
“kak Eric sudah lama tidak berjumpa. Apa kamu terlalu sibuk akhir akhir ini?”
“aku memiliki sedikit urusan jadi harus cuti
semalam”
“tuan Eric, ada rapat sebentar lagi dengan rekan bisnis dari luar Negeri. Untung saja anda sudah datang, saya sangat khawatir karena sudah menghubungi anda sejak tadi tetapi tidak bisa”
“maaf Nathan. Aku tidak membawa ponsel karena sedang tidak bisa diganggu. Kalau begitu sekarang kita keruangan rapat saja. Apakah mereka sudah hadir?”
“mereka masih dalam perjalanan, sepertinya sebentar lagi akan sampai”
“setelah jadwal rapat apakah masih ada yang harus aku hadiri?”
“ada tuan, perusahaan ayah nona Viana ingin melakukan pertemuan dengan perusahaan kita”
“pertemuan itu akan aku serahkan pada kamu dan Galen saja, aku yakin kalian berdua bisa menyelesaikannya dengan baik”
“tetapi yang akan kami temui ini adalah ayah mertua kakak. Kami merasa tidak enak hati menggantikan kakak”
“bisnis adalah bisnis, tidak bisa disangkut pautkan dengan keluarga. Bertindaklah secara profesional jika ia berbicara diluar mengenai bisnis”
“baik kak”
Rapat yang dilakukan di perusahaan Digna dengan rekan bisnis mereka dari luar Negeri sudah dilaksanakan. Para rekan dengan senang menerima ketetapan yang sudah mereka musyawarahkan sebelumnya. Ketetapan mengenai kerja sama dalam membangun teknologi baru berupa sistem pendeteksi tingkat rasa sayang dan kecewa antara pasangan.
Drt... drt...
Ponsel Eric berdering karena panggilan masuk dari Alyosha. Eric menerima panggilan tersebut.
“halo Alyosha, apakah mereka sudah selesai belajar?”
“halo Eric, iya mereka baru saja keluar kelas. Apakah kamu sedang sibuk?”
“tidak, aku sudah selesai bekerja. Kalian tunggu sebentar aku akan kesana menjemput kalian, ingat jangan pergi kemana mana. Sudah dulu ya, bye”
Tut...
Eric mengakhiri panggilan Alyosha dan segera menuju parkiran. Karena merasa waktunya tinggal sedikit ia menggunakan mobil yang memiliki kecepatan tinggi agar ia bisa sampai dengan cepat. Walaupun di perusahaan, Eric memiliki banyak mobil sehingga jika terjebak di suasana seperti ini ia dapat memilih mobil yang ingin ia gunakan.
Eric mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh. Waktu yang ia habiskan dalam perjalanan ke sekolah Ocha dan Aarav hanya sebentar saja. Sesampai di sekolah ia segera menemui Alyosha dan anak anaknya yang sedang menunggunya di taman sekolah.
“mama, lihat itu om Eric sudah datang”ujar Ocha
“benar sayang. Om Eric sudah datang, ayo kita kesana”
“kita tunggu disini saja mah”ujar Aarav
“kenapa sayang?”
“Aarav masih mau disini sebentar mah”
“haii Ocha, Aarav. Bagaimana belajarnya hari ini?”
“Ocha senang sekali om Eric karena teman teman yang lain baik pada Ocha”
“kalau Aarav?”
“sedikit bosan karena pelajarannya terlalu mudah”
“sayang kenapa begitu?”
__ADS_1
“iya mah, Aarav juga tidak tau. Tapi begitulah kegiatan yang Aarav lalui hari ini”
“sini biar om ajari sesuatu agar hari Aarav terasa berarti. Kita sedang tidak buru buru kan?”
“tidak, dia juga meminta untuk beristirahat sejenak disini”
“baguslah kalau begitu. Sini mendekat Aarav, om akan memberikan kamu pelajaran yang bagus”
Aarav mendekat ke samping Eric yang hendak mengajari Aarav tentang ilmu ilmu komputer. Sedangkan Ocha berbaring di atas pangkuan Alyosha dan melihat ke sekitar taman yang sejuk. Aarav dan Eric belajar dengan serius dan sesekali mereka tertawa. Alyosha yang tidak mengerti dengan pelajaran yang mereka pelajari hanya bisa mendengarkan lagu yang dinyanyikan oleh Ocha. Walaupun ia dalam keadaan berbaring tetapi ia masih bisa mengontrol suaranya dengan baik.
Burung bersiul mendengar suaraku...
Angin menerbangkan lagu yang kubawakan...
Pohon bergoyang menikmatinya...
Alam menerima persembahan lagu yang ku beri...
Apakah aku diterima menjadi ratu para peri...
Jika kalian mendengar suaraku kumohon balaslah laguku...
Alyosha membelai lembut rambut Ocha yang halus. Ia tampak menikmati lagu yang ia buat sendiri. Sesekali Alyosha membalas lagu dari Ocha yang sudah ia hapal karena sering mendengar Ocha bernyanyi.
“kenapa kamu bisa tau kode ini?”
