
Sesampai di kota S Ocha pingsan kembali saat menuruni kereta api. Alyosha sangat cemas dengan keadaan Ocha, ia segera memesan taksi menuju rumah sakit wijaya agar mendapatkan perawatan yang lebih baik. Sekarang Ocha sudah mendapatkan perawatan walaupun ia masih dalam keadaan tidak sadar diri.
“sayang kamu harus kuat, mama akan selalu menunggu kamu di sini”
Hingga beberapa jam akhirnya Ocha sadarkan diri. Alyosha segera memanggil dokter untuk memeriksa Ocha kembali. Alyosha memegang tangan putih milik putri kecilnya yang sedang berbaring di atas tempat tidur.
“bagaimana perasaanmu, apakah sudah merasa lebih baik?”
“Ocha tidak bersemangat mah”
“tidak apa apa sayang, kamu boleh merasa lemah di suatu waktu. Ada mama yang akan menjadi penguatmu. Kamu istirahat ya sayang”
“iya mah,”
“kak Ocha pasti bisa lekas pulih karena ada Aarav yang setia menunggu wajah ceria kakak” ujar Aarav.
“Aarav, kamu jaga kakak sebentar ya, mama akan kembali”
“baik mah”
Alyosha bertemu dengan dokter yang sudah menangani Ocha. Mereka ingin melakukan pemeriksaan yang lebih serius pada Ocha mengenai penyakitnya. Dokter tersebut memberitahu biaya administrasi yang harus ia lunasi sebelum melakukan pemeriksaan.
“anda tidak perlu membayarnya sekarang, tetapi kami butuh perjanjian dan bukti bahwa anda sanggup untuk membayar biaya administrasinya”
“lakukan saja yang terbaik untuk anak saya doter. Saya akan melunasi biaya tersebut”
Para dokter mulai melakukan pemeriksaan pada Ocha setelah Alyosha menyetuji perjanjian yang sudah disepakati. Hasil dari pemeriksaan tersebut akan mereka beritahu besok hari. Untuk sementara waktu Alyosha dan Aarav tinggal di ruangan inap Ocha. Aarav tampak sibuk menyendiri di dekat jendela bermain laptop.
Keesokan harinya hasil pemeriksaan telah keluar. Alyosha dan dokter melakukan pertemuan kembali diruangan dokter tersebut untuk memberitahu tentang keadaan Ocha.
“Penyakit yang diderita Ocha ialah chronic lymphotic leukemia atau leukima kronis. Penyakit tersebut berkembang dan memburuk secara perlahan dengan kata lain pasien tidak merasakan gejala diawal kondisi muncul. Faktor yang dapat mempengaruhi Ocha terhadap leukemia kronis ini jika tidak karena sering terpapar herbisida atau insektisida maka yang mungkin menjadi faktor lainnya adalah memiliki anggota keluarga yang pernah menderita sama dengan keadaan Ocha sekarang.” Jelas dokter.
“jadi untuk pengobatannya bagaimana ya dokter?”
“untuk penanganan intensifnya kami akan melakukan kemoterapi terlebih dahulu.”
“jika memang itu yang terbaik buat anak saya maka secepatnya harus dilakukan dokter”
“kemoterapi ini memerlukan biaya yang lumayan banyak karena memakan waktu beberapa hari”
“apakah biayanya dapat saya cicil dok?”
“boleh saja. Tetapi anda harus membayar biaya awal sebelum memulai kemoterapi” jelas dokter tersebut.
__ADS_1
Lalu dia memberitahu total yang harus dikeluarkan Alyosha untuk uang muka sebelum melakukan kemoterapi. Nominal yang tertera membuat Alyosha berpikir dua kali. Uangnya sudah habis dipakai untuk biaya perawatan Ocha sebelumnya. Alyosha meminta sedikit waktu untuk memikirkan kemoterapi yang akan dilakukan Ocha terlebih dahulu.
Alyosha kembali keruangan Ocha, ia sudah mulai ceria dan sekarang sedang makan siang dengan Aarav yang menyuapinya. Alyosha mengambil makanan yang Aarav pegang dan menggantikan Aarav menyuapi makanan pada Ocha sampai selesai.
“mamah keluar sebentar, Ocha istirahatlah kembali. Kalian berdua tunggu disini, jangan izinkan siapapun masuk ke dalam selain dokter dan perawat. Dan juga tolong jaga berkas ini ya.”
“baik mah”
Alyosha memeluk lalu mencium mereka berdua sebelum pergi. Ia keluar sebentar untuk mencari solusi yang akan ia lakukan. Mengenai tempat tinggal yang akan mereka gunakan setelah keluar dari rumah sakit, uang perawatan Ocha dan uang makan mereka bertiga. Semuanya membutuhkan biaya dan Alyosha harus memulai kembali dari awal di kota kelahiranya itu.
Alyosha berjalan sebentar di sekitar rumah sakit untuk mencari beberapa informasi mengenai lowongan pekerjaan. Ia melihat ada selembaran yang di tempel di dinding informasi tentang lowongan kerja sebagai pelayan dihotel yang berada di depan rumah sakit wijaya. Alyosha langsung menuju hotel yang memang berada di depan rumah sakit tempat mereka berada untuk melamar pekerjaan.
“apakah benar di hotel ini sedang membuka lowongan pekerjaan?”
Alyosha bertanya pada pelayan yang sedang beristirahat di luar hotel tersebut. Ini adalah pertama kali bagi Alyosha berurusan dengan yang namanya hotel.
