
“kami sudah dalam perjalanan menuju lokasi bos. Dua anak kecil itu sekarang masih dalam keadaan pingsan, apakah karena kita terlalu berlebihan dalam memberikan mereka cairan barusan?”
“kalian tenang saja, aku hanya menuangkannya sedikit.”
“baiklah bos, kami akan memperlambat laju mobil kami sambil menunggu bos Arya”
“oke, aku dan Viana akan segera berangkat”
Para penculik Ocha dan Aarav memperlambat laju mobil setelah merasa sudah aman. Ocha dan Aarav masih dalam keadaan tidak sadarkan diri dan tidak tahu menahu jika mereka sedang di culik oeh orang orang yang mereka berdua pun tidak tahu.
“dua anak kecil ini sedari kecil sudah menjadi bibit unggul. Lihat wajah mereka berdua sangat tampan dan cantik” ujar seorang penculik saat mengamati wajah Ocha dan Aarav.
“benar sekali, wajah mereka juga putih dan bersih. Mungkin setiap hari ibu kedua anak ini sangat menjaga mereka berdua dengan baik.”
“kasihan sekali ibunya, ia pasti merasa putus asa setelah tau kalau dua anaknya telah menghilang”
“haduh.. kamu ini, jika menjadi seorang penjahat itu tidak boleh punya hati nurani. Kita kan kerja untuk uang” ujar ketua
“tetapi uang ini tidak didapatkan dengan cara yang baik ketua.” ujar penculik yang masih baru saja menjadi anggota Arya tetapi ia memiliki kepandaian dalam bermain trik jadi ia dipilih untuk bertugas.
“sudahlah abaikan saja semua. Tidak perlu kita pikirkan itu lagi, yang penting misi kita sudah kita lakukan dengan baik.”
“benar ketua. Kamu itu kan masih baru tidak masalah jika berpikir begitu. Lama kelamaan kamu juga tidak bisa menghindar dari semua uang yang sudah kita dapatkan.”
Ponsel ketua penculik berdering karena panggilan masuk dari Arya.
“kami sudah berada dibelakang kalian, teruslah melaju karena sepertinya mereka sudah mulai mencari kedua anak itu”
“baik bos”
Dua mobil melaju dengan kencang secara beriringan. Kedua mobil yang dikendarai oleh Arya dan para penculik berhenti di sebuah pelabuhan kapal kecil setelah lama dalam perjalanan.
“ayo cepat, pindahkan dua anak itu ke atas kapal. Ini kunci mobilku, kamu segera bawa kembali Viana ke rumahnya” ujar Arya.
“tetapi aku juga ingin ikut dengan kalian”
“kamu beristirahatlah. Tidak kah kamu lelah barusan?”
__ADS_1
“baiklah. Setelah kalian sampai di sana segera hubungi aku.” Viana dengan cepat menyetujui perkataan Arya karena ia tidak ingin Arya membicarakan yang barusan terjadi di hadapan anggotanya.
“baik ratuku tersayang”
Arya membawa Ocha dan Aarav ke sebuah pulau milik ayahnya, pulau kecil yang hanya dapat dikunjungi oleh seluruh anggota mafia the sky. Di tengah perjalanan Ocha terbangun dari pingsannya, ia lalu melihat situasi saat itu dan kaget dengan apa yang sedang ia hadapi. Ocha segera berpura pura menutup matanya kembali. Ocha mengintip orang orang yang duduk di seberangnya, mereka bercerita dengan semangat sehingga tidak memperhatikan Ocha yang sudah terbangun.
Ocha membangunkan Aarav yang masih memejamkan mata disampingnya. Aarav menekan tangan Ocha dan masih menutup matanya. Ternyata Aarav sudah tersadar sedari mereka sampai di pelabuhan tetapi ia berpura pura pingsan untuk dapat mendengarkan apa yang sedang dibicarakan oleh para penculik tersebut.
“jika mereka berdua sudah bangun segera beritahu kepada bos, aku akan berjaga jaga di belakang kapal”
“baik ketua, setelah mereka tersadar kami akan melaporkan kepada bos Arya segera mungkin”
“kenapa bos Arya ingin menculik kedua anak ini?” tanya bawahan baru Arya pada anggota lain
“kamu tidak tau ya?”
“karena tidak tau makanya bertanya padamu”
“ini karena tunangan kekasih bos Arya merupakan ayah dari kedua anak ini”
“tunangan?, kekasih?, ayah?. Hubungan yang terlalu rumit untuk dipahami”
“tetapi tidak semua masalah diselesaikan dengan uang”
“tetapi semua orang butuh uang”
“jika orang kaya membuat masalah jadi mereka bisa menyelesaikan semua masalah dengan uang begitu?”