“A..arav, tidak tau. Aa..rav hanya asal menebak saja”
“ayo jujur Aarav. Dulu sistem kami yang menggunakan kode ini pernah diretas seseorang. Dilihat dari kelancaran kamu dalam belajar tadi aku bisa membayangkannya jika itu kamu”
“iya Aarav mengaku jika itu Aarav yang melakukannya.”
“ternyata kamu peretas kecil itu, dasar kamu ya. Rasakan ini”
“ha... ha... ha..., geli om Eric. Aarav menyerah. Ha.. ha. Ha..”
“masih mau meretas sistem kami lagi?”
“tidak om, ha.. haa”
Setelah letih tertawa mereka berbaring istirahat. Aarav menggeserkan tubuhnya dan memeluk Eric yang berada di sampingnya. Eric tampak heran dengan apa yang dilakukan Aarav. Ia lalu tersadar ternyata Aarav sudah menerima Eric dikehidupan Aarav. Eric duduk dan memangku Aarav lalu memeluknya dengan hangat.
Alyosha dan Ocha tersenyum bahagia melihat kelakuan dua pria yang mereka miliki itu. Ocha mengambil gambar mereka bersama saat berkumpul bersama di taman sekolah. Ia mengarahkan kamera ponselnya dan mengambil gambar selfi mereka bersama. Walaupun ia diam diam mengambil gambar tersebut tetapi hasilnya tetap bagus dan alami.
Eric dan Aarav yang sedang tertawa bahagia, Alyosha yang memandang Eric dan Aarav dengan senang juga Ocha yang ingin mengabadikan momen tersebut dengan antusias. Senyuman semua orang di foto yang sudah Ocha ambil sangat terasa aura bahagianya.
“ayo kita pulang, sebentar lagi gerbang sekolah akan ditutup”
“baik mah”
“kalian ingin makan apa malam ini?”tanya Eric
“kami ingin makan seafood tapi mama yang masakin” ujar Aarav
“kalau begitu kita harus membeli seafoodnya dulu di pasar karena di rumah tidak ada”
“aku tau penjual seafood khusus yang menyediakan seafood yang segar. Aku akan membawa kalian berbelanja di sana saja. Ayo kita berangkat”
“ayoo” ujar Ocha dan Aarav bersemangat.
“bagaimana Alyosha?”
__ADS_1
“kalau semua setuju maka aku hanya bisa ikut saja”
“yeey, ayo mamah cepat” ujar Aarav
Eric membawa Alyosha, Ocha dan Aarav berbelanja untuk makan malam mereka bersama. Ocha dan Aarav merasa senang karena baru pertama kali mengunjungi mall khusus untuk menjual bahan bahan mentah untuk makanan.
Setelah membeli bahan bahan untuk makan malam mereka pulang.
Di rumah Alyosha mereka membersihkan badan dan mengganti pakaian karena mereka sudah beraktivitas seharian. Karena Eric selalu menyediakan pakaian biasa di dalam mobilnya, ia juga membersihkan badan dan berganti pakaian seperti Alyosha, Ocha dan Aarav. lalu mereka bersama sama memasak hidangan di dapur.
“apa yang bisa kami bantu mah?”
“kalian bersihkan meja makan saja. Mama membersihkan seafoodnya dulu”
“oke”
“biar aku bantu”
“tidak usah nanti kamu bau amis. Kamu kan mau pulang lagi nanti”
“tidak masalah. Jadi bagaimana caranya?”
“kamu bersihkan kerangnya pakai sikat ini”
“oke itu mudah”
Waktu berlalu tetapi Eric masih belum menyelesaikan pekerjaannya. Ia merasa sulit untuk membersihkan bulu bulu yang ada di cangkang kerang putih tersebut.
“bagaimana om Eric?” tanya Ocha
“ternyata agak sulit, saya sampai kewalahan. Ha... haa”
“kalian tunggu di ruang tamu saja. Mama saja yang memasaknya biar lebih cepat”
Eric, Ocha dan Aarav berkumpul bersama di ruang tamu. Ocha bernyanyi dengan iringan tepuk tangan dari Eric dan Aarav. Sesekali mereka tertawa dan sesekali mereka bertengkar. Mendengar canda dan tawa mereka bertiga ada perasaan haru di hati Alyosha.
“hidangan selesai, ayo kita makan”
“yeayyy”
“masakan mama haruummm sekali”
“terima kasih Aarav”
“rasanya juga sangat lezat”
“terima kasih sayang”
“ayo habiskan makanannya”
Mereka menyantap hidangan dengan lahap. Selesai makan malam Alyosha dan anak anaknya mengantar Eric yang akan pulang.
“om Eric pulang dulu ya. Sampai jumpa Ocha, Aarav”
“sampai jumpa om Eric”
“hati hati dalam perjalanan Eric”
“terima kasih Alyosha”
Hari pertama yang mereka lalui bersama dipenuhi dengan memori indah. Terdapat kebahagiaan tersendiri karena berkumpul bersama dengan keluarga.
__ADS_1