Anak Genius Pasangan Elit

Anak Genius Pasangan Elit
Pernikahan Meera


__ADS_3

“apakah kamu sudah lama menunggu?”


“tidak, aku baru saja sampai. Dimana anak anakmu?”


“mereka sedang bersiap di dalam, sebentar lagi akan keluar. Ocha, Aarav, ayo buruan sayang.”


Sesuai perjanjian Meera, ia mengajak Alyosha untuk berjumpa dengannya hari ini. Meera ingin Alyosha menemaninya sepulang kerja untuk mencari gaun pengantin yang akan Meera kenakan saat pernikahannya.


“itu mereka sudah datang”


“OH MY GOD, kalau itu sih bukan manusia lagi.


Mereka tampak seperti malaikat kecil”


“jangan terlalu berlebihan, ayo sini sayang. Kenalkan ini tante Meera, sahabat mama sejak SMA”


“halo tante, kenalkan nama saya Ocha”


“saya Aarav”


“terima kasih Tuhan sudah memberikan tambahan manusia yang lebih baik dari apa yang Alyosha punya padaku. Kalian berdua tuh kenapa bisa wow banget sih. Tante sampe gak bisa mengungkapkan kata kata untuk menggambarkan keindahan kalian.”


“Meera, sepertinya toko gaun yang akan kita datangi sebentar lagi tutup jika kamu masih terus seperti ini”


“oh iya aku lupa. Ayo kita masuk sayang. Pak Agus kita berangkat sekarang”


“siap nona”


Mereka menaiki mobil mewah milik Meera, mereka semua dapat duduk dengan nyaman di dalam mobil tersebut karena keluasan dari mobinya. Aarav hanya bisa berdiam diri sambil sesekali senyum canggung menatap tingkah laku Meera yang sedari awal berjumpa terus menerus berdecak kagum pada mereka berdua. Akan tetapi tidak dengan Ocha yang sekarang sudah duduk di samping Meera dan bercerita dengan semangat.


Setelah beberapa lama dalam perjalanan akhirnya mereka sampai pada tempat yang mereka tuju. Meera langsung mendaftarkan diri pada resepsionis lalu kembali dan mengajak Alyosha juga Ocha dan Aarav untuk naik ke lantai atas toko. Toko gaun yang mereka kunjungi adalah toko gaun milik perusahaan Jun yang terkenal dalam fashion terbaiknya.


“selamat datang nona Meera, kita langsung saja memilih gaun seperti apa yang anda inginkan”


“ayo Alyosha, Ocha dan Aarav kita ke sana. ”


Mereka berjalan mengikuti pegawai toko gaun yang akan membimbing mereka. Ia memperlihatkan semua gaun yang Meera sudah pilih untuk di coba terlebih dahulu. Satu per satu gaun tersebut Meera kenakan sampai ia mendapatkan gaun yang cocok dan nyaman untuk dipakainya. Meera membuka ponselnya untuk merekam gaun yang sedang ia kenakan dan dikirim kepada Alan yang tidak bisa menemaninya dikarenakan sedang sibuk melakukan operasi di rumah sakit.


“coba berputar dan berjalan ke arah sini”


Alyosha mengarahkan Meera untuk mengambil vidio dirinya. Alyosha menggenggam ponsel Meera dan mulai merekamnya.


“bagaimana hasilnya?”

__ADS_1


“lumayan bagus, coba kamu lihat sendiri”


“bagus, aku akan memilih gaun ini saja. Selanjutnya kita ke ruang sebelah untuk memilih gaunmu dan mereka berdua”


Pegawai toko tersebut melanjutkan arahannya untuk pakaian tamu undangan khusus pengantin setelah menandai gaun yang Meera pilih. Setiap langkah di ruangan tersebut maka setiap mata pelanggan akan disajikan gaun dan jas yang sangat bagus, mewah dan elegan yang ada di dalam setiap ruangan yang di dindingi dengan kaca transparan.


“gaun dengan model seperti apa yang hendak nona pilih?”


“seperti apa Alyosha?”


