
Pada malam hari Eric, Nathan dan Galen menghadiri pesta ulang tahun adik perempuan dari Viana. Viana adalah wanita yang Eric suka semasa di bangku kuliah hingga sekarang. Viana juga salah satu sahabat Eric sejak kecil karena keluarga Eric dan keluarga viana menjalin hubungan bisnis.
Eric mengungkapkan cinta pada Viana saat Viana datang membantu Eric membereskan buku yang tidak sengaja jatuh di perpustakaan. Eric dan Viana menjalin asmara semasa kuliah dan sampai akhirnya Viana memutuskan untuk melanjutkan karirnya diluar negeri. Eric sangat kecewa pada Viana karena mereka sudah berjanji untuk terus bersama. Tetapi Viana melanggar janji yang sudah mereka setujui.
Viana pergi tanpa memberi tahu Eric dan tidak memberikan ia kesempatan untuk mengucapkan salam perpisahan. Pada saat itu Eric benar benar sedih dan marah. Untuk kedua kalinya Eric ditinggalkan oleh wanita yang ia sayangi sama seperti ibu kandung Eric meninggalkan ia selamanya karena sakit. Hingga sekarang Viana masih berada di luar negeri dan kabarnya akan pulang saat ulang tahun Hana tahun ini.
...****...
Saat memasuki ruangan pesta ulang tahun adik Viana. Eric, Nathan dan Galen langsung disoroti oleh berbagai kamera dan juga orang yang menghadiri pesta ulang tahun Hana. Sudah hal biasa terjadi bagi mereka bertiga yang dijuluki the tiger mendapat persembahan kilauan cahaya kamera.
Mereka bertiga memiliki setengah dari masyarakat negara S sebagai penggemar fanatik. Eric lalu menghampiri adik Viana dan mengucapkan selamat ulang tahun.
“selamat ulang tahun Hana. Ini adalah kado spesial yang telah di desain oleh salah satu desainer ternama kami khusus untuk hadiah ulang tahun kamu.” Ujar Eric
Galen memberikan sebuah bingkisan kecil mewah berisi gelang mutiara pada Hana.
"selamat ulang tahun Hana untuk yang ke 17 tahun" ujar Galen.
“kak Eric... terima kasih kak Eric. Aku suka banget kado dari kakak. Pasti Hana akan menjaga dan menyimpan ini dengan baik” ujar Hana dengan manja sambil memeluk kado dari Eric.
"terima kasih Galen" lanjut Hana tersenyum sebal pada Galen sang playboy.
Eric berbalik hendak beranjak pergi tetapi Hana menarik tangan Eric dan menahan Eric.
“kak Viana sebentar lagi turun. Kak Eric gak mau nunggu kak Viana? “ ujar Hana
“sepertinya tidak perlu Hana. Kakak lagi buru buru karena banyak pekerjaan” jelas Eric
__ADS_1
“Eric Digna”
Panggilan hangat yang sudah tidak pernah Eric dengar selama bertahun tahun. Entah kenapa hari ini ia merasa berbeda setelah mendengar panggilan yang biasa Viana utarakan pada Eric. Eric merasa tidak ada yang spesial lagi.
Viana menghampiri Eric dan melepaskan genggaman Hana pada tangan Eric.
“maaf ya Eric. Aku tidak mengabari kamu saat kembali dari luar negeri. Aku hanya sebentar disini karena besok aku akan kembali lagi. Bagaimana kabarmu?” ujar Viana.
Setelah sekian lama ia tidak bertemu dengan Viana. Wanita yang sangat lembut dan juga pintar. Rambut Viana yang dulu berwarna hitam kesukaan Eric sudah ia warnai keunguan. Mengurangi kecantikan dan kelembutan yang selama ini Eric kagumi pada Viana.
“aku baik baik saja seperti yang kamu lihat. Aku sedang sibuk jadi tidak bisa berlama lama. aku berharap kamu bisa melakukan pekerjaanmu dengan baik diluar sana. Aku pamit undur diri.” Ujar Eric dengan ketus.
