Anak Genius Pasangan Elit

Anak Genius Pasangan Elit
Tidak Ada Hasil


__ADS_3

Setelah para tamu lama menunggu, pembawa acara menaiki panggung dan memberikan informasi kepada seluruh tamu yang hadir mengenai acara tersebut.


“kami meminta maaf kepada hadirin sekalian karena sepertinya acara kita pada malam ini akan ditunda dan akan dilaksanakan besok pagi. karena itu kami sudah menyiapkan kamar dengan gratis sebagai permintaan maaf dari kami untuk kalian. Silahkan pilih ruang kamarnya bagi yang ingin menetap disini malam ini. Untuk alasan mengapa ditunda, kami tidak bisa memberitahunya karena ini bersangkutan dengan masalah pribadi.”


Kekesalan para tamu terlihat dari raut wajah dan cara mereka keluar dari ruangan tersebut. Tetapi mereka tidak bisa melakukan apapun karena mereka sangat membutuhkan senjata untuk kelanjutan kelompok mafia mereka. Karena keketatan peraturan pemerintah membuat mereka tidak bisa memproduksi senjata sendiri.


Eric membuka ponsel hendak menghubungi Alan tetapi ditahan oleh Nathan.


“biar saya saja tuan Eric”


Eric hanya diam dan membiarkan Nathan menghubungi Alan. Eric dan Galen berdiri bersampingan menunggu Nathan yang sedang berbicara dengan Alan via telepon.


“Alyosha dan Meera sedang beristirahat, Alan bertanya apakah ia harus membangunkan mereka berdua?” tanya Nathan pada Eric di sela sela ia melakukan panggilan dengan Alan.


“tidak usah. Biarkan saja mereka beristirahat dulu, sekarang kita harus mencari pemilik taman sunni itu”


“baik tuan Eric, akan saya beritahu pada Alan untuk tetap disana”


Setelah Nathan menghubungi Alan mereka bertiga bergegas ke ruangan penyelenggara acara pasar api. Di dalam ruangan tersebut terdapat banyak orang yang sangat sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing. Pekerjaan yang bertambah karena acara yang ditunda membuat mereka terlihat sibuk.


Eric dengan mudah sudah mendapatkan izin untuk bertemu pemilik acara pasar api karena Eric merupakan salah satu orang yang sangat berpengaruh di Negara M. Eric masuk ke dalam kantor pemilik pasar api sedangkan Galen dan Nathan menunggu di luar. Eric tidak banyak memperhatikan ruangan tersebut dan hanya langsung duduk di bangku yang berhadapan dengan bangku pemilik pasar api.


Eric melirik ke belakang karena mendengar suara gesekan benda, disudut ruangan sudah ada anak dari pemilik pasar api yang mana anak itu adalah pemilik taman sunni. Ia sedang duduk di atas kursi roda sambil melihat keluar jendela menatap pemandangan malam. Kedua kaki pria itu sudah diamputasi karena ia mengalami kecelakaan saat ia masih kecil sehingga mengharuskannya untuk rela kehilangan kedua kakinya.


Dengan cepat Eric menghampiri orang tersebut dan memperlihatkan foto yang ada di ponsel Eric padanya. Dia tampak terkejut dengan kedatangan Eric yang secara tiba tiba di hadapannya. Mata pria itu menatap wajah Eric yang terlihat mengancam lalu mengalihkan matanya ke foto yang Eric berikan. Terdapat foto Ocha dan Aarav yang mulutnya ditutupi oleh kain dan kedua tangan mereka diikat.


“aku tau kamu pasti juga tau semua ini” ujar Eric berbisik tajam tepat di telinga pria tersebut.


“a..a.. aku tidak tau apa yang kamu ucapkan. Fo..to itu juga aku tidak paham apa maksudnya. Kamu sengaja mengancamku?”


“KATAKAN SIAPA YANG ADA DIBALIK INI SEMUA” ujar Eric dengan marah


“kamu jangan asal mengintrogasi orang.”


“lalu kenapa bisa cctv taman sunni tidak berfungsi saat ini terjadi”

__ADS_1


Eric menghempaskan vas bunga yang ada disebelahnya dengan kuat. Vas bunga tersebut pecah menjadi serpihan serpihan di atas lantai. Pria yang ada dihadapan Eric sangat ketakutan sehingga ia berteriak memanggil para pengawal. Galen dan Nathan segera masuk ke dalam ruangan mendengar suara teriakan dan para pengawal juga sudah ada di ruangan tersebut.