“benar sekali. Hotel kami sedang membuka lowongan kerja di bagian pelayanan.”
“kalau boleh tau, pekerjaannya seperti apa ya?”
“pelayan itu melakukan beberapa pelayanan seperti mengantar makanan ke kamar tamu, mengantar tamu ke kamarnya dan jika ada pelanggan yang melakukan beberapa acara di hotel ini maka kita akan melayani tamu tamu dari acara tersebut. Ini hotel terkenal, untuk hal hal kotor yang kamu pikirkan tidak akan terjadi di hotel ini.”
“oh haha.. terima kasih penjelasannya. Kemana saya bisa mendaftarkan diri?”
Mereka berjalan bersama menuju ruang kepala pelayan di hotel tersebut. Dan langsung melakukan wawancara dan tes tertulis. Karena ia dibantu oleh pelayan barusan maka ia dipermudah untuk langsung melakukan wawancara.
“informasi selanjutnya akan di sampaikan nanti malam. Kamu bisa melihatnya dari file yang akan dikirim ke peserta masing masing. Semoga kamu bisa diterima di hotel ini” ujar pelayan tersebut.
“terima kasih atas bantuannya. Saya izin pulang ya, semoga kita dapat berjumpa lagi.”
“sama sama, saya juga berharap begitu.”
Alyosha kembali ke rumah sakit dan menemui kedua malaikat kecilnya. Mereka sedang terlelap dalam tidur, lalu Alyosha menyelimuti Aarav yang tidur di kursi panjang dengan laptop yang masih menyala. Alyosha memeriksa laptop yang sudah enam tahun tidak ia pegang dan meninggalkan dunia sosial media.
Alyosha mencari beberapa informasi mengenai leukemia yaitu penyakit yang diderita Ocha sekarang. Penyakit tersebut cukup serius, ia berpikir kalau kemoterapi yang akan di lakukan tidak bisa ditunda lagi. Alyosha mendengar rintihan Ocha yang sedang kesakitan, ia melihat Ocha sedang menangis.
“apakah ada yang sakit sayang?”
Ocha masih terus menyembunyikan rasa sakitnya dengan menggelengkan kepala, penyakit yang di derita Ocha sangat menyakitinya sehingga membuat ia menangis menahan rasa sakit tersebut.
“beritahu mamah jika ada yang sakit supaya mama bisa memanggil dokter untuk memeriksamu.”
“perut Ocha sakit mah”
__ADS_1
Alyosha langsung memanggil dokter dengan menekan tombol pemanggil dokter. Tidak berapa lama dokter datang ke ruangan mereka dan segera memeriksa Ocha.
“bagaimana dokter?”
“ini hanya gejala ringan saja. Kamu bisa membelikan dia obat yang sudah saya tulis di kertas ini. Di lantai 3 ada apotik yang sudah disediakan.” Ujar dokter tersebut
Alyosha membeli obat yang tertera di atas kertas tersebut sesuai dengan yang dikatakan dokter. Setelah minum obat Ocha sudah mulai membaik dan kembali istirahat.
“bisakah kita berbicara sebentar di ruang tamu?”
"tentu dok"
Alyosha menganggukkan kepala, mereka berdua duduk bersama di ruang tamu untuk para pengunjung. Hanya tinggal tiga orang yang tersisa di ruangan terseput pada malam hari itu. Mereka tampak bercerita bersama sekalian beristirahat.
“bagaimana dengan kelangsungan penanganannya, apakah akan dilanjutkan?” tanya dokter tersebut.
“saya sedang berusaha untuk mencari biaya pembayaran di awalnya dok.”
“maaf jika saya sedikit lancang. Apakah kalian bukan penduduk kota ini?”
“benar dokter. Kami dari desa Hala dan akan pindah ke kota ini.”
“ouh desa Hala ya, saya pernah sekali kesana untuk melakukan beberapa pekerjaan. Adik saya juga dulu tinggal disana. Dia juga seorang dokter.”
“adik anda juga seorang dokter disana, apakah saya boleh tau nama adik dokter?”
“namanya Alya”
“Alya? Apakah nama lengkap adik dokter itu adalah Alya wijaya?”
“benar sekali. Apakah kamu mengenalinya?”
“saya sangat mengenalinya. Dia adalah dokter yang sangat berbakat. Dia juga dokter yang sudah membantu saya melahirkan anak anak saya. Bagaimana kabar adik dokter?”
“dia baik baik saja dan ibu saya sudah mulai membaik. Sekarang dia sudah diluar negeri menemani ayah dan ibu.”
“baguslah jika begitu dokter. Saya sangat merindukan dia, karena saya dan Alya sudah seperti keluarga saat bersama di desa Hala.”
“kamu boleh panggil saya dengan Alan saja. Karena kamu sudah menganggap adik saya keluarga maka saya juga keluargamu kan”
Alan mengeluarkan ponsel dan menghubungi Alya adiknya. Alyosha bercerita pada Alya mengenai kondisinya sekarang. Alya mengatakan jika ia sangat ingin menjenguk Ocha tetapi dia juga harus menjaga ibunya. Mereka berdua bercerita sangat lama sampai Alan yang meninggalkannya sendirian tidak ia sadari.
Setelah mengakhiri panggilan dengan Alya, ia mencari Alan yang sudah pergi tanpa mengatakan apa pun padanya. Alyosha mencari cari Alan yang tenyata sedang berada di ruang operasi. Mengetahui Alan sedang melakukan operasi ia beranjak kembali ke ruangan Ocha dengan ponsel dokter Alan yang masih ia genggam.
__ADS_1