Viana menggenggam tangan Eric lalu memeluk tubuh Eric dari belakang. Seketika mereka berdua menjadi pusat perhatian. Saat Viana memeluk Eric tiba tiba bayangan gadis yang tadi pagi ia jumpai terbayang di hadapan Eric. Eric melepas pelukan Viana dan pergi meninggalkannya. Eric tidak menoleh kebelakang untuk melihat Viana dan terus melangkah.
Viana merasa kecewa atas perlakuan Eric. Ia merasa bahwa Eric sudah banyak berubah. Viana menatap para tamu, kamera para media menyoroti apa yang sudah terjadi antara Eric dan Viana. Para tamu mulai berbisik tentang pelukan Viana yang dilepaskan Eric. Viana sangat malu lalu meninggalkan pesta ulang tahun Hana.
“Bukankah Viana adalah wanita yang sudah kamu tunggu selama bertahun tahun, tapi kenapa kamu menghindarinya. Hei jangan terlalu banyak minum” Ujar Galen menarik gelas berisi bir yang di genggam Eric.
“sudah diamlah Galen. Itu bukan urusan kita” ujar Nathan menurunkan tangan Galen yang masih menggengam gelas di mulut Eric.
“selamat malam tuan Eric, saya wali kota kota S”. Ujar pria paruh baya menghampiri Eric.
“selamat malam pak. Saya Eric”ujar Eric yang sudah mabuk berat.
“saya ingin menanyakan keberlangsungan pembangunan rel kereta api yang akan di laksanakan tahun depan”ujar walikota
“bagaimana pendapat anda tentang warga yang tinggal di lahan tersebut?” tanya Nathan pada walikota mewakili Eric berbicara.
__ADS_1
Eric yang sedang dalam keadaan mabuk berat membuat ia tidak sadar dengan apa yang ia bicarakan. Eric mulai bertingkah aneh pada Galen. Ia memeluk Galen dengan erat dan mencium pipi Galen.
“rencananya saya akan memindahkan mereka ke rumah mukim terdekat karena dilihat dari situasinya. Jadi harapan saya, setelah mereka dipindahkan dan diberikan rumah yang layak, mereka dapat hidup dengan nyaman dan cukup” Jelas walikota.
“bagaimana menurut anda tuan” tanya Nathan pada Eric.
“terima saja dan tanda tangan surat perjanjian dengan walikota. Saya juga akan mendapatkan gadis yang lebih cantik dari dia.” ujar Eric menunjuk walikota.
“terima kasih tuan Eric. Saya berharap semoga bisnis ini berjalan dengan lancar. Saya undur diri” ujar walikota.
Walikota menahan senyum di wajahnya melihat kelakuan Eric agar tidak membuat masalah dengan Eric sang pria kaya yang kejam.
"anggap saja anda tidak pernah melihat keadaan tuan Eric sekarang pak walikota" ujar Nathan dengan tegas.
Walikota tersebut bergegas meninggalkan mereka bertiga setelah Nathan menandatangani surat perjanjian Eric. Setelah pertemuan dengan walikota, Galen dan Nathan membopong Eric segera meninggalkan pesta ulang tahun Hana.
"apakah kamu adalah gadis tadi pagi? tahukah kamu, tubuhmu sangat berat saat aku menggendongmu tadi. Maka hari ini kamu bergantian menggendongku" ujar Eric pada Galen yang sedang menggendong Eric sesampai di rumah menuju kamarnya.
Eric tidak berhenti menciumi pipi Galen. Nathan mengabadikan momen pertama Eric sedang mabuk berat. Ia mengambil gambar Eric yang sedang mencium Galen dalam gendongan Galen.
"kehangatan antara kakak beradik yang membuat orang iri" ujar Nathan
Apakah dia tahu kalau pria yang bersamanya malam itu adalah aku?
Bagaimana kalau dia tahu itu, apa yang akan dilakukannya?
Eric berbicara sendiri di dalam kamar. Malam itu Eric menghabiskan malamnya dengan memikirkan gadis tadi pagi, entah kenapa ia ingin berada didekat Alyosha terus dalam waktu yang lama. Eric teringat dengan yang sudah terjadi diruangan logistik, wajah Eric memerah merasa malu dan juga mengingat wajah malu wanita itu.
__ADS_1