.”
Suara serak dan mata yang memerah sedang menahan kesedihan terlihat jelas di wajah Gauri. Ia sedih karena tidak dapat mengambil sebuah keputusan untuk Alyosha. Gauri bangkit dari tempat duduknya, ia memasuki sebuah kamar yang sangat gelap dan keluar dengan box besar dengan roda yang ia dorong.
__ADS_1
“apa ini?” tanya Meera
“Beberapa hasil rakitan saya setelah kepergian Alyosha. Saya ingin menghancurkan orang yang sudah menyakiti Alyosha. Coba kamu lihat yang ini, dia memiliki kekuatan yang sangat besar. Dapat meledak sampai seratus meter lebih.”
“bagus sekali om, Ini yang saya cari cari. mari kita bekerja sama membalaskan dendam Alyosha. kita hancurkan semua kota ini jika bisa.”ujar Meera antusias.
“itu adalah niat awal saya. Sekarang semua niat itu telah saya hapus. Saya tau Alyosha akan membenci kita berdua karena telah melawan kejahatan dengan kejahatan.”
“Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?”
“saya berencana untuk memulai karir saya dari awal. Setelah sukses dan memiliki kekuatan baru saya buktikan jika perkataan mereka salah besar mengenai Alyosha.”
“kenapa kita tidak melakukan siaran langsung saja lalu kita menjelaskan mengenai Alyosha pada masyarakat om?”
“kamu jangan terlalu gegabah. Yang akan kita hadapi bukan orang sembarangan. Keberadaan Alyosha juga belum kita ketahui. Mereka bisa saja melakukan hal yang tidak terduga pada kita apalagi pada Alyosha.”
“maafkan saya om. Saya tidak memikirkan itu terlebih dahulu. Berarti saya juga harus menjadi orang yang berpengaruh terlebih dahulu di negara ini agar bisa mematahkan semua perkataan mereka.”ujar Meera
Meera mengamati semua rakitan bom yang Gauri simpan. Ia juga mengamati seluruh ruangan rumahnya sudah tertata rapi. Gauri memperlihatkan sebuah vidio dari cctv rumahnya. Terlihat di dalam vidio tersebut terdapat dua orang yang sedang menggunakan topi dan kaca mata hitam.
“ingat Meera, jangan pernah mencari masalah dengan dua orang ini. Lelaki ini adalah anak dari seorang bos mafia. Mereka terkenal dengan kebrutalannya dalam menghabisi lawan tanpa memandang bulu. Mereka juga tidak memperdulikan apakah ia benar atau salah” Lanjut Gauri
“baik om saya akan mengingatnya. Lalu bagaimana jika mereka menyakiti Alyosha?”
“saya yakin Alyosha berada disuatu tempat yang aman. Apakah kamu mendapatkan surat dari Alyosha?”
“iya om saya mendapat surat dari Alyosha. Dia menuliskan di dalam surat tersebut jika ia dalam keadaan hamil."
“Benar sekali. Saya merasa sangat sedih karena Alyosha mengabarkan kehamilannya pada kita di saat dia meninggalkan kita. Saya sangat takut atas keamanan anaknya setelah mereka lahir. saya juga sangat sedih dan merasa gagal menjadi orang tua karena tidak berada di sisinya saat ia akan melahirkan anaknya"
__ADS_1
“saya juga merasa sedih karenanya om, kalau begitu saya pamit pulang dulu. Anda juga harus berhati hati dan menjaga diri” ujar Meera beranjak pulang.