“coba kamu lihat orang orang kaya di luar sana, pasti mereka dapat membeli keadilan terhadap masalah mereka. Dulu anak tetangga saya pernah dibuli oleh anak orang kaya sampai membuat anak tersebut bunuh diri. Tetapi saat orang tua korban meminta keadilan, seperti yang kamu ketahui orang kaya itu dengan mudah bebas dari tuduhan”
“benarkah ada yang begitu ?. Aku pikir cerita seperti itu hanya ada dalam cerita film saja”
“memang tidak semua penegak hukum seperti itu. Pesan ku padamu, kamu itu kan masih muda lebih baik kamu mencari banyak uang dan menjadi orang kaya sehingga kamu tidak mudah untuk ditindas.”
“ouh begitu. Jadi kekasih tuan Arya itu siapa?”
“namanya nona Viana, dia itu anak dari seorang peneliti terkenal. Tetapi ia sudah bertunangan dengan Eric Digna, ayah kedua anak ini”
__ADS_1
Ocha mengusap darah yang mengalir dari hidungnya, ia sudah tidak bisa terus berpura pura lagi. Salah satu penculik segera menghampiri Ocha dan penculik yang lain memanggil Arya. Melihat situasi Ocha, Aarav lalu membuka mata dan membantu Ocha membersihkan darah di hidungnya.
“apa yang harus kita lakukan?” tanya penculik pada Aarav
“tolong ambilkan tissue ataupun kain untuk membersihkan darahnya” ujar Aarav
Penculik tersebut segera keluar dari kamar untuk mencari apa yang dibutuhkan oleh Ocha. Aarav melihat ke segala arah, ia menemukan sebuah ponsel terletak di atas meja. Aarav dengan segera membuka ponsel tersebut untuk membantu mereka berdua keluar.
“kak Ocha ini ada ponsel, siapa yang harus aku hubungi?”
“coba kamu hubungi om Eric saja”
“bukankah kakak sudah mendengar apa yang sudah dikatakan oleh para peculik itu?”
“tapikan..”
“DALAM SITUASI SEPERTI INI KAMU MASIH MAU MENGHUBUNGI PEMBOHONG SEPERTI ITU. SADAR KAK, DIA ITU SUDAH BERTUNANGAN DAN SUDAH MEMBOHONGI MAMA DAN KITA. DIA TIDAK AKAN MEMBANTU KITA”
Aarav dengan marah berjalan ke arah Ocha yang terdiam melihat adiknya yang sedang memarahinya dan meneriakinya. Ocha tidak tahu harus berbuat apa pada Aarav. Saat Aarav sampai dihadapan Ocha ia segera menyadari perbuatannya, hatinya sedih setelah melihat darah yang masih mengalir di wajah Ocha.
“maaf kak Ocha, Aarav tidak bermaksud memarahi kak Ocha.”
Aarav membuka bajunya dan dengan lembut membersihkan darah yang masih mengalir di hidung Ocha dengan bajunya sendiri. Kemudian terdengar suara langkah yang tergesa gesa di dekat Ocha dan Aarav. Ocha dan Aarav kaget saat Arya dan penculik yang memanggilnya memasuki ruangan mereka berdua.
“DIMANA ANGGOTA YANG LAIN, KENAPA MEMBIARKAN MEREKA BERDUA SENDIRIAN.” Ujar Arya dengan marah.
“tidak tau bos, saat mereka bangun saya langsung ke ruangan bos dan dia saya suruh untuk mengawasi mereka. Itu dia” ujar anggota Arya ketakutan.
“kamu dari mana saja?”
“maaf bos saya barusan mencari tisssue untuk membersihkan darah anak itu”
Arya menggenggam wajah Ocha dengan kuat hingga membuat Ocha merintih kesakitan. Arya lalu melepaskan wajah Ocha dengan kasar. Kemudian ia memeriksa sekitar dan menemukan sebuah ponsel. Ia mengangkat ponsel tersebut dan menunjukkan pada para penculik yang sudah berkumpul dihadapannya.
“ini milik siapa?”
“itu ponsel saya bos?”
__ADS_1
“segera kamu periksa semua log panggilannya, jika terdapat nomor yang tidak diketahui beritahu saya. Kalian berdua bawa dua anak ini keluar, sebentar lagi kita akan sampai”
“baik bos”