“model yang simpel saja tetapi elegan dan yang terpenting gaun tersebut memiliki model gaun untuk anak saya ini”


“baik nona, tunggu sebentar akan saya siapkan beberapa gaun yang bisa nona pilih”


“mah, gaun gaun di sini sangat cantik ya mah”


“iya sayang. Ocha mau gaun yang seperti apa”


“Ocha mau gaun yang warna putih aja”


Mereka duduk sambil menunggu pegawai yang sedang memilih beberapa gaun untuk Alyosha dan Ocha. Meera yang sesekali menggangu Aarav yang tampak bosan menemani mereka berbelanja membuatnya semakin kesal dan ingin segera pulang. Setelah memilih gaun untuk Alyosha dan Ocha, mereka lalu memilih jas dengan dasi kupu kupu untuk Aarav. Semua pakaian mereka bertiga sudah dibayar oleh Meera selaku pemilik acara pernikahan. Meera mengantar Alyosha dan anak anaknya sampai di depan rumah.


“ini hadiah untuk Ocha dan Aarav yang udah aku siapkan”


“wah tante Meera baik sekali, Ocha senang mendapat hadiah dari tante. Terima kasih tante Meera”


“terima kasih tante Meera yang baik hati”


“aduh uculnya, boleh tante cium gak sih.”


“sudahlah Meera, dia akan kesalsampai nanti. Terima kasih untuk hari ini, besok kami akan datang tepat waktu.”


“oke beb, aku pulang dulu ya. Maaf tidak sempat untuk singgah lagi”


Meera masih senang melihat Aarav merasa kesal dengan candaannya. Aarav menerima hadiah dari Meera dan berlari masuk ke rumah.


...****


...


Keesokan harinya Alyosha, Ocha dan Aarav bersiap siap untuk pesta pernikahan Meera. Ia mengepang sebagian rambut Ocha dan menyisahkan sebagian rambut yang lain terurai panjang. Gaya rambut Alyosha sama persis ia buat dengan gaya rambut Ocha dan ditambah dengan jepitan bunga di belakang agar lebih mewah. Alyosha menyematkan dasi kupu kupu pada kerah jas Aarav dan merapikan rambutnya. Tidak lupa Alyosha memakaikan farfum kesukaannya pada Ocha dan Aarav.


Supir Meera sudah menunggu mereka bertiga di depan rumah Alyosha yang ditugaskan Meera untuk menjemput mereka. Sekitar lima belas menit akhirnya Alyosha dan anak kembarnya sampai ke pesta pernikahan Meera. Alyosha kembali merapikan gaun dan jas yang Ocha dan Aarav kenakan agar lebih rapi.

__ADS_1


Pesta pernikahan Meera dilakukan di luar ruangan. Pernikahan yang hangat dengan perpaduan warna coklat kemerahan, putih dan cream menambah keestetikan dekorasi setiap bagian. Ditambah dengan berbagai hiasan bunga matahari yang disangkutkan disetiap belakang kursi para tamu.


Acara segera dimulai. Meera dan Alan berjalan menuju pelaminan diikuti oleh Aarav, Ocha dan Amar yang menjadi bridesmaid kecil untuk mengiringi dua pengntin. Semua tamu berdiri tersenyum bahagia menatap mereka. Senyum Meera terpancar indah saat berjalan, ia lalu mengedipkan matanya ke arah Alyosha yang sedang berdiri menyambut mereka berdua. Alyosha tersenyum melihat Meera yang masih sempat bercanda dan ia melambaikan tangan pada kedua anaknya untuk memberikan semangat. Semua tamu yang datang adalah orang orang dari kawasan elit dan bergengsi di negara M.


“ini adalah persembahan lagu dari kami sebagai teman baik Meera di dunia hiburan”


Rio dan Bram, penyanyi kembar yang terkenal sedang menyanyikan lagu milik mereka sendiri. Lagu yang bermakna tentang sebuah pernikahan yang hangat, lagu tersebut sangat cocok dengan suasana sekarang. Meera duduk di pelaminan dan bersanding dengan Alan. Sedangkan Ocha dan Aarav sudah kembali ke Alyosha setelah selesai mengiringi pengantin.