Galen dan Nathan menahan Eric untuk tidak berbuat keributan lagi. Setelah semua kembali tenang Galen mencoba untuk mendatangi kembali pria tersebut. Eric menahan Galen karena pria itu sudah dengan senjata tajamnya, ia takut Galen akan terluka karena menemui pria tersebut. Ia teringat dengan perkataan Alan sebelumnya.


Saat kalian bertemu dengan pemilik taman sunni nanti dan kalian membuat keributan dengannya maka segera mundur. Coba lihat situasi, jika ayahnya ada silahkan kalian temui kembali tetapi jika tidak ada lebih baik kalian kembali. Jangan pernah bermain main dalam menghadapinya karena ia bisa melakukan hal yang tidak bisa kita bayangkan.


“sudahlah Galen, kita akan kembali besok pagi saat ayahnya sudah bersamanya. Jangan sekarang”


“baik kak”


“tuan Eric, anda mendapatkan panggilan dari pelayan di rumah anda. Ini tuan Eric”


Nathan memberikan ponsel pada Eric.


“selamat malam menjelang pagi tuan Eric. Maaf jika saya telah menganggu waktu anda.”


“tidak kepala pelayan, katakan saja yang ingin kamu sampaikan”


“kita kedatangan seorang tamu dan ia ingin menemui anda”


“tapi tuan Eric, dia ingin memberitahu anda sesuatu yang sangat penting dan dia juga membawa satu cetah dengan salah satu kakinya memakai kaki buatan.”


“dimana dia sekarang?”


“Nona Viana sedang berusaha mengusirnya dan tamu itu akan pergi. Ia berkata jika tuan tidak menemuinya setengah jam lagi maka tuan akan menyesal seumur hidup, apakah tamu tersebut kita suruh pergi saja tuan Eric?”


“suruh tamu itu masuk untuk menunggu aku karena aku akan kesana sekarang”


“baik tuan Eric, saya akan melaksanakannya”


Eric memberikan ponsel pada Nathan setelah mengakhiri panggilan tersebut.


“ada apa kak?”


“kita harus pulang sekarang karena ada tamu. Lagian malam ini kita juga tidak bisa bertemu dengan pria itu. Segera beritahu Alan untuk menyusul kita ke rumahku”

__ADS_1


“baik kak”


Eric dan Nathan bergegas pulang karena Eric


berpikir dia akan mendapatkan informasi yang sangat berguna melalui tamu yang datang kerumahnya. Sedangkan Galen mengunjungi Alan untuk mengajak mereka pulang dan menyusul Eric dan Nathan ke rumah Eric.


Tok.. tok.. tok...


Galen mengetuk pintu kamar yang di tempati Alyosha bersama dengan Meera dan Alan. Alan membuka pintu dan menyuruh Galen masuk. Alyosha dan Meera terbangun mendengar ketukan pada pintu kamar. Alyosha segera menghampiri Galen dan menanyainya langsung.


“bagaimana Galen? Apakah kalian sudah tau siapa pelakunya?”


“kami masih belum mendapatkan informasi apapun, sekarang kita harus menyusul Eric karena mereka sudah pulang duluan ke rumahnya. Ada seorang tamu yang ingin menjumpainya”


“apa urusannya dengan kita?” tanya Alyosha


“Eric berpikir jika tamu itu memiliki informasi yang penting”


“tetapi kenapa dia malah menemui Eric dan bukannya aku. Tidak ada orang yang mengetahui hubungan aku dengan Eric kecuali kalian”


“aku juga tidak tau, lebih baik kita ikuti saja apa yang dikatakan Eric”


Setelah mendengar penjelasan dari Galen akhirnya Alyosha mau ikut pulang ke rumah Eric.


“kami akan pulang ke rumah saja Alyosha. Kamu bisa pergi dengan Galen menggunakan mobil kami ke rumah Eric. Aku akan menyuruh seseorang untuk menjemput kami disini.”


“baiklah Alan, kamu harus jaga Meera dengan baik baik ya. Hubungi aku jika kalian sudah sampai ke rumah dan aku juga akan melakukannya pada kalian saat kami sudah sampai nanti”


“maaf ya Alyosha, aku tidak bisa mengikutimu sampai sana”


“tidak apa apa Meera. Aku sangat senang jika kamu mau beristirahat untuk anakmu ini”


“kalau begitu kita berpisah disini saja. Kami pergi dulu”


“sampai jumpa Alyosha”

__ADS_1


“sampai jumpa Meera”


__ADS_2