Seiring berjalannya acara, sesi foto bersama juga dilakukan. Meera memanggil Alyosha, Ocha dan Aarav untuk berfoto bersama mereka. Alyosha menggenggam tangan Ocha dan Aarav lalu berjalan bersama menaiki pelaminan. Alyosha dan Ocha berdiri di samping Meera sedangkan Aarav sudah mengambil posisi duluan di samping Alan karena masih merasa sedikit kesal pada Meera. Alyosha dan Meera yang melihat tingkah Aarav tersenyum kecil.


Lalu dari arah para tamu undangan, Alyosha melihat seorang wanita berlari menuju pelaminan. Ternyata dia adalah Alya adiknya Alan. Alya memeluk satu persatu Ocha dan Aarav lalu memeluk Alyosha. Mereka berpelukan sangat erat karena saling merindu. Alya segera mengambil posisi tepat di samping Aarav, anak kesayangannya.


“kenapa kalian bisa berada di sini?” tanya Alya


“kakak iparmu adalah sahabatku”


“wah senang sekali mendengar kalau kakak iparku adalah sahabatmu”


“sepertinya kita ngobrol di bawah saja karena masih banyak tamu undangan yang ingin mengambil gambar bersama pengantin. Ocha, Aarav, ucapkan selamat pada tante Meera dan dokter Alan”


“selamat dokter Alan dan tante Meera atas pernikahannya.” ujar Ocha dan Aarav secara bersamaan.


“terima kasih sayang”


Disaat mereka menuruni pelaminan, semua tamu melihat ke arah Alyosha, Ocha dan Aarav. Mereka tidak sadar jika Rio dan Bram memanggil Ocha untuk bernyanyi bersama setelah mengetahui keberadaannya dari layar tancap siaran langsung di samping panggung mereka bernyanyi. Karena terlalu bahagia bisa saling berjumpa sampai tidak mendengar panggilan Rio dan Bram.


“dipersilahkan pada Ocha untuk datang kemari”


Ocha menatap Alyosha meminta izin dan Alyosha menganggukkan kepala. Ia juga ingin anaknya dapat memeriahkan pernikahan sahabatnya. Ocha berjalan ke arah Rio dan Bram sedangan Alyosha, Aarav dan Alya duduk bersama di tempat mereka.


“hebat sekali anak kecil itu. Masih kecil sudah punya kesempatan bernyanyi bersama Rio dan Bram” ujar tamu yang berada dibelakang Alyosha.


“sepertinya aku mengingat anak kecil itu. Dia kan anak kecil yang pernah masuk postingan mereka berdua, kalau tidak salah waktu itu dia sedang berulang tahun” ujar temannya


“hai semua. Perkenalkan saya Ocha Digna dan disana ada adik saya dan ibu saya. Mamah i love you so much” ujar Ocha di atas panggung


Alyosha tersenyum bangga melihat ke arah Ocha dan melambaikan tangan.


“terima kasih sudah memperkenalkan diri. Kami memiliki nama akhir yang sama jadi sudah satu frekuensi”ujar Rio


Alyosha mulai cemas karena ia lupa jika itu adalah nama yang terkenal di negara M dan tidak ada yang menggunakan nama tersebut. Seluruh tamu mulai ricuh dan mencibir Ocha yang menggunakan nama akhir Digna.


“semuanya harus kembali tenang, dia hanya anak kecil dan sangat bertalenta, kami rasa nama itu cocok dengannya” ujar Bram menenangkan hadirin yang ricuh.

__ADS_1


“hei Ocha cantik. Angkat kepalamu sayang, tidak apa apa. Kamu memiliki nama yang bagus” ujar Rio


Alyosha sangat resah melihat Ocha yang terus menundukkan kepalanya. Dari kejauhan gaun putih yang Ocha kenakan terdapat bercak bercak merah, ternyata darah mengalir dari hidung Ocha dan membuatnya pingsan. Alyosha menitipkan Aarav pada Alya dan berlari menuju arah Ocha, sampai seorang lelaki mengangkat Ocha yang pingsan lebih dulu dari Alyosha dengan raut wajah yang terlihat sangat khawatir. Dia memanggil dengan keras pengawalnya untuk membawanya ke rumah sakit.


__ADS_2